Suami Ku Dewa Penolong Ku

Suami Ku Dewa Penolong Ku
Menemui Marissa.


__ADS_3

Keysa yang kini tengah istirahat bersama Nita harus terganggu dengan kedatangan marissa ,Marisaa yang melihat Nita terheran kenapa Nita berada di tempat lokasi syuting .


"Nita kenapa kamu ada di sini" ucap Marissa .


"Kenapa ?! siapa aja juga boleh kali ,toh kamu juga ada di sini ." jawab Nita ketus .


Marissa melirik Keysa yang kini tengah duduk ,kini pandangannya Kembali ke arah Nita .


"Ada hubungan apa kalian berdua "


"Dia adalah manajerku " jawab Keysa langsung berdiri dari duduknya .


"Apa ?! manajer ?! semenjak kapan kau menjadi manajer hindra,aku baru melihat mu " ucap Marissa sedikit terkejut .


"Kenapa kau begitu kaget ?! ada masalah ya , kalau tidak ,tolong minggir dan kita ini sibuk ." ucap Nita yang kini melangkah mengikuti langkah Keysa keluar .


Marissa merasa heran dengan kedua orang itu ,dia memikirkan kehadiran Nita dengan kedekatannya dengan Hindra .


"Kedua orang ini sangat mencurigakan "


Marissa langsung menekan nomor memanggil seseorang untuk menyelidiki siapa Hindra sebenarnya .


"Hallo ?! bantu aku untuk menyelidiki seseorang ,aku ingin mengetahui informasi mengenai dirinya , dia adalah Hindra Wijaya "ucap Marissa .


Marissa mencengkram ponselnya ,dia benar-benar penasaran dengan Nita yang begitu dekat dengan Hindra dan menjadi manajer nya , Marissa mengingat Nita yang keluar dari band nya hanya ingin fokus kuliah dan tidak ingin berkerja apapun itu lagi .


"Tunggu ?! si Nita kan gak suka dekat-dekat dengan cowok ... baru pertama kali ini dia berani nempel dengan cowok ,menjadi manajer lagi .... jangan-jangan "


Marissa semakin curiga dengan Nita yang dekat dengan Hindra ,Marissa berpikir bahwa Hindra bukanlah Hindra yang sesungguhnya .


"Baiklah ?! aku akan mengetahui dirimu yang sebenarnya Hindra Wijaya ,"


"Aku harus menghubungi Keysa untuk menjebak yang kedua kalinya ,aku ingin tau siapa topeng di balik wajah dan penampilan Hindra itu ."


Marissa mencari-cari nomor Keysa ,dia penuh harap nomor Keysa masih yang dulu dan berharap masih aktif ,Marissa mencoba mengirimkan pesan pada Keysa dan benar saja nomor Keysa masih aktif .


Dengan tersenyum menyeringai ,Marissa mengirimkan pesan dan mengajak nya untuk bertemu dengan Keysa di salah satu restoran yang dulu pernah dia kunjungi bersama para personil PINKY.


Di tempat lain ,Keysa yang kini berada di ruang istirahat bersama Nita tengah mengobrol ,namun perbincangan mereka terhenti saat ponsel Keysa bergetar ,Nita langsung melangkah dan mengambil ponsel Keysa dan memberikannya .


Keysa langsung melihat pesan tersebut ,Keysa membaca isi pesan yang di kirimkan oleh seseorang yang dia kenal sekaligus musuh nya ,Keysa tersenyum kecut melihat isi pesan yang di kirimkan oleh orang tersebut ,Nita yang melihat Keysa tersenyum langsung menggodanya .


"Ciye ... dapat pesan dari siapa tuh,pasti dari pangeran es balok .." ucap Nita .


"Apaan sih .. kepo banget ? udah tebakannya salah lagi ." jawab Keysa .


"Lah terus dapet pesan dari siapa ," ucap Nita .


"Marissa"


"What ?! Marissa ,ada apa lagi tuh si penzina itu ,"


"Dia mengajak aku untuk makan malam di restoran yang dulu kita sering datangi itu ," ucap Keysa .


"Cuma kamu doang dia ngajak nya " ucap Nita dengan di angguki Keysa .


"Hati-hati... dia pasti akan berbuat masalah lagi dengan mu sya ... meski kamu dan Arya tidak ada hubungan apa-apa lagi ,siapa tahu si Marissa itu mau pamer dengan ketenarannya sekarang ." ucap Nita


"Kamu tenang saja nit, aku bukan Keysa yang dulu kok ."


"Tentu saja ?! sekarang kan ada dukungan dari tuan muda es balok " ucap Nita sambil menggoda Keysa .


"Terus gimna tuh ?! apa kau akan menemui si j*l*ang itu ." ucap Nita lagi .


"Iya .. aku akan menemui Marissa di restoran itu ,dan aku pun sudah menyetujui nya ." ucap Keysa dengan tersenyum kecut .


"Perlu di kawal gak nih ... sama manajer cantik .." sombong Nita .


"Tidak perlu ? aku pasti baik-baik saja , dan aku tahu kamu khawatir akan hal aku ." jawab Keysa.


"Apa kamu akan bilang pada suamimu itu untuk pergi menemui Marissa." ucap Nita


"Tidak ?! Leon sibuk dengan pekerjaan nya ,aku cuman mau bilang mau reunian dengan anak SMA " ucap keysa.


"Baiklah ... ?! sya aku akan mengantarkan mu menemui Marissa ,tenang saja aku cuman mengantarkan mu saja ." ucap Nita


Keysa menganggukkan kepalanya dan mengiyakan nya ,kini mereka melangkah keluar meninggalkan ruang istirahat itu ,Marissa yang melihat Keysa dan Nita keluar dari ruang istirahat tersenyum miring.


...****************...


Waktu pun berputar begitu cepat ,Keysa kini tengah bercermin dengan menampilkan senyuman ,dia akan menemui Marissa ,apapun yang akan di lakukan Marissa terhadap nya nanti ,dia pasti akan lebih waspada dan tidak ingin terjebak dengan kedua kalinya .


Kini Keysa melangkah keluar dari kamarnya dan bersiap pergi ,dan dia juga sudah di tunggu oleh Nita di dalam mobil dengan memakai mobil yang berbeda , sebelum pergi ,dia menghampiri dulu pak Reno .


"Pak Reno ,saya akan pergi ?! pak Reno tidak perlu bilang pada tuan mu itu ,aku sudah mengatakannya untuk kumpul dengan teman-teman SMA ku ." ucap Keysa .


"Baik nona "

__ADS_1


Keysa pun masuk ke mobil dan pergi meninggalkan halaman rumah itu ,pak Reno melihat mobil yang di tumpangi oleh Keysa langsung merogoh ponselnya dan menghubungi Leon ,setelah menghubungi Leon pak Reno langsung masuk ke dalam dengan menghela napasnya panjang .


"Nona maafkan saya ? bagaimana pun juga tuan Leon sudah memperingatkan saya untuk memantau anda di rumah dan apapun yang setiap anda lakukan .' gumam pak Reno .


.


.


Di sisi lain .


Leon yang baru saja dapat telpon dari pak Reno langsung mencari nomor kontak Keysa dan mencari keberadaan nya melalui GPS.


"Restoran beyon ,?! apa benar dia itu hanya reunian ."


Leon langsung menghubungi seseorang untuk datang ke restoran tersebut hanya untuk mencari tau apa yang di lakukan oleh Keysa yang sebenarnya , namun seketika Leon berdecak pada dirinya sendiri setelah apa yang dia lakukan .


"Ck... ada apa dengan ku ,kenapa aku harus menyelidiki Keysa sih ." .


Leon menaruh ponselnya ,dia berdiri dan melangkah untuk pergi ke ruang departemen ,dia ingin merilekskan pikiran yang ada di kepalanya itu saat dia mengingat akan hal istrinya .


Sementara di tempat lain ,Keysa kini sudah sampai di restoran ,Keysa turun sendiri tanpa di dampingi oleh Nita ,Keysa menyuruh Nita untuk pergi dan meninggalkannya .


"Sya kamu yakin ,bisa menghampiri Marissa sendiri ,dan kamu yakin nih gak mau aku tunggu ." ucap Nita


"Yakin kok .. aku ke dalam dulu ya ? kamu hati-hati di jalan , nanti aku pulang bisa naik taksi ." ucap Keysa dengan di angguki Nita .


Nita pun melajukan mobilnya dan pergi walau hatinya masih begitu khawatir ,tapi dia tidak ingin memaksa keysa , sementara Keysa dia melangkah untuk masuk dan mencari Marissa ,di saat Keysa melangkah tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada pesan .


"Ternyata kamu sudah datang terlebih dahulu Marissa "


Keysa melangkah dan celingak-celinguk mencari Marissa ,di saat dia melangkah beberapa langkah ,seorang pelayan pria memberhentikan langkahnya .


"Selamat malam nona Keysa" ucap pelayan tersebut .


"Iya "


"Nona Marissa sudah menunggu anda di ruang VIP ,mari silahkan ikut dengan saya ."


"Baik"


Sementara di ruangan lain ,Marissa begitu jengkel karna dirinya tengah menunggu Keysa yang begitu lama , Marissa menekan tombol ponselnya memanggil seseorang.


"Kali ini kalian tidak boleh gagal ,kalau tidak lihat Saja nanti ." ucap Marissa langsung mematikan telepon tersebut.


"Keysa ,aku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini ." gumam Marissa .


Tok ....


Tok.....


"Maaf nona ?! nona Keysa sudah tiba" ucap pelayan pria tadi.


"Baiklah ? maaf merepotkan " ucap Marissa dengan ramah .


Keysa yang melihat wajah so polosnya Marissa membuat dirinya kesal ,namun kekesalan itu Keysa tahan agar tidak terlihat .


"Ada urusan apa kau ingin bertemu dengan ku ." ucap Keysa .


"Keysa ?! duduklah dulu ,sudah lama kita gak ngobrol bareng ,hari ini hari luang ku ,kebetulan sekali aku ingin mengobrol dengan mu ." ucap Marissa dengan menampilkan senyumannya .


Keysa yang melihat Marissa tersenyum menjadi teringat akan hal persahabatan dirinya waktu dulu ,namun sekarang Keysa tau senyuman itu hanyalah senyuman palsu .


"Cih ... rencana apa apalagi yang akan kau buat Marissa"


"Aku tidak begitu banyak waktu sekarang untuk mengobrol Marissa ,?! ada perlu apa ,bicarakan saja langsung ." ucap Keysa dengan wajah dinginnya .


Keysa terdiam dan tidak menjawab Keysa ,begitu banyak perubahan pada diri sahabatnya itu ,kini Keysa mengambil sebotol wine dan menuangkan nya ke gelas untuk Keysa .


"Keysa kamu begitu banyak berubah ,apa kau masih sakit hati antara aku dan Arya ." ucap Marissa tanpa merasa bersalah.


"Aku sudah buang jauh-jauh mengenai hubungan busuk kalian itu ... apa kau mengundang ku hanya untuk membahas masalah pria brengsek itu ." ucap Keysa .


Marissa tersenyum kecut mendengar perkataan Keysa ,awalnya dia hanya ingin memanas-manasi Keysa saja ,namun tidak di sangka Keysa mengatakannya begitu serius dan tidak ingin mengungkit masa hubungan nya dulu dengan Arya .


"Aku ingat Keysa ?! dulu kamu begitu pendiam tidak seperti sekarang ." ucap Marissa .


"Semua orang bisa berubah " jawab Keysa


Marissa tersenyum dengan sembari memberikan satu gelas wine pada Keysa ,Keysa melihat wine itu dengan intens ,dia sekarang lebih hati-hati dan waspada .


"Sengaja menaruh air di depan ku dengan di campuri obat sialan ,?! sekali minum pasti itu akan membahayakan ku "


"Dengan perkataan mu itu pasti masih mengingat akan hal perasaan bukan .?! kamu tau ?! perasaan tidak akan lebih baik dari cinta ,sedangkan Arya dan aku sudah jelas saling mencintai semenjak SMA" ucap Marissa .


"Aku mengundang mu kesini hanya untuk membicarakan undangan untuk mu ,aku harap nanti kamu hadir di acara pernikahan ku dan mendapatkan kehadiran mu ." ucap Marissa kembali .


"Aku tidak tertarik menghadiri acara pernikahan kalian ,dan aku tidak ingin datang di acara pernikahan itu dan juga jangan berharap aku akan hadir ." jawab Keysa .

__ADS_1


"Dan aku tidak cukup murah hati mesti harus datang ke acara pernikahan musuhku ." ucap Keysa kembali .


"Keysa ?! aku ini dengan baik mengundang mu untuk datang ,tapi kamu benar-benar berkata seperti itu padaku ." ucap Marissa dengan menahan amarah .


Keysa berdiri dari duduknya ,dia tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan Marissa ,dia datang hanya untuk memberikan ekspresi dirinya yang sekarang .


"Kenapa ?! kamu tidak bisa menahan amarah ya ,bukan kah kamu sendiri yang ingin mengobrol dengan ku ." ucap Keysa .


"Jika tidak ada urusan lagi ,aku akan pergi ?! aku sangat sibuk ,kedepannya jangan mencari aku lagi ." ucap Keysa melangkah .


"Ohh iya marissa ?! terima kasih atas air yang sudah kamu hidangkan itu ,sayang nya aku tidak haus sama sekali ,kamu menyiapkan nya untuk ku spesial bukan ?! maka dari itu maaf .. aku tidak bisa meminumnya ." ucap Keysa dengan mengedipkan matanya .


Keysa melangkah keluar meninggalkan Marissa yang kini tengah menahan amarahnya ,Keysa menghela napasnya panjang Karna sudah berhadapan dengan musuh yang akan menjebaknya lagi .


"Kau ingin menjebak ku lagi ,itu tidak akan terjadi lagi Marissa " gumam Keysa .


Marissa yang masih ada di ruang VIP di buat kesal dengan perkataan Keysa ,kini dirinya menatap wine satu gelas yang sudah di siapkan harus gagal untuk menjebak Keysa .


"Keysa sialan "


"Sekarang kamu sudah sangat hati-hati dengan ku ? tapi kamu tetep tidak akan lolos dariku Keysa ." ucap Marissa dengan tersenyum menyeringai .


Keysa kini sudah berada di luar dan menunggu taksi ,Keysa lagi-lagi menghela napasnya mengingat air yang di sediakan oleh Marissa .


"Pasti minuman itu ada apa-apa nya ,?! lupakan lah ,lagian kan aku sudah berhasil pergi dan tidak meminum wine itu ." gumam Marissa .


Keysa melihat taksi yang kini tengah melaju ke arahnya ,dia pun melambaikan tangannya dan memberhentikan taksi tersebut .


"Pak ke perumahan mawar ya ." ucap Keysa .


Supir taksi itu hanya mengangguk kecil dan melihat Keysa yang kini sudah duduk di belakang ,supir itu membenarkan kaca spion untuk melihat ke arah Keysa .


Keysa melihat ponselnya dan mengirimkan pesan pada Nita ,dia yang akan berniat mengirim pesan pada nita malah melihat pesan yang di kirim oleh Leon .


"Apa dia ada di rumah ?! tumben sekali dia sudah pulang ? bukannya beberapa hari ini dia akan lembur " gumam Keysa yang kini tengah mengirimkan pesan terlebih dahulu pada Nita .


Setelah mengirimkan pesan pada Nita ,Keysa pun berniat membalas pesan dari Leon ,Di saat Keysa akan membalas pesan Leon , tiba-tiba dia mencium bau di dalam mobil itu ,Keysa merasakan bau mobil itu hingga membuat kepalanya pusing .


"Bau apa ini "


"Kepala ku ... kepala ku kenapa pusing begini."


Penglihatan Keysa menjadi kabur , samar-samar dia pun hanya melihat supir serasa hanya bayangan saja ,seketika dia pun tertidur dan tak sadarkan diri .


Supir taksi itu tersenyum saat sudah melihat Keysa tak sadarkan diri ,dengan cepat dia pun menelpon seseorang.


"Nona semuanya sudah beres ,nona keysa berada di tangan saya ." ucapnya .


Telpon pun akhirnya di matikan ,supir taksi itu dengan cepat membawa mobil dengan kecepatan tinggi ,dan tak butuh waktu lama ,kini dia sudah berada di tempat untuk membawa Keysa dan menunggu orang yang sudah menyuruhnya .


Keysa saat ini di ikat dan di perban mulutnya dengan tak sadarkan diri , namun tak lama kemudian Keysa pun sadar dan membuka kedua matanya .


Dengan perlahan membuka matanya, Keysa samar-samar melihat seorang wanita di ambang pintu .


"Marissa"


"Keysa ?! kamu kira kamu akan lolos dengan tidak meminum air itu ." ucap Marissa melangkah menghampiri Keysa


Marissa membuka perban yang nempel di mulut Keysa ,setelah itu dia duduk di kursi dan melihat Keysa dengan tersenyum menyeringai .


"Marissa aku dulu begitu buta ? aku kira kamu adalah orang yang baik ,tapi yang sekarang aku melihat mu saat ini seperti ular berbisa " ucap Keysa


"Terserah kamu mau bicara apa ?! aku tidak perduli Keysa " jawab Marissa .


"Marissa apa yang sebenarnya yang kamu inginkan ." ucap Keysa .


"Hahahahahaha ... Keysa apa kau ingin tau apa yang aku inginkan " ucap Marissa .


"Marissa apa lagi yang akan kau lakukan padaku ,apa kau akan membuat kejahatan ." ucap Keysa dengan tidak tenang.


"Kejahatan ?! eumm .. benar ?! aku akan membuat mu tidak akan bisa berbicara lagi ." ucap Marissa dengan mengeluarkan sesuatu botol kecil .


"Hidup kamu begitu beruntung dan selalu dekat dengan pria-pria tampan ,haha .. dengan meminum ini kau tidak akan bisa bicara lagi ,dan orang-orang akan sangat lebih mencintai mu ." ucap Marissa dengan tersenyum jahat


Keysa terkejut melihat botol kecil yang ada di tangan Marissa ,dia tidak tau akan terjadi seperti ini .


"Marissa kau sudah gila ?! aku tidak mengerti dengan apa yang kamu lakukan itu ,apa salahku ." ucap Keysa dengan berusaha memberontak dari ikatannya .


"Marissa kamu berani menangkap ku ,jika aku berhasil dan keluar dari sini ,aku tidak akan bisa melepaskan mu nanti ." ucap Keysa lagi .


"Baiklah ,jika itupun bisa kau lakukan dan bisa keluar dari gudang ini ." jawab Marissa .


Marissa melangkah satu langkah ke arah Keysa dan membuka mulut Keysa ,Keysa berusaha menutup mulutnya agar tidak kebuka ,namun dengan keadaan tangan yang di ikat ,dia tidak bisa menutup mulutnya lama-lama ,dan hal itu pun Marissa dengan berhasilnya memberi cairan yang ada di botol itu ke mulut Keysa .


"Uhuk..uhuk ..Marissa kau ...uhuk..uhukk.."


Marissa berbalik dan pergi keluar ,Keysa yang saat ini tidak bisa berbuat apa-apa tidak bisa berteriak untuk meminta tolong .

__ADS_1


"Leonniel tolong aku "


__ADS_2