
Hari pun semakin siang .
Di tempat lain ,tepat nya di sebuah restoran ,kedua gadis yang sudah janjian kini tengah asik makan ,namun di saat mereka tengah asik makan , seketika salah satu dari mereka memberhentikan makannya, yah! kedua gadis itu adalah Nita dan juga Yasmine ,Nita merasa heran ,kenapa Yasmine berhenti makan dan malah memperhatikan dirinya .
"Kenapa Yash" tanya Nita .
"Jujur dong ? kamu ini kerja apa " jawab Yasmine penuh selidik .
"Ck...penting banget gitu " ucap Nita .
"Banget " jawab Yasmine.
"Aku jadi manager aktor " ucap Nita .
"What manager aktor " jawab Yasmine dengan di angguki Nita .
"Tunggu ?! aktor ! kamu menjadi manager aktor ,siapa itu ._" ucap Yasmine kembali .
"Sini aku kasih tau ,tapi kamu jangan kaget ." ucap Nita dengan langsung di angguki Yasmine .
Nita pun membisikan Yasmine dengan suara kecil ,namun siapa sangka Yasmine yang begitu kaget tentu saja tak sadar bibir nya itu selalu saja paling utama yang tidak bisa di kondisikan .
"Apa ?! jadi Hindra itu Keysa Mmm...mmmm._
Nita langsung membungkam bibir Yasmine dengan cepat ,Nita melihat ke arah orang-orang yang tengah menatap meja mereka ,kini pandangan Nita beralih ke arah mata Yasmine dengan penuh kekesalan .
"Yasmine ?! sudah aku bilang jangan kaget ,gimana jika semua orang tau ," ucap Nita yang kini membungkam mulut Yasmine .p
'Mmm....mmmm..."
Nita celingak-celinguk melihat ke arah orang-orang yang tengah asik makan ,dia tersenyum kikuk pada orang-orang yang tengah melihat ke arah nya dengan tatapan sinis .
"Hehe... maaf ... maaf ... teman saya memang seperti ini ." ucap Nita dengan menahan kekesalannya .
Nita pun melepaskan tangannya dari bibir Yasmine dengan tatapan menjengkelkan ,Yasmine yang di tatap oleh Nita membuat dirinya langsung menepuk bibir nya itu yang selalu bocor .
"Ni mulut kenapa gak bisa rileks apa "
"Sorry nit ,aku gak bermaksud untuk._" ucap yasmine terhenti di karnakan Nita memotong nya .
"Emang mulut mu aja yang kaya ember Bocor ?! gak berubah banget sih tuh penyakit dari dulu ." ketus Nita .
"Iya-iya sekali lagi sorry ?! janji dah gak akan keseleo lagi ni mulut ember bocor " ucap Yasmine .
Tanpa mereka sadari ,di belakang mereka ada seseorang yang tengah mendengar ucapan mereka ,orang itu pas di belakangnya Nita ,bahkan dia mendengar kan obrolan yang telah di lontarkan Nita dan juga Yasmine .
Awalnya orang tersebut terkejut dengan apa yang di katakan Yasmine siapa Hindra sebenarnya ,tapi dia berusaha tenang dulu dan tidak ingin membuat dirinya menjadi ceroboh , orang itu yang tak lain adalah Arya yang memang sedari tadi berada di restoran yang dimana Nita dan Yasmine belum berada di restoran tersebut .
"Marissa kemana sih ?! kenapa ke kamar mandi lama banget "
Arya lagi-lagi melihat jam yang ada di tangan kekar nya ,dia celingak-celinguk melihat ke arah di mana Marissa berjalan ke arah toilet ,kini Arya melihat ponselnya untuk mengecek pesan dari seseorang .
Sementara di sisi lain ,Marissa kini tengah berjalan ke arah meja di mana Arya berada ,namun di saat dia melangkah ,dia melihat kedua sahabatnya yang berada di restoran juga ,namun Marissa menghiraukannya dan tidak ingin menyapanya sama sekali ,tapi tanpa di duga yasmine melihat Marissa duduk di meja yang di belakangi Nita .
"Marissa ada di sini ?! siapa pria itu ,apa dia Arya ....ohh tidak "
Yasmine takut ,jika pria itu adalah Arya , kemungkinan Arya mendengar ucapan dirinya tadi yang di mana orang-orang teralihkan pada dirinya .
"Nit ... Nita ... ' ucap Yasmine .
"Hemmm ...aku lagi nyelesein dulu makan " jawab Nita .
"Di belakang mu ada Marissa dan juga Arya " ucap Yasmine .
Nita terkejut dan langsung memberhentikan makannya ,dan langsung saja Nita pun berbalik dan melihat ke belakang .
__ADS_1
"Gawat ! jika sampai Arya tau siapa Hindra sebenarnya dia pasti akan mengatakannya pada Marissa ."
Nita masih saja melihat ke arah belakang dengan pemikiran yang kini masih berjalan ,dia tidak tau bahwa pria yang di belakangnya adalah Arya ,pasalnya dia tadi hanya melihat punggung pria itu dengan duduk sendiri tanpa adanya Marisa .
Marissa sebenarnya tau ,bahwa Nita telah melihat ke arah meja nya ,hanya saja dia diam dan hanya tersenyum kecut tanpa melihat ke arah Nita ,di saat Marissa menikmati cake , Tiba-tiba getar ponselnya berbunyi menandakan ada pesan ,dan itu pun marissa dengan cepat melihat isi pesan tersebut .
Marissa melihat ke arah Arya yang menatap nya ,Marissa heran kenapa Arya mengirimkan pesan padanya .
"Apa yang akan di bicarakan oleh Arya ?! pentingkah "
"Kenapa mesti mengirim._" ucap marissa terhenti di Karna kan dering ponselnya berbunyi kembali
Marissa pun melihat isi pesan dari Arya ,seketika dirinya langsung menatap Arya dengan penuh tanda tanya ,lalu Marissa mengalihkan pandangannya ke arah Nita dan juga Yasmine .
"Apa kamu yakin sayang " ucap Yasmine dengan di angguki Arya .
"Ternyata benar dugaan ku , Hindra adalah keysa ?! ini gak bisa di biarkan "
Dret...
Dret...
Arya melihat ponselnya yang kini ada yang telpon ,dia melirik Marissa yang tengah melihat nya ,Arya pun langsung menerima panggilan tersebut di depan Marissa ,tanpa Marissa curiga dia terlihat biasa aja melihat Arya yang tengah menerima panggilan tersebut .
"Marissa ?! aku ada urusan kantor hari ini ,aku pergi dulu yah" ucap Arya .
"Kok mendadak " jawab Marissa .
"Aku di suruh papah ku untuk segera ke kantor ,kamu gapapa kan pulang sendiri sayang" ucap Arya .
'Hemm ?! baiklah " jawab Marissa .
Arya berdiri dari duduk nya dan menghampiri Marissa lalu dia mencium kening wanita itu dan berlalu pergi ,kini Marissa melihat ke arah meja di mana Yasmine dan juga Nita .
Marissa beranjak dari duduk nya dan pergi dari restoran itu ,dia tidak akan pergi sebelum berhadapan dengan Nita ,dia akan mendesak Nita perihal Keysa ,Marissa menunggu Nita dan Yasmine di luar restoran .
Sementara di dalam sana ,Yasmine sudah uring-uringan,dia takut dengan apa yang di ucapkan nya beberapa menit yang lalu .
"Nit ?! gimana jika Arya memberi tau Marissa, aku takut nan._"ucap Yasmine terhenti .
"Sudahlah ?! jika pun Arya mendengar semuanya ,gapapa ,aku yang akan urus semua nya dan nanti aku Yang akan bilang sama Keysa ." ucap Nita .
"Udah yuk " ucap Nita kembali berdiri dari duduknya .
Yasmine hanya mengangguk kecil ,mereka berdua pun pergi meninggalkan restoran tersebut ,langkah demi langkah mereka pun sampai di parkiran restoran itu ,di saat sampai mobil mereka ,Marissa ternyata sudah menunggu Nita dan Yasmine di parkiran .
"Nita ,aku mau ngomong sesuatu sama kamu " ucap Marissa .
"Apa " jawab Nita dan Yasmine .
"Kamu menyembunyikan sesuatu dari kedok nya Hindra " ucap Marissa yang di mana membuat Yasmine membola kan matanya .
"Omong kosong apa yang kamu katakan itu Marissa ,aku tidak mengerti dan sudah ya ,kita berdua mau pulang ,aku tidak ada urusan dengan Keysa ,bahkan sudah beberapa hari ini aku tidak._ " ucap Nita terhenti karna terpotong oleh Marissa .
"Kamu pikir aku tidak tau hah ? ! Arya sudah mendengar ucapan kamu sama Yasmine ,bahwa Hindra adalah Keysa " ucap Marissa dengan tatapan sinis nya .
"Kalau iya memang nya kenapa ?! kenapa kamu selalu ngurusin hidup orang terus Marissa ," ucap Nita .
"Betul ?! kenapa kamu selalu mengusik Keysa sih ,bahkan kamu sudah mengambil Arya dari nya ,apalagi yang kamu mau Dari Keysa ." timpal Yasmine .
"Aku tidak akan membuat dia mendapatkan segalanya ." ucap Marissa .
"Dasar perempuan gila " ucap nita .
"Apa kau bilang ," ucap Marissa geram .
__ADS_1
"Sudah ayo nit ,jadi pada ngeladenin orang gila lebih baik kita pulang ." ucap Yasmine dengan menarik tangan Nita .
"Awas aja kalian ." ucap Marissa dengan geram .
Marissa di buat marah dengan kedua mantan sahabatnya itu ,dia tidak akan tinggal diam untuk membuat Keysa mendapatkan segalanya .
"Keysa ?! kenapa kamu mendapatkan segala nya ,kamu banyak dukungan dari orang lain ,bahkan kamu pun terlahir dari orang kaya ,!? tidak ... aku tidak akan membuat dia hidup bahagia ." ucap Marissa dengan nada kesal nya .
Tanpa Marissa sadari ,ada seseorang yang sedari tadi melihat pertengkaran mereka ,wanita itu kini melangkah ke arah Marissa yang dimana kini dia berada di belakang Marissa .
"Rupanya kamu juga musuh nya Keysa " ucap wanita tersebut .
Marissa terkejut dengan bisikan seseorang wanita yang ada di belakangnya ,kini dia berbalik melihat wanita tersebut .
"Dia kan Tiffany model majalah yang mengalahkan ku ,"
"Bukan urusan mu " jawab Marissa ketus dan berlalu pergi .
"Kita bisa bekerja sama untuk menyingkirkan Keysa " ucap Tiffany yang di mana membuat Marissa terhenti dari langkah nya .
"Apa maksud mu !? ada urusan apa kamu akan menyingkirkan Keysa " jawab Marissa .
"Keysa sudah merebut kekasih ku ,dan aku sudah kehilangan kekasihku karna dia " ucap Tiffany .
"Maksud mu " ucap Marissa
"Sebenarnya sahabatmu itu sudah menikah ?! dia menikah dengan Leon prawijaya ,dan dia sudah merebut Leon dari ku .", ucap Tiffany .
"Apa" ucap Marissa terkejut .
"Menikah ,beruntung sekali dia !! sudah kaya menikah dengan orang kaya ,?! pantas saja dia suka di antar oleh pria itu ."
",Gimana ?! apa kamu mau bekerja sama dengan ku ." ucap Tiffany membuyarkan lamunan Marissa .
Marissa tidak menjawab pertanyaan Tiffany ,dia hanya tersenyum jahat dengan anggukan kecil, mereka berdua pun mulai merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Keysa dengan rencana liciknya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain .
Di rumah mewah dan megah nampak lah Bram tengah melangkah ke lantai atas menuju kamar putrinya ,dia masuk dan ke kamar Keysa dan duduk di sofa yang ada di kamar Keysa dengan pandangan menerawang nya ,4 bulan sudah sang putri meninggalkan nya bersama menantu yang sudah di pilihkan olehnya .
Setiap pulang kerja Bram selalu mengingat dan selalu melihat seisi ruangan rumah luas itu ,setelah Keysa keluar dari dunia musik dia di berikan waktu bisa bersama dengan putri semata wayang nya itu ,Bram hanya bisa terdiam di kursi kerjanya yang di mana Keysa selalu membantu urusan kantor .
Bram menghela napas nya panjang ,yang dia lakukan untuk putrinya adalah pilihan tepat bisa dia jodohkan dengan putra sahabatnya.
Pintu ruang kerja terbuka dan menampakan Linda sang Istri ,wanita paruh baya itu melangkah tersenyum dengan sembari membawa secangkir kopi di tangannya .
"Pah... kok melamun " ucap Linda .
"Papa merindukan princess mah " jawab Bram .
"Pah ,Keysa itu besar dan dia udah punya suami ,dia pasti baik-baik aja?! bukan kah lusa kemarin sudah menelpon ,akhir bulan dia kan mau ke sini sama Leon ." ucap Linda .
"Haha iya mah ?! hanya saja waktu Keysa sekolah SMP ,dia sudah jauh dari kita ,paling bersama kita dalam jangka dua Minggu lalu pergi lagi ,papah gak menyangka papah menyerahkan Keysa pada Leon ,setelah itu rasanya putri kita satu-satunya di miliki suaminya selamanya ." lirih Bram dengan tersenyum tipis .
Linda hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab Bram ,Linda berfikir tentang suaminya yang sekarang merindukan Keysa ,Linda tau ,suaminya itu khawatir akan hal Leon yang masih berhubungan dengan Tiffany ,walau pun sekarang menantu nya itu sudah tidak berhubungan dengan model terkenal itu ,namun hati Bram masih takut akan hal rumah tangga putrinya .
"Pah ?! papah gak menyesal kan menjodohkan Keysa dan Leon " ucap Linda .
"Papah gak nyesel mah ?! papah udah yakin Leon sudah berubah ,Panji bilang Leon sudah menerima Keysa sebagai istri nya ,hanya saja papah khawatir ,model itu berbuat yang tidak baik pada rumah tangga putri kita ." lirih Bram .
"Semoga tidak ada masalah dalam rumah tangga putri kita pah " ucap Linda ,namun hatinya penuh kekhwatiran.
"Walau sebenarnya mamah juga takut itu terjadi !? jika pun ada masalah Keysa pasti menyembunyikan nya sendiri .
__ADS_1