
Subuh ini lala bangun dari mimpinya indah guna untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, ia selalunya berdo'a agar hidup orang tuanya jadi lebih baik, dan tidak lupa dia meminta agar di beri kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan.
Yaah memang dia yang hanya lulusan MAN (Madrasah Aliayah Negri) itupun dengan bantuan bea siswa yg di capainya dengan prestasinya.
Dia tidak sanggup melanjutkan ke Universitas karna tidak tega dengan orang tuanya, dan ingin slalu membantu mringankan beban orang tuanya yg juga harus menanggung biaya sekolah adik satu-satunya itu yang memang kini akan masuk SMA negri.
Ya memang dia namanya Lala yg selalu tidak mau merepotkan orang, dia selalu berusaha selagi dia mampu, karna memang dia anak yang mandiri, dia berpedirian kuat, tidak bisa dibantah lagi keputusannya.
Pukul 07:00 Lala bersiap-siap untuk mencari lowongan pekerjaan, dengan penuh semangat dia melangkan,
"Bismilla semoga hari ini aku dapat pekerjaan, tidak masalah dimana saja yang penting halal dan berkah, ya allah semoga saja amiiiinnn ya rob" guman lala.
Sudah puas Lala berkeliling namun tidak ada juga lowongan, sebenarnya sempat ada tadi sih satu, tapi sayangnya Lala terlambat,
"huufft mungkin memang belum rezeky kali ya" lala pun duduk istirahat di bawah pohon yg rindang menikmati angin sepoy-sepoy.
Tanpa Lala sadari hari sudang petang dan Lalapun buru-buru pulang, begitu sampe rumah Lala langsung mandi dan Shalat,
Tak lama setelah itu dia berbaring saking lelah tnpa sadar dia terlelap.
Ketika hampir magrib Lala dibangunkan oleh adiknya karna memang disuruh ibu Lala karna tak baik tidur saat magrib.
Elma" kak bangun hampir magrib, gak baik tau tidur magrib" sambil mengguncang badang kakaknya.
Yah nama adik Lala itu Elma, adik kesayangannya, dan Lala akan melakukan apa saja agar hidup adiknya lebih baik darinya.
Lala" hmm iya bentar, lagi ngumpulin nyawa ni" Sambil meregangkan ototnya.
Elma" kok kakak ketiduran sich, capek ya? Kakak dari mana aja emang, gak biasanya kakak kayak gini? " saking herannya Elma
Lala" aduh dek, kamu nanya apa wawancara sih dek, iya kakak lagi capek banget muter-muter nyari lowongan, tapi yah gitu lah dek, susah, apa lagi cuma ijazah MAN" jawab Lala sendu
Elma" hmmmm yang sabar ya kak, adek do'ain semoga kak cepat dapat pekerjaan biar nanti adek dapat jajan lebiiihhhh heheheeee" Elma malah bercandain kakaknya
__ADS_1
Lala" huuh giliran jajan aja kencang kamu, giliran di suruh-suruh mah, ogah-ogahan hmh" dengus Lala kesal.
Elma pun terkekeh liat kakaknya yg manyun yg memang dia suka sekali bikin kakaknya kesal, dia memang menyayangi kakaknya itu, walau dia sering jail.
Lala"udah ah dek kakak mau solat dulu, sana keluar solat dulu gih dah magrib juga" usir Lala.
Elma"kakak mah gitu galak, gak ada yang naksir ntar loh kak" sewot Elma.
Lala"bodo wleeeekkkk" sambil nenjulurkan lidahnya dan menutup pintu kamar setelah adiknya keluar.
Setelah melaksanakan ibadah shalat Lala pun melanjutkan dengan membaca alquran, karana setiap habis shalat magrib Lala slalu tidak lupa baca alquran, karna menurut lala itu penting.
Setelah selesai Lala pun bergabung dengan keluarganya untuk makan malam bersama di meja makan.
Suasana di meja makan cukup hening, karna sang ayah tidak suka ribut saat sedang makan. Selesai makan Lala pun membantu ibunya membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.
Setelah itu Lala gabung dengan yang lain nonton TV, saat asik nonton, sang ayah bertanya kepada Lala tentang hari ini, Lala pun menjawab seadanya.
Ayah Lala yg memang hanya seorang buruh tani yang bekerja di sawah dan ladang orang, sedang sang ibu berjualan sarapan pagi seperti lontong sayur, gado-gado, yang cukup untuk sehari-hari.
Temanya itu adalah Lili, Lili adalah teman satu SD Lala, dan dia juga dekat tinggalnya dengan Lala.
Lili"La bantuin gue donk pliase...... Gue gak tau lagi harus mintak tolong ama siapa, soal yang gue tau cuma saat ini La, ya La ya 🙏🙏
Lala" gue izin ayah dulu yah" Lala pu mendekati ayahnya dan menjelaskan keadaannya, "yah izin Lala ya yah, malam ini aja yah, Lala janji bakalan jaga diri baik-baik yah"
Ayah"baik tapi harus ingat yah, jaga diri baik-baik, kalu sampai ada apa-apa cepat telpon ayah, kasih kabar" ayah Lala pun mengizinkan Lala pergi.
Lala mengganti pakaiannya, walaupun jadi biduan Lala tetap berpakaian sopan dan tak lupa dengan hijabnya.
Lala menjalankan tugasnya sebagai pebghibur, dan memang ada yang kecewa dengan pakaian yang dikenakan Lala karna menurut mereka seperti khosidahan, tapi setelah medengar suaranya orang-orang seakan seperti terhipnotis dengan suaranya.
Setelah acara selesay lala nendapat bayarannya dan banyak pujian juga, Lala hanya menundukkan kepalanya yang memang sikapnya rendah hati.
__ADS_1
Saat dalam perjalan pulang diantar Lili dengan motornya, mereka hampir saja di tabrak mobil mewah di depan mereka, hingga mereka berdua teriak, untung rem mendadak dan kecelakaanpun terhindar.
Lala"huuufffttt alhamdulillah kita selamat Li" guman Lala.
Lili"hahhh iya la, hampir copot nih jantung heheee" dibalas senyum oleh Lala.
Yang di dalam mobil itu pun keluar dan berjalan kearah mereka sambil bertanya dengan dingin, "apakan kalian baik-baik saja, atau harus ku bawa ke dokter" memandangi mereka
Lili hanya terpesona dan tidak sadar menganggu angguk, sedangkan Lala hanya menunduk karana memang Lala tidak terlalu suka berinteraki dengan lelaki lain selain keluarganya.
Lelaki itupun memperhatikan Lala yang menunduk, yang di sangka terluka, sebab dia melihat Lili sekilas masih dalam keadaan menganga, tapi Lala tak memperhatikan lelaki itu, hingga membuat lelaki itu penasan dan bilang pada Lala "kenapa anda menunduk nona, apa ada yang sakit, atau ada perlu saya bantu" sambil mengerinyitkan dahinya menatap gadis itu.
Lala menggeleng"saya tidak apa-apa tuan, maaf merepotkan tuan".
"lantas kenapa kamu menunduk seakan saya ini mebakuti kamu".
Lala" maaf tuan saya memang seperti ini, bukan maksud saya tidak sopan memandang orang bicara, hanya saja saya tidak terbiasa berinteraksi dengan lelaki yang bukan mahram saya, saya permisi pamit pulang tuan, oranf tua saya nenunggu, ini sudah larut sekali, yuk Li assalamu'alaikum." menyetak bahu Lili, Lili pun kaget dan sadar dari lamunannya bersiap akan jalan.
Lelaki itupum seakan tak percaya dengan yang di dengarnya hanya mengangguk dan menjawab "hmh, waalaikumussalam"
.
.
.
.
.
.
Sampai sini dulu yah ceritanya, dan mohon maaf yah readers, pemula soalnya, kritik dan saran diterima, asal mendidik, semoga harimu menyenangkan
__ADS_1
Amiiiiinnnnnnn
Love u all 😘