Suami Possesive

Suami Possesive
Uring-uringan


__ADS_3

"Sayank, tolong siapkan baju kerja abang yah, abang mau mandi dan solat dulu, habis itu kita makan siang dulu dibawah ya!"Soga mencium kening Lala, dan langsung masuk kekamar mandi.


Lala menerima perlakuan Siga kepadanya, karena dia sadar akan kodrat seorang istri, karna dia pernah diajarkan disekolahnya bagaimana kewajiban seorang istri dalam berumah tangga, hukum seorang istri menuruti perintah suami, karena itu Lala tak pernah menolak perlakuan Soga terhadapnya, dan dia hanya menuruti keinginan suaminya.


Setelah Lala membereskan koper suaminya Lala menyiapkan pakaian kerja suaminya, dan keluar dari ruangan itu, sambil menunggu Lala memainkan ponselnya dwngan membaca novel melalui aplikasi, Lala hibi membaca novel, jika dia tidak ada kerja, maka dia akan menghabiskan waktu dengan membaca novel, hingga Soga keluar dari ruangan itu dengan rapih, Soga mendekati Lala melihat apa yang dilakukan Lala hingga asyik sendiri dengan ponselnya.


Soga sedikit mengintip apa yang dilakukan istrinya, karna Lala tidak sadar dengan kehadirannya Soga berpikir untuk menjahili istrinya. Soga mengendap-ngendap dibelakang istrinya dan berusaha melihat isi ponsel istrinya.


(dia sedang membaca sebuah novel yang suaminya posesif sekali pada istrinya, apa bagusnya novel ini, disitu sang suami tidak membolehkan istrinya kemanapun tanpanya, isrinya harus dirumah saja menunggu dia pulang kerja dan hanya boleh melayani dia saja, apanya yang menarik dari novel itu, suami macam apa yang mengekang istrinya seperti itu?) Soga berpikir tentang isi novel yang di baca Lala, dia sendiri tidak safar dirinya hampir sama dengan pria yang ada di novel itu.


Lala masih belum menyadari keberadaan Soga dibelakangnya, hingga dia di kagetkan dengan deheman Soga. Lala kaget dan hampir menjatuhkan ponselnya.


Ehemmmm ehemmm....


"astagfirullahal'adzim, sejak kapan abang disitu, hampir copot nih jantung Lala." racau Lala.


"sejak sayang baca halaman novel yang isinya suami yang sangat begitu posesif pada istrinya, lagian sayank saking asyiknya baca tu novel ampe gak sadar abang dah keluar, apanya yang menarik dari novel itu?" Lala melotot saat Soga bicara seperti cemburu dengan istrinya yang sibuk baca novel hingga dia merasa diabaikan.


(huh dasar, kayak gak nyadar dirinya sendiri yang posesif) batin Lala.


Lalapun tekekeh geli pada Soga karna memang dia sedang asik membaca hingga tak menyadari kehadiran suaminya.

__ADS_1


"heheheee ๐Ÿ˜ maaf abang, Lala gak sadar tadi, abis abang datang gak ad suara, kaya pencuri aja, yah Lala mana tau, lagian Lala juga ngadap sini, abang aja yang suka jailin Lala tuh." ucap Lala dengan polosnya.


"wah udah berani sekarang sama abang yah, awas nanti yah pas kita bulan madu gak akan abang lepaskan, ingat sayank, sayank harus siap, siap tak siap abang makan๐Ÿ˜" Lala mendengus kesal dengan kelakuan suaminya, rasanya malu sekali dengan pernyataan itu๐Ÿ˜ฐ


Sogapun segera berdiri sambil menarik tangan Lala agar ikut berdiri dan akan memgajaknya makan siang. Diapun mengusap kepala istrinya yang sedang manyun itu dan mencubit bibir merah istrinya.


"duuhhh sayank, jangan goda abang dong, ingin abang cium nih bibirnya!" Lala refleks menutup mulutnya dengan kedua tangannya, da berusaha menjauh dari suaminya. Soga yang menyadari itu lanhsung menarik Lala kedalam pelukannya.


"mau kemana sayaank, sayank goda abangkan, tanggung jawab dong!" Lalapun ada ide untuk menghindar.


"abang, Lala udah gak nyaman nih ama pembalutnya, Lala mau ganti dulu yah, habis itu kita langsung kebawah yah, abang juga mau berangkat kerjakan, kata abang ada janji ketemu klien penting juga.!" Lala mengancang-ancang untuk lari ketika pelukan Soga lepas.


" dasar otak mesum, untung suami, kalau nggak udah aku potong Robinya(********)" guman Lala sembari masuk kekamar mandi ganti pembalut baru.


Selesai Lala mengganti Lala langsunh mengajak suaminya kebawah, mereka turun kebawah, ternyata mamanya Soga suah hampir mau memanggilnya.


" eh, baru aja mama mau manggil, ternyata kalian udah duluan kesini, ya udah yuk kita langsung aja makn." merekalun duduk bersama, Lala menganbilkan nasi dan lauknya untuk Soga, ketika dia mau melakukan juga untuk mertuanya, langsung di cegah mertuanya.


" sayank, biar mama aja sendiri, kamu makan aja ya! "Lalapun mengangguk dan ikut makan, mereka makan dengan tenang hingga selesai makan, Lala membantu membereskan meja makan, dan Sogapun pamit akan berangkat kerja.


Lala menyalimi tangan suaminya, dan dibalas cium kening oleh Soga.

__ADS_1


" abang hati-hati dijalan ya!" diangguki senyum oleh Soga.


"sayank kalu ada apa-apa jangan lupa hubu gi abang, kalau perlua apainta pada bik Ina oke!" Lalapun mengangguk, Sogapun masuk kemobil dan melaju dengan kecepatan sedang. Dia tidak terburu-buru, karna pertemuannya dua jam lagi, dia kekantotnya hanya 30 menit.


Lala dengan mertuanya bercerita-cerita seru berdua diruang keluarga sambil menikmati cemilan dan jus, mereka bertukar cerita, cerita masa lalu, cerita lucu, bahkan cerita mama dan papa Soga awal bertemu hingga sekarang, Lala mendengar dengan perasaan senang, karna dia merasa walau baru kenal dengan mertuanya, tapi mertuanya sangat baik dan menganggap dia seperti anaknya sendiri, Lala tidak lagi merasa canggung pada mertuanya.


Soga dikantor merasa bosan dan uring-uringan dikantor, dia begitu merindukan Lala walau baru saja bertemu (sedang apa yah dia sekararang, apa dia juga merindukan aku, apa dia masih asyik dengan novelnya) batin Soga.


"bisa gila aku kalau kayak gini, pertemuannya setengah jam lagi, kalau bukan pertemuan pe ting, aku gak akan mau kekantor hari ini, lebih baik aku dirumah ngabisin waktu dengan istriku, seru juga sih ngejahilin dia, dia lucu, imut." Soga terkekeh dengan pemimirannya sendiri.


Fiko masuk keruangan Soga untuk memberitahu bahwa kliennya akan datang.


Saat Fiko masuk dan melihat bosnya uring-uringan bahkan kadang senyum-senyum sendiri (kayaknya si bos benar-benar jatuh cinta nih, wak hebat Lala bisa buat bos es ini meleleh, selama ini belum ada yang pernah membuat bos seperti ini) terbesit dihati Fiko untuk mengusili bosnya.


"wah wah wah boosss, senyum - senyum sendiri, kayaknya gol nih, hahaaa..."spontan Foko tertawa dengan ucapannya sendiri, karna dia memang dekat dengan Fiko, Fiko sedikit berani menggoda Soga.


" kau ini makin lancang yah, mau ku pecat kau hah. " ketus Soga.


" heheeeee ampuuuunnn bos, jangan galak-galak dong bos, ntar saya lapor sama nyonya loh bos biar gak dapat jatah khikh..." Fiko menutup mulutnya menhat tawa saat melihat muka bosnya memerah menahan malu.


" Fikooooo awas kau yah, akan ku beri kau pelajaran kau tidak boleh manghubungi istriku, sini kau. " Fiko makin tertawa melihat tingkah konyol bosnya diapun minta ampun sama Soga dan menjelaskan kedatangannya keruangan Soga.

__ADS_1


__ADS_2