
Subuh itu Lala terbangun karna sudah rutinitas bangun subuh, saat bangun Lala merasa badan berat, ternya dia jadi guling oleh suaminya, diapun memandang wajah tampan Soga sambil senyum sendiri melihat kepolosan tampang suaminya saat tidur.
Lala kembali sadar bahwa sudah subuh dan diapun membangunkan suaminya agar solat.
"abaang, bangun, dah subuh." sambil mengelus pipi suaminya, namun hanya di balas guman sama Soga karna merasa sangat nyaman dengan posisinya saat ini.
Lalapun mulai memencet hidung suaminya karna bukannya bangun malah makin tidur, Soga yang merasa terganggu dengan hidung yang di pencet dan itu membuatnya susah bernafas jadi terbangun.
"😊pagi sayank!" Soga menggosok-gosokan wajahnya ke pipi istrinya, Lalapun menepuk lengan Soga selain geli dia juga mengingatkan Soga agar solat.
"abang buruan gih subuh dulu, nanti telat!"
Sogapun mencium kening Lala dan bangkit dari tempat tidurnya, Lalapun mengambilkan pakaian ganti suaminya dan menyiapkan handuk.
"abang mau mandi pakai air hangat gak?" tanya Lala.
"boleh juga sayang, dingin juga disini." jawab Soga. Lalapun menuju dapur untuk menghangatkan air untuk mandi suaminya.sambil menunggu airnya hangat Lala kembali kekamar menyiapkan pakaian ganti dan handuk untuk suaminya.
Setelah airnya hangat, Lala segera menyiapkan air mandi suaminya dan segera memanggil suaminya agar mandi.
Sogapun menuruti perintah istrinya dan masuk kamar mandi langsung mandi langsubg wudhu.
Selesai mandi Sogapun solat,sedangkan Lala juga langsung mandi saat suaminya selesai mandi.
__ADS_1
Pagi itu Soga mengajak Lala jalan-jalan keliling desa dengan jalan kaki, Soga ingin menikmati udara segar di sekitar Desa, pemandangan yang indah tak luput dari pandangan suami istri tersebut.
"sayang, gimana kalau kita renovasi rumah ayah dan ibu,kamu setuju gak?"
"hah, duit dari mana, punya rumah saja udah bersyukur bang." ucap Lala dwngan tampang polosnya.
"sayaaang sayang, kamu ini kan nikah sama CEO, masa kamu gak ngerti sih yang, duit dari aku lah yank." ucap Soga dengan bangganya, dia merasa istrinya terlalu polos hingga untuk minta bantuannyapun istrinya gak mau.
"iya, tapikan Lala tidak enak sama abang, apalagi keluarga abang, Lala kan nikah bukan karena duit, apalagi harta, Lala takutlah dibilang cewek matre, atau cewek gak bener." Lala menjawab dengan nada sendu.
"sayaaank, abang tau kok Lala bukan orang yang seperti itu, tapi inikan kemauan abang, abang ini sekarang suami Lala, jadi semua panghasilan abang adalah milik Lala, semuanya sekarang hak Lala, jadi Lala berhak mau mengapakan semua uang penghasilan abang." Soga berusaha membujuk istrinya, karna dia takut istrinya berpikiran buruk tentang dirinya. Lala yang mendengar perkataan Siga terdiam dan berpikir, bagaimana bisa dia memiliki semua dengan mudah, pada hal dia tidak ngapa-ngapain. Dia masih bingung dengan itu semua.
" sayaaank, abang tau kok kamu masih bingung karna ini masih terlalu cepat, nanti siang kan kita akan pulang kerumah mama dan papa, abang cuma ingin keluarga Lala nyaman dirumahnya, abang ingin merubah rumah itu dengan menambah kamar tamu agar, nanti siapapun yang datang bisa menginap tanpa harus mengganggu Elma atau ibu. Abang juga mau kamar kita pakai kamar mandi biar gak berebutan mandinya, malam gak susah jauh-jauh kalu sakit perut atau hanya mau buang air saja. "panjang lebar Soga menjelaskan niatnya merenovasi rumahnya.
"untuk itu Lala tenang aja, nanti akan abang carikan kontrakan untuk mereka, abang yang akan tanggung semuanya!" Lala hanya mengangguk dab tersenyum, merekapun sampai di sebuah area pemandangan lepas, disana sangat tinggi, hingga nampak hamparan sawah dan perkebunan serta sungai.
" indah sekali pemandangannya yank, tapi tak seindah dirimu😉. "goda Soga, Lala makin tetsipu dengan gimbalan Soga.
" dasar tukang gombal. "
" ini serius loh sayank, abang gak gombal, sueerrr." Soga menunjukan 2 jarinya bersumpah pada Lala. Lala mengalihkan pandangannya sambil menahan senyum.
Selesai menikmati pemandangan merekapun berjalan pulang, karna banyak orang yang akan berangkat kerja oagi itu jadi jalanan agak mulai rame dan mereka pun bertegur sapa dengan orang-orang yang lalu lalang di jalanan.
__ADS_1
"eeh ada nak Lala, gantengnya suami nak Lala, kenalin dong sama kita, ya gak ibu-ibu." salah seorang dari 3 ibu-ibu yang berjalan akan ke ladang beselisih jalan sama Lala dan Soga menegur mereka.
"eh iya buk, kenalin ini suami Lala, namanya Soga!" jawab Lala yang merasa tidak enak dengan ibu itu. Soga yang di kenalkan pun hanya tetsenyum sedikit ramah karna berusaha agar tidak merusak citra istrinya. Sebenarnya dia malas berurusan dengan ibu-ibu nyinyir itu, tapi demi sang istri dia rela meladeni asal masih dalam batas wajar.
"oooh, nak Sogaaa..., oh iya kenalkan saya minah, ini sukma, dan ini satu lagi lina." jawab bu minah lagi dengan gayanya yang sedikit lenje, namun hanya diangguki oleh Soga tanpa ekspresi.
"oh iya, nak Soga kerja apa, dan dimana, katanya nak Soga orang kota ya?" mina bicara dengan keponya.
"saya....," ketika Soga ingin menjawab langsung di potong sama Lala.
"suami saya hanya pegawai kantor biasa saja bu, oh iya bu, mohon maaf, kami harus pamit pulang dulu bu, soalnya kami sudah dari pagi buta keluar, kami siang ini harus kembali ke kota karna suami saya besok harus kerja." pamit Lala karna tak ingin lama-lama berhadapan dengan manusia kepo itu karna nantinya tidak baik bagi keluarga Lala yabg akan dijadikan bahan gosio oleh mereka. Lalapun menggandeng tangan suaminya menuju jalan pulang.
" kami permisi bu, Asalamu'alaikum."
Lala dan Sogapun beranjak dari sana.
"wa'alaikumusalam, uh sombong sekali, baru cuma kariawan biasa saja udah belagak, apalagi kalu bos kaya raya yah, hmh mentang-mentang suaminya ganteng." vibir minah, dan diiyaan dengan dua orang lainnya.
Soga yang me dengarkan istrinya dijelekan itu merasa tak terima, ingin rasanya di merobek mulut ibu tersebut, namun di tahan Lala dengab terus menggandeng tangan Soga erat.
" sayank kok gak bilang aja sebenarnya pada mereka, kan biar mereka gak nyinyirin kamu lagi, mereka akan bertekuk lutut sama kamu yank." kata Soga yang heran dengan istrinya yang menyembunyikan statusnya.
"buat apa, buat mereka semakin menjadi-jadi menggunjingkan Lala dan keluarga Lala, dimata mereka kita hanya akan jelek saja, tak ada bagusnya, mau sebaik atau sebagus apapun kita, mereka hanya akan tetap berpimiran jelek, dan mereka hanya merasa bahwa hanya mereka yang benar, dan kita selalu salah. " jawab Lala pada Soga.
__ADS_1