
Setelah mereka bernyanyi merekapun kembali duduk dipelaminan dengan berbagai macan ucapan selamat dan foto bersama.
Mama dan papa Soga begitu bahagia melihat anak mereka bersanding, mereka tak henti hentinya tersenyum bahagia.
"mama berharap mereka bahagia selamanya pah." ucap Ratih pada suaminya.
"insyaallah mah, semoga saja, papa tidak akan biarkan siapapun merusak kebahagiaan mereka, nyawa papa taruhannya." Ratihpun mendengar penuturan suaminya mengangguk setuju dan sedikit meneteskan airmata bahagianya.
"menantu kita sangat cantik yah pah, walau memakai pakaiaan adat, tapi dia tampak sangan cantik dan menawan, mama bahagia sekali punya menantu yang tidak hanya cantik, tapi juga santun dan taat beribadah." Dedipun mengguk setuju.
Waktu dzuhur akan segera masuk, Lala meminta kepada suaminya untuk solat dzuhur dulu, Sogapun mengiyakan seraya memanggil mamanya untuk menghubungi periasnya untuk membantu Lala dengan pakaiannya dan suntingnya ketika akan beribadah. Ratihpun menghampiri mereka.
"ma, Lala mau solat dulu mah, apa Lala boleh minta tolong panggilkan tukang riasnya mah?" tanya Lala, Ratihpun mengangguk dan segera menghampiri tukang riasnya yang aedang duduk di kursi tamu pojok kanan aula.
Lala dan Soga diiringi kekamar mereka yang sudah dipesan, kamar mereka dipesan khusus dengan ruangan cukup besar, karena itu adalah kamar presidentsuit, Soga segera melepas pakaiannya dikamar mandi dan segera berwudhu, selesai wudhu dia melaksanakan solatnya sendiri karena permintaan istrinya yang tidak mau sampai suaminya menunggu terlalu lama jika berjamaah.
Lala selesai melepaskan pakaiannya dan segera masuk kamar mandi untuk wudhu, Lala sedikit mencuci badannya karena sedikit gerah dengan pakaiaan adat yang dia pakai begitu rame dengan pernak perniknya.
Selesai dengan wudhunya Lala keluar dan segera mengenakan mukenanya dan melakukan solat sendiri. Sogapun yang selesai dengan solatnya memasang kembali pakaian yang dipakainya bersanding, sebab dia saat ini hanya memakai sarung untuk solat.
Lala juga selesai melaksanakan solatnya dan dibantu oleh perias memasang kembali pakaiannya, Lala kembali dirias dengan cantik, Lala kini tidak lagi memakai sunting, melainkan kerudung yang hanya disematkan di kepalanya, itu disebut dengan pakaiaan koto gadang, Lala tetlihat begitu anggun dengan kerudungnya yang unik.
Selesai dengan semuanya merekapun kembali ketempat acara mereka bersanding, semua semakin terpana dengan perbedaan pada penampilan pengantin wanita saat ini, apalagi wajah pengantin itu semakin bercahaya.
Semua berebutan ingin memberikan selamat dan berfoto bersama mereka, begitu panjang antrian untuk memberi selamat dan berfoto bersama, hingga mereka sedikit kelelahan karena harus melayani para tamu.
Waktu sudah menunjukan waktu ashar, acara harus dipending dulu untuk melaksanakan ibadah solat ashar, Lalapun kembali meminta untuk kembali kekamar melaksanakan solatnya, tapi karena merasa sangat gerah Lala selesai melepas pakaian adatnya langsung bergegas kekamarmandi dan mandi, setelah mandi dia langsung beribadah dan bergantian dengan Soga, Lalapun meminta baju lain yang dikenakan, Lala meminta pakaian sunting modren dengan warna biru tua dengan buntut yang panjang.
Lalapun selesai dirias dan memakai suntingnya, tampak sangat indah ditubuh Lala bahkan pakaian yang Lala pakai sekarang membuatnya terlihat seperti seorang Ratu yang sangat anggun namun berkuasa.
Sogapun terlihat seperti Raja yang sangat berkuasa, mereka menjadi Raja dan Ratu sehari dipelaminan mereka.
Acarapun kembali dilanjutkan, hingga waktu magribpun tiba, merekapun harus istirahat hingga isa, namun karena tamu berdatangan semakin banyak namun harus tanpa pengantin saat ini karena pengantin meminta istirahat setidaknya sampai setelah isa.
Lala dan Soga berdua dikamar mereka sedang istirahat dengan menggunakan pakaian santai, Lala memakai pakaian santai yang masih menutup auratnya, mereka meregangkan otot-otot mereka.
"sayank, apa sayank lelah, abang mintak maaf sama sayank karena tamu - tamu abang papa dan mama sayank jadi lelah." Soga merasa berbicara merasa kasihan dengan istrinya karena dia harus munjunjung sunting dikepalanya, karena menurutnya itu sangat berat.
" hmmmm nggak kok bang, Lala hanya sedikit pegal aja karena memakai high heels aja, kayaknya Lala mau pakai sepatu yang sedikit lebih rendah aja deh bang, biar gak terlalu pegal nantinya mengingat tamu yang begitu rame, lagian ini hanya terjadi satu kali seumur hidup, momen yang takan terlupakan, iyakan?" Soga mengangguk setuju.
__ADS_1
" dirimu satu selamanya sayank, abang janji." jawab Soga dengan mantap menatap Lala penuh kasih lalu mencium punggung tangan Lala, Lala hanya tersenyum menunduk merasa tersanjung dengan ucapan suaminya.
Soga mendekatkan dirinya pada Lala lalu mendaratkan bibirnya di kening Lala Lalu memeluknya. Lala sangat berdebar-debar hingga tidak sanggup menatap suaminya.
Sogapun meraih dagu Lala hingga menghadap kepadanya, Lala hanya menunfukan pandangan karna merasa sangat gugup.
Sogapun mendekatkan bibirnya hingga mendarat kebibir Lala, Lala tersentak kaget hingga tanpa sengaja dia mendorong Soga dan menutup mulutnya dengan mata melotot takbpercaya apa yang terjadi.
Soga yang didorong tiba-tiba juga merasa sedikit bersalah karena ingin mencium tanpa izin dari istrinya, diapun mengusap tengkuknya dengan wajah tampak menyesal.
"abang mintak maaf sayank, gak seharusnya abang melakukan itu tanpa izinmu." sesal Soga, Lala yang masih shock kembali berusaha mengatur nafasnya dan menganggukan kepalanya dengan gugup dan tegang.
"maafkan Lala, Lala cuma kaget aja, Laal minta maaf." Alal minta maaf pada Soga dengan sedikit bersalah dan mamasang wajah imutnya.
(imuutttnyaaa istriku ini, rasanya gak sanggup membuatnya merasa bersalah seperti ini, kok kamu manis benget sih sayank) Soga berguman dalam hatinya.
" sudah sayank, abang gakpapa, ini salah abang gak izin dulu sama sayank." ucap Soga sambil mengusap kepala istrinya. Lalapun tersenyum canggung.
"ya sudah ini sudah masuk isa, kita harus segera bersiap untuk acara kita malam ini." Lala pun beranjak kekamarmandi segera melakukan kewajiban beribadah, hingga dia selesai barulah dia dirias.
Lalapun mengenakan gaun malamnya, gaun yang sangat indah, begitu banyak taburan bunga di gaunnya. Lala sendiri begitu kagum dengan hasil gaunnya malam ini.
Seperti inilah gambaran gaun yang dipakai Lala malam ini.
Mereka berdansa dengan anggun, penampilan yang sangat memukau.
Diana sepupu Lala yang saat itu juga habis kembali dari kamarnya bersama dengan putranya tiba-tiba dikagetkan dengan permintaan Lala untuk menarikan tarian india dihadapan semua orang.
Awalnya Diana menolak hingga semua murid tarinya bekumpul dan mendekati mereka beremuk dan sepakat menarikan tarian india bolecudia.
Mereka menari dengan gerakan indah mereka, Lalapun ditarik oleh Diana menyuruh ikut menari, Lalapun dengan pikiran jailnya juga menarik Soga untuk menarikan tarian india, namun karena Soga sedikit kaku dia hanya bergerak seadanya, Soga berusaha melawan sifat coolnya di depan istrinya, hingga dia hanya menuruti tingkah istrinya saat ini.
Tamu begitu riang menyaksikan acara kejutan saat ini, mereka ikut bahagia dengan tarian mereka, bahkan ada juga yang ikut menari dengan mereka.
Mereka berpesta hingga larut malam, kini waktu sudah menunjukan pukul 01.20 dini hari, mereka baru akan bubar, Lala dan Soga ditemani orangtua mereka menuju kekamar mereka, pafa saat pintu kamar terbuka, ternya kamar mereka sudah dihiasi dengan kamar pengantin mereka, mereka hanya geleng-geleng kepala melihat itu, sementara orangtua mereka senyum-senyum saja.
"kalian segeralah masuk dan istirahat, pasti kalian sangat lelah, atau kalain masih ingin bermain berdua dulu juga gakpapa, siapa tau kami bisa langsung dapat cucu." ucap Papa Soga sambil menahan tawa.
__ADS_1
"papa nih masih aja menggoda mereka, lihat muka mereka udah kayak kepiting rebus." ucap Ratih cekikikan.
Orangtua Lala segera minta izin untuk menuju kamar mereka yabg ada di seberang kamar Soga dan Lala, sementara kamar mama papa Soga ada disamping kanannya kamar Soga.
Setelah mereka semua bubar Lala dan Sogapun segera masuk kekamr mereka, Lala segera mencari pakaian santainya dam kopernya, namun bukannya pakaian santai yang ditemukannya, tapi itu adalah pakaian tidur yang cukup terbuka, tak ada satupun hijab didalamnya.
Ternyata isi koper Lala sudah ditukar semua, Lala merasa sangat lemas melihat semua pakaian tidur yang sangat seksi itu, Sogapun yang selesai mengganti bajunya menghampiri istrinya yang terlihat lemas di kopernya.
"sayank ada apa, kenapa masih belum memilih pakaiaannya, apa ada masalah??" Lala merasa sedikit malu, dia berpikir harus bagaimana saat ini. Soga masih memperhatikan istrinya disana.
"ehm, i...ini, Lala cuma tidak bisa menganti pakaiannya dengan ini semua, ini sangat terbuka." ucap Lala sambil memperlihatkan pakaian itu pada Soga.
Soga terbelalak menelan liurnya sendiri, dia tidak habis fikir sengan pemikiran mamanya yang mengerjai Lala.
" Lala harus gimana doongg, masa Lala harus pakai baju pebgantin ini?mana nyaman tidur kayak gini?"Lala bicara dengan tampang memelas. Soga tampak berfikir harus gimana saat ini, yang pasti Lala tidak akan mai menakai pakaian seksi itu, dia pun ada ide untuk mengambil pakaiannya sendiri.
" sayank, pakai kaos abang aja, ini juga ada training panjang, untung abang bawa beberapa." Soga segera menyerahkannya pada Lala, Lalapun sangat semangat menerimanya.
"tapi gak ada jilbab satupun, semua udah diganti sama mereka semua." ucap Lala dengan nada manjanya. Soga semakin gemas dengan tingkah istrinya.
"udaah gakpapa gak pakai hijab, kan abang udah halal, masa didepan suami masih berhijab sih kan cuma kita berdua disini." Lala ingin menjawan tapi gak jadi, diapun mulai melepas hijabnya dan segera menuju kamarmandi.
Lala segera mengganti pakaiannya dengan pakaian suaminya, diapun segera membersihkan wajahnya dari riasan pengantinnya. Rambutnyapun dibiarkan tergerai dengan indah, rambut hitam lurus berkilau yang dilikinya selama ini dia tutupi.
Begitu selesai dia segera menyusul suaminya keranjang, Soga tersenyum melihat istrinya saat ini memakai pakaiaanya yang kebesaran, bahkan kaosnya seperti daster, lalu trainingnya yang sangat kedodoran di kaki istrinya.
"kamu lucu sayank pakai itu." Lalapun hanya tersenyum lucu pada suaminya.
"makasih abang udah minjamin baju ini, Lala rasa ini sangat nyaman." Sogapun mengangguk.
"yaudah kita tidur aja yuk, sayank pasti sangat lelah?" Sogapun membaringkan badannya disisi kanan ranjang, Lala segera menyusul disisi kirinya.
Mereka tidur berhadapan sambil saling melempar senyum dan berdo'a hingga mereka terlelap.
.
.
.
__ADS_1
.
. Mohon maaf semuanya, saya baru up lagi, soalnya kemarin itu kehabisan paket, ditambah sedikit sibuk dengan kegiatan lainnya, maafkan saya 🙏🙏🙏