Suami Possesive

Suami Possesive
Pindah ke kota


__ADS_3

Lala dan Soga sampai kerumah, dan mereka bersiap untuk sarapan, Lala menyiapkan sarapan untuk semuanya, mereka sarapan bersama sambil berbincang-bincang soal akan rencana Soga yang ingin merenofasi rumah mertuanya.


Orangtua Lala awalnya menolak, tapi karna kegigihan Soga membujuk mertuanya akhirnya mereka setuju. Lala dan Soga juga membicarakan soal keberangkatan mereka ke kota siang ini, merekapun mulai packing barang mereka yang akan mereka bawa. Pukul 10.30 mereka segera berangkat dan berpamitan kepada orangtua Lala.


"hati-hati ya nak, jaga suami kamu, kamu harus nurut apa kata suamimu nak, nanti ayah sama ibu datang kepernikahan kalia!" Lala memeluk ayahnya dan mengiyakan permintaan ayahnya.


"ayah Sama ibu nanti harus nginap disana selama bebehari yah, gak boleh nolak!" minta dengan gaya khasnya yang manja dengan bibirnya yang sangat lucu dan imut.


Semua tertawa melihat tingkah Lala yang seperti itu, karna itu adalah kebiasaan Lala saat meminta sesuatu, seperti anak kecil yang mencibir saat merajuk meminta sesuatu.


"kakak ini udah punya suami kok tingkahnya malah masih kayak anak kecil sih, ntar bang Soga ilfeel lagi sama kakak, wkwkwkwkwk..."


Elma meledek tingkah Lala, dan diiringi cubitan kecil di bagian perut Elma hingga dia minta ampun sama kakaknya karna merasa sedikit perih.


" kamu ni yaaahhhh kebiasaan ledek aku awas kamu huh. "


" hah hah, ampun kak, orang aku vuma bercanda kok🤗"Elma berusaha lepas dari cubitan kakaknya, yang hanya tertawa menyaksikan keseruan di depan mata.


" ayah ibu adik, kita pamit dulu yah nanti kita akan sering-sering kesini. "Ucap Soga.


" hati-hati ya nak, jangan ngebut." diangguki oleh keduanya dengan senyuman. Merekapun pergi dari Desa itu dan kembali ke kota, selama perjalanan Lala dan Soga hanya diam dengan curi-curi pandang satu sama lain, hingga Soga memecah keheningan.


"sayaank, kamu bahagia nggak nikah sama abang?"

__ADS_1


"insyaallah Lala bahagia abang, abang sendiri bagaimana?" tanya balik Lala sambil menatap Soga.


"gimana yah, abang tu bukan bahagia lagi sayank tapi...." lanhsung dipotong Lala.


"tapi apa????"


"tapi sangat sangat sangat bahagiaaa sekali, sebenarnya dulu itu abang ragu untuk menikah, tapi setelah bertemu Lala abang jadi ingin sekali menikah dengan Lala, awalnya abang takut Lala tolak, tapi abang yakinkan diri abang kalai Lala itu jodoh abang." Soga mengatakan dengan wajah yang berbinar campur bahagia terpancar di wajahnya.


Blush... Wajah Lala merah seperti tomat, dia menunduk malu mendengar penuturan dari Soga, dia merasa wanita paling beruntung menikahi Soga, Soga adalah pria baik, tampan, soleh, pintar, kaya raya, mendekati kata sempurna, memang tiada makhluk yang sempurna di muka bumi ini, bahkan nabi kekasih Allah sekalipun, karna kesempurnaan itu cuma milik Allah. Tapi bagi manusia yang tak sempurna itu sudah mendwkati kata sempurna.


Lala memandangi Soga dengan tatapan kagum, dia ingin mencintai suaninya itu seutuhnya, dia menatap lekat wajah tampan suaminya, dia berusaha mencari tahu gimana cara mencintainya seutuhnya, dan tatapannya dihentikan oleh Soga.


"jangan tatap aku seperti itu, nanti kamu terpesona dengan ketampananku, kamu akan susah melupakannya." Soga berbicara dengan percaya dirinya, dan itu membuat Lala hampir meledakan tawanya karna tingkah suaminya itu.


" sayank, kamu percayakan bahwa jodoh, maut, rezeki itu ditangan Allah, jadi abang percaha kalau sayank itu jodoh yang disiap Allah untuk abang, abang tidak suka sayank ngomong kayak gitu, kiata manusia itu sama, tidak peduli, mau miskin, orang Desa, atau apapun itu, kita semua sama, makhluk ciptaanNya juga, jafi sayank tidak boleh ngomong kayak gitu lagi, yang penting abang pilih sayank bukan karna status atau apapun itu, abang vinta sayang karna Allah." Lala merasa tersentuh mendengar ucapan suaminya. Dia tersenyum pada suaminya itu, dia percaya suaminya bukan orang yang buruk, walaupun dia kaya raya, tapi itu tidak me jadikan dia sombong, Lalapun teringat prilaku Soga dikantor, dia penasaran kenapa mlah dikantor Soga menjadi orang yang dibgin dan bahkan tetkesan kejam.


"abaaang, Lala mau nanya sesuatu boleh tak?"


"mau tanya apa sayank." tanya Soga sambil menyetir kembali.


"kenapa abang kalu dikantor bersikap dingin bahkan abang seperti orang kejam."tanya yang penasaran dengan sikap suaminya yang bebanding 180° dengan dirinya.


" ehm, itu sih abang cima tidak mau jadi lemimpin yang gampang ditindas, nanti abang dibilang pemimpin loyo, yang tidak pantas memimpin karna di curangi kariawan sendiri, abang juga tidak suka dengan tipe penjilat, makanya abang pasang tampang kejam, agar semua takut melakukan kesalahan dan tindakan buruk kepada perusahaan, kalau mereka takut, mereka tidak akan berani berbuat curang, benarkan sayank."

__ADS_1


Lala hanya mangganggukan kepalanya tanda dia mengerti.


" tapi abang jangan terlalu kejam sama nereka, mereka benar-benar ketakutan sama abang tau tidak!"


"heheee, istri abang ini sangat peduli sekali sama orang lain yah, insyaallah nanti akan abang usahakan lebih baik oke sayank!"


Soga mencubit pipi Lala dengan gemas. Mereka Sampai di depan rumah orangtua Soga, Sogapun memarkitkan mobilnya didepan halama rumahnya yang sangat luas, rumahnya sangat besar dan mewah, rumahnya tetdapat dua lantai, Lala sangat takjub dengan rumah Soga, tapi dia berusaha agar tidak terlihat kampungan dan berusaha bersikap normal.


Soga menurun semua barangnya dan barang Lala.


"masuk yuk sayank!" ajak Soga pada Lala sambil menenteng kopeenya dan Lala.


"sini biar Lala aja yang bawa bang." Lala berusaha mengambil koper dari Soga.


"ssttt, tidak usah, ini biar abang saja, ayok kita masuk, mama pasti udah nubggu kita di dalam!" ajak Soga pada Lala.


Merekapun berjalan masuk kedalam rumah dengan mengucapkan salam, saat mereka masuk tidak ada siapaun yang terlihat, hingga Soga mencari keberadaan orang dirumah itu berjalan kearah dapur.


Tidak ada siapun disana hingga Soga mengajak Lala kekamarnya yabg ada di lantai dua, merekapun beriringan manaiki anak tangga.


"kemana semua orang bang, kok sepi sekali, tapi pintu tidak dikunci?" Lala penasaran kebapa tak ada orang dirumah besar itu, tapi pintu rumah tidak dikunci, hingga mereka bisa masuk.


"ntahlah sayank, nanti akan abang cari, kamu pasti capek, kita istirahat aja duli, habis itu kita cari mereka." jawab Soga meyakin Lala.

__ADS_1


Setelah mereka sampai dedepan pintu kamar Soga yang ada di sebelah kanan ujung Soga ingin membuka pintu kamarnya saat dia akan memutar knopot pintunya dan pintunya dia dorong hingga dia kaget melihat kamarnya, sangat gelap, Soga pun mencari sakelar listrik untuk menghidupkan lampu kamarnya, saat Soga menyalakan lampunya Soga nampak kaget melihat isi kamarnya yang berubah total menjadi kamar yang dihiasi berbagai macam hal, Lala yang dibelkabg Soga juga tidak kalah kaget melihat isi kamar itu, hingga matanya melotot dan menutupi mulutnya karna kaget.


__ADS_2