Suami Possesive

Suami Possesive
Pengacau


__ADS_3

Soga akan berangkat kekantor dan Lala mengantarnya, tiba-tiba ada batu yang dilempar dari luar dan hampir mengenai Lala dan Soga, mereka kaget saat batu itu hampir mengenai mereka ternyata di batu itu ada surat, merekapun membuka surat itu.


"KALIAN LIHAT SAJA NANTI AKAN KU PASTIKAN HIDUP KALIAN HANCUR KALIAN TIDAK AKAN PERNAH BAHAGIA DI ATAS PENDERITAAN KU"


Soga memanggil satpan dan bodyguardnya dan memerintahkan mereka meningkatkan keamanan dan mencari pelaku yang melempar batu dan surat itu.


"apa saja yang kalian lakukan, kalian lihat ini, ada yang melempar batu dan hampir mengenai istri saya, kalau sampai istri saya kenapa-napa, kalian akan tanggung sendiri akibatnya!!" Soga begitu marah pada semua penjaganya hingga tak ada yang berani menatapnya, Lala yang melihat kemarahan suaminya mencoba menenangkan suaminya dengan mengelus lembut lengan suaminya hingga Soga menarik nafas dalam untuk meredakan sedikit amarahnya.


"pastikan kalian mendapatkan pelakunya, saya yakin dia belum jauh, kalaian haris perketat keamanan!!!" Sogapun pamit pada Lala untuk kekantor dan berjanji pada Lala akan pulang secepatnya karena dia ingin siap di hari esok. Lalapun mencium punggung tangan suaminya dan melihat kepergian suaminya lalu masuk lagi kedalam.


Luci melihat mobil Soga sudah keluar dari pekarangan rumah, dia menimbulkan senyum liciknya dan berusaha mencari celah untuk menimbulkan kekacauan dalam kehidupan Soga.


Luci berdandan seperti usia lanjut sehingga tidak ada yang mengenalinya, hingga dia memberanikan diri ingin menemui Lala debgan alasan kenalannya, tapi satpan tidak mengizinkannya karena takut dengan Soga hingga satpan memberitahukan prihal itu dengan menelpon Soga.


Tuuuutt


"ya ada apa?" jawab Soga datar.


"maaf tuan saya mengganggu, ini ada wanita tua yang ingin menemui nyonya muda tuan, katanya kenalan nyonya muda tuan!" ucap satpan ragu-ragu.


"pastikan bahwa wanita itu aman, saya tidak mau kalau sampai istri saya kenapa-napa kamu mengerti, dan kamu tahan dulu dia disana!"


"baik tuan!"


"pastikan dia jangan sampai masuk." tegas Soga.


"siap tuan!" telpon langsung ditutup Soga.


Soga memutar balik mobilnya yang tidak jauh dari rumahnya karena dia punya firasat buruk tentang wanita yang mencari istrinya itu, hingga 10 menit kemudian Soga sampai disana dan melihat wanita itu lali mendekatinya.

__ADS_1


Wanita itu mencoba memberi hormat pada Soga demi mendalami perannya.


(sial, kenapa dia balik lago, kalau gini bisa gagal rencana aku buat nyelakain istrinya) umpat Luci dalam hati.


"anda siapa, dan ada keperluan apa?" ucap Soga dengan dingin sambil memperhatikan gerak gerik dan memastikan wanita didepannya itu.


"Sss... Saya hanya mau bertemu nak Lala tuan, ssss...saya cuma ada hal yang ingin saya sampaikan tuan." ucapnya dengan gugup dengan menunduk takut menatap Soga.


(istri saya baru disini, dan pas pernikahan sepertinya orang ini tidak ada, dan bagaimana dia bisa tau kalau isyri saya disini, ini pasti ada yang tidak beres) Soga melihat dengan detail wanita itu hingga dia menemukan sesuatu yabg mencurigakan dari dandanan wanita itu hingga Soga punya ide untuk membongkar penyamaran wanita itu.


Luci mulai merasa terancam hingga di berpikir untuk melepaskan diri dari sana.


(sial apa yang harus ku lakukan sekarang, kalau aku lari tidak mungkin, itu akan semakin menyulitkanku, aku haris cari alasan untuk pergi dari sini, ini pasti satpam sialan ini yang mengadu) Luci sedikit gemetaran.


Sementara itu Soga memberikan kode pada penjaganya untuk berjaga-jaga jika wanita itu kabur.


Sogapun memberikan kode untuk menangkap wanita itu dan memegangnya dwngan erat, dia di bawa ke pos satpam untuk membongkar penyamarannya.


Soga semakin marh ketika diatau ternyata wanita itu adalah Luci dan langsung menelpon polisi untuk menjebloskannya kepenjara.


Tak lama setelah itu polisi datang dan membawa Luci kekantor polisi, Luci begitu ketakutan akan dibawa kekantor polisi hingga di meronta-rinta dan memohon pada Soga agar di bebaskan, namun Soga tetaplah Soga yang tak akan pernah merubah keputusannya.


Sogapun kembali kekantonya karena ada beberapa hal yang harus dia urus terkait dia akan cuti selama satu minggu ini.


Soga sampai kantor meminta Fiko menemuinya dan membereskan masalah Luci agar dia lama ditahan.


Soga menyelesaikan pekerjaanya hingga jam makan siangpun tiba, dia ingin segera pulang tapi masuh ada beberapa file lagi yang harus dia kerjakan hingga dia berpikir untuk memberi tahu istrinya dulu agar istrinya makan siang tanpa menunggunya terlebih dahulu.


Tuuuttt

__ADS_1


"Asalamu'alaikum abang, abang kok belum pulang?" tanya Lala begitu mengangkat telponnya.


"wa'alaikumusalam sayank, kenapa sayank, rindu abang yaaa..." goda Soga, Lala hanya tersenyun malu di gida Soga.


"bukan gitu, tadikan abang sendiri bilang akan pulang sebelum makan siang, ini udah hampir habis jam makan siang loh bang." Soga menahan senyumnya dan semakin ingin menggoda istinya, sementara Lala begitu senangnya mendengar suara suaminua karena memang dia sedikit merindukan suaminya.


" alah, bilang aja kalau sayank t rindu abang, sayank ngaku ayooo ngaku... "


" ish abang ni PD sangat lah, mana ada gitu, abang kali yang rindu, kan abang yang telpon Lala kan." Lala membalikan kata-kata Soga. Soga menehan tawanya.


"iya abang memang sangat rindu pada sayank, abang bahkan ingin bawa sayank kemana pun abang pergi, karena abang takan pernah henti-hentinya merindukan sayank ni." jawab Soga dengan terus menggoda istrinya.


Lalapun hanya salah tingkah dengan ucapan suaminya, Lala sedikit riang dengan pernyataan suaminya, tapi dia berusaha menutupinya dia mencoba mengatir nafasnya yang ternyata diketahui Soga.


" halo sayank, kenapa, sayank gugup yaahhh, benarkan sayank juga rindu abang?" Soga melebarkan senyumnya yabg manis merasa puas menggoda istrinya.


"is apalah abang ni, memang abang ni yah kang gombal." Soga tertawa renyah mendengar ucapan istrinya.


"hahahaha sayank ni, oh iya abang tidak dapat pulang sekarang sayank, karena kerjaan abang belum selesai, mungkin agak sorean abang pulangnya, sayank hati-hati dirumah ya, jangan rindukan abang!" Lala sedikit kecewa namun dia menepisnya dan mengiyakan Soga hingga panggilanpun diakhiri.


Lalapun akhirnya makan siang sendirian karena dia tidak ikut makan siang bersama sebab menunggu Soga, Lala membawa makanannya ke kamarnya dan makan siang sendiri di balkon kamarnya sambil memandang pemandangan yang nampak disana.


Selesai makan Lala mengembalikan piringnya dan langsung mencucinya dan kembali kekamarnya, sampai kamar Lala ingin menyanyi sambil main gitar hingga Lala mencari - cari keberadaan gita di kamar suaminya.


Lala membuka satu persatu lemari yang ada disana namum belum juga menemukannya, hingga dia tak sengaja menemukan foto masa kecil Soga, disana Soga nampak imut dan lucu sekali.


(ternyata mama memang benar, dia sangat menggemaskan dan lucu sekali)


Di album itu juga banyak foto Soga sedang bermain alat musik, foto - foto bugilnya waktu kecil, Lala seketika menutup matanya saat melihat foto tersebut.

__ADS_1


__ADS_2