
Setelah pias memandang semua album Lala kembali merapikan semuanya dan mengembalikan ketempat semula, saat itu sudah menunjukan pukul 15.30Wib tapi Soga belum juga pulang, Lalapun bergegas mandi dan beribadah karena sudah masuk waktu solat, setelah beribadah Lala mencoba mencari kesibukan sambil menunggu suaminya.
Lalapun punya ide untuk bermain gitar sambil bernyanyi.
"diamana yah gitar, apa disini ada gitar?" Lala terus mencari-cari gitar di kamar Soga hingga akhirnya dia menemukannya, ternyata itu ada di tempat khusus di ruangan itu.
"waaahhhh ini mah gitar mahal, ternyata dia juga suka musik, ini mah enak main pake ini." ucapa Lala terkagum dengan gitar milik Soga. Lala membawa gitar itu ke balkon kamarnya dan mengambil posisi nyaman. Lalapun mulai memetik gitarnya.
Kau datang dan jantungku berdegup kencang
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had
__ADS_1
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that I never had
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Tanpa Lala sadari ada seseorang yang ternyata sudah berdiri di pintu balkon sejak Lala mulai memetikan gitarnya dan merekam vidio Lala bernyanyi dan bergitar, yah dia suami Lala, Soga. Soga senyum - senyum sendiri melihat Lala bernyanyi dan memperhatikan raut wajah Lala saat bernyanyi.
Prok prok prok prok prok....
Suara tepukan dari Soga untuk Lala, Lala sangat kaget dan hampir melompat dari duduknya saking kagetnya. Soga hanya tersenyum manis pada Lala.
"eh abang sudah pulang? Kapan abang sampai? Kenapa abang diam saja pulang, kan Lala jadi gak nyambut abang pulang?" Lala bertubi-tubi melempar pertanyaan untuk menepis rasa gugupnya. Soga hanya terkekeh melihat tingkah Lala.
"heheeeee... Sayank ni lucu yah, pingin abang peluk ampe benyek deh saking gemasnya." Lala makin tersipu malu mendengar Soga dengan menunduk sambil menggoyangkan kaki sebelahnya.
"abang disini sejak sayank mulai petikan gitar, sebenarnya abang mau manggil, eh tapi abang malah dengar petikan gitar, jadi abang diam aja dengar lagu sayank tadi, ternyata istri abang berdebar juga yah dekat abang heheeee....!!!" Lala pun mendekati Soga den mencubit lengan Soga. Soga meringis geli dengan perlakuan Lala dan mencubit hidung Lala yang mancung.
__ADS_1
" abang udah makan, abang mandi dulu gih Lala siapin dulu pakaian abang." Lala menggandeng lengan Soga berjalan kearah ruangan lemari menuju kamar mandi dan menyiapkan pakaian suaminya.
Selesai mandi Soga mengganti pakaian dengan pakaian yang sudah disiapkan istrinya lalu lanjut dengan solatnya. Soga mencari keberadaan istrinya yang ternyata Lala sedang tiduran duduk di balkon sambil memetik gitar tapi hanya bersenandung kecil.
Sogapun mendekati sang istri dan duduk di kursi kosong sebelah istrinya, Lalapun menghentikan kegiatannya dan tersenyum kepada Soga. Diatas meja sudah ada kopi dan dan potongan kue coklat yang sudah di sediakan Lala saat Soga mandi tadi dan Lala menyuruh Soga mencicipinya.
"abang pasti jago main gitarkan? Boleh nggak Lala mendengarnya?" ucap Lala penuh harap dan diabgguki oleh Soga, Lalapun kegirangan dan memberikan gitar pada Soga, mereka bernyanyi bersama hingga waktu menunjukan pukul 18.00Wib Lala tersadar harus menyiapkan makan malam.
" abang, Lala kebawah dulu yah, Lala lupa harus siapin makan malam kita." Lala beranjak dari duduknya dan turun menuju dapur, ternyata Soga mengikuti Lala dari belakang, Soga mengikuti sampai dapur, saat tiba di dapu Lala dilarang sama mertuanya untuk masuk dapur, Soga hanya menehan tawanya saat mamanya memarahi mantunya masuk dapur, Lala hanya pasrah dan berbalik ternyata malah nabrak suaminya sendiri.
"aduuuhhh..." ringis Lala memegangi hidungnya.
"maaf sayank, abang gak sengaja, sini sini sini abang obatin, mana yang sakit?" panik Soga saat istrinya mengaduh.
"abang ini kayak hantu aja tiba-tiba dibelakang Lala, jadi kagetkan ini, Lala gak di bolehin lagi bantuin di dapur, trus Lala harus ngapain nih?" Ucap Lala sambil terus bejalan menuju kamarnya lagi, karena akan masuk waktu magrib dan Lala tidak diizinkan untuk membantu di dapur akhirnya Lala menunggu waktu magrib di kamarnya yang diikuti Soga.
" sayank, mama t takut nanti mempelai wanitanya terluka, kan besok kita harus bersanding sayank, sabar aja dulu yah, nanti kalau sayank udah tinggal sama abang dirumah kita, sayank boleh lakukan apapun yang sayank inginkan didapur kita, tapi tetap pakai pembantu dan sayank harus hati-hati, abang juga nggak mau sayank terluka, tergores sedikit aja abang akan sakit juga sayank, jadi sayank harus ingat okeee!!! " Lala mengangguk semangat.
" abang boleh nggak gak usah pakai pembantu, Lala cuma mau menegrjakannya sendiri saja, kan kita cuma berdua saja, lagian Lala juga gak ada kerjaan, ngak ngapa-ngapain, mending Lala kerjain sendiri aja, Lala juga mau jadi istri rumah tangga yang baik juga." kata Lala sambil berharap agar Soga mau embiarkannya sendiri.
" hmmm kalau gitu terserah istri abang ini aja deh, sayanj nyonya rumahnya, tapi kalu sayank butuh apa-apa harus cepat kasih tau abang, abang gak mau sayank kecapean bersihin rumah kita, lumayan capek loh itu sayank." ucap Soga diangguki Lala langsung, tak terasa waktu magribpun datang, dan mereka solat berjamaah bedua di kamar mereka selesai solat Lala mencium punggung tangan suaminya dan Soga mencium kening istrinya.
Selesai solat Lala membaca Al-qur'an dan disimah ileh Soga, saat selesai dengan bacaannya Soga meminta pada Lala mengejarinya membaca qur'an dengan lancar dengan tajwid yang benar, Lala dengan senang hati mengajarinya, sebenarnya Soga sudah bisa, namun masih sedikit terkendala dengan ilmu tajwidnya yang kurang, hingga ada beberapa bacaan yang salah namun langsung dibetulkan Lala dan Lala menjelaskan semua ilmu tajwidnya dan cara mambaca huruf dengan benar.
Setelah merwka selesai baca qur'an merekapun mengemasi kembali semuanya dan turun kebawah untuk makan malam yang ternyata sudah ditunggu semua dibawah, kebetulan adik Soga baru pulang dari luar negri karena paksaan mamanya untuk pulang menghadiri resepsi kakaknya besok.
Sogapun memegang pundak adiknya disambut pelukan oleh adiknya, saat dia melihat Lala dia sedikit tertegun dengan kecantikan Lala namun dia akhirnya menyapa Lala.
"hy kakak ipar, udah kenal aku kan, apa perlu aku perkenalkan diri lagi?" goda Edo pada Lala sambil menyacungkan tangannya hendak bersalaman, namun seperti biasa Lala melakukan yang dia lakuakan pada bukan mahramnya atau muhrimnya. Edo kembali menarik tangannya dengan kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Mama Soga tau kenapa mereka sedikit telat turun karena pada saat mama akan memanggil mereka mamanya sedikit mendengar anaknya belajar dengan mantunya hingga mama mengurungkan niatnya memanggil anaknya.
__ADS_1
Merekapun memulai makan malam mereka dengan hening awalnya, tapi kare Edo adalah anak periang tak bisa diam, akhirnya jadi heboh dengan celotehannya.