Suami Possesive

Suami Possesive
Hari resepsi 2


__ADS_3

Laalpun mengerti bahwa suaminya tifak suka disentuh wanita lain selain dirinya, Lala pun membantu Soga mengenakan pakaiaannya pakaian Soga di sebut sebagai Roki, pakaiaannya serasi dengan pakaian pengantin wanita.


"waw benar-benar tampan sekali, walau memakai pakaian adat, tapi ini sangat tampan, benar-benar mengagumkan, apalagi jika disandingkan dengan pengantin wanitanya, benar-benar serasi, pengantin dengan pakaian adat sempurna." ucap salah satu pendamping perias tersebut. Yang lainpun tersenyum senang dengan itu, namun Soga hanya memasang tampang datarnya.


Saat itu Lala teringat kakak sepupu tersayanknya dan berusaha menlponnya untuk memastikan bahwa kakaknya itu akan datang.


"halo assalamu'alaikum kakak, apa kakak hari ini bisa datang? Kakak tau lokasinyakan?" tanya Lala begitu tersambung pada kakaknya.


".........."


"pokoknya kakak harus datang, cukup waktu Lala nikah aja kakak gak datang waktu itu oke!" tegas Lala pada si penelpon.


"......"


"yaudah kak, Lala tunggu yah, assalamu'alaikum!" Lalapun mengakhiri panggilannya pada kakak sepupunya.


Sogapun mendekati Lala saat semuanya selesai melekat ditubuhnya.


"sayank telpon siapa?" tanya Soga pada Lala.


"hmmm ini kakak sepupu Lala abang, dia sekarang sedang di kota G, dia akan datang ke acara kita, dia kakak sepupu Lala yang paling dekat sama Lala." Soga hanya tersenyum mendengar penjelasan istrinya, diaun memandangi wajah istrinya yang sangat cantik dengan balutan pakaian anak dara, lengkap dengan sunting besar dikepalanya.


" berat gak sih sayank? " tanya Soga penasaran, sedikit ngeri juga melihat sang istri punya beban dikepalanya. Lala terkekeh geli mendengar pertanyaan suaminya.


"heheee, ini mah belum seberapa buat Lala, ini masih ringan abang." ucap Lala sambil membelai pipi suaminya agar tidak merasa cemas, Soga tersenyum senang dengan perlakuan istrinya.


Penata rias yang selesai mengemas barangnya meminta izin untuk pergi keluar, karena mereka juga harus standbay di hotel tempat resepsinya untuk pakaian kedua nanti.


Setelah mereka selesai merekapun di jemput oleh Ratih dan Sri untuk mengiringi turun kebawah dan agar segera menuju hotel pelaksanaan acara.


Mereka ditunggu ramai keluarga mereka dibawah, ternyata sepupu Lala yabg ditelpon tadi sudah ada disana, dia begitu senang melihat kakaknya dan segera memeluk kakaknya, danvternyata dia juga membawa putra kesayangannya.


"hai sayank, tante kangen sekali, sini peluk tante!" ucap Lala dengan nada manja pada ponakannya. Yang lain hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa melihat kelakuan pengantin wanita itu. Soga yang merasa diabaikan merasa sedikit cemburu apalagi Lala harus berpelukan dengan ponakan laki-lakinya.


" oh iya abang kenalin ini kakak sepupu aku dan putranya yang aku bilang tadi." kata Lala meminta suaminya berkenalan dengan kakaknya.


"perkenalkan, saya Diana kakak sepupu Lala, dan ini putra saya namanya Kiki." jawab sepupu Lala pada Soga diangguki Soga dan membalas perkenalan itu, Kikipun menyalimi tangan Soga.


"Saya Soga suami Lala." Saat itu diana memakai pekaian kebaya warna maron yang sangat pas sekali ditubuhnya dengan kulit putihnya, tidak lupa dengan rambut yang disanggul sangat cantik untuk ibu satu anak itu.


Kiki anaknya memakai pakaian batik mirim dengan rok batik yang diapai Diana. Merekapun mulai keluar dari kediaman Soga, Soga dan Lala satu mobil dengan Ratih dan Sri dengan mobil keluarga miliknya dengan salah satu sopirnya.


Papa Soga dan ayah Lala satu mobil dengan Elma dan Edo yang juga di sopiri Edo. Sementara yang lain juga dengan mobilnya masing-masing ada sekitar limabelas mobil yang mengiringi pengantin itu.


Merekapun tiba di hotel tempat diadakan acata, disambut meriah dengan tarian adat yaitu tari pasambahan, mereka disambut dengan tepak sirih. Pengantin wanitapun ditarik untuk ikut menari dengan mereka, awalnya Lala sempat kaget, namun akhirnya diapun ikut menari, yang ternyata penari-penari itu murid Diana di sanggarnya, ternyata semua ini rencana Diana yang disembunyikan dari Lala.


Meraka terpana melihat keligaian pengantin wanitanya dalam menarikan tarian adat tersebut, Soga semakin takjub pada istrinya itu.


Setelah acara itu selesai mereka langsung menuju aula hotel tersebut, mereka diiringi musik minang sampai kepelaminannya.


Merekapun dipersilahkan untuk duduk di pelaminan, bagaikan raja dan ratu mereka tampak sangat mengagumkan sebagai mempelai.


Begitu banyak tamu undangan yang berdatangan memberi selamat dan berfoto bersama pengantin.


Pada saat itu ada seorang gadis anak kolega bisnis papa Soga ingin memberikan selamat pada Soga dengan menyalaminya, namun karena Soga sudah paham tentang agama diapun hanya menangkup tangannya seperti yang dilakukan Lala selama ini.


Hingga wanita itu sedikit sebal dengan perlakuan Soga, pasalnya bukan hanya itu saja, tapi Soga memasangvtampang dinginnya tanpa ekspresi sedikitpun, wanita itu sedikit berusaha menarik perhatian Soga dengan gaya centilnya, namun karena tidak adanya respon dari Soga diapun merasa kesal hingga meninggalkan pengantin itu tanpa bersalaman dengan pengantin wanita.


Acara itu berjalan dengan lancar tanpa adanya halangan, hingga MC meminta kedua mempelai untuk berduet dengan mendekati kedua mempelai dan memberi dua microfon untuk mereka.


Merekapun sedikit bingung harus menyanyikan apa, hingga mereka berdiskusi harus menyanyikan apa.


"sayank, kita harus nyanyi apa nih?" tanya Soga Pada Lala.


"Lala terserah abang aja, Lala ikut aja." jawab Lala.


"baiklah kalau gitu sayank." Sogapun membisikan lagu yang akan mereka nyanyikan pada MCnya, sang MCpun kembali kepentas untuk menyampaikan permintaan Soga.


*Demi cintaku padamu

__ADS_1


Kemanapun kaukan ku bawa


Walau harus kutelan lautan bara


Demi cintaku padamu


Ke gurun ku ikut denganmu


Biarpun harus berkorban jiwa dan raga


Reff:


Bulan madu di awan biru


Tiada yang mengganggu


Bulan madu di atas pelangi


Hanya kita berdua


Walau seribu duka


Kita takkan terpisah


*


Andai dipisah laut dan pantai


Tak akan goyah gelora cinta


Andai dipisah api dan bara


Tak akan pudar sinaran cinta


Bulan madu di awan biru


Tiada yang mengganggu


Bulan madu di atas pelangi


Hanya kita berdua


Walau seribu duka


Kita takkan terpisah


*


Andai dipisah laut dan pantai


Tak akan goyah gelora cinta


Andai dipisah api dan bara


Tak akan pudar sinaran cinta*


Semua begitu takjub dan kagum mendengar suara indah mereka, walau lagu itu sedikit sulit untuk dinyanyikan dengan nada tinggi, tapi bagi mereka itu sangat gampang dengan suara mereka khas mereka, suara mereka sangat tinggi.


Sogapun diminta bernyanyi solo oleh MCnya, karena tidak enak menolah diapun menuruti permintaan itu.


Setiap manusia punya rasa cinta


Yang mesti dijaga kesuciannya


Namun ada kala insan tak berdaya


Saat dusta mampir bertahta


Soga meraih tangan istrinya dan menciumnya dengan lembut. Lala makin tersipu dibuat Soga, karena lagu ini sangat romantis baginya.

__ADS_1


Kuinginkan dia yang punya setia


Dan mampu menjaga kemurniannya


Saat 'ku tak ada, 'ku jauh darinya


Amanah pun jadi penjaganya


*Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah


Bidadari surgaku


Tiada yang memahami


Segala kekuranganku


Kecuali kamu, bidadariku


Maafkanlah aku


Dengan kebodohanku


Yang tak bisa membimbing dirimu


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui Itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah


Bidadari surgaku


Robbana hablanaa


Min azwajinaa


Wa dzurriyatinaa


Qurrota a'yun


Waj'alnaa


Lil muttaqiina


Imamaa


Imamaa


Imamaa

__ADS_1


Bidadari surgaku*


Semua bertepuk tangan sangat riuh,bersorak ria dengan romantisme mereka.


__ADS_2