Suami Possesive

Suami Possesive
Hari penikahan 2


__ADS_3

Setelah prosesi tukar cincin Sogapun menyerahkan mahar kepada Lala, Lalapun menerima maharnya dan kembali menyalin Soga, mereka pun melanjutkan penandatangan surat nikahnya, penghulu menyerahkan buku nikah mereka, yang yang merah untuk suami, yang hijau untuk istri, merekapun memamerkan buku nikah tersebut dan kembali banyak jepretan kamera yang mengambil, Soga sengaja tidak mengundang wartawan saat ini, karna akan sangat merepotkan jika sampai ada wartawan saat ini.


Dia akan mengundang wartawan ketika resepsi yang akan di adakan di hotel berbintang di kota S, karna itu permintaan orang tuanya.


Soga dan Lalapun diminta untuk bersanding di pelaminan, disana Soga menatap Lala dalam, dia merasa sangat bahagia mendapatkan istri seperti Lala, dia menatap Lala penuh cinta.


(Alhamdulillah ya Allah, engkau telah menyatukan kami dalah ikatan suci pernikahan, semoga engkau selalu melimpahkan kebahagiaan untuk kami ya rob, amiiinnnnn) batin Soga.


Lala yang merasa dirinya di tatap mencoba memberanikan diri menatap suaminya.


(subhannallah tampannya suami hamba, terimakasih ya Allah, engkau telah mengirimkan dia untuk hamba ya Allah, semoga kelak hamba bisa menjadi istri soleha untuk suami hamba ya Allah, limpahkanlah kebahagiaan untuk kami dalam mengarungi bahterah rumah tangga ya Rob) Lalapun membatin.


Elma yang melihat pengantin saling pandang - pandangan pun berdehem menggoda kakak dan kakak iparnya tersebut.


"ekhem ekhemmmm, cieeee...... Mentang udah halal, sweet-sweetan di depan kita semua, ci huuyyy, kalau mau sweet-sweetan nanti aja kalu udah berdua kak, kita baper nanti nih yang jomblo, tolong hargai para jomblo ini dong kak." kata Elma sembari tertawa menggoy kakaknya tersebut.


Lala dan Sogapun kaget dan menahan malunya dengan sama-sama mengalihkan pandangan mereka, Soga melihat ke kanan menahan senyum, Lala menunduk dengan wajah yang merah merona.


" ish, adek ni ah, ganggu kakaknya aja, kan kakaknya jadi malu, kamu ini ada-ada saja dek." kata Sri menegur putri bubgsunya tersebut.


"heheheeesee, habis mereka lucu sih bu, jadi adek jailin aja deh, ibu lihat deh mereka, lucu kan ekspresi mereka???" ucap Elma lagi menggoda kakaknya, soga dan Lala hanya tersipu-sipu.


Soga yang merasa ini pertama kali dalam hidupnya dekat lagi dengan wanita setelah 8th semenjak kejadiannya dengan Luci merasa agak canggung dan kikuk, tapi dia berusaha menutupinya dengan sikap coolnya.


Lala yang juga merasa ini pertama kali dekat dengan pria, dia merasa salah tingkah, sehingga dia hanya menunduk, jika ditanya, dia menjawab sekenanya saja, jika berfoto, dia berusaha mengikuti intruksi saja.


Saat mereka diminta berfoto berdua mereka sama-sama bingung harus ngapain, hingga sang foto grafer menunjukan gaya yang romantis untuk pasangan itu.

__ADS_1


Mereka diminta berpose berpegangan tangan berhadap-hadapan, dan itu membuat mereka gugup Lala merasa gemetar saat tangannya di genggam Soga, Soga yang merasakan kegugupan Lala berusaha menenangkan Lala dengan membisikan.


"Lala, kita sudah sah untuk bersentuhan, kamu tidak perlu takut, saya tidak akan macam-macam sama kamu, kecuali kalu kita sudah di kamar berdua." sudut bibir Soga tetangkat mengatakan hal itu, dan itu sukses membuat Lala semakin salah tingkah, diapub mencoba mengatur nafasnya dan munuruti instruksi sang foto grafernya.


Begitu banyak pose yang mereka ambil untuk prosesi wedding berdua, hingga mereka diminta untuk berpose di dalam kamar pengabtin mereka. Setelah selesai untuk sesi foto berdua, mereka diminta berfoto bersama keluarga secara bergantian hingga semuanya masuk berfoto bersama.


Setelah prosesi foto selesai waktu dzuhurpun masuk, mereka akan melaksakan kewajiban mereka sebagai muslim. Soga dan semua laki-laki segera ke masjid untuk solat jama'ah, sementara wanita solat dirumah bergantian.


Lalapun meminta bantuan tukang rias membuka semua riasannya karna dia ingin solat juga, setelah semua lepas Lala membersihkan wajahnya dari makeup dan memakai baju biasanya, diapun kekamar mandi untuk ambil wudhu, pada saat Lala ingin bersuci, tiba-tiba dia melihat flat bercak darah di celana dalamnya, Lala terbelalak melihat itu, diapun bergegas balik kekamarnya dan mengambil celana dalam ganti lengkap dengan pembalutnya, diapun tak lupa membawa handuknya karna merasa gerah dia akan mandi.


Setelah selesai mandi Lala kembali kekamarnya, Lala mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disiapkan perias dan meminta perias merias kembali.


Lala saat ini memakai gaun panjang yang indah dengan warna biru langit lengkap dengan mahkota di hijabnya, bahkan dia tampak menawan dengan pakaiannya itu, Lala memang suka dengan princes Cinderella, hingga dia juga ingin memakai gaun yang mirip dengan Cinderella.


Soga dan yang lain selesai solat kembali ke rumah Lala, Sogapun diminta berganti pakaian, Soga disuruh masuk dan berganti pakaian di kamar pengantin, Lala kaget melihat Soga masuk, diapun berusaha bersembunyi di balik pintu lemari, Soga yang melihat tingkah Lala tersenyum jail.


"i...i...tu saya malu pak, eh maaf abg, Lala malu sama abang, karna ini pertama kali bagi Lala, jadi Lala tida terbiasa." ucap Lala dibalik pintu lemari.


"heheee tenang Lala, abg hanya mau ganti baju saja, karna disuruh ganti disini sama ibu, karna kita sidah sah makanya abg disuruh ganti disini, kamu tenang saja, abang gak akan apa-apain Lala kok." ucap Soga menenangkan Lala.


"kalau gitu abg ganti di sana saja, Lala akan tetap disi sampai abg selesai ganti bajunya." ucap Lala lagi berusaha sembunyi dari Soga.


Soga melanjutkan aktivitas nya mengganti pakainya, Sogapun selesai mengganti pakainya, soga memakai tuksedo biru serasi dengan gaun Lala, dengan bungan mawar biru di dada kiri Soga.


Selesai dengan kegiatannya Soga hanya diam duduk di ranjang karna dia ingin menjaili Lala.


(udah selesai belum yah, nanti kalu aku lihat dia kira aku ngintip lagi, aduuhhh gimana ini, kok lama banget yah, katanya cuma ganti baju, ini udah lama banget) Lala mulai gelisah menunggu Soga memanggilnya jika sesesai.

__ADS_1


Soga hanya pura-pura bodoh dan tidak tau saja kalu Lala sedang menunggunya memanggil Lala untuk keluar.


"abaang, udah belum nih? Kita udah di tungguin loh bang." ucap Lala.


Ketika Soga ingin menyahut Lala tiba-tiba pintu di ketok.


Tok tok tok


"Lalaaaa, kamu udah siap belum nak, kalau udah ajak suami kamu keluar sekalian nak." tetnyata itu ibu Lala yang memanggil, karna merasa sudah lama sekali mereka di dalam kamar


"iya buuu, sebentar, Lala udah siap." jawab Lala.


Sogapun terkekeh dengan kelakuan Lala.


"sayaang, kamu masih mau lama-lama sama abang? Abang gak keberatan kok." goda Soga.


"jadi abang dari tadi sudah siap, kok gak panggil Lala sih kan kita udah ditungguin." ucap Lala dengan nada kesal yang sedikit manja.


Soga merasa itu sangat imut, hinhga dia merasa ingin menarik Lala dan di dekapnya erat saking gemasnya, tapi dia sadar jika Lala nanti akan semakin kesal dengannya.


Lalapun bejalan keluar dari kamarnya dan diikuti Soga, di belakang.


Setelah mereka diluar, mereka digoda oleh sahabat Lala.


"cieeeeeee pengantin baruuu, pengen lama-lamaan didalam berduaan, kita diluar suruh nunggu ni yeeee, sabar pengantin baru, nanti malam tidak akan ada yang mengganggu waktu kalain berdua, silahkan puas-puaskan berduanya." semua ikut tertawa dengan cndaan sahabat Lala tersebut.


Pengantin yang di hoda hanya tersipu-sipu dengan muka merah padam.

__ADS_1


__ADS_2