Suami Possesive

Suami Possesive
Kenangan masa kecil


__ADS_3

Lala terus melihat - lihat semua album foto masa kecil Soga yang ada hingga tak sengaja ada sebuah foto Soga sedang duduk berdua dengan gadis kecil imut dengan rambut kepang dua, Lala kaget melihat gadis kecil itu, hingga dia mengingat-ingat tentang foto tersebut.


Dalam foto tersebut Soga sedang duduk di bawah pohon besar dengan memakai stelan serba hitam seperti melayat, sedangkan gadis kecil itu saat itu memakai gaun cantik sambil memeluk boneka kesayangannya.


Gadis kecil itu adalah Lala, dia saat itu sedih karena tidak mendapatkan tas cantik seperti yang dia inginkan, karena memang harga tas itu sangat mahal hingga orangtua Lala tidak sanggup membelikannya, Lalapun berlari ke pohon besar itu dan menangis sendirian, yah pohon itu ada di trngah sawah dengan pemandangan yang sangat indah, ada hamparan sawah, dan juga tetdapat bukit-bukit yang berbaris, pemandangan yabg menyejukan mata dan hati.


Saat Lala sedang bersedih tiba-tiba ada seorang anak lelaki dan lelaki dewasa memakai seragam sopir mendekati Lala.


"hy adik manis, kamu kenapa menangis sendirian disini? Kamu tidak takut di culik?" tanya anak lelaki itu pada gadis itu.


"hik hik hik... Lala lagi sedih..." jawab Lala sesegukan dengan tangisnya.


"kamu sedih kenapa? Apa kakek kamu juga meninggal?" tanya anak lelaki tersebut heran, Lala bingung dengan pertanyaan yang diberikan anak lelaki tersebut.


"meninggal? Maksud kakak apa, Lala gak ngerti...???" jawab Lala polos, karena waktu itu Lala masih sangat kecil, usianya baru 5th.


Anak lelaki itu tampak berfikir harus menjawab apa.


"hmmmm gini aja deh, kamu sedih kenapa dulu, aku lihat kamu menangis sendiri lagi disini?" anak kecil itu mencoba mengalihkan cerita.


"jadi hari ini t ulang tahun Lala, tapi Lala mau tas yang ada Lala lihat teman Lala make, tapi ibu sama ayah gak mau beliin, karna kata ayah sama ibu gak cukup uangnya, jadi Lala pergi dari rumah dan kesini." ucap Lala sesegukan.


"ooh, emangnya kamu tau harga tas itu berapa, dan sudah co nanya." tanya anak itu lagi.

__ADS_1


"tadinya udah mau dibeli, taunya gak jadi, Lala gak ngerti juga kenapa...??? Oh iya, kakak dari mana, nama kakak siapa, kok Lala gakbpernah liat kakak disini???" Lala bertanya dengan nyinyirnya.


"hehe kamu ini lucu yah gadis kecil, nanya kok panjang gitu, nanaya t satu-satu napa?" namun Lala menatap bingung pada anak itu.


"ya ufah, sebenarnya aku kesini ingin nenangin diri karena kakek aku meninggal, aku sangat menyayangi kakek aku, rasanya sedih sekali tanpa kakek, aku biasanya slalu bermain dengan kakek aku, tapi sayangnya tuhan lebih menyayangi kakek." anak itu menjawab panjang lebar namun Lala semakin bingung dengan perkataan anak lelaki itu.


" kak, meninggal itu apa kak, dari tadi kakak bilang meninggal, Lala gak ngerti??? " anak lelaki itu menaruk nafas panjang, dan memikirkan kata-kata yang di mengerti gafis kecil itu.


"begini gadia kecil, meninggal itu adalah pergi untuk selamanya, dan takan pernah kembali lagi pada kita, dia sudah bersama allah di surga." jawab anak itu menjelaskan.


"surga itu jauh yah kak?" tanya polos Lala.


(aduh ini aku kok gemas yah lihat kepolosan gadis kecil ini) batinya.


"gini yah adik manis, surga itu jauuuuuhhhh sekali, kita tidak akan bisa kesana sebelum waktunya." jawab anak itu asal.


"heheee bisa jadi sih, tapi kamu jangan pikirin itu lagi yah, oh iya kamu mau nggak ikut aku sebentar jalan-jalan." ajak anak itu dan Lala mengangguk setuju dan mengikuti anak itu ke mobilnya dan di bawa sopir ke arah yang pinta majikan kecilnya.


Ternya Lala di ajak ke sebuah toko tas yang jarak tak jauh dari Desa, Lala begitu senang dapat melihat tas yang diinginkannya, anak lelaki itu membelikan Lala tas itu dengan harga 500rb, anak itu memakai kartu kredit yang di berikan orangtuanya.


Lala begitu senang mendapatkan tas itu.


"terimakasih banyak kakak sudah mau membelikan tas ini buat Lala, nanti kalau Lala udah besar Lala mau menikah dengan kakak aja biar bisa dibelikan tas cantik ini." Lala berkata dengan sangat polos, dan itu sukses membuat anak lelaki itu hampir menyemburkan tawa keras mendengar perkataan polos Lala.

__ADS_1


" gadis kecil, apa kamu me gerti menikah itu apa? "tanya anak itu pada Lala.


" menikah itu seperti ayah dan ibu Lala kan, tinggal bersama, bobo juga bersama, kata ayah sama ibu kalau udah nikah baru boleh bobok bersama. "jawab polos Lala. Anak lelaki itu hanya menarik nafas mendengarkan perkataan Lala, diapun menyerah karena merasa tak ada gunanya nelawan gadis kecil itu. Anak itu kembali membawa Lala ke mobilnya dan diantarkan kembali pulang kerumahnya oleh anak itu dan sopirnya.


Selama Lala bersenandung riang dan memeluk tas tersebut dana anak lelaki itu hanya geleng-geleng kepala melihat Lala dan tersenyum sendiri sehingga disla sedikit melupakan kesedihannya kehilangab kakek tercintanya.


Merekapun sampai kerumah Lala namun anak itu tidak turun karena dia merasa harus kembali kerumah kakeknya yang tak jauh dari sana.


Lalapun masuk kembali kerumah setelah ditinggal anak itu, hingga orangtua Lala heran melihat anaknya ceria kembali dan menggendong tas yang dia inginkan. Mereka pun bertanya dan Lalapun menceritakan semuanya tanpa terkecuali. Orangtua Lala sedikit lega karena putri mereka kembali dengan selamat dan ceria kembali, namun sedikit khawatir karena tas yang di belikan itu, harganya mahal menurut mereka.


Anak lelaki itu tersenyum sepanjang perjalanan pulang hingga orangtuanya heran dengan anaknya dan menanyakan apa yang terjadi pada putra mereka hingga menjadi seperti ini, karena baru saja dia merasa terpukul karena kakek tersayangnya pergi, kini anak mereka seperti berubah 180° dari saat dia pergi meninggalkan acara pemakaman.


Begitu sampai rumah orangtuanya menanyakan semuanya pada sopir mereka.


Sopirnya menceritakan semuanya yang terjadi hari ini, dan orangtuanya hanya mengangguk mengerti dan tidak mempermasalahkan semuanya yang dilakukan anaknya, karena bagi mereka yang terpenting adalah putra mereka bahagia.


Anak lelaki itu adalah Soga Nugraha, saat itu Soga berusia 13th, dia begitu gembira bisa bertemu Lala yang sangat polos imut dan lucu, sampai-sampai Soga tertawa sendiri mengingat hal itu.


(apa mungkin jika dia dewasa nanti bertemu denganku, rasanya mustahil sekali, dasar gadis itu, semoga dia selalu bahagia, dan semoga nanti suatu saat kita bertemu lagi gadis kecil) Soga menyunggingkab senyumnya mengingat Lala.


Sementara Lala dirumahnya mengganggu ibunya dengan pertanyaan polosnya, hingga ibunya merasa pusing dengan tingkah anaknya itu, dia begitu heran kenapa anaknya menanyakan hal pernikahan, padahal usianya baru 5th.


Ibunya hanya berusaha memberi pengertian dan menjawab seadanya, dan terus mencoba membuat Lala mengerti.

__ADS_1


Seketika Lala sadar dari lamunanya dan menutup semua album yang dia buka, Lala jadi senyum sendiri mengingat kekonyolannya waktu masih kecil dulu.


(ternyata suamiku memang dia yang kuingin waktu ku kecil duli aku gak nyangka sama sekali, tapi apakah dia masih ingat sama aku, secara dulu aku kan masih kecil banget) batin Lala


__ADS_2