
Ketika mereka berdua kaget melihat kamar mereka tiba-tiba semua keluarga Soga termasuk para pembantu mengagetkan mereka berdua.
Surpriseeeeee.......
Merekapun bebalik melihat semua orang yang memberikan kejutan kepada mereka.
"apa ini ma pa, kenapa kamar saya jadi seperti ini." Soga merasa itu tidak berguna, karna tidak akan terjadi apa-apa pada mereka karna Lala yang sedang halangan.
"mama sengaja menghias kamar kalian agar mama bisa segera punya cucu." ucap mama Soga, Soga melotot mendengar ucapan mamanya, sedangkan Lala berusaha menyembunyikan wajahnya karna menahan malu.
"apa hubungannya hias kamar dengan punya cucu ma?" tanya Soga.
"tentu ada dong sayank, kalau kamarnya di hias ditambah dengan wewangian, maka kalian akan merasa nyaman dalam proses pembuatan anaknya, hihihi...." cengir Ratih.
"mama ini apa-apaan sih, lihat mantu mama jadi malu tuh?" ledek Soga pada Lala. Lalapun menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Soga.
Hahaahaaaaaaa... Semua tertawa melihat tingkah pengantin itu.
"ya sudah nikmati waktu kalian, mama mau nyiapin makan siang dulu, kamu hari ini gak akan kekantor kan nak?" tanya mama pada Soga.
"rencananya habis makan siang ini saya akan kekantor ma, soalnyakan nanti saya akan ambil cuti selama satu minggu abis resepsi nanti, jadi saya harus enyelesaikan segera pekerjaan penting, hingga nanti saya bisa meninggalkan kantor tanpa harus merasa khawatir ma." baiklah kalu gitu, nanti mama panggil pas makab siang nanti.
__ADS_1
" Lala bantu yah ma?" Lala mencoba membantu mertuanya.
" jangan sayank kamu istirahat saja dulu, kamu baru datangkan, kamu pasti lelah, kamu temani suami kamu aja dulu, nanti pas makan siang mama panggil, oke!" Lala hanya mengangguk, dia tau dia akan kalah berdebad dengan mertuanya.
"oh iya ma, papa mana ma?" tanya Soga.
"tadi sih papa kekantor, katanya ada hal yang mesti di urus, mungkin sebentar lagi papamu pulang, dia pergi pagi sekali, katanya sebelum makan siang akan pulang." jelas Ratih.
"oh ya sudah ma, nantia saya akan telpon Fiko dan papa menanyakan soal kantor."
"ya sudah, kalian istirahat dulu sana, mama kebawah dulu." merekapun masuk kekamar setelah ditinggal Ratih, mereka hanya menatap geli pada kamar itu, sebenarnya Lala menykainya, karna di kasur berukuran king size itu terdapat Love dari kelopak mawar merah disana, tapi dia merasa percuma dengan hiasan itu jika tidak terjadi apa-apa malam ini pikir Lala.
Soga hanya geleng-geleng kepala melihat kamarnya yang sudah seperti taman bunga menurutnya.
" sayank, kamu ko mukanya merah gitu, kamu demam yah? " Soga memeriksa dahi Lala.
" nggak panas, tapi kenapa merah gitu muka kamu sayang, apa yang kamu rasakan?" tanya Soga mendekatkan mukanya pada Lala. Lala yang melihat tingkah suaminya berusaha menghindari tatapan suaminya.
Lala semakin menundukan wajahnya, dia merasa salah tingkah saat ini. Sogapun menangkup wajah istrinya.
" sayank, apa kamu baik-baik saja, kamu malu yah? Untuk apa malu, kita juga sudah halal pun kamu ini lucu yah?" Lalapun tersenyum lucu saat Soga menarik hidungnya yang mancung.
__ADS_1
"abang, dimana lemari pakaiannya, Lala mau menysun pakaian kita."
"lihat pintu yang ada disana, disana adalah ruangan lemari pakaian dan barang-barang lainnya, disana juga langsung tersambung ke kamarmandi!" soga menu juk ke arah pintu yang ada di sebelah pjok kanan, Lalapun memasuki ruangan itu, dia begitu takjub melihat ruangan pakaian itu, ruangan itu dipenuhi dengan pakian brand ternama, bebagai jenis jas yang tersusun sesuai dengan merek, setiap merek punya semua jenis pakaian dan warnanya, dan itupun adalah limited edition. Ada juga lemari khusus jam tangan berbagai merek ternama, mungkin kira-kita ratusan jam tangan berbagai mode yang elegan, juga ada banyak sepatu sport, sepatu kulit asli, banyak lagi macam sepatu tersusun rapi disana. Juga belum lagi banyak barangnya yang mewah yang lainnya.
Lala menyentuh satu persatu yang ada disana, hinhha dia tersadar dan kembali membongkar kopernya, diapun mulai menyusun pakaian ke dalam lemari itu, karna Lala memang orang yang sangat cinta kebersihan dan kerapian, Lala berusaha menyesuaikan letak pakaiannya dengan rapi, dia kaget ternyata disana juga ada pakaian wanita yang ukurannya sama dengan dia, tapi pakaian itu bermode dan sangat mahal dan elegan serta kekinian lengkap dengan hijabnya. Disana juga banyak sepatu yang sesuai dengan ukuran kakinya dan tas brandid semua merek dan mode. Didalam itu juga terdapat lemari khusus perhiasan mahal dan mewah, ditaburi berlian asli.
Didalam itu juga ada meja rias yang lengkap dengan perlengkapan dan peralatan makeup bermerek, serta perawatan kulitnya. Ternyata semua itu sengaja di pesan Soga sebelum mereka menikah, karna Soga tidak mau nanti istrinya kekurangan pakaian dan sepatu, dia ingin memanjakan istrinya dengan barang-barang mewah.
Saat Lala kembali membongkar koper suaminya tiba-tiba Soga masuk keruangan itu, Lala kaget saat Soga bertanya padanya dan memeluknya dari belakang.
"gimana sayang, apa Lala suka dengan semua barang yang abang siapkan untuk sayank, apa masih ada yang kurang, bilang saja, nanti akan abang suruh skretaris abang menyiapkan semuanya!" Soga merasakan kenyamanan saat memeluk istrinya itu, dia menghirup aroma Lala yang menurutnya itu adalah obat penenang untuknya.
" i... ini sih berlebihan menurut Lala, Lala tidak terbiasa dengan ini semua, abang tidak perlu melakukan ini semua, Lala merasa tak pantas menerima ini semua." Lala menjawab sambil membalikan badan menghadap suaminya.
Sayaank, abang bekerja untuk sayang, semuanya milik sayank, banhkan hati abang udah abang serahkan sepenuhnya utuk sayank, abang tidak mau kalau sayang merasa kekurangan, abang ingin sayank bahagia bersama, selama abang mampu, abang akan usahakan semuanya untuk sayank, abang akan lakukan apapun itu semua untuk sayank, sayank ngerti! " Soga berusaha untuk merayu istrinya agar mau menerima semua perlakuannya yang terkesan berlebihan itu.
" tapi ini sangat berlebihan bagi Lala abang, Lala tau niat abang, tapi Lala akan lebih bahagia jika abang menjadi imam yang bisamenuntun Lala ke jannahNya, yang bisa menjaga kepercayaan Lala, Lala tak butuh harta untuk bahagia, Lala butuh abang yang bisa membimbing Lala berjalan kearah yang lebih baik, hingga kita menjadi keluarga yang paling bahagia sedunia. "
" Untuk itu Insyaallah sayank, abang akan berusaha yang terbaik untuk sayank, abang ingin sayank ingatkan abang saat abang salah, abang minta maaf kalu semua ini membuat sayank merasa tidak enak, abang hanya ingin sayank menikmati hasil kerja abang, bolehkah sayank. " pinta Soga dengan harap.
" baiklah, Lala akan terima pemberian abang, Lala akan terima apapun yang abang kasih ke Lala, tapi maafkan Lala kalau misal Lala tidak bisa memberikan abang apa-apa. " ucap Lala yang kian sendu.
__ADS_1
" abang tidak ingin apapun dari sayank, abang cuma ingin sayank tetap slalu disisi abang sampai akhir hayat abang saja bolehkan? " pinta Soga sambil mengelus pipi Lala, Lala hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum dengan manis. Sogapun membalas senyum Lala dan mencium kening Lala dengan penuh cinta.