Suami Possesive

Suami Possesive
Ta'aruf


__ADS_3

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,


Ta’aruf [التعارف] secara bahasa dari kata ta’arafa – yata’arafu [تعارف – يتعارف], yang artinya saling mengenal. Kata ini ada dalam al-Quran, tepatnya di surat al-Hujurat,


يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا


“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu) …” (QS. al-Hujurat: 13).


Di kediaman Soga yang memang kebetulan hari libur juga Soga hanya memikirkan gimana caranya menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya, dia sibuk mondar mandir memikirkan semuanya, dan akhirnya dia memberanikan diri untuk menemui kedua orang tuanya dan menceritakan kegundahannya, dan niat hatinya menta'aruf pujaan hatinya.


Kedua orang tua Soga pun setuju dan tidak sabar ingin bertemu dengan calon mantunya.


"pah, kira - kira seperti apa yah calon mantu kita, mamah udah gak sabar nih ketemu dia."


"yah sudah mah, kita atur pertemuannya minggu depan, saat Soga libur, saat itu semua kan libur mah, gimana??"


"iyah pah, mama setuju!!!" merekapun menyiapa segala sesuatu nya.


Seminggu telah berlalu, keluarga Soga pun bersiap-siap untuk mendatangi rumah Lala, dak setelah sampai tujuan merekepun turun dari mobil, ibu Lala pun kaget melihat kedatangan mobil mewah di depan rumahnya, dan bertanya - tanya.


"mobil siapa yah, perasaan kita tidak punya kerabat yang bemobil semewah ini La?"


"mana Lala tau bu, tapi tunggu bentar bu, perasaan Lala kenal deh sama lelaki itu, oh iya itu kan bos Lala di kantor buk, mau ngapain yah dia kesini, perasaan Lala gak ada urusan apa-apa deh buk sama dia, dan lagi kok dia datang rame gini yah bu, Lala jadi bingung??? "


" ya sudah, karna dia bos kamu kita sambut dulu kedatangan mereka, siapa tau ada hal penting, ya kan?" ibu Lala pun bergegas menemui keluarga Soga, karna memang hari sudah pukul 10 siang dagangan mereka juga sudah beres.


Lalapun cuma mengikuti dari belakang, Lala yang hanya memakai rok cream payung dan baju kaos putih masuk kedalam, dan kerudung yang senada dengan roknya, sederhana tetap cantik, Sogapun melihat nya dengan terpana, "cantik" puji Soga yang memandangi Lala. Lala yang mendengar hanya tersenyum menunduk, yang lain pun hanya bisa menahan senyum.

__ADS_1


Soga dengan stelan jasnya berwarna navy yang membuatnya terlihat tampan bak pangeran negri dongeng. Mamanya soga memakai pakaian sar'i ala kekinian berwarna maron, papa Soga pun juga memakai pakaian stelan jas warna abu-abu tua.


"Asalamu'alaikum maaf ada yang bisa kami bantu tuan nyonya?" tanya ibu Lala.


"wa'alaikumusalam, maaf kedangan kami kesini mengganggu waktu ibuk dan keluarga, kami kesini hanya ingin bertemu dengan keluarga nak Lala, kenalkan saya Ratih mamanya Soga, dan ini suami saya, anak sulung saya Soga"


"oohh, saya Sri ibunya Lala, dan ini putri sulung saya Lala, mohon maaf, suami sya sedang bekerja di ladang orang, maklum, sekarang sedang musim panen." mereka saling salim satu sama lain, ketika Soga ingin menyalimi Lala Lala hanya tangkupkan tangab di dada nya, dan itu membuat Soga sedikit kikuk dan malu.


Ibu Lala pun nenpersilahkan keluarga Soga masuk," maaf kalau tuan dan nyonya jurang nyaman, beginilah kami di desa yang hidup seadanya." senyum ibu Lala pada mereka, yah memang rumah Lala yang sederhana, dengan 3 kamar, 1 kamar mandi dekat dapur, dengan lantai di alas dengan karpet plastik, sementara Lala langsung ke dapur untuk membuatkan minuman kepada tamunya.


" silahkan tuan nyonya tehnya." ucap Lala dan duduk dekat mereka.


Setelah basa bai akhirnya mereka menyampaikan maksud dan tujuan mereka kesana, di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba ayah Lala pulang, dan kaget melihat rumahnya yang rame.


"Asalamu'alaikum, wah ada apa rame-rame ni bu." tanya ayah Lala.


"wa'alaikumusalam akhirnya ayah udah pulang, ini loh yah kenalkan, keluarga bos Lala yah."setelah ayah Lala memperkenalkan diri dia lang izin untuk mandi dulu karna merasa tidak enak habis dari ladang.


" maksud kedatangan kami kesini adalah, ingin menta'aruf nak Lala untuk anak kami Soga, ini permintaan anak kami sendiri bu, yah memang usia anak saya ini suda mau 28th, dan kami pun tidak akan memandang status buk, karna di mata allah kita semua sama." jelas mama Soga.


Ibu Lala dan Lala pun cukup kaget mendengar pernyataan mama Soga, setelah cukup la terdiam akhirnya ibu Lala buka suara


" kalau saya terserah Lala saja nyonya, karna yang akan menjalankan dia, saya hanya akab mendukung keputusannya. "jelas ibu Lala.


Tak lama setelah itupun ayah Lala ikut mendampingi tamunya, dan ibu Lala pun menjelaskan semuanya, ayah Lala pun mengangguk dan memberikan jawaban sama dengan istrinya.


" gimana nak, apa kamu terima ta'aruf nak Soga? " tanya ayah Lala.

__ADS_1


Lala awalnya bingung harus gimana, karna memang dia tidak terlalu mengenal bosnya, dan agak sedikit takut untuk mengiyakan maupun menolaknya.


"berikan Lala waktu seminggu untuk memikirkan ini, Lala harus benar-benar memantapkan hati Lala, karna ini bukanlah perkara yang mudah bagi Lala, dan Lala harap semua mengerti." ucap Lala dengan mantap.


"baiklah nak Lala, kami akan menunggu jawaban nak Lala, kami harap nak Lala menerimanya, karna kami tau kalua nak Lala adalah anak yang baik, baiklah karna maksud kami sudah tersampaikan, kami harap kami tidak mengganggu waktu waktu ibuk dan bapak dan kalau begitu kami permisi dulu, kami akan memberikan waktu untuk nak Lala berfikir, Asalamu'alaikum." keluarga soga hendak berdiri menyalimi keluarga Lala.


" wa'alaikumusalam trimakasih nyonya tuan pengertiannya, kami akan kabari nyonya dan tuan secepatnya begitu Lala dapat jawabannya." merekapun keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil yang memang Sga yang membawa mobil tersebut, karna itu keingin Soga sendiri.


Dikamarnya Lala harap-harap cemas memikirkan ta'aruf tersebut, dia trus saja uring-uringan di kasurnya, dia berpikir, dia harus istiqarah.


Paginya seperti biasa Lala melaksanakan kewajibannya di subuh hari, setelah itu lanjut membantu ibunya di dapur, setelah itu mandi, beres-beres, sarapan, dan berangkat kekantor.


Dikantor Lala berusaha untuk menghidari supaya tidak bertemu bosnya, karna dia merasa canggung, tapi lain dengan Soga, dia mengusahakan supaya bertemu dengan Lala, hinhga dia meminta Lala mengantar kopi keruangannya.


Setelah beberapa hari, lala terus mendapat mimilpi yang sama, hingga akhirnya dia mendapat jawaban dari do'anya. Yidak lupa Lala menyampaikan jawaban tersebut kepada orang tuanya, dan ibu Lala pun langsung menelepon keluarga Soga dan memberi kabar bahagia tersebut.


Setelah menerima telpn dari keluarga Lala mama Soga begitu bahagia dan memberitahu yang lain, dan setelah itupun mama soga meminta Soga memberikan hadiah untuk Lala dari Soga.


Sogapun langsung membeli hadiah untuk Lala berupa kalung berlian, simple tapi mahal, sesuai dengan Lala, Sogapun langsung menuju kekediaman Lala dan memberikan hadiah tersebut langsung kepada Lala dihadapan kedua orang tua Lala, karna memang mereka dilarang berdua-duaan.


Setelah kepergian Soga Lala pun langsung kekamar dan membuka hadiah tersebut dia begitu takjub dengan keindahan kalung tersebut, tidak lupa dia bersukur kepada allah, dan memakai kalung tersebut.


"ya allah, jika dia jodoh ku, maka dekatkanlah kami, jika bukan, maka jauhkanlah kami, amiinnn..... malam pun tiba Lalapun akan menuju mimpi indahnya.


.


.

__ADS_1


.


. Jangan bosan yah readers sayong 😘😘


__ADS_2