
Pagi sekali Lala sudah berangkat kekantor, begitu sampai kantor Lala bergegas membersihkan ruangan Bosnya yang berada di lantai 15, pada saat Lala asik membersihkan ruangan tersebut secara tidak sengaja Lala menyenggol foto bosnya yang ada di meja, saat Lala membalikan foto tersebut ternyata di dalam foto itu ada Soga sedang digandeng adik kesayangannya, dan Soga hanya memasang muka datar tanpa senyum sedikitpun.
"kenapa ada foto pak Soga disini, bukankah ini ruangan bos, atau aku salah ruangan, katanya Soga adalah sekretaris bos, tapi kok disini malah foto dia." Lala pun semakin penasaran dan mulai mencari tahu dan dia mendapatkan bukti ternyata Soga lah bos dikantor ini. Dalam pikirannya kenapa pak Soga melakukan ini?
" apapun itu mending aku gak usah ikut campur deh, nanti aku disangka yang nggak nggak lagi, aku pura-pura gak tau aja deh." Lala kembali meletak semua ke posisi semula, dan saat Lala munuju tanpa sengaja bertemu dengan Soga.
Soga yang juga kaget mendapati Lala habis membersihkan ruangannya berusaha menormalkan ekspresi wajahnya.
" ehem, Lala, kamu habis membersihkan ruangan bos ya?" selidik Soga sambil melihat ekspresi Lala apakah Lala ada mengetahui tentang sesuatu.
"eeh, iya pak, maaf pak, kalau tidak perlu apa-apa lagi saya permisi dulu mau k bawah pak, membersihkan yang lain." ucap Lala sambil menunduk.
"oh ya sudah, jangan terlalu cape yah kerjanya Lala." Soga memberikan perhatian kepada Lala karna memang sangat melelahkan menjadi OB.
"hmm, yah sudah pak, saya permisi dulu." sambil berlalu meninggalkan Soga.
"Aduuhhh, kok dia perhatian gini sih, apa dia selalu sepeeti ini sama semua kariawannya??" batin Lala.
"kalau dia Bos disini, emang kenapa, kenapa harus berbohong, toh usaha dia sendiri kan, au ah bingung aku, mending aku kerja aja yang bener, semangat Lala." Lala menyemangati dirinya sendiri.
Sementara di ruangan Soga memeriksa apakan dia sempat meninggalkan jejak bahwa dia CEO disini, pada saat Soga lihat pas fotonya dengan adik kesayangannya Soga berdecak kesal." sial aku koj ceroboh sih, pasti dia akan heran dengan ini, gima cara aku jelasin ke dia yah?? Jatuh cinta kok ribet gini sih, apa gak ada cara mudah buat cinta, aaaacchhhhh pusing, ini lebih dari pada nahlukin klien." Soga terus saja mengerang.
Sementara Fiko mengetuk pintu dan masuk keruang Soga dan melihat keadaan bosnya yang lumayan kacau.
" kenapa bos, kok kusut gitu bos,apa ada masalah dengan proyek kita bos? "
__ADS_1
" kacau sudah sandiwara kita di depan Lala ko, dia tau kalau saya yg bosnya disini, saya lupa nyingkirin foto ini ko, gimana dong ko, saya harus gimana jelasinnya ko?" tanya Soga pada Fiko.
" apa bapak benaran suka sama gadis itu pak, masud saya bapak serius kan? " ucap Fiko ragu.
" kalau saya gak serius gak mungkin aku kayak gini ko, aku benar-benar ingin dia jadi istri saya, tapai saya takut di tolak ko. " ucap Soga yang mulai frustasi
"kenapa gak bapak langsung lamar aja kerumahnya, biasanya kalau gadis kaya Lala itu hanya mau di ta'aruf pak, karna dia gak akan pernah mau pacaran pak, setau saya sih pak." nasehat Fiko pada Soga.
"tapi saya mana ngerti soal begituan, solat aja masih bolong, bahkan kadang nggak solat saya mah, kamu ada kenalan gak yang bisa ngajarin saya tentang agama, saya mau belajar dan ingin melaksanakan kewajiban saya sebagai muslim juga, udah lama juga saya gak melakukannya. " Ucap Soga sungguh - sungguh.
" bos seriusan bos, demi Lala mau berubah hitu, oh ya bos, kenapa bisa jatuh hati pada Lala bos, padahal banyak cewek cantik dan sexy yang ngejar-ngejar bos, kok bos tolak semua. " tanya Fiko karna menurutnya semua cewek yang mau dekatin Soga cantik dan sexy, bahkan mereka semua dari kalangan atas, tapi kenapa bos nya tidak tertarik sama sekali.
"Entahlah ko, saya juga gak tau kenapa saya jijik lihat mereka yang dadanya kemana-mana, pantatnya apalagi, sumbang bodi sana sini, saya geli lihat wanita seperti itu, bawaannya jijik aja, saya tanya sama kamu, apakah kamu mau beli bakwan yang murah tapi gak di bungkus, malah di lalerin, atau bakwan yang mahal terbungkus, kamu mau yang mana? "
" naaahhh itu maksud saya, ibarat perempuan, yang terbungkus itu sederhana, tapi mahal, tidak ada yabg terlihat kecuali nuka sama tangannya, berarti dia menjaga kehormatannya sebagai wanita, kalau wanita yang berpakaian terbuka macam yng kamu sebutin tadi, sudah tidak terjamin masih terjaga, apalagi suka tebar pesona sana sini, kamu ngertikan maksud saya ko!!!! " tegas Soga.
" ooh, saya s paham maksud bapak, saya dukung bapak 100%, nanti saya akan antar bapak ke tempat seorang ustad di pondok pesantren nurul iman dekat desa Lalan pak, apa baka setuju? " ucap Fiko antusias.
" oke nati saya ikut kamu, ya sudah cepat selesaikan kerja kamu, setelah itu kita langsung berangkat!!!" tegas Soga.
" siap laksanakan bos. " sambil hormat bak komandan. 😁😁
Setelah Soga dan Fiko menyelesaikan pekerjaannya mereka langsung menuju parkiran untuk mengambil mobil,
" paki mobil saya saja!! " perintah Soga.
__ADS_1
Setelah memberikan kunci mobilnya, mereka bergegas ke pondok pesantren dan bertemu dangan ustad Ali, ustad Ali termasuk eorang yang sangat ahli dalam agama, umurnya 35th dan sudah punya 2orang putri, sang ustad di sana menjadi guru ilmu fiqih, yang didalamnya banyak belajar tentang tata cara beribadah, hukum berkeluarga, dan banyak lagi kajian islam lainnya.
Kedatangan merekapun disambut oleh kyai yang punya pesantren tersebut dan juga ustad Ali, karna memang sudah di hubungi dulu oleh Fiko.
"Asalamu'alaikum pak kyai, pak ustad." ucap Fiko sambil menyalimi keduanya dan diikuti oleh Soga.
"wa'alaikumusalam wr. Wb, mari silahkan masuk." kata kyai mempersilahkan mereka berdua masuk.
"makasi pak kyai." jawab mereka serwmpak, dan saat mereka duduk, merekapun menjelaskan maksud kedangan mereka kesana, dan akhirnya di terima oleh ustad dan kyai, Soga meminta Fiko meninggalkannya disana dan mengurus perusahaan selama dia sibuk belajar, dan Fiko pun mengiyakan semua perintah atasan tersebut, Soga pun menyuruh Fiko ubtuk mengantarkan pakaiannya selama berada di sana.
Setelah seminggu lamanya Soga belajar ilmu agama, Soga pun kembali pulang kerumahnya, dan dia masih merahasiakan kepada kedua orangtua nya, karna selama seminggu tidak pulang Soga hanya beralasan keluar kota mengurus kerjaan, tanpa curiga kedua orang tua Soga tidak mempermasalahkannya.
Di tempat Lala, Lala sedang menikmati masa liburnya dengan membantu ibunya dagang, dan jalan-jalan sekitar pekarangannya, tidak lupa ia melihat-lihat anak-anak yang belajar mengaji.
Sebenarnya Lala memikirkan kemana saja bosnya sudah seminggu tidak terlihat, biasanya tiap hari pasti bosnya bakalan ada saja yang ditanyakan.
"eh kok aku mikirin dia sih, aaahhhh ada apa sih dengan ku au ah, gelap!!!! 🙄🙄🙄
.
.
.
. Hallo readers, aku usahakan up secepat mungkin yah, mohon semangati autor yaahhhh makasiiiihhhh, semoga kalian bahagia selalu,,, amiiiinnnnnnn 😘😘
__ADS_1