Suami Possesive

Suami Possesive
Seseorang di masallu


__ADS_3

2 minggu setelah pertunangan berlalu Lala diminta oleh Soga untuk keruanganya segera dan dia ingin membicarakan masalah Lala agar mau berhenti bekerja.


Tok tok tok


"ya masuk!!" ucap Soga.


"permisi pak ada apa ya pak panggil saya?" apa ada yang bisa saya bantu? " ucap Lala agak gugup karna Soga adalah calon suaminya, jadi dia agak gugup bertemu dengan soga.


" silahkan duduk dulu Lala! " perintah Soga dan berjalan ke arah Sofa yang ada di ruangannya, Lalapun mengikuti perintah Soga untuk duduk.


Soga mengerti kegugupan Lala dan diapun sebenarnya juga merasa agak gugup, dan jantungnya ikut berpacu, tapu dia berusaha senormal mungkin untuk berhadapan dengan Lala, batin Soga ini pertama kalinya dia merasakan keanehan berhadapan dengan wanita, karna selama ini dia tidak pernah peduli dengan wanita manapun, tapi semenjak bertemu Lala untuk pertama kalinya dia merasa kagum dan penasaran dengan Lala, hingga akhirnya di memutuskan untuk menjadikan Lala sebagai istrinya, karna di merasa Lala sangat pantas untuk menjadi istrinya.


" emmm maafkan saya Lala mengganggu waktu kamu sebentar, sebenarnya saya ingin membicarakan masalah kamu agar mulai sekarang kamu berhenti bekerja Lala, karna kamu calon istri saya, saya yang akan menanggung hidup kamu nantinya, kalau kamu membutuhkan uang kamu bisa minta ke saya, apapun yang kamu minta insyaallah selama saya mampu pasti saya penuhi, jadi saya mohon sama kamu agar kamu mau berhenti bekerja, dan kamu hanya cukup menjadi nyonya Nugraha saja." pinta Soga pada Lala.


" Tapi kan pak, saya sangat ingin bekerja pak, walaupun sebagai OB." tolak Lala.


" iya saya mengerti kamu sangat ingin bekerja untuk membantu ibu kamu, tapi saya adalah calon suami kamu, kamu akab menikah dengan saya, saya pasti akan membantu keluarga kamu, karna keluarga kamu akan menjadi keluarga saya juga, begitupun sebaliknya, dan didalam agama pun dilarangkan wanita bekerja apalagi jika suaminya mampu, mama juga meminta kepada saya agar kamu segera berhenti bekerja, karna mama tidak ingin calon mantunya kecapean, apalagi dia bekerja di kantor calon suaminya. "


Awalnya Lala menolak permintaan Soga, namun setelah ada sedikit perdebatan antara mereka dan di jelaskan oleh Soga akhirnya Lala mengerti dan menuruti permintaan Soga.


" baiklah pak mulai saat ini saya akan berhenti bekerja, oh ya pak, satu minggu lagi saya akan di pingit, jadi selama satu minggu sebelum akad kita tidak boleh bertemu dan tidak ada komunikasi sama sekali pak, dan bapak tidak akan bisa menghubungi saya sama sekali, karna ini peraturannya, apalagi saya di awasi ibu saya pak, untuk itu saya minta maaf sama bapak kalu seandainya nanti bapak ingin menghubungi saya tapi tidak bisa, kata ibu bapak kalu ibgin tau keadaan saya bapak tinggal hubungi ibu saja!" Lala menjelaskan perkataan orang tuanya karna ntakutnya nanti Soga salah paham jika dia tidak bisa di hubungi.


" oh begitu yah, berat juga yah peraturannya, apa gak ada celah sedikit pun? "kata Soga sedikit agak malu.


" nanti kalau saya rindu gimana? "ucap Soga agak bebisik tapi bisa terdengar oleh Lala, namun Lala pura-pura tak dengar dan hanya agak tersipu malu dengan pengakuan Soga.


" gimana pak, apa bapak ngomong sesuatu." ucap Lala pura-pura bingung.

__ADS_1


" nggak papa kok Lala, yaudah kalau begitu, saya hanya ingin ngomong itu saja, kamu silahkan lanjutkan pekerjaan kamu lagi, ingat ya, besok kamu sudah harus berhenti bekerja!" ucap Soga mewanti-wanti Lala.


" baik pak, terimakasih pak, dan bapak harus ingat tradisi pingit itu ya pak, itu tidak boleh di langgar kata ibu! "


" hmmmm iya Lala, saya akan ingat, dan kamu mulau sekarang berhenti panggil saya pak, panggil yang lain yang kamu sukadan nyaman!"


"baiklah pak, tapi saya harus panggil apa, saya terbiasa memanggil bapak soalnya." ucap Lala polos.


"Terserah kamu saja asal jangan panggilan formal, panggilan yang terdengar akrab,misal mas, honey, bunny, bee, baby, sayank juga boleh." ucap Soga menggoda Lala.


"hehe pak, itu kom terdengar menggelikan menurut saya pak, gini aja deh pak, saya mau panggil bapak abang saja gimana, saya lebih suka panggil abang pak."


"Boleh juga, enak juga di dengar, bang, abang sayank." Soga pun terkekeh dengan ucapan nya.


Lala pun semakin tertunduk tersipu malu karna di goda oleh Soga. Pipinya semakin panas.


"wa'alaikumusalam."


Setelah kepergian Lala, Soga pun kembali duduk di kursi kerajaanya yang begelut dengan laptop dan dokumen - dokumen yang harus dia periksa, Soga pun ingin cepat - cepat menyelesaikan pekerjaannya.


Di tempat lain ada seorang wanita cantik sedang menonton berita gosip dan betapa kagetnya dia melihat yang di beritakan itu adalah Soga dengan tunangannya, dia pun mencari info tentang Soga, Soga adalah CEO nugraha group, dia termasuk pengusaha terbesar di negara ini, matanya terbelalak kaget dengan apa yang dilihatnya, akhirnya dia memutuskan untuk menarik Soga kembali dalam pelukannya.


"aku harus bisa mendapatkan dia kembali, ternyata dulu membohongi ku dengan berpura-pura miskin, bahkan dia lebih kaya dari si bagas sialan itu, pokoknya aku harus bisa mendapatnya kembali, dia harus jadi milikku, aku cantik dan sexy, aku juga seorang model, pasti aku bisa menahlukannya kembali, secara dia dulu begitu mencintai ku." seringai licikpun muncul di wajah wanita tersebut, diapun mencari - cari kontak untuk bisa menghubungi Soga, setelah mendapatkan kontak Soga diapun langsung menghubungi Soga.


Di kantornya Soga sedang sibuk bekerja hingga akhirnya ada telpon masuk dan langsung diangkat.


"Halo Asalamu'alaikum." soga tidak pernah lupa mengucapkan salam semenjak dia belajar ilmu agama.

__ADS_1


"hai apa kabar Soga nugraha?" ucap wanita tersebut.


"baik, maaf saya bicara dengan siapa ya, apa kita saling kenal?" ucap soga bingung, karna dia tak mengenal suara wanita tersebut.


"baru 8th kamu sudah melupakan ku Soga, kamu dulu begitu mencintai ku, begitu mudahnya kamu melupakan cinta mu padaku Soga." dengan percaya diri nya dia mengatakan hal tersebut.


"oh ternyata nyonya bagas raditia, apa kabar nyonya." ucap Soga setengah mengejek.


(Kurang ajar dia berani mengejek ku, awas kamu Soga, akan ku buat kamu bertekuk lutut terhadap ku)


"aku suda lama putus dengan bagas Soga, aku menghubungi mu karna ada hal yang ingin aku bicarakan."


"maaf saya tidak bisa, saya sibuk, apalagi saya akan menikah dengan gadis Pujaan saya, jadi saya tidak bisa, karna saya harus segera menyelesaikan kerjaan saya secepat mungkin." Soga sengaja menekan kata tersebut agar wanita itu mengerti jika dia tidak mau diganggu. Sogapun langsung menutup telponnya.


(tidak tau malu, dia yang mencampakan saya dulu, sekarang pacarnya bangkrut seenak jidatnya mencari saya kembali, dia pikir dia siapa)


Di tempat lain wanita itu sangan kesal hingga mengamuk menerima perlakuan Soga


"tidak bisa, aku harus bisa ketemu kamu, dan mengingatkan cinta kamu ke aku." guman wanita tersebut.


Sementara Soga yang telah menyelesaikan pekerjaannya langsung pulang kerumahnya, sampai rumah dia bersih - bersih karna mau magrib diapun hanya membaca al'quran untuk menunggu waktu magrib, dan setelah itu dia langsung solat, setelah Soga selesai melaksanakan kewajiban nya, Soga turun kebawah untuk berkumpul dengan keluarganya untuk makan malam, suasana makan malan cukup hening, karna papa Soga tidak mengizinkan siaoapun bicara saat makan.


Setelah acara makan usai barulah papa Soga buka bicara.


"Nak apa kamu sudah menentukan tema pernikahan kamu, acara kita tinggal 2minggu lagi, kamu harus segera menyiapkan segala hal berhubungan dengan pernikahan kamu, jangan lupa untuk mengundang kolega bisnis kita didalam maupun luar negri, papa juga mau pernikaha kamu di siarkan di TV karna papa tidak ingin trjadi salah paham di antara orang-orang yang ingin mengganggu hubungan kamu, kamu mengerti." tegas sang papa.


"iya pa, mama juga setuju pa, mama juga gak mau kalau sampai Lala juga mengalami hal yang sama kayak mama dulu, orang-orang tida percaya kalu mamaini istri papa kamu, karna kami menikah tidak dengan pesta mewah, hanya dihadiri keluarga dan orang terdekat saja, spai akhirnya papa mengumumkan lewat TV kalau mama dengan papa sudah menikah." Sambung mama Soga.

__ADS_1


__ADS_2