
Subuh ini Lala sudah mulai solat kembali karena memang sudah habis masa haidnya, Lalapun seperti biasa membaca kitab Alqur'an setelah melaksanakan solat subuh, saat Lala mengaji Soga terbangun dan mendengar suara merdu istrinya saat mengaji, diapun langsung mencari istrinya kedalan ruangan pakaian tempat istrinya solat.
Soga begitu kagum mendengarkan suara merdu sang istri mengaji hingga diapun menjadi sangat ingin pandai mengaji seperti istrinnya.
Sogapun tersadar bahwa belum solat dan diapun langsung kekamar mandi untuk mandi dan solat, Lala sudah selesai mengaji dan menyiapkan pakian untuk suaminya dan dan membereskan tempat tidurnya. Usai membereskan tempat tidur Lala turun untuk menyiapkan sarapan pagi.
Soga yang selesai solat mencari keberadaan istrinya namun tak dapat ditemuinya, dia ingin mencari istrinya untuk mengatakan bahwa dia ingin sekali lancar baca Alqur'an. Sogapun mencari kebawah dan melihat istrinya sedang memasakan sup daging spesial hari ini, untuk semuanya, hingga tercium aroma sangat lezat dari maskan Lala dan itu membuat Soga memasuki dapur dan menghampiri Lala sambil memeluk Lala dari belakang dan itu membuat Lala terperanjat kaget hingga hampir saja mau memukul Soga dengan sendok yang dia egang dan berhasil di tangkap tangan Soga.
"ini aku sayank." ka Soga memegang tangan Lala saat akan memukulnya.
Mata Lala melotot ternyata itu suaminya diapun langsung memalingkan wajahnya menutupi rasa canggungnya.
"abang ni bikin Lala kaget aja." kata Lala sambil menunduk meremas-remas pengaduk yang dia pegang sambil mengatur nafas karena kaget campur malu sebab sekarang mereka da di dapur dan siapa saja bisa meliha mereka.
"maaf sayank, abisnya baunya enak banget, jadi abang kesini tengok sayank dan abang jadi meluk sayank karena abang kagum tengok sayank masak." ucap Soga dengan tampang yang di buat seimut mungkin.
"iya abang ni main peluk-peluk aja, ini kan di dapur, siapa saja bisa lihat tau, kan malu, wajarlah Lala kaget, abang bikin jantung Lala mau copot aja tau gak." ujar Lala sambil memanyunkan bibirnya, Soga yang gemas melihat bibir istrinya mencomot dengan tangannya sambil di goyang kiri kanan.
" kalo copot tinggal pasang lagi aja sayank 😂 tapi bibir ini bisa nggak jangan diginiin, abang jadi gemas pengen gigit ni tau gak yank." Lala berusaha melepaskan tangan Soga dari bibirnya dan balik badan sambil melihat maskannya manggerutu kesal.
"abang ni sejak kapan bisa bercanda, perasaan abang itu kaya es, muka tembok?" Sogapun tersenyum geli mendengar penuturan istrinya.
__ADS_1
"itu sih cashing diluar sayank, kalo sama sayank beda, nanti bini abang yang menggemaskan ini takut tengok muka abang yang handsome ini jadi menyeramkan." Lala yang mendengar perkataan suaminya menghembuskan nafas jengah mendengar perkataan suaminya yang terlampau PD sambil memutar bola mata malas.
(tapi emang ganteng sih, ya tapikan gak usah segitu juga kali) batin Lala, Lala mematikan kompoenya dan mulai menyalin ke wadah namun dilarang Soga.
"sayank biar abng aja, nanti tangan sayank kena air panas!" Soga berusaha mengambil wadah yang di pegang Lala. Namun ditarik kembali sama Lala.
"abang ni kenapa sih, ini kan pekerjaan Lala, Lala juga udah biasa dengan ini." Namun Soga menarik kembali.
"nggak, abang nggak mau tangan sayank tersiram sup panas ni, nanti tangan sayank sakit, sayank mesti ingat besok pagi adalah resepsi kita, dan abang nggak mau sayank kenapa - kenapa." Lala menarik kembali wadah itu.
"abaang ini tu udah biasa juga Lala lakuin, gak akan terjadi apa apa, Lala hati-hati kok melakukannya!" saat terjadi tarik-tarikan tiba-tiba.
PRANKKKKKKK.....
"sayaaankk ada apa ini, kenapa kalian ribut?" Ratih berjalan kearah mereka pura-pura tidak tau apa yang terjadi. Dedi yang juga kaget mendengar ada yang pecah juga langsung melihat kedapur melihat yang terjadi.
"stop disana ma, nanti mama kena pecahannya,sayank kamu jangan bergerak, nanti kamu menginjak pecahaanya, biar abang bereskan." ucap Soga.
"tidak usah tuan muda, biar bibi aja yang beresin, tuan bawa nyonya muda aja ke luar dari dapur ini, nanti biar bibi yang akan menghidangkan makanannya tuan" pinta bi Ina.
"kalian ini kenapa, kok bisa ada yang pecah." Lala hanya menunduk malu dengan kajdian itu saat ditanya, Soga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mama menahan senyumnya dan berbisik pada suaminya, Papa Soga hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan mama yabg dibisikannya.
__ADS_1
Soga merasa sedikit bersalah pada istrinya dan dia berusaha mendekati Lala sambil menghindari pecahan kacanya dan menggending Lala dari sana, Lala yang tak siap terpekik kaget saat Soga menggendongnya ala bridal style.
Lala menepuk-nepuk bahu Soga minta diturunkan, namun tak dihiraukan Soga,Soga dengan santainya menggebdong Lala dari sana.
"tenang sayank, nanti sayank jatuh." bisik Soga.
"abaaang Lala maluuu." Lala menyurukan mukanya yang merah padam karena malu. Orang tua Siga hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya.
"sama suami sendiri kok malu, abang nggak mau nanti kaki sayank terluka, jadi saynk mesti tenang okeee..!" Lala hanya diam saja dan menyembunykan wajahnya.
(aduuh nih orang gak tau apa, malunya setengah mampus tau nggak sih, dia malah santai aja lagi, ini di depan orangtuanya lagi, bikin aku gak berani lagi menampakan wajah di depan orangtunya) gerutu Lala dalam hati)
Sogapun menurunkan Lala di kursi neja makan dan berjongkok melihat apakan ada yang pecahan yang mengenai kaki istrinya.
"abang ini berlebihan, Lala gak papa, lihatkan."
Soga masih terus malihat dengan detail kaki sang istri yang sangat putih mulus dibalut leging hitam dan hanya nampak punggung kaki Lala dan telapak kakinya, karena Lala mamakai pakaian mode gamis warna coklat dengan sedikit hiasan di pinggang, sangat cantik ditubuh Lala, walau itu tidak menampakan lekuk tubuh Lala, dan memakai leging sebagai pengaman agar tak ada yang bisa melihat auratnya, karena ini dirumah Lala tidak pakai kaos kaki dan memakai sandal rumahan.
Siga tersenyum mengelus kaki Lala setelah memastika tak ada yang luka Soga kembali berdiri dan mencium kening istrinya.
"wak pa, sepertinya kita bakal cepat dapat cucu ni pa." ujar mama saat menfhampiri mereka, papanya hanya mengangguk tersenyum.
__ADS_1
Setelah bi Ina menghidangkan makanan yang dibuat Lala, mereka makan debgan tenang dan lahap diiringi perbincangan ringan tentang resepsi besok yang persiapannya hampir 100%.