Suami Possesive

Suami Possesive
Hari pernikahan 3


__ADS_3

Setelah mereka puas menggoda pengantin itu merekapun mengiringi sang pengantin untuk duduk di pelaminannya.


"sayang, kamu gugup ya?" goda Soga pada Lala, Lala semakin merah padam menahan malunya, rasanya ingin saja dia sembunyi di lubang semut, tapi sayangnya gak muat 😄😄.


(ini orang gak ada henti-hentinya menggoda ku, rasanya ingin ku jitak ampek bengkak kepalanya, untung suami, kalau gak udah kayak peyek kamu bang) Lala memaki Soga dalam hati.


(huuufff rasanya ingin saya dekap dia di pelukan saya, saking gemasnya liat tingkahnya, andaikan kita saat ini berdua saja, udah pasti kamu gak bisa lepas dari dekapan saya Lala) Soga yang merasa gemas hanya bisa pasrah dan berharap acara ini cepat selesai hingga dia bisa berduaan dengan istrinya.


Soga hanya senyum-senyum memandang Lala, sedangkan Lala berusaha menghilangkan kegugupannya dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain hingga para tamupun meminta sesi berfoto dengan pengantin setelah bersalaman memberi selamat kepada mereka.


Karena pakaian berbeda dengan sebelumnya, sang foto grafer kembali meminta pengantin berfoto berdua hingga begitu banyak pose yang mereka lakukan, setelah sesi foto usai hari sudah ashar, merekapun kembali melaksanakan kewajiban, seperti sebelumnya, laki-laki ke masjid, perempuan dirumah.


Karena Lala sedang haid, dia hanya berganti pakaian dengan pakaian biasa dengan hijabnya hendak mandi lagi karna memang dia kalu lagi haid suka sekali membersihkan tubuhnya yaitu dengan mandi, tidak lupa dia membawa pakaian ganti kekamar mandi, setelah selesai mandi Lala langsung berpakaian di dalam kamar mandi.


Lala memakai gamis sederhana namun tetap cantik di Lala dan lengkap dengan hijabnya, walaupun tanpa makeup tapi tak mengurangi kecantikan Lala.


Lala memiliki mata bulat besar yang indah, lengkap dengan bulu mata yang lentik, alis hitam yang tebal namun rapih, hidung yang mancung, bibir yang mungil kemerahan namun sexy, lengkap dengan pipi agak cubby dengan kulit yang halus dan putih bening bercahaya, sehingga siapapun melihat akan terpesona, apalagi Lala orang yang pintar, baik, dan soleha.


Lala kembali kekamarnya dan duduk di depan meja rias, dia memakai bedak baby sedikit kewajahnya agar tampak segar dan mengolesi liptin yang warna bibir ke bibirnya, kalu dipandang-pandang Lala mirip dengan boneka barbie.


Setelah selesai Lala dikagetkan Soga yang masuk kedalam kamar, Lala yang merasa gugup berusaha untuk menghindar dengan keluar dari kamarnya, namun saat Lala akan berjalan menuju pintu dengan kepala menunduk dihadang oleh Soga.


"mau kemana kamu sayaaannkkk." Soga sangat tau kalau Lala berusaha menghindar darinya karna malu padanya.


"eheh, hmmm i... i... itu, Lala hanya mau membantu ibu, abang mau mandi kan, Lala siapkan dulu air mandi untuk abang ya?" kata Lala menahan gugup sambil meremas-remas pakaiannya.


"tunggu dulu, temani saya dulu disini, tolong kamu gantikan pakaian saya dulu, kamu istri saya kan?" goda Soga dengan senyum menyeringai.


Lala kaget saat diminta menggantikan pakaian Soga, mukanya semakin merah dan tangannya semakin meremas pakaiannya.


(astagfirullah al'adzim, gimana ini ya allah, aku makin malau kalu kayak gini, minta digantiin baju lagi, gimana ini, rasanya ingin nangis saja aku) bati Lala mengerinyitkan dahinya.


"tapi abang nanti mau makan juga kan, Lala juga harus siapkan makan malam juga, nanti kita terlambat makan." Lala berusaha membujuk Soga agar mau melepaskannya.

__ADS_1


"sayaaang, aku hanya minta gantiin baju aku saja kok, kan gak lama, cuma sebentar aja." Soga semakin ingin nenjaili istrinya dan dia menarik Lala agar menghadap kepada dirinya, saat mereka berhadapan begitu terasa dekat hanya berjarak beberapa centi, dan itu membuat dada Lala terasa sesak saking degdegan berada dekat Soga.


(Allahuakbar, kenapa ini jantung ku, rasa mau copot aja ni jantung) Lala berusaha mengatur nafanya yang agak sesak.


Sogapun merasakan hal sma dengan Lala, dia berusaha manahan gejolak di hatinya yang semakin membara saat berhapan dengan Lala. (pingin aku ***** aja bibirnya, tapi aku takut dia akan marah) Soga menelan salivahnya dengan bersusah payah.


Lala burusaha untuk melepaskan diri dari Soga, diapun mulai memikirkan cara agar dia bisa lepas.


Ting.... 💡


"abaaang, Lala boleh gak ke toilet bentar, udah gak tahan ni..." Lala memasang mata hazelnya agar Soga luluh sama dia.


(cih dia berbohong demi menghindari ku, tapi kok imut banget yah kayak gini)


Soga nampak berpikir dulu melepaskan mangsanya.


"oke, kali ini abang lepaskan Lala, tapi awas nanti malam, Lala takan abang lepaskan lagi." Soga tersenyum licik pada Lala.


(wah kok aku manis banget di depan dia yah, ketularan dia nih) guman Soga memikirkan caranya yang manis kepada Lala.


(bisa mati berdiri kalauaku kayak gini terus, malam ini fia juga harus nginap lagi disini, mampus kamu Lalaaaaa, oh iya yah aku kan lagi haid, jadi dia tidak akan bisa macam-macam sama aku) Lala kembali tersenyum memikirkan gimana ekspresi Soga ketika tau kalau Lala lagi haid 😊


Lalapun bergegas ke dapur membantu ibunya menyiapkan makan malam nanti, karna mereka ada banyak tamu, jadi mereka menyiapkan makanan agak banyak.


"afuh sayaaank, kamu tu ngapain sih bantu ibu segala, sana temani suami kamu, masa pebgantin baru di dapur, sana masuk kamar." usir ibu Lala.


"iya nih Lala sayaaannnkkk kamu tu harusnya dikamar sama Soga suami kamu sayank, kan kalian udah sah nikah, masa kamu tinggalin suami kamu sendirian di kamar." imbuh mama Soga.


"tapi Lala kan hanya mau bantu aja bu mah, lagian abang Soga juga mau mandi, Lala mau ini baru mau nyiapin air mandi buat dia." Lala sebisa mungkin ingin bertahan didapur agar tidak di usir kembali ke kamar karna takut dengan kejadian tadi pas dia di kamar.


"ya sudah, abis siapin air mandinya kamu harus masuk kamar siapin pakaian suami kamu, dan tunggu di kamar sampai dia abis mandi!" perintah mama Soga.


Baru Lala ingin menyahut langsung dapat tatapan mengerikan dari kedua orang itu membuat nyalinya menciut tidak lagi berani membantah perkataan kedua orangtua tersebut, Lala dengan gontai mengikuti perkataan ibu dan mama mertuanya tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai menyiap air mandi suaminya Lala kembali ke kamar untuk memanggil suaminya mandi dan diapun langsung membuka koper suaminya untuk menyiapkan pakaian bersihnya, setelah memilih baju yang dirasa cocok sama Lala, Lalapun memberikan baju itu pada Soga dengan kepala sedikit menunduk guna menghindari tatapan suaminya.


Soga yang kala itu sedang memeriksa email di HPnya tiba-tiba berhenti ketika melihat Lala yang masuk dengan kepala yang di tundukan, melihat tingkah istrinya Soga berusaha membuat istrinya melihat kearahnya, Sogapun mengangkat dagu Lala ketika menerima pakaian yang di berikan Lala.


"Lala kenapa nunduk terus dekat abang, kan abang udah sah jadi suami Lala, kan udah muhkrim." kata Soga sambil memegang dagu Lala.


"bu... Bukannya hitu, hanya saja Lala belum terbiasa, Lala masih maluuu." ucap Lala dengan pelan.


"mulai sekarang Lala harus membiasakan diri dengan abang, karna abang ingin tetus memandang wajah cantik Lala, mengerti sayank!" ucap Soga pada Lala dan memandangi setiap detail wajah Lala.


Blusssshhhhh... Wajah Lala serasa memanas mendengar gombalan Soga, dan itu sukses membuat Lala makin tersipu malu, resanya Lala ingin menenggelamkan mukanya ke dalam kolam saking malunya.


"hmmmmm.... I... Ya akan Lala usahain yah abang ya, tapi sekarang abang mandi dulu ya, ini pakaian ganti untuk abang langsung ganti di kamar mandi yah, karna kamar mandinya ada dekat dapur, orang masih rame dirumah." tutur Lala mencoba mengalihkan perhatian Soga.


Sogapun memeriksa pakaian yang diberikan Lala,seolah serasa ada yang kurang.


" sayank, ini kok dalamnya belum ada." Lala yang mendengar itupun merasa salah tingkah.


(masa iya aku juga harus nyiapin dalamannya, kan malu banget)


"abaaang, soal dalamannya boleh gak abang yang ambil sendiri, Lala malu lah kalu harus menyentuh barang pribadi abang." Lala berusaha merayu Soga dengan wajah polosnya.


Sogapun mengerti dan mengambil dalamannya sendiri, diapun bergegas kekamar mandi karna dia juga merasa sangat gerah dan lengket.


Setelah usai mandi Soga langsung wudhu karna waktu magrib hampir masuk, diapun sampai kamar langsung menyisir rambutnya dan pamit pada Lala langsung ke masjid sama ayah dan papanya.


"sayank, abang ke masjid dulu yah."


"iya abang hati-hati." ucap Lala.


Setelah Soga pergi ke masjid Lalapun kembali menyiapkan tempat makan di atas karpet lembut, karna rame tidak akan muat jika memakai meja makan, ketika Lala mengjidangkan sajiannya mama dan ibu yang selesai solat kaget melihat Lala yang sudah lebih dulu menyiapkan hidangan.


"wah rajin sekali mantu mama, udah tersaji saja makanannya, apa kamu udah solat sayank, biar kami aja yang lajutin." kata mama mertuanya pada Lala.

__ADS_1


"Lala sedang berhalangan ma, tafi pas Lala mau solat dzuhur ternyata Lala datang bulan ma." ucap Lala dengan polos.


Mertua dan ibunya mendengar itupun hampir saja meledakan tawanya memikirkan nasib Soga malam ini yang tak bisa menyentuh istrinya.


__ADS_2