
Malam itu mereka sangat menikmati makan malamnya bersama walau tanpa meja makan dan makan beralas karpet lembut namun membuat suasana dirumah itu menjadi hangat dengan perbincangan yang menyenangkan.
"kalian mau berencana bulan madu kemana nak." tanya Papa Soga.
Lala yang me dengar kata bulanmadu tersendak karna kaget
Ohon ohok...
Sambil memukul-mukul dadanya, Soga dengan sigap memberikan minum kepada Lala, Lalapun meneguknya hingga habis.
"nanti akan saya bicarakan dengan Lala pa, mungkin kami akan bulan madu setelah resepsi minggu depan." jawab Soga dan itu diangguki oleh papanya.
Setelah selesai acara makannya, Lala membantu ibu dan mertuanya membereskan semuanya, sedangkan para pria. Elanjutkan obrolannya, hingga Sogapun pamit ke kamar dengan alasan mengecek emailnya.
" maaf pa yah, saya pamit mengecek email dulu, setelah dapat anggukan Sogapun bejlan menuju masuk ke kamarnya.
" anak saya itu adalah anak yang pekerja keras, dia sangat sibuk sekali, bahkan jarang meluangkan waktu untu kami, semenjak dia menamatkan S2nya saya meminta dia langsung memimpin perusahaan saya, karna maklum memang saya sudah mulai tua, dan butuh istirahat juga, hingga saya melimpahkan tanggung jawab padanya, tapi saya harap karna dia sudah menikah saya ingin dia mengurangi kegiatannya di kantor, agar istrinya merasa tidak terabaikan." kata papa Soga, nama asli papa Soga adalah Dedi nugraha, dan ayah Lala adalah Rahmad aslan.
" iya pak Dedi, saya mengerti dengan kesibukan nak Soga, saya hanya berharap putri saya bahagia dengan pernikahannya, karna memang dia putri sulung kami, dia dulu ingin sekali melanjutkan pendidikannya, dia dapat beasiswa di UI, mengingat biaya hidup yang serba mahal, diapun mengurungkan niatnya kuliah, dia ingin membantu keluarga dengan mencari pekerjaan, dia anak yang baik, kami merasa iba dengan dia, karna kemandiriannyalah kami sangat bangga memiliki anak seperti dia, dia bukan tipe anak yang suka neko-neko. "jawab ayah Lala.
Dirumah itu hanya tinggal keluarga Soga dan keluarga Lala, selesai mengerjakan tugas mereka mereka ikut gabung dengan pata suami, karna Elma masih sekolah dia masuk kekamar untu belajar.
" loh, Soga mana pa?" tanya mama sambil menghidangkan kopi untuk para pria tersebut.
"udah dikamar, katanya mau cek email, mama tau sendirilah anak satu itu." adik Soga tidak bisa ikut karna masih harus kuliah dan tidak bisa pulang, karna dia masih harus menyusun untuk wisudanya, namun dia akan pulang jika resepsi di kita S nantinya.
"ooh yausah, Lala sayank, kamu temani gih suami kami, ni bawakan kopinya sakali." perintah mertuanya.
"ba...baik ma." Lala tak dapat menghindar kali inipun hanya pasrah dan ikut saja kata mertuanya.
Langkah demi langkah Lala berjalan dengan hati yang berkecamuk, rasanya ingin sembunyi saja kali ini, dia gak sanggup berhadapan dengan suaminya.
(lama-lama bisa mati berdiri aku kayak gini) batin Lala.
__ADS_1
"oh iya buk Sri, pak Rahmad kami pamit pulang dulu yah, nanti keburu malam lagi kami dijalan." kata Ratih.
"apa gak nginap disini saja bu Ratih dan pak Dedinya, nanti kami siapkan kamar untuk kalian menginap." jawab Sri.
"gak usah repot repot buk Sri, biar kami langsung pulang saja, karna harus ada yang kami urus saat ini." jawab Dedi.
"ya sudah kalau gitu, kapan-kapan nginap yah!" ucap Sri.
Mereka tersenyummengangguk dan ingin pamit pada anakdan mantunya.
Lala yang sudah sampai kamarnya langsung meletakan cangkir kopi untuk suaminya diatas meja disamping suaminya.
"ini kopi buat abang!" kata Lala.
Sogapun menganggukan kepalanya yang masih menatap layar ponselnya. Lalapun memutari ranjang dan duduk di seberang suaminya. Lala juga memainkan ponselnya untuk menghilang kegugupannya.
Tok tok tok...
"Lalaaaa, nak Sogaaa..., mama kalian mau pamit ni nak, ayo keluar sebentar." keduanya saling pandang dan bergegas kepi tu dan kluar darikamarnya.
"kenapa mama dan papa gak nginap aja?" tanya Lala.
"papa sama mama ada yang perlu di urus nak, nanti kapan-kapan papa sama mama akan menginap."jawab Dedi. Soga dan Lala menyalimi keduanya dan mengantar keduanya naik mobil dan menunggu mobil mebjauh dari pandangannya.
Merekapun semuanya masuk kedalam rumah, Soga dan Lalapun masuk kembali kekamarnya setelah pamit kepada ayah dan ibunya,sesampai kamar Soga menanti Lala menutup pintu dan berbalik hingha Lala yang tidak sadar Soga berbalik kaget hampir jatuh karnah refeks mau mudur, Sogapun dengan sigap menangkap Lala.
Dugdug... dugdug... dugdug
Suara jantung mereka seakan terdengar begitu keras saat jarak mereka dengan posisi Soga memeluk Lala, sedangkan Lala posisinya memegang lengan Soga, Lala tersadar dan ingin melepaskan diri dari Soga, namun Soga sudah mengunci Lala salan dekapannya, ketika Soga ingin mencium bibir Lala, Lala refleks menutup bibirnya dengan tangannya, Soga yang melihat itupun merasa bersalah dan melepaskan Lala kembali.
Lala yang melihat suaminya yang kecewa merasa bersalah dan berusaha minta maaf dan menjelaskan semuanya.
"abaaang..,,, maafkan Lala yah bang, Lala tidak bisa melakukan sekarang..." kata Lala dipotong oleh Soga.
__ADS_1
"abang yang harusnya minta maaf pada Lala, abang udah lancang sama Lala, abang tau kalau Lala belun siap, apalagi kita belum lama kenal, maafin abang yah, abang terbawa suasana saja, karna abang sangat bahagia dan ingin slalu dekat Lala." ucap Soga memandangi Lala.
" abang Lala belum selesai bicara udah di potong aja, Lala cuma amau bilang, bukan itu maksud Lala, tapai Lala saat ini tidaka bisa karna Lala sedang halangan abang, itupun datangnya pas tadi siang. "ucap Lala dengan polosnya.
" apa, halangan, halangan apa maksud Lala, abang gak ngerti, tadi siang, emang kenapa? " tanya Soga bingung.
" hmmm halangan maksud Lala datang bulan, itu sebabnya Lala nolak abang." ucap Lala dengan pelan sambil menundukan kepalanya.
"hah..., berarti gagal dong malam ini, emang biasanya Lala berapa Lama itu halangannya." tanya Soga dengan penasaran.
"emmmm biasanya sih paling lama satu minggu."
"berarti pas resepsi kita dong abisnya, baiklah tidak masalah, abang akan tahan, tapi awas kamu nanti pada saat habis resepsi, kamu tidak boleh nolak, kamu harus jadi milikku seutuhnya, jangan harap bisa lepas, dan kita akan honeymon selama satu minggu." ucap Soga menatap Lala dengan nada mengancamnya diiringi seringai liciknya untuk menekan istrinya.
Lala yang mendapatkan kata-kata yang terdengar seperti mengancam itu hanya bisa menelan ludah sambil melotot dan memikirkan nasibnya yang akan dihajar oleh suaminya, maksudnya hajar di ranjang
(merinding aku, huuh dasar mesum) umpat Lala dalam hati.
"ya sudah, yuk kita tidur, kamu pasti juga capek kan." ucap Soga menarik tangan Lala ke tempat tidur.
"nolehkan abang peluk Lala saat tidur." pinta Soga pada Lala lagi, Lala merasa tidak enak menolaknya hanya mengangguk, karna dia tidak mau jadi istri durhaka, dia ingin jadi isri soleha dan berbakti kepada suami.
Soga yang mendapatkan izin istri ya langsung memeluk Lala damencium kening Lala sebelum tidur, seketika Lala teringat kalu suaminya belum solat isa.
"oh iya, abng idah solat isa belum?" tanya Lala mengingatkan Soga.
"oh iya yah, abis kalau dekat Lala abang suka lupa waktu, heheee." Soga memasang tampang imutnya di depan istrinya.
(duuhhh imutnya suamiku, ingin aku gigit pipinya, tapi kok bosa yah dia bersikap kayak gitu, setauku di kantor dulu dia sanagt dingin dan datar) Lala kembali mengingat sosok soga dikantor, dia menggeleng-geleng mengingat kelakuan suaminya berbanding terbalik jika dengan dirinya.
Sogapun melaksanakan kewajibannya, dan Lalapun menunggunya dengan setia hingga suaminya selesai solat, selesai solat Soga kembali naik ketempat tidur dan menghujani Lala dengan ciuman diseluruh wajahnya karna berterimakasih sudah mengingatkannya.
"makasih sayang sudah mengingatkan abang, jadilah selalu pengingat abang jika abang terlupa." ucap Soga menatap harap pada istrinya, Lala tersenyum mengangguki pernintaan suaminya itu. Lala tidur tetap memakai hijabnya, karna dia masih malu membuka auratnya di depan suaminya, dia sudah mulai membuka hati, namun masih ada rasa malu pada dirinya.
__ADS_1
Merekapun berdo'a sebelum tidur hingga mereka tetlelap dengan posisi berpelukan hingga subuh.