
Soga hanya mengikuti keinginan orang tuanya tersebut, karna memang ada baiknya juga perkataan mereka, takut kalu nanti ada yang menghina latar belakang intrinya.
"baik lah pah mah, terserah mama papa aja maunya gimana!"
"ya sudah biar nanti soal itu papa yang urus, kamu urus saja yang lain, sekalian papa akan mengatur untuk bulan madu kalian setelah menikah." kata sang papa antusias, karna papa Soga adalh orang yang baik dan hangat, sangat berbeda dari soga yang dingin yang orang tuanya sendiri tidak tau kenapa anaknya seperti itu, padahan dulu anaknya tidak seperti itu, semenjak anaknya minta pindah anaknya berubah, dan mereka senpat bertanya pada Soga tapi Soga tidak mau menjawabnya, Soga selalu bilag tidak apa-apa hanya sibuk masalah kantor dan mengurus orang - orang yang curang, namun orang tuanya hanya bisa pasrah dengan siplkap dingin anaknya tersebut, tapi semenjak dia bertemu Lala Soga mulai menghangat kepada keluarganya, ya walaupun di luar dia tetap dingin, karna tak ingin orang lain meremehkannya.
"sayank, kamu mau ajak istri kamu bulan madu kemana? Mama gak mau yah kalau sampai habis menikah kamu hanya kerja, kamu harus ambil cuti untuk bulan madu! Tegas sang mama.
" iya ma pa, soal bulan madu nanti saja saya pikirkan. "(gimana cara ngajaknya bulan madu, dia saja baru kenal saya, pasti dia kaget soal bulan madu, apa di mau yah di ajak bulan madu) dalam hati Soga bertanya-tanya.
"ya sudah, pokoknya habis nikah kamu harus ajak istri kamu bulan madu, oke!" tegas mama.
Soga menghela nafas panjang dan mengangguk saja.
"oh ya nak, kalian habis nikah tinggal disini kan?" tanya sang papa.
"nggak pa, saya sudah membeli rumah utuk tinggal kami nanti, kami hanya ingin hidup mandiri dengan istri saya." yah, soga tidak ingin diganggu jika habis menikah nanti, dia ingin sangat dekat dengan istrinya nantinya,mengingat cara mereka akab menikah.
" ya sufah kalu begitu terserah kamu saja, yang penting kamu bahagia dengan istri mu."
Sogapun memberikan senyuman dan meminta mamanya untuk menemani Lala fitting baju penganten besok, karna dia tidak ingin Lala meresa tak enak jika berdua dengan dia, apalagi Lala masa di pingit. Mama Soga mengiakan permintaan anaknya.
Keesoakan harinya mama soga datang bersama sopirnya kerumah Lala untuk menjemput Lala untuk fitting baju pengantin.
"Asalamu'alaikum" ucap mama Soga setiba di depan rumah Lala.
"wa'alaikumusalam." ibu Lala menyahut dari dalam dan keluar menyambut tamunya.
__ADS_1
"eh bu ratih mari bu silahkan masuk." ibu Lalapun menuntun mama Soga duduk di sofa ruang tamu.
"sebentar ya bu, saya bikinin minum dulu." hanya di balas senyuman oleh mama Soga, ibu Lalaa pun sembari membuatkan minum untuk tamunya menmanggil Lala dulu, dan Lalapunkeluar dari kamarnya lengkap dengan hijabnya takut kalu ada tamu laki-laki.
Lalapun manghampiri dan menyalimi camernya aliaas(calon mertua)
"eh ibuk, ada apa yah buk, ibuk sama siapa kesini?"
"sayank, kamu jangan panggil ibuk lagi, kamu harus panggil mama!" tegas Ratih.
"eheh, i...iya ma....ma" lala tergagap dan canggung dengan panggilan itu.
"gini sayank mama mau ngajak kamu hari ini ke butik untuk fitting baju penganten, kamu siap-siap gih, mama tunggu!"
"hmmm boleh gak buk eh maksud Lala mama, Lala ajak ibu Lala?" tanya Lala ragu-ragu.
Ibu Lala pun menyuguhkan beberapa kue kering dan teh hanyat pada calon besannya
"mari buk silahkan diminum."
"eh iya buk Sri, saya mau ajak Lala pergi fitting baju pengantin, ibuk juga ikut yah, sekarang lebih baik buk Sri siap-siap soalnya Lala lagi siap-siap." Ratih pun memerintahkan Sri segera bersiap untuk menemabi anaknya, Sri pun mengangguk dan segera bersiap, Lala yang sudah siap menemani camernya menunggu ibunya dan membicarakan yang ringan-ringan saja untuk mengisi kecanggunga Lala.
Setelah semua siap, merekapun berangkat dengab mengunakan mobil alpard Ratih dengan Lala di belakang Ratih dan ibunya di tengah selama perjalanan mereka banyak mencerikan tentang masa kecil anaknya masing yang menurut Lala sikap Soga sekarang tidak sesuai dengan yang di ceritakan Mama Soga.
(kok beda sekali yah cerita mamanya Soga, apa ada sesuatu dengan dia sehingga begini) batin Lala.
Sampai butik mereka turun dan bergandengan tangan bertiga dengan Lala di tengah, mereka besenda gurau hingga tidak sengaja Ratih menyenggol seorang gadis yang sangat sexy dengan pakian minim dan Ratih pun minta maaf pada gadis itu, namun sang gadis malah marah-marah dan ingin memukul Ratih namun dengan cepat Lala menyambar tangan gadis itu menatap tajam kepada gadis itu.
__ADS_1
"maaf yah nona, mama saya sudah minta maaf pada anda kenapa anda bertindak tidak sopan, dia ini orang tua yang harus kita hargai apa anda tidak pernah belajar sikap sopan santun!" tegas Lala yabg agak emosi.
"kamu siapa yang sok ngajarin saya sopan santun hah, dasar perempuan rendahan, kamu tidak tau siapa saya hah." balas gadis itu tak kalah bringasnya.
Dari kejauhan seseorang memperhatikan dari dalam mobilnya, dia merasa emosi mamanya diperlakukan tidak baik sama wanita itu, tapi dia senang dengan keberanian Lala diapun menelepon sekretarisnya untuk mencari info tentang gadis itu, sepertinya dia harus sedikit diberi pelajaran, yah dia adalah mantan Soga yang sudah sangat berubah di butakan oleh kekayaan, namanya adalah Luciana lucinta, dia menjadi model beberapa tahun ini ya walaupun baru mulai naik daun.
"saya memang tidak tau siapa kamu, tapi dimata Allah manusia itu sama, tidak ada bedanya, hanya yang membedakan mereka keimanan mereka, jika anda menghina mahluknya maka anda sama saja menghina penciptanya!" Lala pun mulai tersulut emosinya karna merasa tuhannya dihina.
" sudah sayang, gak usah kamu ladenin wanita sombong ini, lebih baik kita langsung masuk saja, mama tidak apa-apa kok sayang, buang-buang waktu aja kita disini." mama Soga menarik Lala masuk kedalam.
Semantara wanita tadi memaki-maki gak jelas dan tak dihiraukan mereka bertiga
" awas saja mereka nanti, kalu ketemu mereka akan ku beri palajaran, huh bikin kesal saja. " wanita itu berlalu dan pergi.
Soga yang melihat Luci sudah pergi dia pun langsung melajukan mobilnya untuk kembali ke kantor, begitu sampai kantor dia trun dari mobil dan berjalan bagaikan penguasa yang membuat siapapun melihat langsung tunduk dengan aura penguasanya hingga dia menuju lift untuk menuju ke ruangannya, namunketika dia ingin menekan tombol lift, tiba-tiba ada seseorang yang menobos menghentikan lift tersebut, Soga pun kaget karna karyawannya tidak ada yang berani melakukan itu, hingga dia melihat siapa dalangnya, Sogapun nampak kager.
(mau apa wanita ini ke sini, ini akan buruk) gerutu Siga dalam hati, dia menatap wanita itu dengan tatapan dinginnya. Wanita itu ibgin mendekati Soga ketika dia ingin menjangkau tangan Soga dia langsung menepis tangan wanita itu.
"jauhkan tangan kotormu itu dari tubuh saya." Soga milirik wanita itu dengan tajam dan mengalihkan pandangannya dengan memasang wajah dinginnya hingga pintu lift terbuka Soga dengan amarahnya langsung keluar dari lift tapi di ikuti oleh wanita itu, yah dialah Luci mantan Soga.
Luci dengan melangkah cepat mengejar Soga dengan manjanya memanggil Soga.
"Sogaaa..., aku mohon maafkan aku, aku sadar aky salah, segitu bencinya kamu sama aku, aju mohon Soga." Luci berusaha meraih lengab Soga berharap Soga luluh dengan air mata buayanya.
Tapi Soga berhasil menepis tangan Luci dan berteriak pada Luci.
"sekali lagi jika kau berusaha menyentuh saya, saya pastikan kau akan mati, Fikoooooo.... Tolong kamu usir wanita ini dari sini, bila perlu seret dia dari sini, pastikan dia tidak akn pernah datang lagi kesini!!" teriakan Soga membuat Luci lemas ketakutan, dia merasa nyawanya terancam, hingga tubuhnya begetar.
__ADS_1