Suami Possesive

Suami Possesive
Hari resepsi


__ADS_3

Malam itu Lala dengan Soga berada dikamarnya dalam keadaan canggung selesai melaksakan solat isa jama'ah. Lala merasa berdebar karena dia harus siap menjadi istri seutuhnya apabila suaminya meminta sekarang, Lala sangat takut jika Soga memintanya sekarang, mereka hanya saling diam tanpa berani menatap satu sama lain.


Lala meremas-remas jilbabnya sambul menggigit bibir bawahnya dengan perasaan campur aduk, sampai sekarang saja dia masih belum berani tanpa hijab di depan suaminya, Lala duduk ditepi ranjang sebelah kiri sedangkan Soga tepi ranjang sebelah kanan.


Soga juga sedikittakut meminta pada Lala, dia tidak tahu harus bagaimana saat ini, dia sangat tau kalau istrinya saat ini sedang sedikit cemas jika dia meminta haknya sekarang. Soga memperhatikan Lala saat ini sedang memainkan kukunya karena gugup.


"sayaaankkk...." panggil Soga dengan lembut Lala terperanjat kaget sambil melotot dengan jantung berdebar kencang.


"e...eh i...iya a...bang keeenapa?" jawab Lala tergagap sambil mengatur nafasnya.


"sayank kenapa, sayank nggak sehat kah? Kalau sayank nggak sehat minum obat istirahat, besok kita harus bersanding!" Soga berusaha pura-pura tidak tahu apa-apa tentang istrinya.


"hah, ng...nnnggak kok bang, Lala gak papa, Lala cuma sedikit mengantuk aja, abang nggak ngantuk kah?" Lala berusaha mengakhiri malam ini agar cepat tidur tanpa melakukan apa-apa lagi,demi manghindari rasa canggungnya juga.


"ya sudah, sekarang sayank bobok dulu gih, besok adalah hari yabg melelahkan untuk kita, sayank butuh energi lebih untuk besok oke!!" Soga meminta Lala untuk tidur dengan lembut, Lala mengangguk setuju dan mulai berbaring membelakangi suaminya, diikuti Soga disampingnya.


"sayank boleh gak abang peluk sayank, abang merasa akan sangat nyama jika abang peluk sayank?" pinta Soga, awalnya Lala ragu, tapi akahirnya dia mengangguk setuju. Soga yang mendapat lampu hijau langsung memeluk Lala dan tidur seperti bayi yang manis yang menggemaskan. Tak lama setelah itupun mereka sama-sama terlelap hingga subuh.

__ADS_1


Subuh itu mereka sama-sama terbangun dengan keadaan saling berpelukan, Lala berada dalam dekapan Soga mebdongak melihat senyum manis Soga, Soga melihat Lala dengan jilbab yang sudah tidak beraturan lagi tersebyum geli melihatnya.


Lala menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya hingga Soga makin memeluk erat Lala.


"abang Lala mandi dulu yah, abis itu kita solat berjamaah!" pinta Lala seraya duduk dan merapikan jilababnya. Soga menahan tangan Lala yang ingin beranjak dari tempat tidurnya.


"sayank, gimana kalau kita mandinya berdua aja, kan seru tu siram-siraman 😊" Soga memasang tampang imutnya menggoda istrinya. Lala makin merona dan diapun mulai memegang tangan suaminya dengan tangan sebelah lagi sambil memasang senyum jail lalu melapas tangan Soga dari tangab satunya lagi, setelah berhasil melepas genggaman Soga Lala langsung berlari ke ruangan kamar mandi dan mengunci pintu taku dikejar suaminya.


Sogapun tertawa melihat kelakuan istrinya, diapun menyandar ke sandaran ranjangnya sambil membuka ponselnya mengecek pesan atau ada email yang masuk.


Soga mendapat pesan bahwa Luci di bebaskan dengan jaminan, dan belum diketahui identitas orang itu. Soga merasa geram dan menelpon penjaganya agar acaranya dijaga dengan ketat. Soga memperkuat penjagaannya karena dia tidak tau hal apa yang akan terjadi nanti di acara resepsinya jika Luci dibebaskan, waktu itu saja dia hampir mencelakai istrinya dengan menyamar, sekarang dia harus memastikan orang-orang yang akan datang kepestanya itu.


Setelah selesai solat Lala turun mengemas semuanya dan turun kebawah untuk menyiapkan sarapan, namun saat akan turu dia bertemu mertuanya dengab tiga orang dibelakangnya.


"sayank kenalkan ini Elin juru rias kamu hari ini dan mereka berdua rekan - rekan nya yang akan membantu, sebelum kamu dirias kamu makan ini dulu yah, ini mama sudah siapin roti bakar selai kacang fan susu buat kamu, kamu makan dikamar saja ya, habis makan kamu akan langsung dirias oke!!!" perintah Ratih pada Lala, Lala hanya mengangguk dan menerima nampannya dan kembali kekamarnya dengan tukang riasnya, Soga saat itu masih duduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya, saat Lala dan yang lainnya masuk Soga menghentukan aktivitasnya.


" sayank, kok balik lagi, apa nggak jadi siapin sarapannya?" tanya Soga pada Lala heran melihat istrinya membawa nampan dengan beberapa potong roti bakar dan susu.

__ADS_1


"tadi pas Lala mau turun ketemu mama dan mbak ini dan ngasih Lala ini, kata mana Lala makan disini aja, katanya nanti Lala akan langsung dihias, oh ya abang kenalin ini mbak Elin juru riasnya, dan yang ini rekannya." Lala memperkenalkan Soga pada juru riasnya, saat Elin hendak memberi salam dengan mengcungkan tangannya hanya di balas anggukan dengan tatapan dingin pada juru rias itu. Sang juru rias merasa merinding dengan tatapan itu dan kembali menari tangannya menunduk takut sekaligus malu.


(kok dia ke istrinya beda yah, malah ke aku pasang tampang menyeramkan lagi, bikin merinding aja, ganteng-ganteng menyeramkan, kok bisa yah mbak Lala ini sama dia, auk ah gelap, mending kerja saja dari pada nanti karir aku anjlok) batin sang perias. Mereka minta izin untuk menyiap semua yang di perlukan pengantin.


Lala mendekat pada Soga dan meletakan sarapannya dekat meja sebelah tempat tidur.


"abang mau Lala ambilin sarapan? Atau abang mau ini aja?" tanya Lala pada Soga, Soga hanya menggeleng sambil duduk tegapmenurunkan kakinya kelantai.


"abang makan dibawah saja, sayank makan ini, habisin yah, abang kebawah dulu, habis t abang akan naik lagi untuk siap-siap, kata Soga sambil mengelus kepala istrinya saat mengangguk lalu berjalan keluar kamar.


Lala melihat suaminya keluar langsung meenghabiskan rotinya dan susunya, diapun kekamar mandi menggosok gigi kembali dan mencuci mukanya. Setelah selesai Lala disuruh duduk di kursi yang di sediakan perias sambil melepas hijabnya dan mulai mendandaninya, kebetulan Lala tidak suka pake makeup hari-harinya jadi perias sangat mudah meriasnya, dan sempurna melekat di wajah Lala.


"wah mbaknya cantik sekali, kulit mbak bagus jadi nggak susah merias mbak, benar-benar mengagumkan." Puji sang perias, Lala hanya tersenyum.


"baiklah mbak sekarang mbak lepas semua pakaian mbak dan ganti dengan dengan ini, sayabakan membantu mbak, karena ini sangat sulit jika sendiri!!" Lalapun masuk keruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disediakan dengan dibantu juru rias. Lala memakai pakaian adat minang dengan warna merah dengan campuran benang emas, Lala sengaja meminta pakaian adat itu, karena dia adalah gadis minang, untuk itu dia akan memakai dua gaun pengantin hari ini.


Saat Lala selesai mengganti pakaiannya Soga masuk kekamar Lala kaget saat itu belum memasang hijabnya Lala hanya membelkangi suaminya saat itu, Soga tertegun melihat istrinya sangat cantik dimatanya, baru pertama kali dia melihat rambut indah istrinya.

__ADS_1


Lala meminta perias langsung memasang hijabnya, dan suntingnya Lala begitu degdegan saat suaminya melihat penampilannya saat ini.


Soga yang masih tertegun di kagetkan salah satu rekan perias dengan menyodorkan pakaiannya. Sogapun masuk keruang ganti dan memakai pakaian adatnya. Dipakaian Soga ada sesuatu yang harus diikatkan ke badanya hingga itu harus memerlukan bantuan, Sogapun keluar meminta bantuan istrinya untuk mengikatkan itu, Lala yang saat itu hampir selesai dengan suntingnya mengiyakannya. Yang lain ingin membantu tapi langsubg di tolak Soga.


__ADS_2