Suami Samaran

Suami Samaran
12. Hanya Aku Yang Kamu Punya


__ADS_3

Menjadi nyonya Evan membuat Yura terlihat bahagia. Usai pesta pernikahannya yang berlangsung di Ubud Bali, menjadi saksi bisu cinta keduanya yang mulai terukir di pulau Dewata Bali ini secara sah menjadi suami istri.


Di temani gemerlapnya bintang di atas sana seakan turut bahagia menyaksikan pengantin baru itu yang sudah berada di kamar mereka. Evan terlihat tidak sabar untuk menyentuh istrinya karena mereka belum pernah melakukan hubungan int*m sebagai mana pasangan yang sedang mabuk kepayang.


Evan sabar menunggu wanitanya yang harus ia sah kan terlebih dahulu baru di pakai sesuka hati. Rupanya kehidupan tidak berpengaruh pada Evan yang setengah darahnya mewarisi adat ketimuran yang menghargai wanita dengan sebuah ikatan suci.


"Apakah kamu bahagia sayang?" Tanya Evan sambil membuka resleting gaun pengantin yang simpel itu dari tubuh sang istri yang terus tersenyum merekah setelah mendapatkan impiannya.


"Lebih dari bahagia, Evan. Rasanya ini seperti mimpi. Semoga dalam perjalanan cinta kita tidak ada orang ketiga dalam pernikahan kita. Aku tidak sanggup untuk berbagi dengan wanita lain." Tegas Yura sebelum melakukan masa lajang mereka.


"Aku tidak pernah bermimpi untuk menyakiti wanita yang terus membuat ku kagum padanya setiap saat. Mendapatkan wanita cantik itu sangatlah mudah bagiku. Tapi mencari wanita yang setia seakan mencari jarum di antara jerami." Imbuh Evan.


"Aku lebih baik mati atau hidup sendiri daripada harus berbagi. Tidak mengapa aku dikatakan egois atau posesif. Yang jelas milikku adalah hakku untuk aku kuasai sampai aku mati. Jika kamu ingin menikah lagi, tunggu saja kematianku." Lanjut Yura.


"Kita akan mati bersama karena aku tidak sanggup menghadapi rasa kehilangan orang yang aku cintai setelah kepergian ibuku yang entah ke mana saat ini." Ucap Evan.


Tidak terasa tubuh keduanya sudah polos karena saat berbincang tangan mereka sibuk menanggalkan pakaian dari tubuh mereka. Evan memperhatikan tubuh jenjang dengan kulit seputih salju milik wanitanya.


Percintaan panas di mulai dengan saling memagut bibir mereka. Walaupun keduanya masih berstatus bujang dan gadis namun mereka tidak buta dengan permainan panas. Evan mengerti bagaimana menyenangkan pasangannya begitu pula Yura karena usia keduanya yang sudah dewasa.


Usia 27 tahun adalah usia yang sudah matang untuk menjalani rumah tangga dengan pemikiran yang sudah sangat dewasa. Pergulatan itu sudah mulai terasa panas di temani ombak pantai yang sedari tadi terus terhempas hingga suaranya terdengar khas oleh penghuni resort itu.


Penyatuan tubuh keduanya yang sudah masuk ke tahap pencarian kepuasan. Pendakian itu makin membuat keduanya sudah terbakar birahinya hingga akhirnya tubuh keduanya terhempas dengan nafas yang memburu namun saling mengumbar senyum. Evan menyaksikan sendiri Yura yang masih perawan. Antara bangga dan sedih beradu di batin Evan saat ini.


Yah, pernikahan Yura yang berjalan lima tahun diabaikan oleh mantan suaminya Riandra hanya karena perjodohan yang tidak diinginkan oleh pria itu. Tapi suatu keuntungan bagi Evan yang mendapatkan jandanya Yura yang masih perawan tulen.


"Terimakasih Yura! Aku bangga memiliki mu sebagai wanita yang begitu tahan banting hidup dengan suami bajingan mu itu. Ia malah mencari wanita sampah yang jelas-jelas menipunya hanya karena uang dan mengabaikan permata sesungguhnya." Ujar Evan.


"Sebenarnya, ia hampir meniduri ku saat kembali lagi ke mansion. Di saat itu aku sedang menstruasi dan aku selamat dari kebuasannya." Jelas Yura.


"Apakah karena itu kamu kabur darinya setelah perceraian kalian dikabulkan pengadilan agama?"

__ADS_1


"Begitulah Evan. Aku dulu selalu mencari cara untuk menaklukkan hatinya. Namun, di saat aku menyerah dan jijik atas penghianatan yang dilakukannya bersama sahabatku itu, di saat itulah aku tidak lagi respek padanya. Pikiranku hanya tertuju kepadamu." Ungkap Yura.


"Biarlah dia dengan kebodohannya. Suatu saat nanti dia akan mengetahui betapa berharganya dirimu untuknya." Ucap Evan.


Setelah istirahat beberapa menit, keduanya kembali lagi bercinta untuk memuaskan kebutuhan birahi mereka. Menghabiskan malam ini dengan gairah yang terus memuncak hingga keduanya kelelahan dan terkapar di bawah selimut yang sudah menutupi tubuh polos mereka.


...----------------...


Keesokan paginya, Yura ingin olah raga di pinggir pantai bersama suaminya. Evan tidak menolak permintaan istrinya walau semalaman ia sudah menggempur habis-habisan tubuh Yura dengan kissmark yang terlihat di leher jenjang istrinya namun sudah di tutup bedak oleh Yura.


"Sayang...!"


"Hmm!"


"Mana hasil karyaku semalam?"


"Hasil karya apa sih?"


"Oh ..itu? Sudah aku tutup dengan bedak."


"Kenapa ditutup?"


"Ya, aku malu jadi pusat perhatian orang."


"Tapi aku tidak suka kamu menghilangkan jejaknya, Yura."


"Kamu ini kenapa sih Evan? Hasil karya nyata yang harus kamu pikirkan adalah membuat aku bisa hamil anakmu." Ucap Yura frontal.


"Ok setuju. Ayo kita kembali lagi ke kamar. Kebetulan sang junior ikut merespon perkataanmu barusan." Ucap Evan.


"Cihhh ..! Kenapa dia senang sekali ikut partisipasi saat pemilik tubuh sedang berbincang. Dia sangat tidak sopan." Ucap Yura sambil mengerucutkan bibirnya membuat Evan makin gemas.

__ADS_1


"Ayo kita kembali ke kamar atau kamu mau aku menciumi di pinggir pantai ini?" Tantang Evan.


"Tapi aku lapar Evan. Kita belum sarapan pagi lho." Ujar Yura.


"Oh iya. Kenapa aku bisa lupa. Ayo kita sarapan baru bercinta." Ucap Evan lalu menggendong Yura membuat Yura sangat bahagia.


"Kenapa menggendong ku, Evan?"


"Karena aku tidak mau kamu kelelahan sayang." Ucap Evan.


"Apakah kamu takut aku tidak melayani mu di kasur?"


"Begitulah."


Evan membawa istrinya menuju Restoran resort tempat mereka menginap untuk sarapan pagi. Tanpa keduanya sadari, ada seorang wanita yang sedang merekam kemesraan keduanya. Dia adalah Hesty yang mengira Evan adalah Riandra. Karena wajah keduanya sangat mirip bahkan bisa dibilang Evan dan Riandra adalah saudara kembar.


"Sialan kamu Riandra. Setelah kamu puas merasakan tubuhku, kini kamu kembali lagi pada istrimu. Aku akan membalas kalian berdua." Ucap Hesty yang sedang lari pagi di pantai itu.


Beruntunglah Hesty tidak menginap di resort yang sama dengan Yura dan Evan. Ia tidak akan mampu menyewa kamar resort tersebut yang semalamnya dibandrol dengan harga sepuluh juta permalam.


Sementara itu pasangan pengantin baru mempercepat sarapan mereka karena ingin bercinta lagi." Sayang...! Cepat makannya!" Desak Evan.


"Ini sudah cepat Evan. Kenapa kamu tidak bisa sabar sedikit?" Kesal Yura.


"Apakah kamu mau aku yang menyuapi mu?"


"Aku masih sehat dan bisa makan sendiri. Terimakasih untuk tawarannya tuan suami." Sinis Yura.


Karena Yura makanannya kelamaan, akhirnya Evan ikut menghabiskan nasi goreng yang di makan Yura membuat Yura membelo.


"Evan..! Kenapa kamu yang menghabiskannya sarapan milik aku?"

__ADS_1


"Karena aku sudah kebelet pingin bercinta dengan istriku. Cepatlah sayang!" Pinta Evan yang langsung menarik tangan istrinya yang sedang minum teh hangat miliknya.


__ADS_2