Suami Samaran

Suami Samaran
9. Teratasi Dengan Baik


__ADS_3

Rasa penasaran para siswa itu pada guru vokal mereka membuat mereka harus memikirkan bagaimana caranya untuk mengerjai Yura.


Mereka menguji Yura untuk menyanyikan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi dari seorang penyanyi terkenal.


"Miss Yura! Apakah Miss bisa menyanyikan lagu milik Whitney Houston dengan mengaransemen ulang lagu itu menjadi milik Miss Yura sendiri?" Tantang Anabelle.


"Jika aku bisa melakukannya, apa jaminan mu untukku? Aku tidak mau hanya di tantang oleh kalian tanpa ada imbalan." Ujar Yura.


"Kami akan membayarmu lebih dari gaji mu di sekolah ini." Sahut Marco.


"Aku bukan pengemis Marco! Aku berasal dari keluarga bangsawan dan memiliki banyak perusahaan. Mungkin aku bisa membeli harga dirimu jika kamu sedang membahas angka denganku atau materi lainnya karena aku sudah hidup dalam kemewahan." Imbuh Yura dengan angkuhnya.


"Bagaimana kami bisa mempercayai semua perkataanmu sementara kami tidak melihatnya secara langsung." Anabelle meremehkan pengakuan Yura.


"Astaga...! Aku kira kalian itu siswa hebat yang berpikiran terbuka dan cepat tanggap. Rupanya kalian masih menggunakan pikiran picik kalian untuk menjatuhkan orang yang ingin kalian kerjain.


Apa gunanya kalian memiliki ponsel, kalau kalian tidak bisa mencaritahu siapa aku melalui internet? Bukankah jaman sudah canggih dan serba digital. Sekarang keluarkan ponsel kalian dan ketik profil keluarga Yura Yunita Triatmojo. Di situ kalian akan mengetahui segala sesuatunya tentangku." Titah Yura.


Karena baru perkenalan, Yura membebaskan mereka untuk mengenal dirinya melalui latar belakang keluarganya pada mahasiswa tersebut yang rata-rata berasal dari keluarga terpandang. Para siswa itu hanya bisa termangu ketika membaca semua tentang latar belakang Yura.


Beberapa diantara mereka tidak bisa lagi meremehkan Yura. Melihat ekspresi wajah segan mereka, Yura bersorak dalam hati." Bagaimana kedudukan kita setara bukan? Apa yang kalian bisa tawarkan kepadaku sekarang?" Tanya Yura.

__ADS_1


Mereka masih mempertahankan ego mereka. Bahkan ada yang mulai iseng dengan melempari Yura dengan bola kasti. Dengan sigapnya Yura menangkap bola itu." Apakah ada yang ingin memilih mau aku kirim ke rumah sakit, pemakaman atau penjara?" Tanya Yura membuat mereka menatap bengong kekasihnya Evan ini.


"Jika ingin rumah sakit, aku yang akan melukai kalian. Kalau ada yang mau cepat mati, aku akan membunuh kalian. Dan jika ingin masuk penjara, kalian yang harus melangkahi mayatku!"


Perkataan Yura membuat mereka bergidik ngeri. Kata-kata Yura yang terdengar merdu namun penuh nada ancaman dan itu terlihat tidak main-main. Yura yang cerdik mampu membuat para siswa itu harus bertekuk lutut padanya.


"Kalau bukan uang, lalu apa yang anda inginkan?" Tanya Leticia.


"Kenyamanan! Aku ingin mengajar kalian dalam keadaan nyaman. Jika kalian disiplin, kenyamanan akan tercipta. Jika kalian masih merasa paling hebat, aku tidak akan segan menjatuhkan reputasi keluarga kalian melalui media karena aku juga memiliki koneksi dan uang. Bagaimana dengan tawaranku?"


Yura memperhatikan wajah siswanya satu persatu dan mereka saling menatap seakan pikiran mereka sudah buntu untuk mengerjai Yura.


"Baiklah. Kami terima tawaranmu Miss. Tapi, jika Anda tidak bisa memenuhi standar yang kami inginkan dari anda, kami tidak ingin di atur-atur oleh kalian." Ucap Sean.


Yura akhirnya menyanyikan salah satu lagu penyanyi legendaris Whitney Houston.


Musik di mainkan dengan aransemen dadakan yang diubah oleh Yura. Para siswa itu menikmati suara merdu nan indah saat Yura menyanyikan lagu itu dengan caranya sendiri membuat mereka sangat kagum. Mereka seakan sedang menonton konser Yura di dalam ruang seni itu.


Tepuk tangan yang spontan sebagai bentuk apresiasi mereka pada Yura yang tidak kalah hebatnya dari penyanyi terkenalnya. Yura yang sudah mengusai teknik vokal dan cara menyampaikan lagu itu penuh dengan perasaan yang mendalam membuat mereka terkesima.


Yura menahan rasa harunya. Ada beberapa diantara mereka yang ingin mengusai teknik vokal seperti Yura dan mulai mendekati Yura layaknya sahabat. Akhirnya Yura mendapatkan tempat tersendiri di hati para siswanya dengan kemampuannya.

__ADS_1


Mereka juga memasukkan Yura ke dalam anggota group WhatsApp kelas. Dan Yura satu-satunya guru pertama yang mampu membuat mereka enjoy dengan pelajaran yang disenangi oleh mereka itu.


Hingga pelajaran kelas vokal itu selesai, Yura keluar dari ruang seni itu bersama siswanya menuju kelas mereka. Beberapa guru yang sedari tadi tampak tegang menunggu Yura dari kelas saling menatap seakan tidak percaya Yura bisa di terima oleh siswa-siswi yang terkenal berengsek itu.


"Ilmu apa yang digunakan gadis itu hingga membuat para siswa iblis itu dekat dengannya?" Bisik-bisik diantara mereka tentang Yura mendapatkan deheman dari kepala sekolah yang juga menunggu Yura menyelesaikan tugas pertamanya.


Saat Yura masuk ke ruang guru, kepala sekolah yang lebih dulu menghadang gadis itu." Bagaimana kesan pertamamu dengan anak-anak itu?" Tanya tuan Paul yang menunggu keluhan Yura padanya.


"Semuanya bisa teratasi dengan baik tuan Paul. Butuh kesabaran dan trik yang cerdas menghadapi anak-anak itu. Sebenarnya kenakalan anak-anak yang menyedihkan itu karena minimnya perhatian kedua orangtua mereka yang super sibuk dan tidak sedikit dari mereka adalah anak-anak broken home dari korban perceraian orangtuanya.


Jadi, sekolah lah tempat mereka melampiaskan segalanya dengan menjadikan kekayaan dan reputasi kelurga mereka sebagai tameng untuk menghukum guru-guru di sini dengan ulah mereka." Jelas Yura panjang lebar membuat guru yang lain ikut mendengarkan Yura bicara baru mengerti keadaan anak-anak itu.


"Apakah kamu sengaja mengancam anak-anak itu dengan sifat arogan mu?" Selidik nyonya Clarisa.


"Perlu sedikit tegas dan ancaman verbal cukup membuat mental mereka jatuh. Kita sebagai guru harus bermain cantik menghadapi anak-anak yang kurang amunisi kasih sayang itu.


Percayalah..! Hanya cinta yang mereka butuhkan dari kita, bukan bentuk ancaman dan hukuman dari aturan sejibun yang mengekang kebebasan mereka untuk berekspresi. Cukup dengan pengertian yang di butuhkan anak-anak itu." Lanjut Yura seakan sedang menceramahi guru-guru yang ada di sekolah tersebut.


Para guru itu begitu salut dengan pemikiran Yura yang dianggap hebat dalam mengatasi masalah anak-anak di sekolah tersebut. Mereka menjadi banyak belajar dari Yura. Padahal Yura sendiri harus membaca berbagai buku dari berbagai Nara sumber ahli psikologi pendidikan untuk mengatasi masalah berat itu. Intinya banyak membaca dari para ahlinya yang menuangkan penelitian mereka dalam sebuah buku.


Dan menjadi guru harus sepuluh langkah lebih cerdas dari siswanya terutama mengatasi masalah bandelnya. Cari kelemahan mereka dan memperkuat imun kita dengan kecerdasan. Nilai seorang guru berdasarkan loyalitasnya dan integritas kepribadiannya yang mengagumkan dengan mengusai banyak ilmu termasuk ilmu hati.

__ADS_1


Tanpa hati, ilmu tidak akan di dengar dengan hati. Apa yang disampaikan melalui hati akan sampai ke hati jua( pesan dari author).


__ADS_2