Suami Samaran

Suami Samaran
16. Cinta Lama Bersemi Kembali


__ADS_3

Walaupun wajah Riandra dan Evan seperti pinang dibelah dua, tentu saja wanita ini bisa membedakannya. Mana suami pertama maupun suami keduanya. Ia menatap tajam wajah Riandra yang sedang mengunjunginya di sekolah mewah itu.


"Mau apa kamu ke sini?" Tanya Yura sinis.


"Apakah kamu sedang ada masalah, Yura?"


"Bukan urusanmu."


"Walaupun dulu selama pernikahan kita aku tidak pernah dekat denganmu, bukan berarti aku tidak mengetahui sifat dan kebiasaanmu, Yura. Jika hatimu sangat sedih, kamu pasti memainkan biola. Namun jika hatimu senang, kamu memainkan gitar dan piano. Dan sepanjang pernikahan kita kamu lebih akrab dengan alat musik biola." Ucap Riandra panjang lebar.


"Harusnya kamu sudah bisa merasakan bahwa selama aku hidup denganmu, kamu hanya bisa memberikan aku air mata." Sarkas Yura ketus.


"Iya...! Aku tahu itu Yura. Kamu tidak bahagia denganku karena aku yang terlalu mengutamakan keegoisan ku. Aku merasa tidak berdaya karena aku hanya putra angkat kedua orangtuaku dan menikah denganmu yang memiliki aset perusahaan yang begitu banyak seakan harga diriku dibeli oleh kedua orangtuamu.


Parahnya sebelum aku dijodohkan denganmu, aku sudah menjadi kekasihnya Hesty, jadi aku lebih dulu kenal Hesty sahabatmu itu sebelum menikah denganmu." Jelas Riandra.


"Jadi kamu mau mengatakan bahwa aku yang telah merebut mu dari Hesty, begitu? Lantas, siapa yang paling berhak antara kekasih dan istri? Bukankah aku terikat pernikahan denganmu walaupun kamu terikat hati atau tubuhnya dengan Hesti." Timpal Yura.


"Aku telah terpengaruh oleh Hesty yang saat itu menjelekkan terus dirimu. Ia ingin menjauhkan aku darimu. Setiap kali aku ingin dekat denganmu, seakan dia punya CCTV berjalan yang mengetahui semua gerak gerik ku di dalam rumah kita." Ungkap Riandra.


"Untuk apa kamu baru mengakui sekarang ini, Riandra. Jika pada akhirnya kita akhirnya bercerai dan aku sudah menikah lagi dengan pria lain." Ujar Yura.


"Aku hanya takut kalau cinta yang kau punya untuk Evan hanya sebuah obsesi, Yura."


"Tahu apa kau tentang hatiku?"

__ADS_1


"Aku memang tidak mencintaimu saat itu, tapi aku tidak pernah berusaha menikahi Hesty walaupun kami berdua adalah pasangan kekasih. Aku selalu teringat dirimu dan itu sangat membuat aku tidak tenang. Setiap kali dia mengajak aku menikah, entah mengapa hatiku terus menolaknya hingga ia merencanakan untuk aku bisa kabur darimu. Kalau aku hidup berjauhan denganmu, mungkin aku bisa menentukan perasaanku, apakah aku dan kamu memang tidak saling mencintai satu sama lain."


"Kamu salah Riandra. Saat itu aku sangat mencintaimu. Hanya saja aku tidak punya kesempatan untuk bisa memiliki hatimu, hingga Evan datang menawarkan cinta yang besar untukku." Batin Yura yang tidak ingin Riandra mengetahui perasaan dia sesungguhnya saat itu karena dia sudah menikah dengan Evan saat ini.


"Yura....! Jika kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu sekarang ini, aku siap menunggumu kembali padaku, Yura. Aku janji akan membuat kamu bahagia. Beri aku kesempatan Yura! Aku dan Hesty sudah berpisah, tepatnya aku meninggalkan dia saat kamu memergoki kami berdua di kamar hotel." Pinta Riandra.


"Maafkan aku Rindra! Anggap saja saat ini kamu sedang menebus kesalahanmu padaku dengan berkata-kata yang terdengar sangat manis, tapi aku saat ini sudah bahagia dengan Evan."


"Tidak apa saat ini kamu menolakku Yura, tapi jika kamu di landa kesedihan, kembalilah padaku sayang. Aku sangat merindukanmu Yura. Jika waktu tidak memberku kesempatan untuk membahagiakan kamu di masa lalu, namun aku berharap waktu akan memberikan tempat dihati mu agar aku bisa memberikan cinta yang banyak untukmu." Jelas Riandra lalu pamit pada Yura sambil mengusap pipi Yura.


Di saat yang sama, Evan menyaksikan pertemuan mantan suami istri itu membuat hati Evan memanas." Sial...berani sekali dia mengobrol dengan mantan suaminya di sekolah ini." Umpat Evan dari dalam mobilnya.


Evan memilih kembali ke perusahaannya setelah melihat keberadaan Riandra bersama dengan istrinya do taman sekolah.


Riandra merasa sangat lega setelah menyampaikan perasaannya pada Yura. Sementara Yura sedikitpun tidak terpengaruh dengan ucapan Riandra padanya. Wanita ini tetap pada pendiriannya untuk tidak mengkhianati pernikahannya walaupun saat ini ia dan Evan sedang terlibat masalah pelik karena belum ada tanda-tanda kehadiran si kecil dalam rahimnya.


Yura terlihat segar usai mandi. Ia hanya memakai hand body lalu mengenakan dress longgar untuk tidur. Keduanya memang sudah makan malam di tempat terpisah. Yura makan malam di rumah dan Evan memilih makan malam di restoran.


Evan yang baru pulang melemparkan jasnya lalu membuka dasinya dengan kasar. Kecemburuannya pada sang istri membuatnya enggan untuk makan malam bersama Yura di rumah. Yura yang masih marah pada suaminya yang menawarkan poligami padanya, memilih diam dengan sibuk melihat ponselnya entah konten apa yang ia lihat saat ini.


"Apakah sudah puas melepaskan rindumu pada mantan suamimu Yura?" Sindir Evan.


"Sejak kapan kamu jadi pengintai istri sendiri?"


"Tidak perlu menanyakan balik diriku! Apakah kamu masih punya hati dengannya?"

__ADS_1


"Kalau iya kenapa?" Tantang Yura.


"Baiklah. Kalau begitu kita pisah." Sahut Evan begitu mudahnya.


"Memang begitulah dirimu. Kamu begitu mudah jatuh cinta padaku, dan begitu mudah juga melepaskan diriku. Mungkin prinsip kamu seperti itu. Pebisnis yang tidak mau rugi termasuk urusan asmara." Kamu sudah tidak menginginkan aku karena aku tidak bisa memenuhi harapanmu. Kalau begitu, baiklah. Mari kita bercerai!" Ucap Yura lalu masuk ke kamar ganti mengemas pakaiannya dalam koper.


Tidak berapa lama Yura sudah menggantikan pakaiannya sambil menggeret kopernya keluar. Evan tersentak melihat Yura yang tidak main-main dengan ucapannya.


"Benar juga kecurigaan ku, kalau kamu memang ingin kembali kepada Riandra. Pergilah! Aku akan menikah lagi dengan perempuan lain yang bisa memberiku seorang anak."


Yura mengepalkan kedua tangannya. Rasanya dua telah menemukan dua pria yang sama egoisnya memperlakukan dirinya begitu buruk.


"Aku tunggu surat cerai darimu secepatnya! Menikahlah dengan gadis manapun yang kamu suka. Hubungan kita selesai." Ucap Yura yang hendak keluar dari kamarnya namun di tarik lengannya oleh Evan.


"Tunggu Yura!"


"Apa yang kamu inginkan?"


"Bercinta denganmu, jika kamu menginginkan aku menceraikan dirimu." Ucap Evan membuat darah Yura berdesir karena sangat muak dengan Evan yang ternyata monster berwajah malaikat.


"Pergilah kau ke neraka!" Umpat Yura namun tubuhnya langsung dipeluk oleh Evan merapatkan ke pelukannya.


Evan mencium bibir istrinya dengan brutal sambil menarik kaos yang di pakai Yura." Aku tidak mau melayani pria brengsek seperti mu!" Keduanya akhirnya berantem ditempat tidur saling menyerang satu sama lain.


Entah siapa yang akan lemah diantara keduanya.

__ADS_1


__ADS_2