Suami Samaran

Suami Samaran
14. Mencari Perhatian


__ADS_3

Hesty begitu penasaran dengan apa yang baru saja ia saksikan, jika ada pria yang tidak tercatat sebagai saudara kembar memiliki kemiripan begitu nyata baginya.


Riandra yang sudah kembali lagi di Jakarta dipusingkan dengan berbagai permasalahan perusahaan yang makin merosot omsetnya akhir-akhir ini. Tidak seperti saat dipimpin oleh Evan dulu yang bisa menaikkan popularitas perusahaan itu selama di kelola oleh Evan. Perbedaan kepemimpinan kedua lelaki itu menuai kontroversi antara para pemegang saham yang mulai mengajukan protes pada Riandra.


Di sinilah Riandra baru mengetahui kalau tempatnya pernah digantikan oleh Evan selama dua menghilang. Tentu saja yang bisa menjawab pertanyaannya itu adalah Asistennya Riky.


"Apakah kamu telah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku pada perusahaan ini?" Selidik Riandra membuat Riky tersentak.


Riky nampak gugup untuk mempertimbangkan apakah ia harus menjelaskan keadaan sebenarnya ataukah tidak pada Riandra.


"Mengapa kamu masih diam? Apakah kamu tidak mau menjawab pertanyaan ku?" Bentak Riandra membuat Riky menelan salivanya dengan gugup.


"A...aku hanya mengikuti perintah nona Yura, Tuan!" Sahut Riky terbata-bata.


"Apakah kamu juga memberikan semua rahasia perusahaan itu pada orang yang telah menyamar jadi diriku yang sekarang ini sudah menjadi suaminya Yura?"


"Apa....? Jadi tuan sudah tahu kalau nona Yura menikah dengan suami samarannya itu?" Tanya Riky dengan polosnya.


"Bukan cuma tahu, tapi juga sudah bertemu dengan pasangan itu. Yura terlihat bahagia menikah dengan pria itu. Mungkin obsesinya untuk memiliki aku tidak kesampaian tapi ia bisa mendapatkan casing yang sama dengan jiwa yang berbeda." Ucap Riandra dengan bangganya.


Mendengar keangkuhan Riandra, rasanya Riky mau tertawa ngakak." Dasar pria bodoh! Kau sudah terlihat kalah tapi masih saja merasa hebat karena nona Yura tertarik karena wajah Evan mirip denganmu. Kau tidak ada apa-apanya tuan Riandra dibandingkan dengan tuan Evan yang lebih kaya dari artis Hollywood papan atas." Batin Riky.


"Jelaskan kepadaku bagaimana Yura bisa bertemu dengan pria itu hingga bisa menggantikan tempatku?"

__ADS_1


"Itu suatu kebetulan saja Tuan karena nona Yura tidak sengaja menabrak tuan Evan. Saat melihat kemiripan wajah tuan Evan dan anda sama persis membuat nona Yura memanfaatkan kemiripan wajahnya tuan Evan untuk kepentingan perusahaan ini." Ujar Riky.


"Apa yang terjadi dengan perusahaan?"


"Beberapa diantara pemegang saham ingin mengambil alih kepemimpinan anda yang kosong. Sementara Nina Yura berusaha mencari anda ke manapun. Saat itu nona Yura terus diancam oleh mereka hingga ia setress menghadapi para pemegang saham itu."


"Berarti kamu turut serta membuat pria itu berperan sempurna seperti kebiasaan yang aku lakukan setiap hari?" Tanya Riandra makin penasaran.


"Begitulah tuan. Karena tuan Evan yang punya pengetahuan bisnisnya sudah mendarah daging dalam dirinya membuat ia tidak sulit mengelola perusahaan ini." Jelas Riky.


"Tapi, dia juga mengusai tempat tidurku dan menggauli Istriku." Tuduh Riandra tanpa perasaan.


"Yang saya tahu keduanya saling mengagumi satu sama lain hingga mereka saling jatuh cinta. Tapi nona Yura sangat menjaga dirinya dari sentuhan tuan Evan yang juga sangat menghargainya. Nona Yura melakukan itu demi menjaga kesucian pernikahannya walaupun ia tidak mendapatkan sedikitpun cinta dari anda, Tuan!" Sarkas Riky membuat Riandra terhenyak.


"Aku harus mengatakan ini pada tuan yang sudah keterlaluan pada nona Yura. Jika dia mau, dia juga bisa memanfaatkan situasi yang sangat menguntungkan baginya karena dia tidak mendapatkan haknya sebagai istri. Tapi, dia tidak ingin menjadi pengkhianat walaupun pada akhirnya ia mengetahui anda yang telah mengkhianati dirinya dengan sahabatnya sendiri." Tutur Riky makin membuat Riandra merasa menyesal atas tindakannya selama ini pada Yura.


Saat ia menyadari jika hatinya terpaut pada Yura, tapi gadis itu lebih memilih pergi dari hatinya. Yura sudah sering kali memberinya kesempatan, namun sayang, Riandra terlalu angkuh mempertahankan gengsinya demi sumpahnya pada kedua mertuanya yang telah menghina dirinya saat itu.


"Jangan mengira dengan kalian memberikan perusahaan kalian padaku, aku akan mencintai putri kalian, itu tidak akan berlaku untukku." Kecam Riandra usai melangsungkan pernikahan dengan Yura.


Riandra meninggalkan Yura seorang diri di kamar hotelnya. Sampai akhirnya Yura menerima semua perlakuan kasar suaminya pada dirinya. Kesabaran Yura mulai teruji saat hadirnya Evan dalam hidupnya yang mengikis rasa cintanya pada Riandra yang tega mengkhianati dirinya.


Dalam lamunannya, Riandra berpikir untuk bisa mendapatkan lagi Yura. Namun sayang liburannya yang dilakukan beberapa waktu lalu untuk menenangkan pikirannya di pulau Dewata Bali justru dikejutkan pertemuannya dengan Yura dan Evan.

__ADS_1


"Apakah aku bisa mendapatkan lagi Yura? Tapi sainganku terlalu berat yaitu Evan, seorang pengusaha hebat di L.A Amerika." Pikiran Riandra mulai dihasut oleh setan dengan niat buruknya.


Tidak lama kemudian, Hesty menyambangi Riandra ke perusahaan pria yang pernah menjadi selingkuhannya itu. Riky yang tidak mengetahui kalau Hesty dan Riandra sudah putus, mendiamkan perempuan itu masuk ke ruang kerja Riandra dengan di antar oleh resepsionis.


Riandra tersentak saat melihat Hesty masuk begitu ingin ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kau....!" Sentak Riandra kesal dengan sikap Hesty yang dianggapnya tidak sopan.


"Apakah kamu tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke sini?" Nada geram terdengar jelas di kuping yang menanggapi Omelan Riandra biasa saja baginya.


"Apa kabar sayang! Bukankah kamu sudah terbiasa denganku selama ini? Kenapa aku harus mendapatkan ijin mu jika aku adalah kekasihmu sendiri." Sahut Hesty.


"Kekasih...? Hubungan kita sudah berakhir Hesty. Jangan pernah mengakui sesuatu yang sudah aku campakkan sebelumnya."


"Aku tidak menganggap serius kemarahanmu, sayang. Kenapa kamu tiba-tiba menjadi sinis padaku?" Hesty terlihat manja untuk mencari perhatian Riandra yang tetap dingin pada wanitanya.


"Keluar...! Keluar dari ruang kerjaku. Pergi dari perusahaan ku!" Usir Riandra namun Hesty makin menggodanya membuat Riandra makin gusar.


"Aku tidak membutuhkan kamu lagi. Silahkan cari pria yang bisa menyenangkan lahir batin mu." Sinis Riandra.


"Oh jadi begitu caramu melampiaskan kemarahanmu padaku karena kamu sudah di tinggal oleh istrimu yang memilih menikah dengan laki-laki yang sangat mirip denganmu itu?" Sindir Hesty.


"Dari mana kamu tahu semua itu?"

__ADS_1


"Jelas saja aku tidak sengaja bertemu dengan mereka di pulau Dewata Bali. Aku mengira suaminya Yura adalah kau. Tapi, Yura meyakinkan aku bahwa suaminya itu bukan Riandra tapi Evan. Ko ada ya orang yang bisa mirip bahkan terlihat sama persis sepertimu. Apakah jangan-jangan kamu dan Evan adalah saudara kembar yang terpisah sejak masih bayi? Kenapa kamu tidak mau mencari tahu itu, Riandra?" Pancing Hesty membuat Riandra terpengaruh pada kata-kata gadis itu.


__ADS_2