Suami Samaran

Suami Samaran
20. Tidak Sengaja


__ADS_3

Waktu terus bergulir. Tidak terasa kehamilan Yura sudah berusia lima bulan. Yura menjalani hari-harinya dengan santai. Ia sudah berkonsultasi dengan dokter tentang perjalanannya untuk kembali ke Indonesia.


"Apakah tidak apa dokter, jika saya melakukan perjalanan jarak jauh dengan usia kehamilan saya saat ini?"


"Tidak masalah nona! Tapi mengingat kehamilan anda kembar, jadi aku berharap anda tetap berhati-hati untuk menjaga mereka." Ucap dokter Marry.


"Baiklah. Terimakasih dokter!"


Dokter membersihkan gel yang terdapat permukaan perut istrinya Evan ini usai melakukan USG di rumah sakit di kota kecil itu.


Yura pulang sambil menghubungi seseorang melewati koridor rumah sakit hingga tidak sengaja menabrak seseorang membuat tas wanita paruh baya itu jatuh dan isinya berantakan.


"Oh... ! Maafkan saya nyonya! Biar saya bantu anda memunguti barang-barangnya." Ucap Yura.


Yura memperhatikan foto seorang pria kecil yang berusia lima tahun sama persis seperti foto yang di miliki oleh suami pertamanya Riandra.


"Foto ini....?" Yura menatap wajah wanita paruh baya itu yang sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya.


"Maaf nyonya..! Apakah ini foto putra anda?" Tanya Yura penasaran.


"Dua putraku yang menghilang begitu saja dan aku sedang mencarinya." Ucap Nyonya Kelly.


"Saya juga punya foto yang sama dengan foto milik nyonya ini." Ucap Yura seraya menyerahkan foto lusuh itu pada nyonya Kelly.


Nyonya Kelly menatap wajah Yura dengan perasaan tak bisa ia gambarkan saat ini." Sepertinya kamu orang Asia. Apakah kamu orang Indonesia?" Tebak nyonya Kelly membuat Yura mengangguk dengan cepat sambil tersenyum.


"Kamu sedang hamil nak? Berapa usia kandungan mu?"


"Lima bulan."


"Oh iya, bukan kamu tadi bilang kamu punya foto yang sama dengan foto milikku ini? Foto siapa?" Tanya nyonya Kelly.


"Foto suami pertamaku." Sahut Yura.


"Sudah berapa kali kamu menikah?"

__ADS_1


"Dua kali."


"Siapa nama suamimu yang pertama?"


Yura tidak lantas menjawab. Ia juga penasaran siapa ibu ini bagi Riandra. Keduanya berjalan beriringan menuju lobby utama rumah sakit.


"Aku punya anak kembar. Yang satunya menghilang saat kami sedang berlibur di Bali Indonesia. Aku asli Indonesia dan menikah dengan pria keturunan Amerika. Putra kembar ku itu bernama Riandra dan Evan. Yang menghilang adalah Riandra." Ucap nyonya Kelly membuat jantung Yura seakan mau berhenti.


"Tidak mungkin! Berarti wanita ini ibu mertuaku sendiri. Apa yang harus aku jelaskan kalau aku menikahi sekaligus kedua anaknya?"


"Nona...! Kamu belum menjawab pertanyaan ku." Imbuh nyonya Kelly.


"Kita belum sempat berkenalan nyonya. Siapa nama anda?"


"Aku Kelly Adam."


"Aku Yura."


Keduanya saling menjabat tangan mereka dan terlihat mulai akrab. Nyonya Kelly sangat senang melihat wajah cantik Yura apa lagi gadis ini satu bangsa dengannya.


"Nama mantan suamiku adalah Riandra, Nyonya." Ucap Yura membuat nyonya Kelly hampir ambruk kalau tidak dipegang oleh Yura.


Nyonya Kelly terlihat menangis karena ia sudah lelah mencari putranya itu di Indonesia namun tidak ditemukan. Ia hanya bolak-balik Jakarta Amerika hingga meninggalkan suami dan anaknya karena desakan mertuanya untuk menemukan putranya itu atau mereka tidak akan mewariskan perusahaan mereka pada Evan.


Suaminya menjauhinya dan lebih memilih mabuk-mabukan, judi dan bermain wanita. Nyonya Kelly begitu kecewa dengan suaminya hingga memilih pergi dari rumahnya meninggalkan Evan yang masih kecil saat itu yang baru berusia tujuh tahun.


"Nyonya...! Kenapa anda tidak mau menemui putra anda yang lain jika tidak menemukan Riandra?" Tanya Yura membuat nyonya Kelly tidak mengerti.


"Apakah kamu mengenal kedua Anakku?"


"Karena suamiku yang sekarang adalah Evan dan aku tidak mengetahui kalau Evan dan Riandra adalah saudara kembar."


Duarrr ....


Nyonya Kelly tercengang dan lagi-lagi syok mendengar putra kembarnya hanya mencintai wanita yang sama.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu mengenal keduanya?"


Yura menceritakan secara jujur bagaimana ia bertemu dengan Evan dan nasib pernikahan pertamanya dengan Riandra. Nyonya Kelly makin histeris mendengar kedua putranya memperlakukan Yura dengan sangat buruk.


"Sekarang kamu tinggal di mana, Yura?"


"Di salah satu rumah perkebunan mantan siswaku, nyonya. Aku juga berniat untuk pulang ke Indonesia."


"Berhentilah memanggilku nyonya karena kamu adalah menantuku! dan panggil lah aku mami Evan dan Riandra memanggilku." Pinta nyonya Kelly.


"Baiklah nyonya....eh maksudku mami."


"Karena kamu sedang hamil, sebaiknya tinggal denganku saja tapi mami ingin bertemu dengan Riandra. Apakah kamu mau pulang ke Indonesia?"


"Iya nyonya."


"Kalau begitu ajak aku bersamamu. Aku sangat merindukan putraku Riandra."


"Apakah anda tidak merindukan putramu Evan? Hanya ingin mencari anda ke Indonesia, aku sampai menabraknya dan juga memerasnya. Dia sangat merindukan anda nyonya."


"Aku sudah berjanji tidak akan menemui putraku Evan sebelum bertemu dengan putraku Riandra." Jelas nyonya Kelly membuat Yura memahami kegundahan hati nyonya Kelly.


"Baiklah nyonya. Kalau begitu kita akan kembali ke Indonesia bersama-sama." Ucap Yura.


Kedua wanita ini saling berpelukan. Nyonya Kelly meminta Yura untuk menginap di rumahnya sampai mereka kembali ke Jakarta. Nyonya Kelly ingin tahu lebih banyak tentang Riandra.


Walaupun ia tidak pernah menemui putranya Evan tapi ia selalu melihat keadaan putranya Evan secara diam-diam. Tapi saat Evan menikahi Yura nyonya Kelly sudah enggan untuk melihat putranya karena dia tahu istri Evan akan mengurus Evan dengan baik. Hanya saja dua tidak tahu kalau istri putranya Evan adalah Yura. Walaupun seorang pebisnis, Evan tidak ingin mengekspose pernikahannya di media karena ingin melindungi Yura dari pesaing bisnisnya.


Beberapa hari kemudian Yura dan nyonya Kelly berangkat ke Indonesia. Yura berniat menempati rumah kedua orangtuanya yang masih dirawat oleh para pelayannya yang masih tinggal di rumah besarnya itu.


"Sayang ..! Ini Oma kalian. Kita akan pulang kampung ketemu dengan paman Riandra. Kalian harus kuat ya karena perjalanan ke Jakarta cukup jauh. Jangan menyusahkan mama." Ucap Yura sambil mengelus-elus perutnya yang lebih besar dari kehamilan wanita normal.


Perjalanan menuju Jakarta cukup melelahkan. Setibanya mereka di Jakarta, Yura mengajak ibu mertuanya itu untuk tinggal bersamanya di rumah kedua orangtuanya. Nyonya Kelly sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putranya Riandra.


"Mami...! Ini sudah larut malam. Sebaiknya kita istirahat dan besok kita akan menemui Riandra di rumahnya. Yura masih punya nomor teleponnya." Ucap Yura menenangkan ibu mertuanya ini..

__ADS_1


"Terimakasih Yura. Kamu sangat baik tapi kedua putraku itu kenapa melakukan dirimu sangat buruk?" Keluh nyonya Kelly sedih.


"Mungkin ini adalah nasibku mami. Aku tidak ingin mengeluh lagi karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu dari anak kembar ku ini." Ucap Yura bahagia.


__ADS_2