Suami Samaran

Suami Samaran
23. Salah Paham


__ADS_3

Permintaan Riandra untuk rujuk lagi dengan Yura ditolak oleh Yura dengan halus. Yura tidak menginginkan kedua saudara kembar itu. Ia ingin fokus mengurus bayi kembarnya sambil membesarkan mereka.


"Yura...! Aku sangat mencintaimu. Apakah kamu tidak memberikan aku kesempatan untuk mencintaimu dan memperlakukan kamu layaknya see seorang istri. Bahkan aku belum pernah menyentuh tubuhmu selama kita menikah."


"Itu kesalahanmu dan kerugian mu. Aku tidak pernah menolakmu bahkan aku selalu mencari perhatian mu, tapi sayang, kamu tidak menganggap aku ada. Kamu bahkan tidak mengetahui betapa aku menahan kesedihanku dan berpura-pura tegar didepan mu.


Tapi kenapa aku jadi milik orang lain dulu kamu baru sibuk mencari perhatian ku." Ucap Yura sambil menahan gemuruh do dadanya mengingat perlakuan suaminya yang menganggap tubuhnya seperti manekin.


"Yura...! Aku mohon maaf. Setelah kamu pergi dari hidupku aku baru merasakan apa itu kehilangan dan apa itu mencintai. Mungkin permasalahanmu dengan Evan membuka jalan bagiku untuk kembali membina rumah tangga lagu denganmu. Aku tidak masalah dengan kehadiran si kembar. Mereka adalah anak-anak milik saudaraku, biarlah seperti itu sayang karena aku akan menjadikan mereka anak-anakku sendiri." Ucap Riandra.


"Maafkan aku Riandra! Aku tidak bisa." Tolak Yura membuat Riandra merasa sangat kecewa.


"Pikirkan lagi tawaran aku Yura. Tidak perlu menjawab buru-buru saat ini. Aku sedang hamil jadi emosimu pasti tidak stabil." Ucap Riandra menenangkan Yura.


"Otakku masih waras dan perasaanku tetap normal. Aku tidak akan bisa menerima kamu menjadi suamiku walaupun kamu menawarkan kebaikan yang lebih menggiurkan lebih dari suamiku lakukan."


"Dia tidak mencintaimu Yura! Doa hanya mencintai dirinya sendiri. Dia hanya ingin kebahagiaannya dan hidup sesuai dengan kemauannya. Kau hanya sebuah pelengkap bukan sebagai wanita yang sangat ia butuhkan. Jika dia sangat mencintaimu, mungkin dia hanya berpikir untuk selingkuh bukan untuk menikah lagi dengan wanita lain. Selingkuh hanya sesaat tapi menikah lagi akan selamanya. Dan kamu pun siap di madu bukan?"


"Berhentilah memprovokasi diriku. Aku tidak terlalu butuh suami jika aku bisa menghidupi diriku dan juga bayi kembar ku. Tidak kamu apalagi dia." Sungut Yura begitu tegas hingga akhirnya Riandra pasrah dan menghargai keinginan Yura.


"Ok Yura. Aku tidak akan memaksamu lagi. Tapi aku harap jangan sungkan meminta bantuan ku. Kamu bisa mengandalkan aku kapanpun kamu mau. Aku masih mencintaimu dan aku harap kamu tidak kembali pada bajingan itu yang telah mengabaikan dirimu seperti ini." Pukas Riandra.


"Lalu apa bedanya kamu dan dia? Sama-sama tampil menjadi seorang pecundang di hadapanku." Batin Yura.


Riandra keluar dari kamar Yura dan sekaligus pamit pada ibu hamil itu. ia juga menitip ibunya karena nyonya Kelly tidak ingin ikut ke rumah putranya dan lebih memilih menemani Yura karena kondisi kehamilan Yura yang perlu pendamping.


Yura dan nyonya Kelly mengantarkan Riandra ke halaman mansion dan menatap mobil mewah Riandra meninggalkan mansion milik tersebut.


"Apa yang sedang kalian bicarakan Yura? Kenapa lama sekali?"


"Rindra minta rujuk mami."

__ADS_1


"Lalu apa jawabanmu?"


"Aku tidak bisa menerimanya lagi."


"Apakah kamu masih mencintai Eva?"


"Entahlah mami. Yura bingung dengan perasaan Yura sendiri. Yura ingin mengakhiri hubungan kami dan fokus dengan bayi kembar Yura." Ucap Yura sambil menahan dadanya yang terasa sangat sakit.


...----------------...


Sembilan bulan usia kandungan Yura. Sementara Evan yang tidak pernah lelah mencari keberadaan istrinya itu menemukan titik terang dari informasi yang ia dapatkan. Asistennya melaporkan kepada Evan jika istrinya saat ini sudah kembali ke Indonesia.


Pria tampan ini segera terbang ke Indonesia untuk menemui istrinya di kediaman pribadi mendiang kedua orangtuanya Yura. Evan yang sudah menceraikan Angel karena tidak kunjung memberinya keturunan.


Setibanya di kediaman Yura yang tidak mengetahui kedatangan suaminya, sedang sibuk mempersiapkan beberapa perlengkapan bayi untuk di masukkan ke dalam kopernya.


Sementara itu Riandra dan ibunya sedang berada di taman menghabiskan waktu bersama. Riandra yang sengaja datang setiap hari ke rumah Yura untuk mengawasi mantan istrinya itu bila melahirkan bayinya ia ada di saat yang sangat dibutuhkan Yura untuk membawa gadis itu ke rumah sakit.


Dengan langkah yang tertatih-tatih, Yura membuka pintu kamarnya. Seorang pelayan menyampaikan kedatangan Evan pada Yura.


"Non Yura! Ada tamu untuk non Yura." Ucap pelayan itu.


"Siapa bibi?"


"Itu non...!"


"Apa kabar sayang...!" Sapa Evan yang sudah berada di depan pintu kamar Yura.


Degggg....


"Evan...?"

__ADS_1


"Yura....kau?" Sentak Evan saat melihat perut Yura yang sangat membesar.


Yura bingung menentukan sikapnya saat ini pada suaminya. Baru saja dua ingin bicara, Riandra dan ibunya nyonya Kelly berjalan ke arah kamar Yura. Riandra dan nyonya Kelly menghentikan langkah mereka ketika melihat Evan.


Baik Evan maupun Nyonya Kelly sama-sama terkejut." Evan...!"


"Mami...!"


Lagi-lagi Evan salah paham pada Yura. Jadi, kamu kembali ke Indonesia ingin rujuk dengan mantan suamimu itu dan berhasil membuat kamu hamil, hah?" Bentak Evan membuat Yura syok.


"Kamu apa-apaan, Evan? Datang-datang langsung marah-marah." Omel Riandra.


"Hei... bajingan kau! Kau apakah Istriku, hah?" Evan tiba-tiba menyerang Riandra dengan meninju wajah tampan saudara kembarnya itu.


Baik Nyonya Kelly dan Yura berusaha menghentikan saudara kembar itu." Apa yang kamu lakukan bodoh?" Umpat Riandra yang bisa menangkap tangan Evan lalu memelintir tangan Evan ke belakang.


"Hentikan Evan, Riandra!" Pekik nyonya Kelly yang tidak ingin melihat putra kembarnya berkelahi.


"Kalian bisa-bisanya berselingkuh dariku hingga kau hamil Yura?" Tuduh Evan membuat Yura makin geram.


"Iya aku selingkuh dengan Riandra dan ini anaknya. Sekarang pergi dari rumahku karena aku tidak ingin melihat pria egois seperti dirimu lagi." Teriak Yura sengit.


"Yura...! Kau..?" Nyonya Kelly terlihat bingung dengan pengakuan Yura yang membuat putranya Evan salah paham. Sementara Riandra begitu bahagia merasa Yura memenangkan dirinya dan mungkin saja Yura akan kembali kepadanya.


"Mami...! Apakah mami mengetahui hubungan mereka dan mendiamkan saja mereka mengkhianati ku?" Geram Evan sambil menahan kesedihannya pada wanita yang telah melahirkan dirinya ini.


"Evan...,! Riandra adalah saudara kandungmu. Selama mami pulang pergi ke Indonesia hanya ingin mencarinya. Dan Yura yang telah mempertemukan ibu dan Riandra. Mami berharap kalian jangan berantem gara-gara Yura. Gadis ini sama sekali tidak bersalah bahkan dia sangat menderita karena ulah kalian berdua. Dan kau Evan, apakah kamu tidak bisa bersikap dewasa sebentar saja untuk melihat keadaan istrimu yang sudah susah payah mengandung bayi kembar kalian, hah? Apakah tidak cukup kamu menyakiti dirinya?" Bentak nyonya Kelly membuat Evan syok.


Degggg...


"Apa...? Yura hamil Anakku?"

__ADS_1


__ADS_2