
Setelah berjuang cukup panjang untuk menaklukkan hati wanitanya, Riandra menjalani ide keponakannya yang meminta ia pura-pura sakit. Awalnya Riandra mengajak Yura makan malam di restoran. Lebih tepatnya mengajak janda dari adiknya ini berkencan. Awalnya Yura menolak namun Riandra memaksanya karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan.
Rencana itu akhirnya berhasil karena Yura juga penasaran dengan hal penting yang ingin disampaikan oleh Riandra padanya. Setibanya di restoran mewah yang sedang dibooking Riandra, keduanya memilih tempat yang sangat romantis dan Yura agak risih melihat tempat itu karena ia tidak merasa memiliki hubungan dengan Riandra lagi.
Tidak lama kemudian, dua orang pelayan mengantarkan menu pesanan mereka. Yura asyik bermain ponselnya tanpa ingin melihat wajah tampan Riandra yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
"Silahkan tuan, nyonya, dinikmati hidangan malamnya!" ucap pelayan itu lalu meninggalkan meja pasangan itu.
"Silahkan Yura! kita makan dulu setelah itu kita akan mengobrol. Tadi siang aku belum sempat makan karena kepalaku sangat pusing. Sekarang kita makan dulu ya!" ucap Riandra.
Keduanya menikmati makan malam itu tanpa ingin bicara apapun karena Riandra tidak mau kabar yang akan ia sampaikan itu akan mempengaruhi mood Yura. Ibu dari si kembar ini cepat menyelesaikan makan malamnya dan sekarang tinggal makan puding sebagai makanan penutup.
"Aku sudah menyelesaikan makananku dan sekarang tolong beritahu aku apa yang akan ingin kamu sampaikan kepadaku?" tanya Yura.
Riandra mengulum senyumnya melihat tingkah Yura yang tidak sabaran menunggu apa yang ingin ia sampaikan. Riandra mengeluarkan laporan medis yang tentu saja itu palsu untuk bisa menarik empati Yura padanya. Riandra menyerahkan pada Yura yang menerimanya dengan mengernyitkan dahinya.
"Apa ini Riandra?" tanya Yura melihat amplop dengan logo rumah sakit itu.
"Aku menderita kangker otak," ucap Riandra membuat amplop yang sedang dipegang Yura jatuh.
"Jangan bercanda kamu Riandra!" bentak Yura dengan mata sudah terasa panas.
"Apakah orang yang sedang menghadapi sakaratul maut berani berbohong padamu?" tanya Riandra.
Yura langsung berdiri menghampiri mantan suaminya itu." Tidak Riandra! tolong jangan tinggalkan aku! Aku tidak sanggup kehilangan kamu juga. Aku mencintaimu Riandra. Tolong jangan menyiksaku lagi dengan rasa kehilangan yang tidak bisa aku terima sampai saat ini," ucap Yura sambil menangis.
"Kalau begitu menikahlah denganku Yura!" pinta Riandra.
"Aku tidak akan menikah denganmu kalau kamu juga akan meninggalkan aku juga," imbuh Yura sambil mewek.
"Aku akan menjalani terapi hingga penyakit kanker aku sembuh. Tapi aku ingin kita lewati ini bersama. Apakah kamu mau sayang?" tanya Riandra penuh kemenangan.
__ADS_1
"Iya Riandra. Aku mau rujuk lagi denganmu," ucap Yura sambil mengangguk.
Riandra memeluk wanitanya itu dan menciumnya penuh kelembutan. Keduanya memutuskan untuk pulang dan kembali ke rumah. Tapi di mobil keduanya kembali terlibat ciuman panas. Walaupun mereka sama-sama saling membutuhkan namun keduanya memutuskan untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh.
...----------------...
Sebulan kemudian keduanya menggelar pernikahan yang sederhana yang dihadiri oleh orang-orang terdekat. Si kembar begitu bahagia karena impian mereka yang ingin punya ayah lagi diwujudkan oleh sang mami. Riandra sangat bangga dengan keponakannya yang sekarang sudah sah menjadi anak sambungnya.
"Terimakasih boys, berkat kalian paman akhirnya menikah dengan ibu kalian. Paman janji tidak akan mengecewakan ibu kalian," ucap Riandra.
"Setidaknya perjuangan kita tidak sia-sia ayah," ucap Noah yang langsung melakukan tos pada Neil dan Riandra.
"Ada sih? kelihatan seru banget," tanya Yura.
"Itu mami, kami sangat senang akhirnya kami punya ayah lagi. Udah gitu mukanya sama lagi. Orang mana tahu kalau kami punya dua ayah. Semoga mami dan ayah Riandra selalu bahagia dan tak akan pernah terpisahkan," ucap Neil.
"Terimakasih baby twins. Kalian adalah kebanggaan mami," imbuh Yura lalu memeluk kedua putranya yang langsung di foto oleh fotografer profesional. Tidak lama Riandra ikut bergabung dan memeluk ketiganya dengan penuh kebahagiaan dan momen itu tidak terlepas dari bidikan kamera sang fotografer.
Percintaan panas itu berlangsung setiap harinya. Hingga tiga bulan kemudian, Yura dinyatakan hamil anak kembar. Riandra berharap anak kembarnya kali ini adalah perempuan karena ia suka dengan anak perempuan. Ketika usia kandungan Yura memasuki tujuh bulan, Yura ingin mengetahui jenis kelamin bayi kembarnya dan ternyata bayi kembar mereka berjenis kelamin perempuan.
"Nama apa yang akan kamu berikan kepada bayi perempuan kita?" Yura pada suaminya usai keduanya bercinta.
"Nayla dan Nayara," ujar Riandra.
Nanti kalau mereka besar, keduanya akan mewarisi perusahaanku. Dan Noah juga Neil akan kembali ke Amerika saat mereka berusia 17 tahun," ucap Riandra.
"Tapi aku ingin putra kembarku menikah dengan wanita Indonesia," pinta Yura.
"Bukankah semua gadis rasanya sama saja? kenapa kamu pemilih sekali?" tanya Riandra.
"Karena aku tidak ingin putra kembarku akan mencintai hanya satu wanita dalam hidup mereka," sahut Yura.
__ADS_1
"Itu hanya berlaku untuk aku dan mendiang saudara kembarku Evan," imbuh Riandra. Keduanya terkekeh membayangkan kisah cinta mereka yang terlalu pelik.
Dua bulan kemudian Yura akhirnya melahirkan bayi kembarnya secara normal didampingi oleh Riandra. Kebahagiaan nampak jelas terlihat oleh keluarga itu saat bayi kembar perempuannya telah lahir dengan selamat. Neil dan Noah yang sudah berusia empat tahun ini menyambut kehadiran adik kembar mereka yang sangat cantik itu.
"Ayah. Mereka seperti boneka. Apakah kami boleh menggendong mereka?" tanya Neil yang terlihat gemas pada adiknya.
"Tubuh kalian saja sangat kecil bagaimana kalian bisa mengendong adik bayi?" ledek Riandra.
"Benar juga ayah. Yah sudah kami akan menunggu mereka agak besar agar bisa bermain bersama nanti," ucap Noah.
"Asal mainnya jangan pakai boneka. Karena kita ini pria sejati," ucap Neill.
"Pastinya Neil. Kita akan ngajak mereka main game," ucap Noah dan semuanya pada tertawa.
Tiga belas tahun kemudian, Neil dan Noah melanjutkan pendidikan mereka di Amerika. Putra kembar mendiang Evan ini mulai mempelajari bisnis warisan Daddy mereka. Keduanya tidak sulit untuk mempelajari bisnis tersebut.
"Apakah kamu tidak ingin mengunjungi makam daddy Evan?" tanya Neil saat mereka sedang memasuki weekend.
"Ayo kita ke sana! mumpung hari ini udaranya cerah," ucap Noah.
Tidak lama keduanya sudah berada di makam ayah Evan. Keduanya meletakkan bunga dan berdoa untuk ayah mereka. Tidak jauh dari makam ayah mereka, ada gadis kembar seusia mereka sedang meratapi makam ibu mereka membuat Neil dan Noah memperhatikan wajah cantik kembar itu.
"Mereka cantik sekali, apakah kita perlu berkenalan dengan gadis kembar itu?" tanya Neil.
"Aku yang baju hitam berenda," ucap Neil.
"Aku yang dress hitam," ucap Noah.
.....
TAMAT
__ADS_1