
Untuk memudahkan urusannya, Yura bersedia berdamai dengan keadaan. Banyak rencana di otaknya yang sudah tersusun rapi untuk pergi sejauh mungkin sambil menyembunyikan kehamilannya dari sang suami.
"Aku harus ke perkebunan atau kembali ke Indonesia menemui Riandra? Tapi bagaimana kalau Riandra sendiri tidak mau menerima anak ini dan akan membuat hubungan kami semakin kacau? aku banyak sekali rencana tapi semuanya tidak sesuai dengan keinginanku. Bagaimana ini?" Yura mendengus kesal.
"Yura...! Aku mau berangkat ke perusahaan. Aku harap kamu tetap melakukan aktivitas ku tanpa berhubungan dengan siapapun. Kau mengerti, sayang?" Ucap Evan terlihat posesif pada istrinya.
"Hmm!" Alana turun dari mobilnya dan masuk ke ruang guru.
Evan segera menuju perusahaannya. Ia menghubungi orang-orangnya untuk mengawasi istrinya agar tidak bertemu siapapun terutama Riandra dan Sean.
"Awasi istriku. Jangan buat kegaduhan di sekolah. Kalian hanya mengawasinya dari luar sekolah. Istriku hanya boleh berhubungan dengan rekan guru dan juga siswanya saja." Ucap Evan.
"Baik Tuan."
Seperti biasa Yura memberikan surat pengunduran dirinya pada kepala sekolah dengan alasan ingin mengikuti program kehamilan yang sedang di dilakukannya saat ini. Kepala sekolah tidak bisa berbuat apapun kecuali menyetujuinya.
Seperti yang sudah di rencanakan oleh Anabelle yang memberikan seragam sekolahnya dulu pada Yura untuk menyamar menjadi siswa sekolah itu untuk mengelabuhi para anggotanya Evan yang mengawasinya.
Tubuh Yura yang masih seperti ABG masih pantas mengenakan seragam SMA sekolah tersebut. Anabelle tersenyum geli melihat mantan gurunya itu terlihat sangat imut dengan dandanan ala remaja ABG.
Mobil Anabelle melewati para anggotanya Evan yang tidak memperhatikan penumpang dalam mobil mewah itu karena kaca mobil itu terlihat sangat gelap.
"Aku tidak bisa membawa apapun kecuali dokumen pribadiku, Anabelle."
"Tidak usah kuatir. Aku sudah membeli kebutuhan buat Miss dari pakaian santai, berpergian dan pakaian dalam. Tidak lupa sepatu dan tas. Semoga Miss Yura menyukainya." Ucap Anabelle.
__ADS_1
Sean menghubungi Anabelle menanyakan keberadaan kedua wanita itu." Kalian ada di mana?"
"Di perjalanan menuju tempat kita janjian ketemu." Sahut Anabelle.
"Baik. Aku tunggu sayang." Ucap Sean pada kekasihnya.
Sean masuk ke mobil Anabelle untuk menggantikan posisi itu untuk mengendarai mobilnya." Hai sayang..! Sean mengecup bibir Anabelle dan Yura menatap jalanan.
"Aku harap kamu tidak akan mengkhianati suatu hari nanti, Sean. Jangan seperti tuan Evan yang memperlakukan Miss Yura." Ucap Anabelle.
"Tidak akan pernah sayang. Aku merasakan betapa hancurnya melihat seseorang yang kita cintai harus berselingkuh entah demi apa."
"Mereka sudah menikah secara diam-diam." Sela Yura.
"Itu sama saja berkhianat, Miss Yura."
"Kita akan membuat tuan Evan menyesal dengan keputusannya yang gegabah, Miss Yura. Kami akan melindungi kamu dan bayimu." Jelas Anabelle.
"Terimakasih atas perhatian kalian. Aku sangat terkesan dan berutang banyak pada kalian berdua. Semoga kalian segera menikah dan membentuk keluarga sendiri. Jangan kelamaan pacaran tanpa ikatan pernikahan dengan berhubungan di luar nikah karena nikmatnya tidak sama saat kita bercinta dengan pasangan sah." Nasehat Yura pada mantan siswanya itu.
"Budaya kita berbeda nona Yura. Kami menikmati apa yang kami anggap menyenangkan bagi kami." Jelas Sean.
"Itulah yang akan membuat kalian cepat bosan dengan pasangan." Timpal Yura.
"Aku tidak akan bosan dengan kekasihku yang sangat cantik ini nona Yura." Ujar Sean.
__ADS_1
"Karena saat yang kalian rasakan adalah sama-sama butuh. Seiring berjalannya waktu, wawasan kehidupan kalian meluas dengan bertambahnya ilmu, pengalaman, godaan dan masih banyak lagi problem kehidupan yang akan kalian hadapi nanti. Itu di mulai saat kalian tidak siap memiliki momongan. Setiap ucapan cinta hanya bumbu penyedap dari setiap hubungan. Jika rasanya sudah mulai berkurang, satu sama lain akan berpikir untuk mencampakkan karena ada godaan baru yang lebih menggiurkan." Jelas Yura untuk membuka pikiran pasangan yang sedang mabuk asmara ini.
"Usia kami sudah cukup untuk mulai berumah tangga. Kami akan menjaga hati kami agar tidak tergoda apapun yang kami temui di luar sana.
Yura akhirnya mengalah. Apapun yang akan ia ucapkan kini tidak sedikitpun menggoyahkan cinta pasangan ini yang senang kumpul kebo. Hingga mobil itu tiba di perkebunan, Yura dan Anabelle sudah terlelap.
...----------------...
Sementara itu di kediaman Evan, tidak menemukan istrinya yang sudah pulang mengajar. Ia menghubungi nomor telepon Yura namun tidak aktif.
Saat ia membuka laci nakas nya untuk mengambil cas ponselnya, ia melihat selembar kertas yang berisikan pesan untuknya." Selamat malam suamiku, Evan!! Aku harap kamu menemukan surat ini lebih cepat karena saat kamu selesai membacanya aku sudah tidak berada lagi di negara ini.
Kamu tidak perlu mencariku karena kamu sudah punya istri lain yang bisa menggantikan aku untuk mengurus mu. Maafkan aku karena sudah ingkari perjanjian kita. Sekali lagi aku tegaskan padamu, aku tidak rela berbagi cinta dengan wanita lain entah untuk alasan apapun. Terimakasih sudah mencintaiku. Selamat menempuh hidup baru dan aku sudah menggugat cerai dirimu. Aku akan kembali ke Indonesia dan menerima tawaran Riandra untuk kembali kepadanya." Istrimu Yura.
Evan meremas kertas itu sambil mengumpat penuh amarah. Ia tidak menyangka bagaimana cara Yura bermain cantik dengannya agar bisa kabur dari dirinya.
"Kurangajar...! Kamu kira aku akan melepaskan kamu begitu saja, Yura? Aku akan menjemputmu kembali lagi padaku. Dari semua lelaki di dunia ini kenapa harus kembali pada Riandra...! Berengsek kamu Yura!" Maki Evan sambil membuang apapun yang ada di meja nakas.
Sementara Yura sudah menempati kamar tamu yang sangat mewah di perkebunan milik keluarga Sean. Yura merasakan kenyamanan di tempat itu yang bisa membuat pikirannya kembali jernih.
Sementara Anabelle dan Sean sedang berbagi keringat di kamar sebelah. Yura hanya bisa menarik nafas dalam mendengar sayup-sayup teriakan kenikmatan di dalam sana.
Sebagai guru ia sudah memberikan nasehat yang terbaik pada mantan siswanya itu." Aku harap kehidupan percintaan kalian tidak berakhir tragis seperti yang aku alami, Sean, Anabelle." Desis Yura yang melanjutkan lagi tidurnya.
"Sean...! pacu aku lebih cepat sayang! Aku sudah hampir keluar." Desak Anabelle.
__ADS_1
"Iya sayang! Kita lepaskan bersama-sama, Ok!" Ujar Sean sambil memagut bibir kenyal Anabelle dengan memacu cepat tubuhnya hingga keduanya melenguh panjang saat mendaki puncak kenikmatan itu.
Keduanya saling berpelukan dengan peluh yang sudah membasahi tubuh keduanya." Aku mencintaimu Sean." Aku sangat mencintaimu Anabelle." Ucap Sean.