
Rupanya pengantin baru ini masih betah berada di pulau Dewata Bali. Keduanya berkeliling menikmati tempat destinasi wisata dan mencoba kuliner y0ang ada di pulau Dewata Bali.
Kini keduanya sedang berada di tanah lot. Keduanya menyaksikan tarian tradisional Bali membaur dengan pengunjung wisatawan lainnya. Yura menceritakan tentang budaya Bali pada Evan yang tidak begitu mengetahui kebudayaan Indonesia kecuali ibu yang berhubungan dengan ibunya yang berasal dari Semarang.
Keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju restoran yang ada di Legian Bali. Yura dan Evan masih melihat menu yang akan mereka pesan namun keduanya dikejutkan dengan kehadiran Riandra yang tiba-tiba duduk dekat dengan meja yang mereka tempati.
Ingin kabur ke rasanya percuma karena Riandra sudah melihat mereka juga akhirnya ketiganya saling menatap satu sama lain. Mungkin bagi Evan dia tidak terkejut lagi melihat tampang Riandra karena ia pernah tampil menggantikan figur Riandra yang menjadi suami samarannya Yura yang saat ini sudah menjadi suaminya.
Namun tidak dengan Riandra yang ternyata sangat syok melihat tampang Evan yang sangat mirip dengannya. Namun hatinya begitu miris mengetahui Evan berada di sisi Yura yang belum ia ketahui hubungan keduanya.
"Astaga! Ini tidak mungkin. Mengapa wajah pria itu sangat mirip denganku?" Gumam Riandra lirih.
Riandra memberanikan dirinya untuk mendekati pasangan itu. Evan menggenggam tangan istrinya agar tidak takut menghadapi Riandra karena status mereka saat ini suami istri.
"Rupanya kamu masih terobsesi padaku Yura. Sampai-sampai kamu begitu berambisi mencari kekasih yang sangat mirip denganku." Ledek Riandra.
"Sayang sekali Riandra. Dua bukan kekasihku tapi suamiku. Lihatlah cincin pernikahan ini kalau kami adalah pasangan suami-istri." Ucap Yura membuat Riandra tersentak.
"Apakah karena pria ini membuat kamu rela menggugat cerai diriku demi untuk menikah dengannya?" Tanya Riandra sinis.
"Anggap saja seperti itu Riandra. Aku terlalu mencintai pria ini hingga aku tidak bisa hidup tanpa dirinya." Yura sengaja memanasi mantan suaminya yang saat ini sedang kepo antara hubungannya dengan Evan.
"Dan kamu! Apakah kamu yang memaksanya agar dua menggugat cerai diriku agar kamu bisa menikahinya?" Tanya Riandra yang terlihat tidak rela mantan istrinya itu menikah dengan pria yang wajahnya sangat mirip dengannya.
"Kenapa kamu menanyakan aku? Tanya saja Yura, apakah benar sayang? Apa yang dituduhkan mantan suamimu itu padaku?" Tanya Evan pada Yura yang terlihat cuek dengan ucapan Riandra yang sengaja menabuh perang dengannya.
"Bukan urusannya untuk mengetahui hubungan kita. Aku dan dia tidak pernah punya urusan lagi. Kami hanya mantan. Dan kamu adalah suamiku. Dan aku adalah masa depanmu." Yura mengecup bibir Evan di depan Riandra yang langsung mengepalkan kedua tangannya menahan geram.
__ADS_1
"Kalian berengsek!" Umpat Riandra lalu meninggalkan restoran itu karena selera makannya sudah hilang.
Yura yang awalnya begitu gemetar berusaha menenangkan dirinya dan itu bisa dirasakan Evan yang menggenggam tangan istrinya yang saat ini terasa sangat dingin.
"Apakah kamu baik-baik saja sayang?"
"Sebaiknya kita kembali ke Amerika, Evan. Aku tidak ingin bertemu dengan bajingan itu lagi." Ucap Yura.
"Iya sayang. Lagi pula kita sudah berada di sini hampir dua bulan. Aku juga sedang memikirkan pekerjaanku karena asistenku sudah mulai mengeluh." Imbuh Evan.
"Baiklah. Kalau bisa pulang sekarang dan aku juga tidak berselera lagi untuk makan."
"Tidak usah makan. Kita bisa makan di hotel atau di pesawat. Yang jelas kita tidak perlu bertemu dengan mantan suamimu itu."
Keduanya meninggalkan restoran itu dengan perasaan gusar. Baru saja mau melangkah keluar, Yura ijin ke kamar mandi karena ingin buang air kecil.
"Evan! Aku mau ke toilet dulu."
"Hmm!"
Yura menuju ke toilet dan Evan menuju ke tempat parkir. Sialnya ia harus bertemu dengan Hesti yang mengira Evan adalah Riandra.
"Sayang....! Kamu ke mana saja?" Tanya Hesty yang langsung memeluk Evan membuat Evan tersentak.
"Hei ..! Ada apa denganmu nona? sepertinya anda salah orang." Ucap Evan sambil mendorong tubuh Hesty menjauh dari tubuhnya.
"Apakah karena wanita itu kamu malah ingin meninggalkan aku? Bukankah selama ini kamu tidak pernah mencintainya?" Tanya Hesty dengan nada ketus.
__ADS_1
"Kamu ini bicara apa nona? Aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang kamu katakan padaku."
"Tidak usah berlaga sok tak kenal deh karena kamu tidak ingin menyakiti istrimu itukan? Aku tidak masalah harus kamu duakan, sayang. Yang penting aku ingin selalu bersamamu." Pinta Hesti manja sambil memeluk lengan Evan yang terlihat risih menanggapi perkataan Hesty.
"Lepaskan suamiku, Hesty!" Bentak Yura dengan suara lantang memancing orang lain memperhatikan mereka.
"Tidak...! Harusnya dia tetap bersamaku tapi kamu datang ingin merebut dia dariku." Tolak Hesty.
"Yang kamu peluk itu bukan Riandra tapi Evan. Dia adalah suamiku keduaku. Harusnya kamu bisa bedakan pria selingkuhan mu itu Hesty.. Sarkas Yura.
Hesty masih enggan melepaskan lengan Evan. Tapi Evan menghempaskan tangan Hesty dari lengannya dengan kasar.
"Evan...! Ayo kita segera ke bandara sayang!" Pinta Yura membuat Hesty menatap bengong keduanya.
"Evan..! Apakah Riandra sudah menggantikan identitasnya dengan nama Evan?" Gumam Hesty seperti gadis bloon.
Evan yang sedang menyetir baru menyadari bahwa Hesty adalah selingkuhan Riandra yang pernah tertangkap basah oleh Yura saat mereka berlibur ke Paris Perancis dua tahun lalu.
"Apakah wanita itu yang pernah bersama Riandra saat kamu melihat keduanya di kamar yang sama?"
"Iya sayang. Dia adalah sahabat terbaikku. Saat dia berhubungan dengan Riandra, di saat yang sama aku selalu curhat kepadanya tentang kemelut rumah tanggaku. Itulah sebabnya aku begitu marah besar padanya. Rasanya saat itu aku ingin membunuhnya. Dia tahu permasalahan hidupku tapi dia juga mengambil kesempatan untuk menggoda Riandra yang saat itu sedang aku perjuangkan untuk bisa mencintaiku. Bagaimana Riandra mencintaiku, jika dia sendiri berusaha untuk mendapatkan perhatian dan cinta Riandra." Ucap Yura sendu.
"Aku akan memberikan semua apa yang kamu harapkan dari seorang Riandra yang tidak bisa kamu dapatkan." Timpal Evan.
"Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan Evan. Bahkan lebih dari ekspektasi ku. Kita menguatkan cinta kita saja agar tidak tergoda dengan orang ketiga." Ucap Yura.
"Lupakan masa lalu dan raihlah bahagia bersamaku, Yura." Pinta Evan membuat Yura merasa terharu.
__ADS_1
"Terimakasih Evan sudah hadir dalam hidupku. Jika aku salah atau kurang memenuhi harapanmu, katakan saja terus terang agar aku bisa memperbaiki diriku seperti yang kamu inginkan." Pinta Yura.
"Aku akan usahakan mengingat permintaanmu itu. Satu hal yang saat ini aku inginkan agar kamu cepat hamil supaya kebahagiaan kita terasa sempurna dengan hadirnya si kecil yang akan menghibur kita." Imbuh Evan.