
Yura menghubungi Riandra yang saat ini sudah pulang ke mansionnya. Keduanya membuat janji untuk bertemu. Riandra begitu girang bisa bertemu lagi dengan mantan istrinya. Walaupun saat ini ia tidak tahu jika Yura sedang hamil.
"Yura...! Apa kabarmu, sayang!" Sapa Riandra terdengar mesra di kuping Yura walaupun ia tahu Yura sudah memiliki suami.
"Aku baik Riandra. Tapi aku ingin bertemu denganmu, apakah boleh?"
Mendengar permintaan Yura membuat Riandra jadi gugup. Ia tidak menyangka Yura ingin bertemu dengannya.
"Apakah saat ini kamu sedang berada di Jakarta, Yura? Apakah kamu berada di rumah orangtuamu? Apakah aku boleh main ke sana?" Pinta Riandra.
Yura terlihat berpikir keras untuk menerima Riandra dirumahnya. Karena ada nyonya Kelly yang merupakan ibu mertuanya, membuat Yura menepis keraguannya untuk bertemu dengan Riandra.
"Baiklah. Kamu boleh main ke sini." Ucap Yura.
"Kamu tidak sedang bersama Evan kan?" Riandra mematikan dulu kesendirian Yura saat ini.
"Tidak. Aku pulang ke Indonesia tanpa dirinya." Desis Yura membuat Riandra bisa menebak apa yang terjadi pada mantan istrinya itu.
Riandra tidak ingin menanyakan hal yang lebih jauh lagi pada Yura karena ia bisa menanyakannya langsung pada Yura saat mereka bertemu. Telepon itu diakhiri keduanya dan sepakat bertemu di jam yang sudah mereka tentukan.
Kehamilan Yura saat ini tidak menghalanginya untuk mempertemukan ibu dan anak ini yang sudah lama terpisah. Wajah Yura yang saat ini makin cantik karena pengaruh aura kehamilannya. Yura memberitahukan kedatangan Riandra besok sore pada ibu mertuanya. Keduanya akhirnya begitu senang terutama nyonya Kelly yang akan bertemu dengan putranya yang sudah terpisah dengannya sudah dua puluh lima tahun.
"Apakah Riandra mau menerimaku sebagai ibu kandungnya, Yura?" Tanya nyonya Kelly terlihat sendu.
"Sampaikan apa adanya mami! Tidak perlu takut untuk mengungkap kebenaran tapi, kalau bisa jangan melibatkan Evan dulu dalam hal ini saat kalian nanti bertemu, mami!" Pinta Yura pada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Baiklah nak. Ibu mengerti kegelisahan mu dengan pertemuan kami nanti." Sahut nyonya Kelly.
Sementara di L.A sana, Evan masih saja mencari keberadaan istrinya Yura yang sudah lima bulan ini tidak bisa ia temukan. Dan iapun tidak ingin membawa istrinya yang kedua ke mansion utama. Baginya, rumah utama untuk istrinya Yura. Dan itu berhasil membuat istrinya Angel, begitu marah pada Evan.
"Mengapa aku masih tinggal di apartemen sempit ini kalau istri pertamamu yang mandul itu sudah meninggalkan kota ini selama berbulan-bulan. Bisa saja, ia saat ini sudah menikah lagi dan hidup bahagia hingga ia tidak ingin kembali padamu.
Aku menginginkan tinggal di rumah besar itu." Manja Angel sambil memeluk punggung suaminya.
"Maafkan aku Angel. Rumah itu tetap miliknya Yura karena aku tidak akan pernah menceraikannya. Lagi pula pernikahan kita hanya berdasarkan Kontrak selama satu tahun ini. Jika dalam waktu satu tahun ini kamu tidak juga hamil, maka pernikahan kita selesai. Andaipun juga kamu hamil putraku, kamu juga tidak akan bisa tetap bersamaku karena aku hanya butuh anakku bukan dirimu. Kamu mengerti, hmm?" seringai licik Evan membuat Angel tak bisa berkutik karena semua yang diucapkan Evan ada di dalam surat perjanjian pra nikah.
"Sialan...! Maksud hati ingin jadi nyonya besar di rumah ini, justru aku dihadapkan dengan surat perjanjian sialan itu. Andaipun aku hamil belum tentu aku bisa menikmati kekayaan Evan karena pernikahan kami hanya bentuk sewa rahim." Gerutu Angel.
Evan beranjak pergi dari apartemen istri keduanya itu. Ia bingung sendiri dengan keputusannya yang dulu pernah ia sampaikan pada Yura.
"Yura....! Kamu selalu bertindak sesuka hatimu saat tidak ada kenyamanan dalam hatimu lagi padaku. Kamu tidak pernah banyak berdebat denganku dan langsung kabur begitu saja. Apakah kamu gadis kaya hingga kamu tidak tergantung pada aku suamimu?
Sementara di mansion mewah milik Yura, ibu hamil ini sedang mempersiapkan dirinya dan juga ibu mertuanya yang nampak gugup karena akan bertemu dengan Riandra.
"Apakah dia akan menerima aku sebagai ibu kandungnya Yura?"
"Serahkan semua pada Tuhan, mami. Mau diakui atau tidak, setidaknya mami cukup meluruskan apa yang pernah terjadi pada hidup kalian." Imbuh Yura.
Yura meminta ibu mertuanya untuk tidak menampakkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia panggil. Yura harus bicara basa-basi dulu dengan mantan suaminya itu yang sekarang menjadi kakak iparnya. Nyonya Kelly kembali ke kamarnya saat melihat mobil mewah milik Riandra masuk ke halaman rumahnya Yura.
Yura keluar menemui Riandra dengan perut besarnya itu membuat wajah Riandra mengeras seketika." Astaga..! Yura hamil..? Kenapa dia bisa datang ke Indonesia sendirian dalam keadaan hamil?" Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Riandra saat ini.
__ADS_1
Ia pun turun dengan membawakan bunga mawar putih kesukaan Yura dengan sekotak coklat. Yura tersenyum padanya sambil melambaikan tangannya ke arah Riandra yang terus menerus menatapnya.
"Wah...! Rupanya aku yang mendapatkan surprise dari kamu Yura. Apakah kamu ingin melahirkan di Jakarta, Yura?" Tanya Riandra seraya menyerahkan bunga dan kotak coklat pada Yura.
"Maafkan aku, Riandra tidak mengabari kamu sebelumnya kalau mau pulang ke Indonesia. Silahkan masuk Riandra!" Pinta Yura.
"Yura...! Apakah aku boleh memelukmu?" Pinta Riandra.
Yura mengangguk. Riandra memeluk Yura hati-hati hingga sang kecil yang ada berada di dalam sana merespon dengan gerakan lincah mereka seakan ikut menyapa juga sang paman. Merasakan keajaiban itu, Riandra spontan mengusap perut Yura dan menyapa keponakannya itu.
"Hai... baby! Kenalkan ini paman Riandra!"
"Mereka kembar Riandra."
"What...? keren sekali Yura bisa hamil sekaligus kembar. Padahal kamu tidak memiliki keturunan kembar. Apa mungkin dari ayah mereka? lantas di mana ayah mereka? Apakah kalian sedang punya masalah?" Tanya Riandra bertubi-tubi.
"Nanti saja aku ceritakan Riandra. Aku datang dari L.A tidak sendirian tapi dengan seseorang yang sangat ingin bertemu denganmu. Dua bukan Evan, tapi seseorang yang sangat berarti untukmu."
"Siapa Yura?"
"Kita temui dia di kamarnya!" ajak Yura sambil menapaki tangga menuju lantai atas.
Riandra begitu ngeri melihat Yura menaiki tangga itu dalam keadaan hamil ia jadi bersikap posesif pada Yura." Hati-hati Yura!"
Yura mengetuk pintu kamar ibu mertuanya dan nona Kelly segera membuka pintu itu." Riandra kenalkan ini mami, ibu dari Evan dan juga ibu kandungmu." Ucap Yura membuat Riandra mengerutkan keningnya menatap tak percaya bahwa ibu kandungnya masih hidup.
__ADS_1
"Apa....?"