Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
malam yang panjang


__ADS_3

Hari sudah sangat malam mereka kembali ke vila, tapi senja tidak melihat mobil aldo


"em...suamiku kapan sekertaris aldo akan menjemput kita? bukankah ini sudah sangat malam"tanya senja


"kita akan menginap disini malam ini" jawab fajar


senja menghentikan langkahnya, dia kaget seperti tersambar petir mendengar kata-kata fajar


"tapi suamiku...?"


fajar menatap senja dengan membuatnya tidak melanjukan kalimatnya.tapi dia mencoba memberanikan diri.


"suami ku... aku tidak membawa baju ganti, mana mungkin aku tidur dengan gaun ini"


senja mencoba membujuk fajar, merasa dirinya lebih takut lagi bermalam disini apalagi hanya berdua dengannya.


"aldo sudah menyiapkan baju ganti untuk kita dikamar...!!!"


kamu naik dulu aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan" suruh fajar


Dengan berat hati senja melangkahkan kakinya ke kamar, dia melihat baju malam yang ada diatas tempat tidur.


sepertinya baju ini tidak asing,


dimana aku pernah melihatnya...


Senja membolak balik baju itu, dia ingat kalau baju itu sama persis dengan baju malam dihotel saat pesta pernikahannya, senja semakin takut memikirkan apa yang akan terjadi padanya nanti. Senja tidak ingin memakai baju itu tapi dari pada gaun yang dipakainya, gaun itu dibagian dadanya sangat pas dan sesak, mungkin senja akan sulit bernapas kalau tidur memakainya.


Senja pergi ke kamar mandi berganti pakaian dengan gaun malam itu. dia bercermin dan menutup tubuhnya dengan kedua tangannya


mana mungkin aku keuar dengan pakaian seperti ini


senja membuka pintu kamar mandi melihat keluar, dia tidak melihat fajar buru-buru dia berlari menuju tempat tidur, berbaring dan menutupi dirinya dengan selimut hingga ke kepalanya.

__ADS_1


Senja mencoba memejamkan matanya, ketika dia akan tertidur suara petir yang sangat keras mengagetkannya diikuti bunyi rinti hujan yang turun dengan lebatnya


senja berdiri dan melihat ke luar jendela, diluar hujan memang sangat deras, diikuti dengan angin yang sangat kencang terdengar beberapa kali bunyi petir. senja merasa takut tapi dia tidak berani menemui fajar.


kenapa fajar tidak cepat-cepat kesini


untuk pertama kalinya hari ini senja berharap fajar ada disampingnya saat ini. terdengar bunyi petir lagi dan kali ini sangat keras diikuti dengan padamnya lampu divila.


"aaahhhh...." senja menjerit


Fajar mendengar jeritan senja, dia mencari lampu diruang kerja, dan berlari keatas mencari senja. Senja melihat pancaran lampu dan berlari menghampirinya, dia melihat fajar dan langsung memeluknya


"kamu kemana saja...?aku sangat takut..!!!"kata senja sambil memeluk erat tubu fajar


"maafkan aku..." jawab fajar


Senja buru-buru melepaskan pelukannya dan melangkah mundur, tidak sengaja menjatuhkan lampu ditangan fajar. Lampu itu rusak dan tidak dapat menyala lagi. fajar sudah bencoba beberapa kali tapi lampu itu tetap tidak menyala.


"maafkan aku"kata senja menyesal


"aku ikut ...!!!" senja memotong kalimat fajar dan menggenggam tangan fajar erat-etan.


Mereka berjalan menuju ruang kerja hanya mengandalkan insting mereka dan kilatan cahaya petir, mereka sudah sampai diruang kerja dan mengambil ponsel fajar, tapi ternyata ponsel fajar kehabisan batrai


senja menghela nafas


"bagaimana sekarang" gumam senja


Fajar menginggat ada lilin dimeja ruang tengah yang dibuat makan malam tadi, mereka berjalan menuju ruang tengah tapi tiba-tiba senja tersandung.


"aduh.... " gumam senja menahan sakit


" apa kamu terluka...kamu tunggu disini aku akan mengambil lilin itu sendiri...!!!" kata fajar

__ADS_1


"tidak.... aku takut...!!!" senja tidak mau melepaskan tangan fajar


"tetaplah disini...aku akan segera kembali...!!!" kata fajar mengelua kepala senja


Pelan-pelan senja melepaskan genggamannya , fajar berlari menuju ruang tengah mengambil lilin dan pematik dilaci


tidak lama senja melihat fajar membawa lilin dan kotak P3K ditangannya.


Fajar melihat kaki senja terluk dan mengeluarkan darah, fajar mengobati kaki senja dulu.


"apa masih sakit..."tanya fajar


Senja hanya menggeleng, rasa takutnya lebih besar dari pada sakit dikakinya.


Fajar memberikan lilin itu kepada senja, dan mengendong senja kekamar, senja menatap wajah fajar yang terlihat tampan karena cahaya lilin.


apa dia selalu tampan seperti ini...


senja mengelengkan kepalanya mencoba menyadarkan dirinya dari pikiran bodohnya.


Sampai dikamar fajar menurunkan senja diatas tempat tidur, meletakan lilin dimeja samping tempat tidurnya.


"kamu akan tetap disini kan...?"tanya senja memegang tangan fajar


"iya...tidurlah...!!!"


senja mencoba memejamkan matanya, Dia menghembuskan nafas panjang mencoba melupakan semua kejadian mengerikan yang dialaminya malam ini.


mata senja sudah terpejam, fajar mencium kening senja dan tidur disamping senja. Tangannya memeluk senja yang bersandar di dadanya.


senja terbangun mendengar suara petir, kamar sudah gelap gulita lilin sudah habis terbakar, senja memeluk erat tubuh fajar, fajar membalas pelukan senja.


malam yang diharapkan aldo menjadi malam yang paling indah malah menjadi malam yang mengerikan untuk senja

__ADS_1


bersambung


__ADS_2