Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Malam yang hangat


__ADS_3

Fajar menatap Senja yang sedang membereskan piring-piring kotor, setelah berpisah selama 1 minggu ini, dia menyadari kalau sangat menyukai Senja. Senja yang sederhana, Senja yang lemah lembut dan mau membantu orang lain.


Dia memang tidak sempurna sebagai istri pemilik perusahaan ternama tapi itu dimata orang lain, dimata Fajar, Senja sosok yang sempurna yang menjadi istrinya.


Senja berbalik melihat Fajar yang terus menatap tersenyum padanya.


" Kenapa kamu menatapku seperti itu.?"


Senja selesai dengan pekerjaan dapurnya, dia berjalan mendekati Fajar dan duduk disampingnya.


Fajar berdiri dan mengulurkan tangannya mengajak Senja kesuatu tempat.


"Kemana.?" tanya senja


Fajar hanya diam berjalan keluar sambil menarik tangan Senja menuju halaman belakang rumahnya.


"Taman...suamiku ini sudah malam."


" mau apa kita kesini.?"


Fajar terus melangkah tidak memperdulikan perkataan Senja dia mengajak Senja kesebuah bagunan kecil ditengah taman, meski sudah tinggal beberapa bulan disini Senja tidak begitu hafal dengan taman ini, dia tidak mengetahui kalau ada tempat seperti ini di halamannya.


Meski kecil tempat ini sangat indah dia bisa duduk bersantai disini sambil melihat bintang-bintang yang bersinar dengan indahnya, ketika siang hari dia bisa berteduh dan bersantai menikmati bunga-bunga disampingnya.


"Aku tidak pernah melihat tempat ini." kata senja sambil melihat sekeliling.


"kamu akan lebih terkejut lagi nanti, tunggu disini.!" kata Fajar sambil meninggalkan Senja


"Kemana kamu, aku takut disini sendiri.!" teriak Senja


"Sebentar saja, tunggu disitu.!"


Senja terus melihat kearah Fajar, dia penasaran apa yang dilakukan Fajar. Tiba-tiba lampu taman menyala dengan indahnya, gemerlap lampu warna-warni menghiasi taman itu. Senja terkejut, dia tersenyum sambil berputar melihat sekelilingnya.


"Sudah lama...aku takut ini tidak akan menyala lagi." kata Fajar yang sudah berdiri disamping Senja.


Mendengar kata-kata Fajar, Senja berfikir mungkin ada sesuatu terjadi disini.Memang sejak dia tinggal disini dia belum pernah sekali pun pergi ketempat ini.


"Ada apa dengan tempat ini?" tanya Senja sangat penasaran.


"Tidak ada hal aneh yang terjadi disini hanya saja aku jarang ketempat ini setelah papa meninggal, waktu kecil aku sering bermain disini dengan papa, Cantika bahkan Aldo juga."

__ADS_1


Senja melihat wajah Fajar mulai sendu, dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kita juga akan sering bermain disini nanti dengan anak-anak kita juga.!" Senja berhenti bicara dan menutup mukutnya dia berfikir mungkin mengatakan hal yang salah.


Fajar menatap senja.Dia memegang tangan Senja yang menutup mulutnya.Dia tersenyum melihag wajah Senja memerah karena malu


"kamu mau kan menjadi ibu dari anak-anakku." tanya Fajar.


"Tentu saja aku kan istrimu, kita akan memiliki banyak anak dan kita akan membesarkannya bersama-sama disini.!" Senja berbicara sangat cepat membuat Fajar tersenyum melihatnya.


Fajar mengeluarkan ponselnya dan memainkan lagu yang melantun merdu dia mundur dan mengulurkan tangannya.


"Apa..."


Kata senja tidak mengerti apa yang Fajar maksud.


Fajar mendekat kemudian meletakkan tangan Senja dibahunya, sedangkan tangannya meraih pingang Senja yang ramping.


"Aku tidak bisa berdansa,!" kata Senja yang terlihat kaku mengikuti gerakan Fajar.


"Kamu santai saja, ikuti langkahku dan nikmati musiknya."kata Fajar


Senja mulai mengerti gerakan Fajar, tubuhnya mulai mengikuti alunan musik yang sendu. Fajar tersenyum dia tidak berhenti menatap wajah Senja yang hanya berjarak beberapa inci darinya.


" Aku mencintaimu..."


Kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulut Fajar, Senja terkejut dan menatap Fajar, dia merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Aku mencintaimu.." kata Fajar kembali mengulang kata-katanya meyakinkan Senja kalau dia serius dengan Ucapannya.


Senja terus menatap Fajar, tiba-tiba air matanya menetes dipipinya. Fajar mengusap dengan lembut pipi Senja


"Kenapa kamu menangis, apa kamu tidak menyukainya.?" tanya Fajar merasa sedih melihat Senja menagis.


"tidak....."senja mengelengkan kepalanya.


"Aku merasa sangat beruntung bisa dicintai laki-laki sepertimu suamiku, apa istimewanya diriku ini hingga aku mendapatkan suami sepertimu." kata Senja


"Aku yang beruntung mendapatkan istri sepertimu.!" kata Fajar jelas.


Senja hanya diam menatap Fajar, matanya berkaca-kaca mendengar kata-kata yang meluar dari mulur Fajar.

__ADS_1


Fajar memegang pipi Senja dan mulai mendekat dia mencium bibir Senja dengan lembut.


Dia berhenti dan menatap Senja, dia tidak mau memaksakan perasaannya. Tiba-tiba Senja merangkul leher Fajar dan berbalik mencium bibir Fajar. Mereka berciuman cukup lama.


"Aku juga mencintaimu." bisik Senja ditelinga Fajar


Fajar sangat bahagia mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Senja, dia memeluk erat tubuh Senja kemudian dia mengangkat tubuh senja dan memutar-mutarnya.


" ah....hentikan"teriak Senja


Fajar berhenti dan menurunkan Senja.


"Terima kasih telah datang kedalam hidupku." kata Fajar


"Sudah malam, lebih baik kita segera masuk.!"


Senja tersenyum dan mengandeng tangan suaminya itu masuk kedalam rumah.


"Bukankah kamu mau menjadi ibu dari anak-anakku."


kata Fajar


Senja menatap Fajar yang terlihat sangat serius.


"Bagaimana kalau kita mulai meyicilnya dulu."


Fajar mendekatkan wajahnya ingin mencium Senja.


Senja mendorong tubuh Fajar dan mencoba berlari menjauh, Tapi tangan Senja ditahan Fajar.Dia menarik tangan Senja dan mengendong Senja naik keatas menuju kamarnya.


"Bukankah aku berat, cepat turunkan aku." Senja meronta melepaskan diri


Fajar melangkahkan kakinya menuju kamar, Senja dibaringkan ditempat tidur dan mereka mulai menikmati malam yang hangat memadu kasih bersama.


Senja sudah tertidur berbaring disamping tubuh Fajar yang memeluknya hangat, Fajar merapikan rambut Senja yang menutupi sebagian wajahnya.Dia tersenyum dan mencium bibir tipis Senja.


Dalam hati Fajar dia sangat bahagia hari ini Senja menyerahkan dirinya tanpa paksaan, bahkan mereka sudah saling mencintai, dia ingin dikemudian hari mereka menjadi keluarga yang bahagia.


Fajar tersenyum dan kembali mencium kening Senja beberapa kali dan kemudian mendekap Senja dengan erat, Senja mengerakkan tubuhnya dan membalas pelukan Fajar tangannya melingkar dipinggang Fajar.


Fajar tersenyum dan memejamkan matanya, mereka terlelap dalam pelukan yang hangat.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2