
Setelah mengantar Fajar kekantor Aldo segera mencari informasi tentang Lukas.
Dia hanyalah mahasiswa jurusan seni, tidak begitu populer namun berkemauan keras.Apa pun yang diinginkannya harus dia dapatkan
Mengetahuinya membuat aldo sedikit khawatir, jika dia membuat masalah dengn Fajar, Aldolah yang akan repot.
Aldo menemui Fajar diruangannya, dia memberikan kertas berisi data pribadi Lukas. Fajar membacanya dengan teliti, terlihat senyum sinis diujung bibir Fajar.
"Jadi sebenarnya dialah yang mengejar senja, ? mereka tidak memiliki hubungan apa pun.?"tanya Fajar kepada Aldo
"Iya.!" jawab aldo singkat
"tidak ada seorang pun laki-laki yang pernah berhungan dengan nona Senja."tambah aldo
Fajar tersenyum mendengar kata-kata Aldo, dia lega seperti yang diharapkan Fajar kalau Senja adalah gadis yang lugu.
***
Sejak kepergian Fajar, perasaan Senja tidak tenang berasa ada yang menganjal dihatinya.
Dia duduk disofa berfikir apa yang akan dia kata kan kepada Fajar kalau dia pulang nanti.
Hari sudah sore Senja masih binggung apa yang harus dia lakukan.
tok...tok...tok
"non Senja...nona tidak apa-apa,? makan dulu non...nona dari pagi belum makan, nanti nona sakit."kata bi ina
Senja tidak menjawab dia tidak memperhatikan bi ina yang memangilnya. Dia masih berfikir apa yang akan dia lakukan nanti kalau Fajar pulang.
Terdengar suara mobil Fajar, Senja mengintipnya dari balik jendela.Benar itu mobil Fajar, Senja bisa melihat Fajar turun dari mobil
Senja buru-buru turun kebawah menunggu Fajar dan membawakan tasnya.
Fajar hanya diam melihat dan melewati Senja begitu saja.Senja merasa sedih karena diabaikan oleh Fajar.
Fajar langsung masuk kekamarnya terdengar dia juga membanting pintu dengan keras.
Senja duduk lemas dikursi depan, Aldo menghampirinya
" Nona jangan khawatir...harus sabar mengahadapi tuan muda Fajar.!"kata Aldo
__ADS_1
Senja menghela nafas dan menunduk. Dia berjalan menuju kamarnya, ketika dia membuka pintu Fajar ada didepannya. Fajar langsung keluar meninggalkan Senja.
Air mata senja tiba-tiba menetes, dia memegang dadanya yang sakit melihat sikap Fajar padanya.
Fajar duduk dimeja makan, Aldo masih disana menemani Fajar makan malam.
"tuan muda...nona Senja kenapa tidak ikut turun untuk makan malam, ?"kata bi ina
"Biarkan saja dia.!"kata Fajar
Ana dan bi Ina saling menatap dan saling menyenggol
"Apa yang kalian lakukan,? ada yang ingin kalian katakah,? katakanlah.!" kata Fajar
"Begini tuan muda, sejak nona Senja kembali bersama tuan tadi pagi, nona Senja belum makan sama sekali,!"kata bi ina
"Apa saja yang kalian lakukan mengurus satu orang pun tidak bisa.!"kata Fajar sambil marah-marah
Bi ina dan ana hanya menunduk takut Fajar akan lebih marah lagi.Aldo melihat bi ina dan ana dan mengisyaratkan tangannya untuk diam.
Fajar membanting piringnya dimeja, dia pergi ke kamar melihat senja.
Fajar berada dibalik pintu kamarnya, dia mendengar suara tangisan Senja. Fajar merasa bersalah.Dia membuka pintu perlahan, dia melihat senja membenamkan wajahnya dibantal.
"Kenapa kamu menangis..?"kata Fajar
Senja kaget mendengar Fajar ada disampingnya, buru-buru duduk dan mengusap air matanya
Dia hanya diam duduk di tempat tidur melihat kebawah, dan merasa bersalah.
"jawab aku...jangan diam saja.!"kata Fajar
Senja makin tidak bisa membuka mulutnya air matanya mulai menetes lagi.
Fajar menghela nafas dan duduk disamping senja.
"maafkan aku...aku terlalu kasar padamu.!" kata Fajar
Senja mengelengkan kepalanya dia hanya diam menahan tangisannya agar tidak semakin keras.
Fajar mengangkat wajah senja mengusap air mata yang membasahi pipi halusnya.
__ADS_1
"maafkan aku...hemmm,!"kata Fajar pelan
Senja mulai berani menatap Fajar, matanya tampak merah.
"lihatlah...wajahmu begitu kejel kalau kamu terus menangis seperti ini.!"kata Fajar
"aku tidak....aku tidak,"kata Senja ragu untuk berbicara
"aku tidak begitu mengenal Lukas aku hanya tahu dia jurusan kesenian." kata senja mulai membuka mulutnya
"hemmmmm."
kata Fajar
"Aku juga tidak tahu kalau dia akan menyatakan cinta padaku hari ini.!" kata senja
"hemmmmmm."
kata Fajar
"Aku juga tidak berniat menerima bunganya."kata Senja
jangan bilang dia kan jawab hemmm lagi
pikir Senja
"Apa kamu suka bunga.?"kata Fajar
"haaa..." kata Senja kaget mendengar kalimat Fajar
"Su...suka..!" kata Senja lirih
"Baiklah..aku akan membelikanmu besok, sekarang ayo kita makan dulu, kata ana dari pagi kamu belum makan.!"kata fajar
Fajar menarik tangan Senja dan membawanya kemeja makan, tidak ada orang lagi disana.Aldo sudah kembali ke rumah bi ina dan Ana sudah pergi kekamarnya.
Fajar mengambilkan makanan untuk Senja.Senja hanya diam melihat Fajar melayaninya.Matanya tidak mengalihkan pandangannya dari Fajar.
"kenapa....?ayo cepat makan.!kata Fajar
Pelan-pelan Senja mulai makan, Fajar masih berada disampingnya menunggu Senja menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Hari ini hari yang mengejutkan untuk Senja dari pernyataan cinta lukas sampai sikap Fajar kepadanya. Sangat jarang sekali Fajar melayaninya seperti ini
BERSAMBUNG