Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Bulan madu


__ADS_3

Senja dan Fajar keluar ruangan.Fajar terlihat tidak bersemangat dia masih berfikir Senja akan segera hamil anaknya.


"Suamiku...kamu tidak apa-apa.?" tanya Senja


"Hemmmm....


"Maafkan aku." kata Senja


Tiba-tiba Fajar tersadar dari lamunannya, dia melihat Senja yang merasa bersalah. Fajar menghentikan langkahnya dan menatap Senja dan tersenyum


" kenapa kamu minta maaf.?" kata Fajar


"kamu pasti kecewa karena ternya aku tidak hamil.!" kata Senja pelan


"Jika kamu menyesal, kamu harus segera hamil.!" kata Fajar sambil tersenyum


Senja tersenyum dan mengandeng tangan Fajar berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil bercanda dengan Fajar.


"Setelah ini kamu akan pergi kekantor atau pulang.?" kata Senja


"masuklah kita akan pergi kesuatu tempat.!" kata Fajar


Senja hanya diam dia langsung masuk kedalam mobil, dia tidak ingin Fajar marah.Mobil melaju membela kota.Senja tidak berani bertanya kemana Fajar akan membawanya dia hanya melihat dibalik jendela mobil, mereka sudah melewati pingiran kota dan ini bukan jalan kekantor atau pun pulang kerumah mereka.


"suamiku, kita akan pergi kemana?" Senja memberanikan diri bertanya kepada Fajar


Tapi Fajar hanya diam dan tersenyum tipis diujung bibirnya, Setelah beberapa waktu Senja melihat pesawat


Apa mungkin dia akan menganjaku pergi keluar kota?


pikir Senja


Mereka sampai dibandara internasiol, Aldo sudah menunggu mereka didepan pintu masuk bandara.


"Pesawatnya akan lepas landas sebentar lagi cepatlah masuk.!" kata Aldo sambil memberikan tiket paspor satu koper kepada Fajar.


Fajar mengangguk dan menarik tangan Senja berlari masuk kedalam, Senja melihat Aldo hanya berdiri tidak mengikuti mereka.Dia makin binggung kemana Fajar akan membawanya pergi, kenapa Aldo tidak ikut seperti biasanya.


Setelah masuk kedalam pesawat Senja menanyakan kembali kemana tujuan mereka kepada Fajar.Tapi Fajar masih saja diam dan terseyum.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak sabar sekali sih." kata Fajar sambil mengencangkan sabuk pengaman Senja dan mencubit hidung Senja


"butuh waktu lama untuk sampai ditujuan, lebih baik kamu tidur dulu."


Senja sudah tidak bicara apa-apa lagi dia langsung memejamkan matanya.Fajar pun juga memejamkan matanya karena semalam dia tidak tidur dengan cukup karna memikirna kehamilan Senja.


Karena Senja belum hamil kini dia punya cukup waktu untuk bersama Senja dan menikmati hari-hari mereka. Fajar telah menyerahkan semua perkerjaan kepada Aldo dan menyuruh Aldo mencari sekertaris baru untuk membantunya.


Setelah cukup lama mereka sampai disebuah negara dan Senja tidak tahu dimana dia berada saat ini.Dia mengandeng tangan Fajar karena takut dia akan meninggalkannya disini


Diluar ada seseorang yang sudah menunggu mereka dengan sebuah mobil disampingnya.Tampak seorang laki-laki itu sedang berbicara dengan Fajar,


"Ayo..!" kata Fajar sambil masuk kedalam mobil,


Senja masuk dengan canggung, dia masih binggung dengan apa yang terjadi sebenarnya


"jadi sekarang kamu ingin memberitahuku atau tidak.?" kata Senja


Fajar tersenyum melihat wajah Senja yang marah


"Baiklah aku akan memberitahumu, kita sekarang berada dinegara X, kita akan bulan madu disini. karena kamu tidak hamil, aku akan membuatmu hamil.!" kata Fajar sambil terseyum jahat.


"tapi bagaimana dengan pekerjaanmu, berapa lama kita akan berada disini?" tanya Senja


"Aku sudah menyuruh Aldo menyelesaikan pekerjaan kantor, dan untuk berapa lama kita disini, itu tergantung berapa lama kamu akan hamil.!" kata Fajar


"Suamiku...apa kamu tahu tentang kehamilan, hamil itu bisa dilihat setelah 1 bulan, tidak hanya satu atau dua hari saja.!" kata Senja


" maka kita akan disini selama itu.!" kata Fajar


"apa...kamu bercanda kan?" senja kaget mendengar kata-kata Fajar yang demikian


Mereka sampai disebuah vila kecil yang menghadap perbukitan banyak bunga-bunga didepannya yang bermekaran dan dibelakang vila ada hamparan bunga yang sangat indah.


Senja membuka pintu mobil dan melihat sekeliling dengan takjub, mereka berjalan memasuki vila ada seorang pembantu dan seorang penjaga didalam vila namanya pak smit dan bi yuna


Ini adalah vila pribadi milik Fajar dan pak Smit dan bi Yuna lah yang merawat vila ini dengan sangat baik.


"hallo tuan Fajar, bagaimana penerbangannya silahkan masuk, Yuna telah menyiapkan makanan untuk tuan dan nona.!" kata pak Smit

__ADS_1


"Terima kasih." kata Fajar


dia mengajak Senja masuk kedalam dan mengenalkan kepada Pak Smit dan Yuna kalau Senja adalah istrinya


Mereka sangat bahagia mendengar kata-kata Fajar, mereka belum pernah melihat Fajar membawa seorang wanita kevila ini, biasanya Fajar selalu membawa teman-temannya untuk berlibur disini.Dan sekarang dia membawa istrinya kesini.


"aku akan tinggal disini cukup lama.!" kata Fajar


Pak Smit dan bi Yuna tidak heran kalau mereka kesini untuk bulan madu.


"iya tuan, tapi maaf kami tidak mempersiapkan apa-apa, tuan Aldo mendadak telpon kalau tuan dan nona akan kesini tapi kami tidak punya waktu untuk menyiapkan apa pun.!" kata Bi Yuna


"tidak apa-apa bi, kami juga tidak ada rencana dan persiapan datang kesini, aku bahkan tidak membawa apa pun.!" kata Senja


Fajar tersenyum, sedangkan pak Smit dan bi Yuna juga berbisik dia melihat Senja dan tersenyum, mereka berkata kalau Senja adalah wanita yang baik dan sangat cocok dengan Fajar.


"kami sudah membersihkan kamar utama, jadi tuan dan nona bisa beristirahat. kami akan berada dirumah sebelah jika ada apa-apa jangan sungkan untuk memanggil kami.!" kata Bi Yuna sambil menunjuk kerumah disebela vila ini.


"aku akan pergi mandi dulu, tubuhku lengket semua.!" kata Senja


"Apa kita harus mandi bersama saja, tubuhku juga lengket semua.!" kata Fajar sambil berlari mengejar Senja.


Pak Smit dan Bi Yuna tersenyum melihat tingkah mereka.Senja menutup mulut Fajar dengan mengunakan tangannya.Dia tersenyum malu melihat pak Smit dan bi Yuna yang terseyum melihat kearah mereka.


"bukankah kita harus sering-sering seperti ini agar kamu cepat hamil.?" kata Fajar yang memeluk tubuh Senja dari belakang.


"tapi lihat situasinya bagaimna kalau mereka salah paham dengan kita.?" kata Senja


"Aku tidak perduli, aku hanya menginginkan kamu.!" kata Fajar berusaha mencium Senja


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, itu panggilan dari mamanya.Senja menyuruh Fajar mengangkat telpon sedangkan dia pergi kekamar mandi untuk membersihakan dirinya.


Senja melihat kamar mandi sudah lengkap dengan sabun sampo dan perlengkapan mandi Senja seperti dirumah.


" bagaimana mereka bisa tahu semua ini?" gumam Senja.


Selagi Senja mandi Fajar menerima pangilan dari mamanya, dia menanyakan keberadaan Fajar dan Senja kenapa tidak ada dirumah dan tidak berada dikantor juga sedangkan ponsel Senja tertinggal dirumah.


Fajar menceritakan apa yang terjadi kepada Senja, dia juga memberitahu kalau Senja belum hamil dan sekarang mereka sedang berbulan madu dan akan kembali ketika Senja sudah hamil.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2