
Pagi-pagi sekali Fajar sudah bangun dia duduk disamping Senja yang masih tertidur dia menatap wajah Senja entah apa yang sedang dia pikirkan banyak tanda tanya diwajahnya.
Mentari mulai menyinari kamarnya Senja membuka matanya,dia kaget melihat Fajar menatapnya dengan tatapan aneh dan mata yang merah karena kurang tidur, terlihat dia tidak tidur dengan nyenyak tadi malam.
"Ada apa.?" tanya Senja langsung duduk disamping Fajar
Fajar hanya diam dan bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. ketika sampai didepan pintu Fajar menghentikan langkahnya dia melihat Senja yang masih terdiam menatapnya.Tangannya melambai memanggil Senja. Senja menatap Fajar dan menunjuk tangan kepada dirinya sendiri meyakinkan Fajar.
"Hemmmm....kemari.!" kata Fajar sambil mengangguk dan mengerakkan tangannya.
Senja menyibak selimut dan berjalan kearah Fajar.
"Ada apa...? apa yang kamu inginkan.?" kata Senja
Fajar hanya tersenyum dan menarik tangan Senja kedalam kamar mandi, Senja berusaha menahan kakinya untuk tidak masuk tapi Fajar terus menarik Senja sampai dia masuk kedalam kamar mandi.
"apa yang kamu inginkan suamiku.?" kata Senja masih binggung dengan sikap Fajar
"buka bajumu.!" kata Fajar
Mendengar kata-kata Fajar, Senja sepontan menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"tenanglah...Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu.!" kata Fajar
Senja pelan-pelan melepaskan tangannya dari dadanya, dia menatap Fajar dengan penuh tanda tanya.
"Aku hanya ingin memastikan ada anakku tidak diperutmu.!" kata Fajar sambil memeriksa perut Senja.
Senja hanya diam dan tersenyum melihat tingkah suaminya yang memeriksa perutnya
"Suamiku...apa kamu ingin aku mengandung anakmu.?"tanya Senja
"Tentu saja...kamu kan istriku kamu juga akan menjadi ibu dari anak-anakku.suami mana yang tidak ingin istrinya mengandung anaknya.! apa kamu tidak mau.?"
Fajar menatap Senja, tapi Senja hanya tersenyum melihat Fajar yang begitu antusias.
"Aku akan mengandung anakmu nanti, tapi untuk saat ini aku belum hamil." kata Senja sambil memegang tangan Fajar dan menatapnya penuh arti.
" Aku tidak percaya...pasti ada anakku disini.!" kata Fajar sabil mengelus-elur perut Senja
"Baiklah... kamu mandi dulu aku akan meninggalkanmu keluar, setelah itu kita akan pergi kerumah sakit untuk memeriksa aku hamil atau tidak.!" kata Senja sambil meninggalkan Fajar.
Fajar menatap Senja yang berjalan keluar dari kamar mandi, dia masih melihat dengan tatapan tajam memastikan lagi apakah ada perubahan pada tubuh Senja.Setelah Senja menutup pintu Fajar tersadar dan segera mandi.
Fajar keluar, Senja mengahpiringa dan mengeringkan rambut Fajar dengan pengering rambut.Dia sudah menyiapkan pakaian diatas tempat tidur untuk dipakai Fajar hari ini.Sedangkan Senja segera mask kekamar mandi untuk mandi juga.
Setelah beberapa saat Senja keluar dari kamar mandi, dia melihat Fajar tidak mengenakan baju yang dia siapkan tadi.
"Kenapa pakai baju santai.?" kata Senja yang melihat Fajar hanya mengenakan baju santai tidak memakai setelah jas seperti biasanya.
"Aku akan mengantar istriku kerumah sakit tidak untuk bekerja kenapa aku harus memakai jas.?" kata Fajar
Senja tersenyum, jarang sekali Senja melihat Fajar mengenakan pakaian Santai, dia merasa Fajar terlihat sangat tampan dengan baju santai.
Setelah Senja siap, mereka turun kebawah menuju meja makan. Aldo sudah menunggu Fajar dimeja makan tangannya sudah memegang sendok dan garbu untuk memakan makanan didepannya.
klunteeeenggg....
__ADS_1
bunyi sendok dan garbu yang jatuh kepiring.Aldo sangat kaget melihat Fajar berpakaian santai seperti itu.
"Ada apa...?"kata Fajar sambil duduk disamping Aldo.
"hah...
Aldo masih terkejut dengan apa yang dia lihatnya pagi ini.
"Batalkan semua janjiku hari ini, dan aku ijinkan kamu berlibur satu hari.?" kata Fajar
"hah....
Aldo semakin kaget
"Kenapa cuma hah....hah....hah... saja.?" tanya Fajar sedikit marah mendengar jawaban Aldo.
Aldo melihat Senja, seolah dia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Fajar.Tapi meski Aldo berusaha bertanya dengan gerakan tubuhnya Senja hanya menggeleng.
"Berikan kunci mobil.!" kata Fajar sambil menjulurkan tangannya didepan Aldo
Aldo hanya meletakkan kunci mobil ditangan Fajar tanpa berkata apa pun, terlihat dia masih sedikit binggung wajahnya penuh tanda tanya tapi dia merasa tidak berani bertanya apa pun kepada Fajar.
Senja dan Fajar keluar, Senja melambaikkan tangannya kepada Ana dan Aldo yang terus menatapnya dari tadi.
"Apa tuan muda salah makan tadi malam.?" kata Aldo
"Setahuku tuan muda hanya makan seperti biasa tadi malam, tapi....."
Ana menatap Aldo, sebaliknya Aldo juga menatap Ana
kata mereka serentak
mereka berfikir Senja benar-benar hamil dan itu membuat Fajar berubah seperti hari ini
Sedangkan Senja dan Fajar kini telah sampai diaebuah rumah sakit.Senja melihat antrian yang sangat panjang dikoridor untuk bertemu dengan dokter kandungan.
Fajar mengambil ponselnya dia berjalan kesamping dan terlihat sedang berbicara dengan dengan seseorang dengan ponselnya.
"Ada apa...apa ada masalah dengan kantor.?" tanya Senja setelah Fajar kembali kesampingnya
"Tidak...ayo kita duduk dulu.!" kata Fajar
Fajar melihat jam ditanganya dia turus melihat kepintu ruangan dokter kandungan itu.Dia mulai tidak sabar karena antriannya masih sangat banyak.
"Nona Senja Kusuma dan tuan Fajar bramastio"
Senja kaget namanya dipangil, dia melihat kepasien lain yang sedang duduk dan mentapnya dengan tatapan aneh. Fajar langsung berdiri dan memegang tangan Senja mengajaknya masuk kedalam ruangan.
"Fajar....fajar..."
"kalau tidak mau antri kemapa tidak membuat janji dulu, aku tidak enak kepada pasien yang lain." kata dokter kandungan itu
Senja menatap Fajar dengan penuh tanda tanya.
Fajar yang melihat wajah Senja terkejut langsung mendekat dan menarik kursi untuk Senja duduk.
"Ini pasti Senja kan." kata dokter itu
__ADS_1
Senja hanya mengangguk dan menatap dokter itu penasaran dengan apa yang terjadi.
"Oh ya...ini dokter Farhan, dia masih keluarga Bramastio...meski jauh." kata Fajar
"maafkan aku saat kalian menikah aku tidak bisa hadir karena harus melakukan operasi, aku bilang kepada Fajar akan menemui kalian, tapi maaf aku masih belum ada waktu.!"kata dokter Farhan.
Senja masih diam menatap Fajar kemudian menatap dokter Farhan lagi.
"Jadi kalian mau apa kesini, apakah kalian sudah berhasil?" tanya dokter Farhan
"itulah yang ingin aku ketahui Om, Senja mengalami gejala seperti sedang hamil, tapi dia bilang dia belum hamil." kata Fajar.
"Jadi....
dokter Farhan menatap Senja
"ah....begini dok...waktu itu aku hanya sedikit tidak enak badan, sedangkan orang rumah membesar-besarkannya mengira aku sedang hamil, padahal aku yakin aku belum hamil dok." kata Senja
" Kapan terakhir kalian melakukannya.?" tanya Doter Farhan
Senja hanya diam saja sedangkan Fajar mengingat-ingat kembali kapan kejadian itu berlangsung.
" belum lama setelah aku kembali dari negara x, kira-kira 1 mingguan" jawab Fajar
"berapa kali kalian melakukannya dalam satu minggu.?" kata Dokter Farhan
"aku tidak pernah memaksa Senja melakannya, setelah kami menikah itu kedua kalinya aku melakukannya.!"kata Fajar
"hah....
dokter Farhan melihat Senja, dan Senja pun menganggukkan kepalanya membenarkan kata-kata Fajar.
"setelah sekian lama.?" dokter Farhan merasa tidak percaya.
" Baiklah...aku akan mengambil beberapa tes, pertama kita akan mengambil tes urin. Suster bantu nona Senja" kata Dokter Farhan
Setelah beberapa saat Senja keluar, suster memberikan tes kepada dokter Farhan. Terlihat ada satu garis merah pada alat itu.
"Bagaimana Om.?" tanya Fajar
"Kelihatannya benar Senja belum hamil.!" kata Dokter Farhan
"kita akan melakukan USG kamu bisa lihat sendiri hasilnya nanti
Dokter senja melihat Fajafmr belum puas dengan jawabannya.
Senja berbaring ditempat tidur dan Fajar duduk disamping Senja melihat arah monitor.dokter Farhan mulai melakukan USG dia menunjukan kondisi dalam rahim Senja yang kosong tidak ada tanda-tanda kehamilan.
Senja mentap Fajar dia melihat Fajar sedikit kecewa dengan apa yang dikatakan dokter Farhan kepada mereka.Dia mengengam tangan Fajar dan tersenyum.
"Tapi kabar baiknya, kondisi rahim Senja sangat sehat, tidak butuh waktu lama untuk dia bisa hamil." kata Dokter Farhan yang meyadari raut wajah Fajar yang sedikit sedih tadi.
"kamu dengar itu... kita akan segera memiliki anak" kata Senja menatap Fajar
Fajar mulai menerima kenyataan dan mencoba tersenyum menghadapi keyataan ini.Padahal dia sudah berharap dia akan segera memiliki anak dengan Senja
BERSAMBUNG
__ADS_1