
Sudah berhari-hari Senja berada dirumah saja, Fajar tidak mengijinkan dia pergi kekampus, dia hanya menyuruhnya beristirahat dan makan saja dirumah.
Senja merasa bosan kadang dia jalan-jalan di taman belakang rumahnya dan membaca beberapa buku disana ditemani Ana.Bi Ina selalu saja memberikan makanan dan susu untuk Senja.
"Bi Ina...aku akan gemuk kalau bi Ina selalu memberiku makan seperti ini.!" kata Senja yang melihat bi Ina mendekat dan membawa banyak makanan ditangannya.
Bi ina hanya tersenyum dan meletakkan makanan di depan Senja, ada banyak makanan yang dibawa bi Ina. Ada buah-buahan ada roti dan yang tidak pernah ketinggalkan adalah segelas susu.
"Bi Ina aku tidak terlalu menyukai susu, lain kali bawakan aku jus atau teh lemon saja ya.!" kata Senja
"maaf nona, ini adalah perintah tuan muda.!" kata bi Ina
"tuan muda berpesan kalau nona harus menghabiskannya."
"Dia ingin membuatku gemuk.!" gumam Senja sambil meminum susu ditangannya.
Hari sudah sore Senja kembalinke kamar dan mandi. Setelah mandi dia biasa duduk dibalkon kon memandang matahari yang terbenam, dia sangat menyukai warna oren dilangit yang biru.
Senja memejamkan matanya sampai tidak sadar dia pun tertidur dan hari sudah menjadi gelap.Senja beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar dia menuju meja dapur ingin membantu bi Ina dan Ana memasak makan malam.
Fajar ternyata sudah pulang dan melihat senja hendak pergi ke dapur, dia menghentikanya dan memgajaknya kembali kekamar.
"Suamiku....kamu sudah pulang.?" tanya Senja
"hemmm...
" ayo kita kekamar.!" kata Fajar sambil menarik istrinya menaiki tangga.
"Tapi...."
Senja selalu saja tidak bisa menolak apa pun yang dikatakan Fajar.
Sampai dikamar Senja terlihat lemas karena bosan sudah berhari-hari dia hanya makan tidur saja.
dia mendekati Fajar dan membantu Fajar melepaskan setelan jasnya.
Tangan Senja meraba dada Fajar hendak mengorek apa yang telah terjadi sebenarnya hingga dia terlihat begitu posesif akhir-akhir ini.
"Suamiku..."
kata Senja yang berdiri didepan Fajar
"Hemmm...
tangan Fajar melepaskan tangan Senya yang mulai meraba-raba dadanya
__ADS_1
Fajar menutup matanya dan berpaling meninggalkan Senja.
"ya tuhan kuatkan aku jangan biarkah aku goyah"
Senja merasa ada yang aneh dengan Fajar beberapa hari ini dia selalu saja menghindar darinya kemarin-kemarin dia selalu membuat alasan capeklah banyak kerjaan lah dan lain-lain
Fajar pergi kekamar mandi dan menutup pintunya
"Aku tidak boleh goyah...aku harus menahannya." kata Fajar sambil melihat dirinya dicermin
tok...tok...tok
"Suamiku apa perlu aku bantu kamu mandi.?" teriak Senja dari luar kamar mandi
"Tidak pergilah."
Kata Fajar, Wajahnya memerah dia terus berusaha menahan dirinya dari godaan Senja, dia mendinginkan tubuhnya dengan mandi air dingin.
Fajar keluar dari kamar mandi, tubuhnya mengigil dab wajahnya tampak merah.
"Kenapa.?" tanya Senja sambil berjalan mendekati Fajar
Fajar duduk ujung tempat tidur, sedangkan Senja mengambil pengering rambut dan mengeringkan rambut suaminya.
"Kenapa mandi air dingin.?" kata Senja
Senja beranjak dari samping Fajar dan kini dia berdiri di depan Fajar kepala Fajar berada tepat didepan dada Senja, dia melihat dada Senja yang bergoyang pelan.Wajahnya mulai memerah, dia mendorong tubuh Senja menjauh darinya
"Kenapa.?" kata Senja
"Pergilah, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan perutmu nanti."
Senja tidak tahu apa yang dimaksud oleh Fajar, tapi melihat Fajar memalingkan wajahnya Senja beranjak pergi meninggalkan Fajar, dia turun kedapur makanan sudah tersaji diatas meja, banyak makanan yang dibuat bi ina dan tidak lupa segelas susu diatas meja tempat biasa dia duduk.
Baru kali ini Senja merasa tidak berselera dengan masakan bi Ina, dia membuka kulkas ingin mencari buah atau lemon untuk membuat jus yang segar.
Dia melihat kulkas yang terisi penuh dengan bahan-bahan makanan.Dia mengambil satu buah mangga yang sedikit masih asam.
Senja meletakkan mangga itu di meja dan mencari blender untuk membuat jus, dia mencari dimana biasanya bi Ina menyimpannya tapi tidak juga menemukannya.
Senja menjangkau lemari yang ada diatas dengan sedikit berjinjit, karena tidak sampai juga dia akhirnya mengambil kursi dan berdiri diatas kursi dan membuka lemari didepannya.
Ketika dia membuka lemari dia kaget melihat satu kotak susu khusus ibu hamil yang disimpannya disana. Senja mengambil dan membukanya dia merasakan sedikit susu itu ditangannya mencaritahu apa benar yang sedang dipikirkannya.
Ternyata benar yang dipikirkannya susu itu sama dengan susu yang biasa bi Ina setiap hari kepadanya.Senja tertegun sejenak dan memikirkan beberapa hari belakang ini, memang sejak Senja sakit waktu itu seisi rumah tampak berubah sikapnya kepada Senja.
__ADS_1
Kini dia tahu kenapa Fajar tidak memperbolehkan dia pergi kekampus, tidak boleh membantu bi Ina dan Ana dia selalu saja memberikan makanan yang bergizi bahkan lebih dari yang dibutuhkan oleh tubunya dan yang lebih parah lagi dia berusaha menjauhinya selama beberapa hari ini
Senja meletakkan kotak susu itu dimeja dan terburu-buru kekamarnya menemui Fajar. Senja langsung masuk kamar dan mencari Fajar, Fajar masih duduk di tempat tidur mengatur dirinya agar pikirannya tidak berpikir hal yang lebih jauh lagi.
"Suamiku..." teriak Senja sambil berjalan mendekati Fajar.
Fajar melihat Senja salah tingakah dan langsung berdiri merapikan bajunya.
"aku tahu kenapa kamu menjauhi selama ini, tapi itu salah." kata Senja
" maafkan aku...tapi aku sudah membacanya kita tidak bisa melakukannya saat ini." kata Fajar sambil memalingkan wajahnya,
"tidak...tidak...kamu salah." aku...
Fajar menghentikan kalimat Senja dengan tangannya
"Bukannya aku tidak lagi sayang kepadamu, aku melakukan semua ini karena aku sayang dengan kamu dan anak kita, jadi kita harus menahannya." kata Fajar
"Suamiku...dengarkan aku" Tangan Senja mengengam tangan Fajar
"Aku tidak hamil....
Fajar kaget mendengar kata-kata Senja dia tertegun menatap Senja merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Apa..."
Fajar terus menatap Senja ingin memastikan kembali apa yang didengarnya
"Suamiku...aku belum hamil."
Kata Senja sambil menghela nafas panjang
"Tapi....tapi waktu itu kamu pingsan dan...."
Fajar masih tidak percaya
"waktu itu aku hanya masuk angin dan deman saja, aku belum hamil." kata Senja meyakinkan Fajar
"Tapi kata bi Ina....aku bahkan juga membacanya di internet itu sama persih dengan gejala yang kamu alami." Fajar tertegun dan menjatuhkan dirinya ditempat tidur dan duduk menatap Senja
Senja tersenyum dan duduk disamping Fajar, dia menyandarkan kepalanya dibahu Fajar.
" kamu pasti berbohong...aku tidak percaya denganmu." kata Fajar sambil mendorong tubuh Senja perlahan
"Baiklah kalau kamu tidak percaya, besok kita pergi ke dokter. kamu akan melihat sendiri apakah aku hamil atau tidak." kata Senja berdiri menjauhi Fajar sambil terlihat sedikit marah.
__ADS_1
Fajar masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Senja, dia memutuskan besok dia akan memastikan sendiri apakah Senja benar-benar hamil atau tidak.
BERSAMBUNG