
Fajar sangat sibuk dengan dokumen-dokumennya dia terlihat berantakan karena ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang melihat keadaan Senja.
Aldo datang membawa setumpuk dokumen lagi ditangannya.
"Masih ada.?" kata senja yang terlihat kaget melihat tumpukan dokumen ditangan Aldo
" ini semua salah kamu kenapa saat aku tidak masuk, kamu malah bersenang-senang main golf dengan direktur bambang.?" kata Aldo yang sedikit kecewa baru masuk tapi setumpuk pekerjaan sudah membuatnya capek hari ini.
"itu bukan bersenang-senang tapi berdiskusi, ada proyek besar yang akan kita sepakati dengan direktur bambang, jadi aku hanya menuruti ajakannya." Fajar terlihat sangat capek.
Aldo keluar, datang lagi dengan membawa dua cankir kopi ditangannya.
" istirahat dulu, kita minum kopi, biarkan otakmu beristirahat dulu." kata Aldo sambil meletakkan kopi diatas meja.
Fajar menghela nafas panjang dan mengambil kopi itu, dia menghirup aroma kopi yang sangat enak yang merilekskan tubuhnya.
"Aku dengar dari bi ina, pagi ini Senja terlihat aneh." kata Aldo
"Aneh...maksudnya aneh itu apa.?"
Fajar meletakkan kopi ditangannya, berjalan menghampiri Aldo yang duduk disofa.
"Aneh dia terlihat tidak sehat, mungkin ada tanda-tanda kehamilan."kata Aldo
Mendengar kata-kata Aldo, Fajar kaget dia tidak tahu harus berkata apa, dia hanya berfikit apa mungkin Senja benar-benar hamil.
" Mungkinkan.?" kata Fajar yang masih ragu
"kalian kan suami istri, kenapa tidak mungkin Senja hamil."kata Aldo
"Tapi, aku baru dua kali melakukannya dengan Senja.!" kata-kata Fajar terdengar polos
"Dua kali.... setelah berbulan-bulan kalian menikah baru dua kali...jadi apa saja yang kalian lakukan selama ini.?" kata Aldo yang sedikit geram melihat wajah polos Fajar.
"Aku tidak mau memaksa dia,!" kata Fajar singkat
Fajar kembali kemejanya dia mencari tanda-tanda wanita hamil diinternet, Aldo juga berdiri disamping Fajar karena penasaran.
Aldo menunjuk kata
Tidak enak badan, mual, pusing dan kurang nafsu makan.
Fajar melihat Aldo, dia tidak mengerti apa yang maksud Aldo.
"Tadi pagi kata bi ina, Senja tidak bernafsu makan dan muntah-muntah." kata Aldo
Fajar terkejut melihat Aldo, dia berfikir mungkin benar Senja sendang hamil. dia belum memastikannya tapu dia sudah tersenyum senang.
kring....krring....kriiingg
Bunyi telpon rumah.
📞
__ADS_1
"Hallo kediaman keluarga Bramastio."jawab bi ina
📞
"bi ina ini aku, kenapa ponsel Senja aku telpon tidak dijawab, kalau Fajar q mengerti mungkin dia masih sibuk dikantor."kata mama Fajar.
📞
"Nyonya...non Senja sedang sakit dia sedang tiduran dikamar."jawab bi Ina
📞
"sakit apa.?"
📞
"tadi pagi muntah-muntah trus pingsan,"
jawab bu Ina
Setelah mendengar jawaban bi Ina, mama Fajar langsung menutup telponnya. terlihat senyuman diwajah mama fajar, dia berfikir akan ada kabar baik dari senja.
Dia segera menelpon sekertarisnya dan menyuruh sekertarisnya menyelesaikan semua tugasnya. Dia ingin segera kembali ke negaranya untuk mengetahui kebenaran apakah yang dipikirkannya benar-benar terjadi.
Disisi lain bi Ina mengetuk pintu melihat Senja apakah membutuhkan apa-apa.
Senja masih berbaring ditempat tidurnya tapi matanya terbuka dia masih terlihat sangat lemah.
Senja menatap bi Ina dan mengelengkan kepalanya.
"Tunggu bi....tolong bawakan aku air lemon hangat yang sedikit asam, coba kamu petik di halaman." kata Senja menghentikan bi Ina yang akan pergi meninggalkan kamar Senja
Bi Ina mengangguk dan pergi meninggalkan Senja, bi Ina berjalan sambil tersenyum dia berfikir benar kalau Senja sedang hamil, dia menuju ke halaman bekakang dan mencari lemon yang dinginkan Senja.
Hari sudah sore, Fajar pulang dari kantor langsung menuju kamar.
" bagaimana keadaan nona.?" tanya Fajar kepada Ana.
"Nona Senja sudah baikan dia sedang duduk membaca novel di balkon." jawab Ana
Fajar bergegas membuka pintu dia mencari-cari sosok Senja, dia melihat Senja tertidur di kursi balkon kamarnya sambil masih memegang novel ditangannya.
Fajar berjalan menghampiri Senja, dia tersenyum dan mendekati Senja dan mencium kening sang istri.
Pelan-pelan Fajar mengangkat tubuh Senja dan memindahkannya ketempat tidur.Ketika Fajar menurunkan tubuh Senja diatas tempat tidur mata Senja terbuka.
"Suamiku....kamu sudah pulang.?" tanya Senja sedikit kaget dia berada ditempat tidur
"Kamu sudah bangun,? apa kamu sudah merasa enakan, apa perlu kita kerumah sakit.?" tanya Fajar
Senja duduk dan melihat wajah Fajar yang terlihat sangat khawatir. Dia menyuruh Fajar duduk disampingnya kemudian dia merangkul tangan Fajar dan meletakan kepalanya dipundak suamunya itu.
"Aku baik-baik saja, mungkin aku hanya merindukanmu.!" kata Senja mengoda Fajar.
__ADS_1
Fajar hanya diam, dia memikirkan perubahan sikap Senja beberapa hari ini apa mungkin Senja benar-benar hamil, dia menengok melihat tubuh Senja dari atas sampai bawah. Tatapannya pun nerhenti di dada dan perut Senja.
"jangan menatapku seperti itu.!" Senja sepontan menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Mendengar kata-kata Senja, Fajar tersadar dan langsung berdiri karena salah tingkah.
"Aku akan pergi mandi dulu." kata Fajar yang langsung pergi ke kamar mandi.
Senja tersenyum melihat tingkah suaminya itu, dia merasa tubuhnya masih lemah dia berbaring dan menutup matanya.
Sedangan kan Fajar didalam kamar mandi memikirkan perubahan pada tubuh Senja.
dia tidak banyak berubah, dan perutnya masih datar-datar saja.
apa karna masih muda jadi belum kelihatan.
Sambil mandi pikiran Fajar terpenuhi dengan artikel yang dia baca dan mencoba membandingkan dengan tubuh Senja.Setelah selesai Fajar keluar dan melihat Senja sudah terlelap, Fajar tersenyum dan berbaring ditempat tidur dia tidur disamping Senja. Tangannya melingkar dipinggang Senja.
"Tapi perutnya datar". gumam Fajar sambil meraba perut Senja.
kalau kamu hamil kita akan merawat anak ini bersama-sama
Pikir Fajar sambil mencium kening Senja.
tok...tok...tok...
"Tuan...makan malam sudah siap.!" panggil bi Ina
Fajar membuka pintu dan turun kebawah, dia menuju meja makan dan memulai makan malamnya.
"Tuan..,anda makan sendiri bagaimana dengan nona Senja.?" tanya bi Ina
"Dia sedang tidur, nanti jika dia bangun aku akan membawakan makanan untuknya." jawab Fajar
"Baik tuan...aku sudah membuatkan bubur sum-sum, jika nona lapar aku akan memanaskannya." kata bi Ina
Tiba-tiba terdengar langkah kaki berjalan dengan cepat menuju ruang makan. Fajar kaget melihat mamanya yang terburu-buru,
"Dimana Senja...aku dengar dia sedang sakit, apa yang terjadi.?" tanya mama Fajar yang masih terlihat panik
"ma kenapa pulang tiba-tiba, bukankah kata mama ada banyak pekerjaan dinegara X.?"tanya Fajar
"sudahlah, ceritakan pada mama apa yang terjadi kepada Senja, dia sakit atau hamil.?" kata mama Fajar yang tersenyum-senyum melihat Fajar.
Fajar menatap Bi Ina, mungkin bi Ina lah yang membertahu mamanya tentang keadaan Senja.
"Dia sedang tidur, entahlah aku belum tahu dia hamil atau hanya sakit.Aku ingin membawanya ke rumah sakit tapi Senja tidak mau." kata Fajar
Mereka duduk dan ngobrol cukup lama, bi Ina pun juga menceritakan perubahan sikap Senja sehari ini.
mama Senja dan bi Ina merasa yakin kalau Senja sedang hamil.Tapi Fajar masih meragukannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1