
Pagi hari ini Senja sudah bagun dan sibuk membantu bi Ina dan Ana didapur, seperti biasa dia membantu menyiapkan sarapan untuk Fajar.
"bi ina, kenapa bau makanan ini tidak enak, padahal aku masak seperti biasanya." kata Senja sambil menutup hidungnya.
"Apa ada yang salah.?" bi ina mendekat dan mencium masakan Senja
"Tidak ada yang salah ini enak kok non.!"
Senja berlari menuju kamar mandi, terdengar dari luar suara Senja yang muntah-muntah.Ana mendekati Senja dan mencari tahu apa yang terjadi.
" aku tidak apa-apa hanya sedikit mual." kata Senja sambil mengusap bibirnya
"apa tuan sudah turun.?"
"belum"jawab Ana
Senja melihat jam, sudah siang tapi suaminya itu belum juga turun kebawah.dia keatas untuk melihat apakah suaminya itu sudah siap atau masih tertidur
"Suamiku...cepat ini sudah siang..."
Senja menghentikan kalimatnya karna tidak melihat sang suami di tempat tidurnya, dia melihat dikamar mandi kosong, dia tersenyum dan melihat ke ruang baju. Dia melihat suaminya sedang memasang dasi, Senja mendekat dan memasangkan dasi dileher suaminya itu.
Fajar tersenyum melihat Senja berjinjit, dia kemudian menundukkan sedikit kepalanya agar Senja bisa dengan mudah memasangkan dasi dilehernya.
"Sudah selesai." kata Senja
Fajar menahan tangan Senja yang akan pergi
"aku punya hadiah untukmu.!" kata Fajar
"Apa.?"
Senja begitu penasaran apa yang akan diberikan Fajar kepadanya.
"Pejamkan matamu.!" kata Fajar
Senja hanya menuruti kata-kata Fajar dan langsung memejamkan matanya.
"Cups...
Fajar mengecup bibir Senja. Senja kaget dan membuka matanya.Dia pikir dia akan menerima sebuah hadiah, benar-benar hadiah bukan sebuah ciuman.
Senja cemberut dan mengejar suaminya yang berjalan keluar.
"Apa hari ini Aldo akan cuti lagi.?" kata Senja
"Entahlah"
Sudah dua hari setelah mereka pulang dari negara X dan sudah dua hari pula Aldo tidak masuk kekantor.Fajar sedikit kualahan dengan banyak pekerjaan yang menumpuk dimejanya.
__ADS_1
Mereka menuruni tangan bersama-sama dan menuju ruang makan, Aldo sudah berada dimeja makan dengan piring didepannya.Fajar sangat senang melihat Aldo hari ini.
"Akhirnya kamu kekantor juga."kata Fajar sambil duduk disamping Aldo.
Aldo tidak memperdulikan Fajar dia terus melanjutkan makannya.Senja yang melihat Aldo berbeda dari biasanya mencoba mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Sekertaris Aldo kemana saja dua hari ini?" kata Senja
"Aku menenangkan diriku nona."jawab Aldo
" Apa kamu sudah tenang?" kata Fajar
"Belum sepenuhnya, jadi jangan membuatku tambah darah karena kelakuanmu lagi.!" kata Aldo
Senja hanya diam menatap Aldo dan Fajar berbicara tanpa henti, tiba-tiba Senja jatuh pingsan.
"non Senja....." teriak Ana dan menghampiri Senja yang terjatuh kelantai
Fajar mengangkat Senja kepangkuannya dan menepuk-nepuk pipinya mencoba menyadarkan Senja, tapi Senja tetap memejamkan matanya.
" cepat siapkan mobil, kita akan membawanya kerumah sakit.!"kata Fajar melihat Aldo
Aldo segera berlari menyiapkan mobil, sedangkan Fajar langsung mengendong Senja dan membawanya kemobil. Ana dan bi ina mengikuti sampai didepan rumah mereka juga terlihat sangat khawatir.
Fajar meletakkan kepala Senja dipanguannya dia masih berusaha menyadarkan Senja, Aldo juga terlihat cemas sesekali dia melihat Senja dibalik kaca sepion yang ada ditengah dalam mobilnya, dia menyetir dengan kencang agar cepat sampai dirumah sakit terdekat.
Wajah Fajar terlihat sangat cemas, sesekali dia menyuruh Aldo menambah kecepatannya.
"Kamu sudah sadar, bagaimana bisa pingsan, apa yang sakit, kita akan segera tiba dirumah sakit, kamu bertahanlah.!" kata Fajar
"Rumah sakit?
Senja tersenyum mendengar kata-kata Fajar terdengar sepertinya dia sedang sakit parah saja sampai ada kata-kata bertahanlah.
"Aku tidak apa-apa, aku tidak mau kerumah sakit, aku mau pulang saja.!"kata Senja
"Tidak...kita harus kerumah sakit, aku harus tahu kamu sakit apa.!" kata Fajar.
"Benar nona, wajah nona masih terlihat sangat pucat.!" kata Aldo.
"Tidak pokoknya aku tidak mau kerumah sakit, aku mau pulang."
kata Senja merenggek seperti anak kecil.
"Baiklah...Aldo putar balik kita kembali kerumah.!" perintah Fajar
Aldo menuruti perkataan Fajar dan memutar balik mobilnya menuju rumah, Senja tersenyum lega dia bersandar dibahu sang suami, tubuhnya terlihat masih lemas.
"Lihatlah...kamu masih lemas, kita pergi kerumah sakit saja ya.!" bujuk Fajar
__ADS_1
"Tidak aku mau pulang, aku hanya ingin tidur ditempat tidur kita.!"kata Senja sambil memejamkan matanya.
Tidak lama mereka sampai dirumah Senja membuka matanya, bi Ina berlari menghampiri mobil tuannya dia melihat Senja sangat lemah.
Fajar mengendong Senja menuju kamarnya.Bi ina mendekati Aldo dan menayakan bagaimana keadaan Senja.
" Nona sakit apa.?"kata bi Ina
"Tidak tahu, kita belum sampai kerumah sakit, nona Senja sadar dan meminta pulang, dia tidak mau pergi kerumah sakit."kata Aldo
" Jangan-jangan nona hamil," kata bi ina sambil tersenyum
"Apa bi....hamil.? mungkin kah.?" kata Aldo
"Pagi ini, aku melihat keanehan pada nona, dia juga muntah-muntah tanpa sebab." kata bi ina
"keanehan maksud bi ina.?" Aldo mendekatkan wajahnya kepada bi ina karena sangat penasaran.
"ya cuma insting wanita saja, nak Aldo mana mengerti."kata bi ina sambil pergi meninggalkan Aldo
Aldo cemberut karena tidak mendapat jawaban yang diingikannya, dia kesal dan masuk kedalam mobil, dia melihat jam
"hari ini akan terlambat lagi ke kantor." gumam Aldo
perlahan Fajar menurunkan Senja ditempet tidur
"Apa kamu butuh sesuatu.?" kata Fajar
"Tidak, aku hanya ingin beristirahat sebentar, nanti aku akan segerah pulih."kata Senja langsung memejamkan matanya.
Fajar tidak berkata apa-apa lagi di menyelimuti Senja dan mencium keningnya.Dia berjalan keluar kamar Ana sudah menunggu diluar kamar.
"Jaga baik-baik nona Senja, segera hubungi aku kalau terjadi apa-apa.!" kata Fajar
Ana hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya yang menandakan dia mengerti apa yang harus dia lakukan.
Fajar berjalamenuju mobil, Aldo sudah menunggu didalam mobik bersiap untuk berangkat ke kantor.Fajar masuk kedalam mobil raut wajahnya terlihat sangat cemas.dia meresa engan pergi ke kantor dia ingin tetap dirumah menjaga Senja.
Tapi banyak pekerjaan kantor yang harus dia selesaikan hari ini, apalagi ada beberapa rapat penting yang harus dia hadiri hari ini.
" kita berangkat.?" tanya Aldo
"hemmm...."
Fajar menatap balkon kamarnya dan menghela nafas panjang berharap disana Senja akan baik-baik saja.
Mobil melaju menembus keramaian kota tidak butuh waktu lama mereka sampai di kantor, dimeja Fajar sudah ada dokumen-dokumen yang menumpuk meminta persetujuan dan tanda tangan Fajar.
Fajar duduk dan mulai melihat isi dokumen-dokumen itu, dia berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya agar segera pulang kerumah
__ADS_1
BERSAMBUNG