
Hari sudah berganti pagi, seperti biasa senja membantu bi Ina dan Ana didapur.
Setelah semua berangkat kerja, Senja pergi ke halaman rumahnya.
Sesui perintah Fajar, Ana selalu mengikuti dan menjaga Senja baik-baik. Karna insiden pernyataan cinta kemarin Senja tidak diperbolehkan pergi ke kampus untuk sementara waktu.
Senja duduk di bangku yang ada ditaman bunga.Hari ini bunga-bunga bermekaran seakan menyambut kedatangan Senja
Senja meletakkan kepalanya di atas meja melihat bunga-bunga yang warna-warni.
"Ana...menurutmu bagaimana sikap tuan muda Fajar padaku.?"kata Senja
"Aku lihat tuan muda Fajar sangat menyayangi Nona.!"kata Ana
Senja kembali terdiam setelah mendengar kata-kata Ana, dia mulai berfikir tentang kebaikan-kebaikan yang telah Fajar berikan kepadanya.
Bi Ina datang membawakan segelas lemon tea kesukaan Senja.dia meletakkan dimeja, senja hanya tersenyum kepada bi ina tidak keluar satu kata pun dari mulut Senja.
Bi ina melihat Ana bertanya dengan matanya apa yang terjadi kepada Senja. Ana cuma mengelengkan kepalanya tidak tahu.
Hari sudah makin siang, matahari bersinar dengan teriknya, Senja memejamkan matanya dan mulai tertidur.
Fajar pulang dari kantor, karena dia mencemaskan Senja dia membatalkan semua janjinya hari ini dan segera kembali kerumah.
Fajar melihat Ana berada ditaman, dan melihat senja yang membaringkan kepalanya dimeja, dia melihat senja memejamkan matanya.
"Sudah berapa lama dia disini.?"kata Fajar
" Nona Senja disini dari pagi tuan, tapi dia baru saja tertidur.!"kata Ana
Fajar mendekat, dan mengangkat Senja membawanya kekamar.
__ADS_1
Tubuh Senja yang mungil tidak terasa berat bagi Fajar.
Ketika senja membuka matanya, dia sudah berada dikamar.Dia melihat Fajar sedang duduk membaca koran dan mimum segelas kopi. Matahari sore yang menyinari tubuh Fajar membuatnya berkilauan yang silau
Tidak biasanya dia melihat Fajar sudah berada dirumah ketika matahari masih bersinar.Senja merasa semua ini hanya mimpi.
Dia melihat Fajar mendekat, matanya sangat berat tapi dia berusaha membuka matanya, dia berfikir benarkah yang dilihatnya itu Fajar.
"kamu sudah bangun.?"tanya Fajar yang duduk disamping tubuh Senja.
Senja hanya mengangguk, dia merasa ini hanya mimpi. kemudian matanya terpejam kembali.
Fajar tersenyum melihat Senja kembali tertidur, dia mengecup kening Senja dengan lembut.
Fajar meninggalkan Senja yang tertidur. Tapi ketika Fajar baru keluar Senja membuka matanya.Dia melihat sekeliling, dia tidak melihat keberadaan Fajar.Dia berfikir bahwa yang dia alamai tadi adalah mimpi.
Senja kekamar mandi dan mencuci mukanya agar kembali segar, Dia menatap dirinya sendiri dalam cermin.
mengapa seharian ini aku selalu memikirkan Fajar, apa yang terjadi padaku.
Senja keluar dari kamar turun kebawah menuju dapur.Langkah senja terhenti ketika dia melihat Fajar ada didapur memakai celemek.Senja buru-buru mendekat dan memastikan apa yang dilihatnya.
"suamiku...!"kata senja sambil membalikan tubuh Fajar tidak percaya apa yang dilihatnya
Senja kaget dan melihat kepada bi ina dan Ana.
"apa yang terjadi...kenapa kamu memakai celemek.?"tanya senja sambil membuka celemek itu dari tubuh Fajar
"aku ingin membuatkan makan malam untukmu.!"kata Fajar.
"kamu cukup memerintahkan Ana dan bi ina, kamu benar-benar tidak cocok memakainya.!"kata senja
__ADS_1
Fajar tersenyum dan menghampiri senja.
" Untuk siapa coba aku seperti ini.?"kata Fajar
"apa yang sedang kamu buat,?kata senja
Fajar mencoba membuat makan malam kesukaan Senja, dia minta banguan bi ina dan Ana. Melihat mereka yang begitu dekat bi ina dan Ana pergi meninggalkan mereka. Kadang terdengar suara tawa dari keduanya.
Bi ina dan Ana melihat dari jauh, Mereka ikut senang melihat tuan muda dan nona mereka bahagia.
Tiba-tiba Aldo datang, dia kaget melihat Fajar memakai celemek dan banyak tepung wajahnya. Dia tidak pernah melihat Fajar berbuat konyol seperti ini.
Apakah cinta merubah orang menjadi bodoh.
pikir Aldo dalam hati
Aldo duduk dimeja, sudah lama tapi Fajar dan Senja masih belum menyadari kehadiran Aldo. Saat meletakan makanan di meja Fajar baru sadar Aldo memperhatikannya dari tadi senyum tipis terlihat diwajah Aldo.
"Ada apa malam-malam kesini,?" kata Fajar
"Tentu saja untuk makan malam.!"goda Aldo
Fajar menatap Aldo dengan tatapan tajam seperti akan marah.
"kebetulan sekertaris Aldo datang, kami membuat makan malam yang sangat banyak makan dulu sebelum pulang.!"kata Senja
"Terima kasih nona..!" kata Aldo
" Aku mau mandi dulu.!"kata Fajar sambil pergi meninggalkan Aldo yang terus menatapnya
Aldo tersenyum melihat Fajar pergi seperti itu. Dia bercerita kepada Senja kalau selama ini Fajar belum pernah memasak untuk seseorang.
__ADS_1
Senja terdiam sejenak, dia tersenyum mendengar kata-kata Aldo. Dia merasa dirinya begitu beruntung mendapat perlakuan ino dari Fajar
BERSAMBUNG