Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Badai


__ADS_3

Fajar membuka matanya, kepalanya berat, dia melihat Aldo dan Sam berbaring disampingnya.Dia memejamkan matanya mencoba menginggat apa yang terjadi semalam.


Fajar pergi ke kamar mandi mebersihkan tubunya dari bau minuman keras yang melekat ditubuhnya.


Setelah selesai mandi dia membangunkan Aldo agar bisa pulang hari ini juga.


Ado bangun dan bergegas mandi.


Fajar membuka tirai jendela yang menghadap keluar, diluar tampak gelap, salju turun dengan lebatnya. Dia menyalakan tv dan melihat berita bahwa semua penerbangan hari ini ditutup untuk sementara.


"kenapa kamu begitu gelisah.?"kata Sam


"tidak ada jaringan disini, aku belum menelpon Senja dari kemarin, dan sekarang penerbangan ditutup.!"kata Fajar sambil mengotak-atik ponselnya.


Aldo langsung keluar mendengar Fajar bilang penerbangan ditutup, dia kaget


"ya ampun do...kenakan dulu bajumu.!"kata Sam melempar bantal ke arah aldo.


Aldo hanya tersenyum, Dia langsung memperhatikan tv yang menyiarakan penerbangan ditutup.


"Bagaimana ini, ?"kata Aldo menatap Fajar


"Bagaimana lagi, tentu saja kalian harus tinggal disini dulu..hahaa jadi aku kan ada teman.!"kata Sam


Fajar menghela nafas panjang, meletakkan ponselnya.


"Apa boleh buat...kita bersenang-senang saja dulu.!"kata Fajar dan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Sam.


"aaaahhh...."teriak Sam


Aldo hanya tersenyum, dia sudah lama tidak melihat Fajar begitu lepas seperti itu. Karna bersama teman-temannya lah dia bisa menjadi dirinya sendiri.


Aldo mendekat dan bergabung menindih tubuh Sam, Dengan berat tubuh Fajar dan Ado Sam tidak dapat bergerak.


"lepaskan aku....aku bisa mati gepeng disini.!"kata Sam


"baiklah...berjanjilah satu hal kepadaku.!"kata Fajar.


"hemmmm... apa pun akan aku lakukan.!"kata Sam


Fajar melihat Aldo sambil tersenyum jahat


" Baiklah...selama aku dan Aldo dinegara ini aku ingin kamu yang menghidupi kamu.!"kata Fajar.


"apa....apa tuan muda Bramastio sudah tidak lagi mempunyai uang.?"kata Sam


Fajar memukul kepala Sam dan berdiri melepaskan Sam.


"Aku lapar...pesankan makanan untukku.!"kata Fajar

__ADS_1


Sam menatap Aldo, tapi Fajar menahan Aldo.


" Biarkan tuan rumah yang melayaniku.!"kata Fajar.


Aldo melihat Sam, Sam pun mengerti tatapan Aldo itu. dia bergegas berdiri


"Baik tuan muda...tunggulah disini aku akan memesankan makanan untuk anda.!"kata Sam dan pergi kearah telpon di meja


Setelah memesan makanan Sam pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Fajar menatap keluar, matanya terlihat sendu. Dia ingin sekali mengabari Senja.Aldo menepuk-nepuk pundaknya, dan tersenyum tipis seakan dia tahu apa yang dirasakan oleh Fajar.


***


Senja membuka matanya menatap keluar mentari bersinar menerangi kamarnya. Angin yang bertiup kearahnya membawa hawa dingin masuk juga.


Dia teringat Fajar, sepertinya cuaca dinegara X saat ini adalah musim dingin. Senja khawatir akan kesehatan Fajar.Dia mengambil ponselnya dan mencoba menelpon nomer Fajar tapi selalu mesin yang menjawabnya.


Itu membuat Senja gelisah, dia berharap semoga disana Fajar baik-baik saja.


tok....tok....tok


Suara pintu dketuk.


"non....nyonya besar sudah menunggu nona untuk sarapan.!"kata bi ina


" baik bi....aku akan segera turun.!"kata senja.


"maaf ma...."kata senja sambil duduk


Mamanya hanya tersenyum.


"kamu baik-baik saja kan sayang.?"tanya mama


Senja mengangguk dan mulai makan.


Tapi mamanya masih melihat senja penasaran, tidak seperti biasanya dia selalu bangun pagi dan sudah bersiap tapi tidak hari ini.


"Sayang...kamu yakin kamu baik-baik saja, apa kamu sakit,?" kata mama sambil memegang dahi senja.


"iya ma, Senja baik-baik saja.!"kata senja sambil tersenyum.


" Baiklah...mama berangkat dulu, telpon mama kalau ada apa-apa.!"kata mamanya


Senja mengangguk dan tersenyum melihat mamanya pergi,


"kenapa.?"kata Senja melihat bi ina dan Ana yang melihatnya dari tadi


Mereka diam dan mengelengkan kepalanya.Senja hanya makan sedikit dan kembali kemamarnya melihat ponselnya kalau ada pesan atau telpon dari Fajar.

__ADS_1


Dia menghela nafas panjang, wajahnya tampak kesal karena tidak satu pun yang diharapkannya terjadi.


Senja keluar berjalan menuju taman, dia melihat bunga-bunga yang mulai berguguran mungkin akan sedikit menenangkan hatinya.


Ana menghampiri senja yang duduk sendiri diayunan, dia membawakan sebuah selimut.


"nona....pakailah selimut ini, udara sangat dingin hari ini.!"kata Ana


Senja tersenyum dan menyuruh Ana duduk disampingnya. Karena Ana sudah lama tinggal disini Senja ingin bertanya sesuatu.


"Ada apa nona.?" tanya Ana


Senja masih binggung bagaimana memulainya.Dia terdiam cukup lama


"nona....!"kata Ana menyadarkan Senja


Senja mengangkat kepalanya dan melihat Ana mencoba memberanikan diri bertanya kepadanya.


" Bagaimana tuan Fajar dulu.?"tanya Senja lirih.


Ana kaget mendengar Senja bertanya tentang Fajar kepadanya, dia masih binggung bagaimana menjawabnya.Ana menatap senja wajahnya memerah menahan malu. Ana tersenyum melihat Senja, kemudian dia memegang tangan Senja.


"Tuan muda Fajar sangat baik, dulu dia orang yang hangat dan sering tersenyum, tapi semenjak papanya meninggal dia berubah menjadi dingin karena harus menanggung beban keluarganya." kata Ana


"Saat itu tuan baru berusia 17 tahun tapi dia harus terjun ke dunia bisnis yang sangat ketat dan kejam, nona cantika masih kecil, mamanya sangat tepukul dengan kepergian suaminya."tambah Ana


Senja terdiam matanya berkaca-kaca mendengar cerita Ana, Ana juga menceritakan tentang masa kecil Fajar.


Dia dulu sering bermain dengan Fajar, Ana lebih muda 5 tahun dari Fajar usianya sama dengan Senja saat ini.


Ana bercerita panjang lebar tentang Fajar kadang terdengar suara tawa dari keduannya.Bi ina datang membawa teh lemon kesukaan Senja.


"Ini ibuku...!"kata Ana


Senja kaget dia tersedang minuman yang di sruputnya.Sudah berbulan-bulan dia tinggal disini baru tahu kalau bi ina adalah ibu Ana


" Benarkah....pantas saja kalian terlihat begitu mirip.!"kata senja sambil tersenyum


***


Fajar masih dikamar bersama Aldo dan Sam mereka terjebak badai salju, Fajar melihat keluar dia melihat seluruh jalanan tertutup salju, salju masih turun dengan lebatnya.


"Apa yang kamu pikirka,? apa kamu sedang memikirkan kakak ipar,? dia tidak akan kabur ditinggal beberapa hari saja.!"kata Sam


Aldo tersenyum mendengar kata-kata Sam.Tampak diraut wajah Fajar yang begitu cemas.Aldo menghampiri Fajar.


"Tenanglah...setelah badai ini berlalu kita akan segera pulang kerumah.!"kata Aldo sambil tersenyum.


Fajar merasa Sam dan Aldo mengejeknya dia mendekati mereka dan mulai memukulnya pelan sambil bercanda.Dia tidak tahu kapan badai ini akan berlalu tapi dia berharap disana Senja akan baik-baik saja.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2