Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Pulang


__ADS_3

Fajar dan Aldo sudah bersiap-siap meninggalkan hotel, Aldo membereskan barang-barang kedalam koper.


"Salam untuk kakak ipar ya." Kata Sam


Sam melihat Fajar sedang asik bermain ponselnya hingga dia tidak menyadari apa yang dikatakan Sam, Sam mengulangi perkataannya kedua kalinya. Tapi tetap saja Fajar tidak memperdulikannya.Dia mendekat dan melihat isi chat yang ditulisnya


aku merindukanmu...


Kata itu yang dibaca oleh Sam, dia melihat pesan itu tertuju kepada Senja tapi Fajar kembali menghapusnya tapi menulisnya kembali. itu dilakukannya berulang kali sampai-sampai Sam gemas dan memencet tombol sand.


"Ya....apa yang kamu lakukan" Teriak Fajar.


" Kamu membuatku geram, kenapa tidak langsung mengirimnya saja kenapa bolak balik dihapus, ? aku tahu kamu sangat merindukan Kakak ipar.!"kata Sam


Fajar dengan cemas melihat layar ponselnya, dia penasaran balasan apa yang akan ditulis Senja. Aldo menatap Sam, dia penasaran apa yang terjadi.


"Dia menulis pesan, aku merindukanmu...tapi dia malu mengirimnya."kata Sam berbisik ditelinga Aldo.


Aldo hanya mengangguk dan kembali mengemasi barang-barang.


Dret...dret...dret...


Ponsel Fajar bergetar dia buru-buru melihat pesan dari siapa. Aldo dan Sam ikut terkejut dan melihat Fajar memeriksa ponselnya, mereka diam dan terlihat tegang menatap Fajar, ingin tahu apa balasan dari Senja.


Aku juga merindukanmu.


Membaca isi pesan dari Senja, Fajar tersenyum bahagia wajahnya merah. Melihat sikap Fajar, Aldo dan Sam sepertinya tahu apa isi balasan dari Senja.


"Aku juga merindukanmu...." goda Sam dan tos dengan Aldo


Aldo hanya tersenyum melihat Sam mengoda Fajar. Mereka sudah selesai berberes-beres dan keluar meninggalkan hotel.Sam mengantar mereka sampai bandara.


"Aku hanya mengantar kalian sampai disini, hati-hati dijalan, jangan lupa lain kali bawa kakak ipar kemari.!"kata Sam


Fajar hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya mereka berjalan masuk. Sam melambaikan tangannya, Fajar mengabaikan Sam tapi Aldo melambaikan tangannya perlahan.


Mereka masuk kedalam pesawat, Aldo duduk disamping Fajar, dia menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya dikursi.


"kamu kenapa..?"tanya Fajar


"Aku akan cuti 2 hari besok, aku ingin pergi menenagkan diri.!"kata Aldo


"bukankah kamu sudah menenangkan diri dihotel selama 1 minggu ini, kenapa butuh menenangkan diri lagi.?"tanya Fajar


Aldo tidak menjawab pertanyaan Fajar dia memejamkan matanya


Aku sudah bersama denganmu selama 20tahun lebih disampingmu. tapi berada disampingmu dikamar hotel itu selama 1 minggu seperti aku telah menghabiskan sisa umurku.

__ADS_1


Pikir Aldo dalam hati, dia menghela nafas panjang sambil terus memejamkam matanya.


Fajar menatap Aldo, berpikir apa yang terjadi denganya, tapi dia tidak mendapat jawaban dan dia memutuskan tidak memperdulikan apa yang dipikirkan Aldo.


***


Hari sudah sore Senja tahu kalau Fajar akan kembali hari ini, dia memberitahu mamanya. Tapi hari ini Mama mertuanya harus melakukan lerjalan bisnis ke negara X untuk promosi perhiasannya disana.


"Sayang...maafkan mama, mama harus pergi berapa hari untuk urusan pekerjaan, mama tidak bisa memunggu Fajar pulang, sampaikan pesan mama padanya ya...nanti mama akan menelpon.!"kata mama


Senja mengangguk dan melambaikan tangannya dan mengantarkan mama sampai didepan rumah. Mamanya pergi menuju bandara.


Mama Fajar sedang duduk di kursi tunggu, dia melihat Fajar dan Aldo baru keluar dari pesawat.


"Fajar...."


Fajar menengok dan melihat mamanya, dia berjalan menghampiri mamanya.


"Kenapa mama repot-repot kesini menjemputku."kata Fajar


"Siapa yang menjemputmu, aku akan melakukan perjalanan keluar negeri, kamu bagaimana baik-baik saja kan.?" kata Mamanya


"Aku baik-baik saja ma, aku sangat merindukan mama."kata Fajar


"Rindu mama atau rindu Senja.?"goda mamanya


"Baiklah mama harus berangkat sekarang, kamu hati-hati jaga Senja baik-baik.!"kata mama Fajar yang berjalan pergi


Fajar melambaikkan tangannya.


Dia melanjutkan langkahnya keparkiran, seseorang telah menyiapkan sebuah mobil untuk Fajar dan Aldo.


Mobil melaju membelah kota, Fajar sudah tidak sabar sampai dirumah dan melihat Senja.


***


Matahari sudah terbenam, Senja menyiapkan makan malam bersama bi Ina dan Ana untuk menyambut kepulangan Fajar.


Sudah sejak sore mereka sibuk di dapur menyiapkan berbagai macam makanan kesukaan Fajar.


Senja melihat jam, sepertinya sebentar lagi Fajar akan sampai di rumah.


"Bi Ina, aku akan keatas mandi dulu, kalian siapkan makanan dimeja, sebentar lagi tuan muda akan pulang."kata Senja


Bi ina dan Ana mengangguk dan segera mengerjakan pekerjaannya, setelah meletakkan makanana dimeja bi ina membersihkan dapur, Ana mengambil beberapa bunga ditaman untuk menhias meja makan, dia juga menyalakan beberapa lilin agar lebih romantis. dan yang terakhir Ana mematikan lampu dan meninggalkan ruangan bersama bi Ina.


Senja sudah selesai mandi dia segera berpakaian dan menghias sedikit wajahnya. Setelah merasa terlihat cantik Senja turun kebawah, Dia melihat ruangan remang-remang karna hanya dihiasi cahaya lilin dia tersenyum.

__ADS_1


Fajar sampai didepan rumahnya, dia melihat rumah tampak sepi dan dia tidak melihat Senja menyambutnya.


" kamu mau masuk dulu.?"kata Fajar melihat Aldo


Aldo mengeleng dan pergi meninggalkan Fajar.


Fajar perlahan melangkahkan kakinya, tiba-tiba pintu terbuka Senja membuka pintu dan berjalan menghampiri Fajar.


Fajar melihat Senja begitu cantik malam ini, dia tersenyum dan mempercepat langkahnya.


" Selamat datang.!"kata Senja


Fajar tersenyum dan memeluk Senja.Dia sangat merindukan Senja, aroma tubuhnya menenangkan Fajar.


Senja mendorong tubuh Fajar yang memeluknya, dia mengandeng tangan Fajar dan mengajaknya masuk.


"Aku punya kejutan untuk mu" bisik Senja


Fajar tersenyum dan mengikuti langkah Senja, dia melihat ruangan yang gelap hanya diterangi cahaya lilin


"Apakah kita lupa membayar listik kenapa gelap sekali."goda Fajar


Senja hanya diam dan menarik tangan Fajar keruang makan. Fajar melihat meja penuh dengan makanan dan bunga yang indah.


"ini...aku yang masak lo."


" bunga ini aku yang menanamnya" kata Senja.


"Fajar tersenyum menatap Senja, dia begitu gemas melihat Senja tersenyum dia begitu ingin memeluknya. Tapi Senja menyodorkan banyak makanan didepannya.


"Aku tidak lapar,"kata Fajar


Senja kaget mendengar kata-kata Fajar dia menghentikan tangannya yang ingin mengambilkan makanan untuk Fajar.


Fajar tersenyum melihat Senja dengan wajah kecewanya. Dia menarik tangan Senja hingga Senja terjatuh dipangkuan Fajar.


Tangan Fajar melingkar memeluk tubuh Senja, dia menatap Senja dan tersenyum. Wajah Senja memerah dia mendorong tubuh Fajar mencoba melepaskan dirinya.


Tapi Fajar semakin erat memeluk Senja, dia mendekat ingi mencium bibir Senja.


kruk...kruk...kruk


Suara perut Fajar menghentikan gerakannya.Senja tersenyum, kemudia berdiri dari pangkuan Fajar dan menyajikan makan untuk Fajar.


"Makanlah dulu...kamu pasti lapar."kata Senja


Fajar mulai duduk tenang dan memakan makanan didepannya, Senja juga makan disampaing Fajar. Mereka makan sambil bercerita tentang keadaan Fajar diNegara X.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2