
Hari ini mentari bersinar dengan hangat, Senja membuka matanya dia tidak melihat Fajar disampingnya.Dia menenggok ke balkon dan melihat Fajar sedang menerima pangilan disana.Sepertinya itu pangilan yang sangat penting, terlihat dari raut wajah Fajar yang begitu serius.
Senja pergi mandi, sampai dia keluar dari kamar mandi dia masih melihat Fajar ada dibalkon sedang berbicara entah dengan siapa.kadang terdengar suara keras bentakan Fajar kepada seseorang.
Dengan wajah yang sedikit marah Fajar masuk kekamar.
"Siapkan beberapa baju kedalam koper dan dokumen yang ada dimeja kerja ku, aku akan melakukan perjalanan keluar negri."kata Fajar
"Berapa lama,?"tanya Senja
"Entahlah.!"kata Fajar singkat
Fajar keluar kamar dan pergi ke ruang kerjanya memeriksa komputernya.
Senja sudah selesai mengemas pakaian Fajar, dia membawanya turun kebawah.Di ruang kerja dia melihat Aldo sudah sibuk dengan dokumen-dokumen ditangannya.
Senja tidak berani mendekat, dia pergi kedapur membuat teh untuk Fajar dan Aldo.
Baru akan membawa ke ruang kerja Fajar, Aldo dan Fajar sudah keluar, mereka tampak terburu-buru.
"Senja....!"teriak Fajar
"iya." senja langsung menghampiri Fajar
"Aku berangkat dulu, jaga baik-baik dirimu, jangan dekat-dekat dengan lukas.!"kata Fajar sambil mengelus pipi senja pelan.
Fajar masuk kedalam mobil, senja melihat sampai mobil itu tidak terlihat lagi, Fajar juga melihat kebelakang senja masih berdiri melihatnya.
Didalam pesawat Fajar masih sibuk melihat dokumen-dokumennya.
"jangan terlalu khawatir, kita akan menyelesaikannya dengan baik."kata Aldo
Aldo menepuk pundak Fajar dan mengambil dokumen ditangan fajar dan menyimpannya di tas Aldo.
Mendengar kata-kata Aldo, Fajar sedikit tenang.Dia tau Aldo sangat pintar berdebat, mereka pasti akan merebut kembali proyek yang direbut perusahaan X.
Pesawat sudah mendarat dikota X, sudah ada beberapa pegawai dari perusahan Fajar dinegara ini sudah menunggu Fajar dan Aldo.
Mereka mengantarkan Fajar dan Aldo ke sebuah hotel untuk beristirahat dulu.
***
Ditempat lain Senja sudah bersiap untuk berangkat ke kampus.
Dia berjalan memasuki kampus semua mahasiswi menatap Senja dengan tatapan aneh, Senja menunduk.
"Senja....." teriak cilla
"akhirnya kamu ke kampus juga, kamu tahu banyak gosip tentang dirimu.!"
Senja kaget dan menatap cilla penasaran.
"Gosip tentangku...?"kata Senja
__ADS_1
"Iya...setelah kejadian tempo hari banyak yang bilang kalau kamu simpanan bos."kata cilla
Senja menghela nafas, dia mulai menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Fajar, dan setatusnya saat ini adalah istri Fajar.
"apa...."kata cilla kaget
"kamu sudah menikah dengan tuan muda Fajar itu.?
Cilla tertegun kaget kakinya serasa berat untuk melangkah dia melihat Senja dengan tatapan tajam.mencoba memahami kata-kata Senja.
Senja tidak memperdulikan omongan orang-orang, selagi itu bukan gosip dia dengan laki-laki selain Fajar.
Senja berjalan menuju kelas dan tidak menghiraukan tatapan para mahasisiwa lainnya.
Setelah kelas selesai Senja langsung pulang kerumah, dia sekilas seperti melihat mobil Fajar yang terpakir menunggunya.
Tenyata itu mobil orang lain yang hanya mirip dengan mobil Fajar, Senja tersenyum.
Sampai dirumah senja langsung berbaring ditempat tidurnya dia menatap jendela dan membayangkan Fajar berada disana.
Sedangkan ditempat lain Fajar sedang berjuang dalam rapatnya, setelah berjam-jam dalam ruangan rapat akhirnya Fajar dan Aldo keluar. Akhirnya mereka mendapatkan proyek itu kembali.
"Langsung pesan tiket...kita pulang kerumah, !"kata Fajar.
"hemmmm..."jawab Aldo
Tiba-tiba ponsel Fajar berbunyi, itu dari Sam.
Fajar tidak bisa menolaknya, dia memberitahh Aldo untuk menunda kepulangannya. Hari masih sore mereka kembali kehotel dan beristirahat sejenak.
tok....tok....tok
Suara pintu kamar Fajar
Aldo berjalan membuka pintu. Sam berusaha mengejutkan Aldo, Aldo hanya tersenyum.
"Dimana Fajar,?"tanya Sam
"Dia sedang berbaring, hati-hati dia bisa marah.!"kata Aldo
Mereka mengendap-ngendap mendekati Fajar.
"Aku tidak akan teekejut dengan tingkah konyol kalian.!"kata Fajar yang masih memejamkan matanya dan berbaring ditempat tidur.
Sam dan Aldo menghela nafas dan berbaring disamping Fajar.
"kamu harus membuang muka dingin itu, kakak ipar akan takut nanti,!"kata Sam
Fajar dan Aldo sama-sama menatap Sam.
"Ada apa...?" tanya Sam
Sekarang giliran Sam yang dikerjain oleh Aldo dan Fajar mereka menekan tubuh Sam dengan bantal dan mengelitiki tubuh Sam.
__ADS_1
Sudah sangat lama setelah pesta pernikahan Fajar dulu mereka belum bertemu lagi.Mereka saling bercanda dan melepas rindu.
Sudah malam mereka bersiap-siap untuk keuar. Sam akan menunjukak suasana malam dinegara X ini.Sam sudah lama berada dinegara ini untuk mengurus bisnis orang tuanya.
Mereka sampai disebuah bar yang sangat ramai, didalam dipenuhi dengan gadis-gadis yang cantik-cantik.
"Aldo carilah satu wanita disini...lihatlah gadis itu cantik...itu juga cantik.!" kata Sam
"Mereka bukan tipeku.!"jawab Aldo
"tipeku....
"Gadis lugu yang sederhana....."kata Fajar dan Sam serentak
Banyak gadis-gadis yang melihat kearah mereka,
"kalau bos kita ini berani tidak mencari gadis untuk bersenang-senang malam ini.?" kata Sam melihat Fajar
Aldo pun penasaran mendengar jawaban dari Fajar, dia melihat Fajar sangat lama dan menunggu jawabannya.
Fajar melihat wajah mereka yang sangat penasaran.Dan terseyum
"Mari kita bersenang-senang malam ini.!"kata Fajar sambil menggandeng Sam dan Aldo
Mereka tertawa dan menikmati malam ini.Salah seorang gadis mendekati Fajar.
"hallo tampan, mau aku temani kamu minum malam ini.?"goda gadis itu, tanganya mulai meraba tubuh Fajar
"Pergilah cari laki-laki lain, kamu bukan tipeku.!"kata Fajar dingin,
Gadis itu oun pergi meninggalkan Fajar dengan wajah kesal.
Aldo dan Sam tertawa mendengar kata-kata Fajar.
"Ternyata bos kita setia kepada kakak ipar..!"kata Sam
Aldo dan Sam menepuk tangan mereka sambil tertawa.
"Sudahlah ayo kita kembali ke hotel, kalian sudah sangat mabuk.!"kata Fajar
Mereka kembali ke hotel dan terlelap dikasur.
***
Senja melihat kelangit di balkon kamarnya dia melihaf jam, sudah larut malam tapi dia tidak mendapat kabar dari Fajar sejak dia berangKat tadi.
Dia melihat ponselnya memeriksa kalau ada pesan dari Fajar.
Senja berbaring di tempat tidur dia melihat sisi lain tempat tidur yang biasa ditempati Fajar.
Senja malam ini begitu sepi tidak ada Fajar bersamanya, tidak seperti biasanya kalau Fajar pergi perjalanan bisnis Senja senang tapi kali ini Senja merasa sepi dan merindukan kehadirannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1