Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Rindu


__ADS_3

Senja melihat awan berwarna oren di balkon kamarnya, sudah hampir 1 minggu Fajar tidak pulang.Ada sesuatu yang menganjal dalam hatinya.


Khawatir dengan keadaan Fajar itu jelas karena selama suaminya itu pergi dia belum sama sekali mendapatkan kabar dari sang suami.


tok...tok...tok...


Suara pintu terdengar diketuk perlahan, Ana memberi salam dan masuk kekamar Senja. Dia mendekati Senja yang sedang melamun.


"nona...anda baik-baik saja ? sejak siang nona belum makan, ini saya bawakan makanan untuk nona.!"kata Ana


"Apa kah belum ada kabar dari tuan Fajar ?"


" Belum nona, nyonya masih menyuruh orang mencari informasi tentang tuan muda,"kata Ana


Suara langkah kaki mendekat dari luar, mama Fajar mendekati Senja dia tersenyum dan memeluk Senja.


" Sayang...Fajar baik-baik saja dia hanya terjebak badai, semua jalan-jalan ditutup jadi dia masih belum bisa pulang.!" kata mama


Senja tersenyum dan memeluk mama Fajar, rasa khawatir dari hatinya beransur hilang, meski belum sepenuhnya hilang tapi sedikit berkurang dari sebelumnya.


Ana tersenyum melihat Senja yang tampak gembira. dia pergi meninggalkan Senja dan Mama Fajar.


"Dari mana mama tahu kalau Fajar baik-baik saja,!"kata senja


"Tadi orang-orang mama yang memberitahu mama, jaringan telpon disana juga terputus jadi dia tidak bisa menghubungi rumah dan kamu, kamu jangan khawatir lagi, jaga kesehatan kamu.!"kata mama sambil memeluk Senja.


Senja memgambil makanan yang ditinggalkan Ana dimeja dan segera memakannya. Dia tidak ingin ketika Fajar pulang dia akan sakit nantinya, Mama Fajar tersenyum keluar meninggalkan senja.


***


Ditempat lain Fajar masih terlelap, bajunya tampak berantakan karna semalam habis bersenang-senang dengan Aldo dan Sam. Mereka menghabiskan waktu bersama selama Fajar dan Aldo ada di Negara ini. Sam dan Aldo mencoba mengalihkan pikiran Fajar tentang rumah dan Senja, kalau Fajar ingat Senja dia akan marah-marah yang tidak jelas.


Fajar membuka matanya dia melihat matahari sudah bersinar hari ini, dia menguceng-nguceng matanya dan berjalan ke jendela melihat keluar dari balik jendela.Jalan-jalan sudah mulai dibersihkan dari salju-salju yang menumpuk. Orang-orang sudah keluar menghirup udara segar karena sudah berhari-hari mereka berdiam diri dalam rumah.


Fajar membangunkan Aldo yang masih terlelap.


"Do...cepat bangun dan lihat keluar, badai sudah berhenti kita bisa segera pulang.!"kata fajar


Aldo kaget langsung membuka matanya dia berjalan ke jendela melihat keluar, Dia tersenyum senang akhirnya bisa segera pulang, dia tidak akan mendengar rengekan Fajar yang ingin bertemu Senja lagi.

__ADS_1


Sam terbagun mendengar suara Aldo yang terdengar bahagia.


" Kenapa pagi-pagi sudah ribut sekali.?" Kata Sam


Sam kaget dan berjalan kejendela matahari bersinar menerangi kamar dan banyak orang yang ada dijalanan


"Badai sudah berhenti, aku akan segera memesankan tiket untuk kalian,!" kata Sam yang terdengar senang


Sam dan Aldo berpelukan, Akhirnya mereka terlepas dari rengekan Fajar yang minta pulang.


Fajar tidak memperdulikan mereka, dia mengambil ponselnya dan mencoba menelpon rumah.


dret....dret....dret...


Suara ponsel Senja yang bergetar, Senja sedang mandi jadi tidak bisa mengangkatnya.


Fajar marah, setelah beberapa hari tidak bisa terhubungi, tapi sekarang malah tidak bisa dihubungi.


"Kemana saja sih Senja itu.?"kata Fajar yang marah


"Mungkin kakak ipar sedang sibuk.!"kata Sam


Mata Fajar melihat Sam dengan tatapan tanjam seperti ingin membunuh. Sam buru-buru menutup mulutnya karena takut.


Ponsel Senja kembali bergetar, Senja baru keluar dari kamar mandi, dia melihat ponselnya bergetar bergegas dia menghampirinya dan melihat nama Fajar dilayar dia sangat senang.


📞


"hallo...suamiku...kamu baik-baik saja?"kata senja


📞


"kamu kemana saja...kenapa lama sekali mengangjatnya.?" kata Fajar


📞


"Aku baru selesai mandi, kamu tahu disini masih malam aku bersiap untuk tidur." Senja sedikit marah


📞

__ADS_1


"Iya...iya maafkan aku...bagaimana keadaanmu.?" Suara Fajar berubah menjadi lembut


📞


"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu, kapan kamu pulang" Kata Senja


📞


"Aku baik-baik saja, aku akan segera pulang.!" kata Fajar


Mereka menelpon cukup lama, Aldo dan Sam hanya terpaku melihat Fajar yang berubah menjadi sangat baik ketika berbicara dengan Senja.


"Apa yang kalian lihat, cepat bereskan barang dan pesan tiket aku akan segera pulang.!"kata Fajar


Mendengar perkataan Fajar, Aldo dan Sam kaget dan langsung mengerjakan apa yang Fajar perintahkan, Aldo segera mengambil ponselnya dan mencari tiket. Sedangkan Sam membereskan barang-barang Fajar.


kenapa aku yang harus membereskan barang-barangnya


pikir Sam sambil meletakkan barang-barang Fajar dikoper.


📞


"hallo Senja....kamu masih disana...Senja.!Teriak Fajar ditelpon karena tidak mendengar Senja berbicara


***


Senja tertelap, ponselnya masih menempel ditelinganya sambil menyala, dibalik telpon Fajar masih berteriak-teriak memangil Senja.


***


"Sudahlah, mungkin nona Senja sudah tidur, kamu tahu kan disana masih malam, Nona Senja mungkin capek" kata Aldo menenangkan Fajar.


"Hari ini kita akan berangkat pulul 10.00 jadi kita harus bergegas, aku mengambil penerbangan paling awal."


Fajar mengangguk dan segera berberes, Sam masih tertegun menatap Fajar, dia mendekati Aldo yang berdiri di samping jendela.


"Apakah Fajar begitu menyukai Senja.?"tanya Sam


"Kamu bisa lihat sendiri kan ketika dia disini berpisah dengan Senja beberapa hari saja sudah membuatnya menjadi orang gila." kata Aldo sambil tersenyum

__ADS_1


Aldo tahu, semua sikap Fajar selama beberapa hari ini karena dia sangat merindukan Senja. Entah apa yang dirasakan Senj disana, mungkin dia juga rindu atau mungkin dia malah bahagia bisa terlepas dari Fajar beberapa hari ini


BERSAMBUNG


__ADS_2