Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Ada yang salah


__ADS_3

Senja membuka matanya, dia tidak melihat Fajar disampingnya dia buru-buru kekamar mandi dan bersiap turun kebawah. Kemarin seharian dia sudah tidur cukup banyak dan sekarang dia sudah merasa tubuhnya sehat kembali.


Senja menuruni tangga perlahan, terdengar suara gaduh dari arah dapur dia segera menuju kedapur untuk melihat siapa yang sedang ribut disana.


"tuan hentikan...biar saya saja yang menyelesaikannya,"kata bi Ina.


" tuan awas tangan anda...itu panas.!"


" Tuan jangan mengaduknya seperti itu...!" Bi Ina dan Ana dibuat sibuk oleh Fajar


Senja berjalan mendekati Fajar, dia melihat dapur sudah sangat kacau.


"suamiku apa yang sedang kamu lakukan.?" kata Senja yang sudah berdiri disamping Fajar


" Duduklah...aku membuatkanmu sup dan bubur." kata Fajar.


Senja duduk dan tersenyum melihat sikap Fajar yang tidak seperti biasanya.Dia merasa ada yang salah dengan sikap Fajar pagi ini. Sedangkan bi Ina dan Ana mulai membersihkan kekacaun yang telah dibuat Fajar.


"wah...wangi sekali...bau apa ini.?" kata mama Fajar yang berjalan mendekati meja makan.


"Mama....kapan pulang.?" kata Senja yang sedikit kaget melihat Mama mertuanya sudah berada dirumah.


"Kemarin....aku dengar kamu sakit...apa sudah baikan.?" kata mama Fajar sambil menyentuh kening Senja


"Aku baik-baik saja ma...cuma masuk angin.!"kata Senja sambil terseyum


" kamu sudah periksa kedokter? jangan-jangan ada yang lain.!" kata mama Fajar


"tidak ma...Senja sudah baik-baik saja tidak perlu kedokter segala.!" kata Senja


Fajar menguping pembicaraan dan berjalan mendekati Senja dan Mama nya ditangannya ada semangkok bubur yang khusus dibuat oleh Fajar untuk Senja.


Mama Fajar menatap tajam Fajar, dia tidak pernah menyangka kalau Fajar akan memasak makanan untuk orang lain. memasak untuk mamanya saja dia belum pernah dan sekarang dia memasak untuk Senja.Mama Fajar masih tertegun menatap Fajar yang begitu perhatian kepada Senja.


Setelah makan Senja hendak membantu bi Ina dan Ana membereskan meja makan, tapi mama Fajar melarang Senja dan menyuruhnya duduk santai.


"Sayang...kamu jangan capek-capek biarkan mereka yang membersihkan kamu duduk saja." kata Mama


Tidak lama ponsel Mama Fajar berbunyi.telpon dari sekertarisnya dinegara X, dia ingin mama fajar segera pergi ke negara X untuk menyelesaikan urusan pekerjaannya, dia sudah menyelesaikan banyak pekerjaan disana tapi ada sebagian yang harus dikerjakan oleh Mama Fajar sediri.


"Sayang...mama harus kembali ke negara x lagi, ada banyak pekerjaan yang harus mama urus disana. kamu jaga baik-baik kesehatan kamu, jangan sakit lagi." kata Mama Fajar


Senja hanya mengangguk perlahan, dia merasa binggung kalau memang pekerjaan mama Fajar belum selesai kenapa juga harus kembali kerumah, padahal Senja hanya masuk angin sedikit saja. Begitulah yang dipikirkan Senja.

__ADS_1


Sebelum pergi dalam perjalanan ke bandara mama Fajar menelpon Fajar


📞


"Hallo Fajar... mama harus kembali lagi ke negara X, kamu jaga baik-baik menantu mama dengan baik dan juga calon cucu mama dengan baik juga."kata mama Fajar.


📞


"iya ma...hati-hati." jawan Fajar singkat


Setelah mendapat telpon dari mamanya Fajar dikantor terus saja memikirkan Senja, kalau benar Senja sedang hamil dia mencari tahu di internet bagaimana merawat wanita hamil dan mencari tahu apa saja yang terjadi ketika seorang wanita hamil.


Ketika Aldo masuk dan memberikan dokumen, Fajar tidak memperhatikannya dia fokus membaca altikel disebuah internet.


"Tuan ini beberapa dokumen yang harus tuan tanda tangani." kata Aldo tapi Fajar tidak mendengarkannya


"Tuan muda Fajar tidak mendengarkan saya."


"Hemmmm...


Fajar masih saja membaca artikel


Aldo berjalan mendekati Fajar dan melihat apa sedang Fajar baca sehingga tidak memperhatikan kata-katanya.Dia menghela nafas panjang mengetahui apa yang sedang Fajar baca, dia duduk disofa menunggu Fajar selesai membaca.


"hemmm...


Aldo hanya mengangguk


"Apa perlu aku membelikan susu juga, disini tertulis kalau wanita hamil harus minum susu setiap hari"


"hemmm...


Aldo kembali mengangguk


"Jangan cuma hemmm...pergi dan cari tahu apa pun yang dibutuhkan seorang wanita hamil dan beli semuanya."kata Fajar


"aku....?" kata Aldo kaget


"iya siapa lagi...?" kata Fajar


"Sepertinya aku harus mencarikan sekertaris wanita untuk memenuhi kebutuhan Senja." kata Aldo


"itu juga boleh, cari yang baik dan bisa menjaga Senja dengan baik." perintah Fajar.

__ADS_1


"untuk sekarang kamu bisa menyuruh Ana dulu untuk membeli kebutuhan Senja."


Aldo kembali memberikan dokumen-dokumen yang harus dipelajari oleh Fajar dan beberapa dokumen yang harus ditanda tangani oleh Fajar.Fajar menghela nafas panjang dan mengambil dokumen-dokumen itu.


Tidak terasa hari sudah semakin gelap, Fajar melihat jam yang sudah menunjukan jam 9 malam. Para pegawai juga sudah banyak yang pulang hanya sebagian saja yang masih ada diperusahan untuk lembur.


Fajar kembali kerumah dia terlihat sangat lelah, rumah terlihat sudah gelap dan sepi. Dia berjalan kedalam kamarnya dia melihat Senja sudah terletap.dia pergi kekamar mandi untuk mandi agar rasa lenatnya hilang.


Setelah mandi Fajar mengeringkan rambutnya dan berbaring disamping Senja.


"Suamiku...kamu sudah pulang." kata Senja sambil mengucek-nguceng matanya


"Apa aku membangunkanmu.?" tanya Fajar


"Tidak...sebenarnya aku sedang menunggumu.?" Senja mendekatkan tubuhnya lebih dekat dengan Fajar


"Menungguku ada apa,? apa kamu sakit lagi.?"tanya Fajar sambil memeriksa kening Senja


Senja mengeleng dan lebih mendekat lagi, Fajar binggung apa yang terjadi dengan Senja malam ini. Dia melihat Senja memakai gaun malam sedikit terbuka.Dia heran kenapa Senja mengenakan baju itu malam ini padahal dia dulu tidak pernah mau memakainya.


Senja muali menyentuh pipi Fajar mendekat dan mencium pipi Fajar kemudiam beralih mencium bibir Fajar.


Fajar hanya diam dan menutup matanya, sangat jarang Senja berinisiatif lebih dulu seperti ini.


tidak bukankah Senja sedang hamil, aku tidak boleh melakukan ini.


pikir Fajar sambil mendorong tubuh Senja.


Senja terdiam dan kaget, dia tidak mengatakan apa pun hanya menatap Fajar dengan tatapan kosong.dalam pikiran Senja mengapa dia mendorongnya, apa ada yang salah.


"Aku sangat capek, kita tidur saja." kata Fajar


Fajar segera berbaring dan menutup matanya, dia membungkus tubuhnya sengan selimut dan tidur membelakangi Senja.


Senja terus saja menatap Fajar, dia merasa ada yang salah dengannya hari ini.Air matanya menetes, Senja menghapus air mata yang membasahi pipinya dan berbaring dia menatap punggung sang suami.


Fajar merasa sangat bersalah kepada Senja, tapi dia tidak bisa melakukannya saat ini karena takut akan mempengaruhi janin didalam perut Senja.


Setelah senja tidur, Fajar berbalik menatap Senja. Terlihat mata Senja yang sembab karena menangis. Fajar perlahan mencium mata Senja dengan lembut.


Dia memeluk Senja tangannya meraba perut Senja ingin merasakan anak dalam perut istrinya itu


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2