
Pagi ini mentari bersinar dengan terang, tidak ada lagi hujan yang turun. senja membuka matanya melihat fajar masih terlelap dia memperhatikan wajar fajar dalam-dalam orang ini semalam telah merengut kesuciannya.
bukankah aku adalah istrinya, sudah menjadi kewajibanku melayani dia, tubuhku ini sepenuhnya menjadi milihnya setelah aku setuju menikah dengannya. Kalau bukan malam tadi entah kapan semua ini akan terjadi
guman senja, sambil menarik nafas dalam-dalam, senja pelan-pelan mengangkat tangan yang melingkar ditubuhnya, dia berlari menuju kamar mandi
Senja menatap tubuhnya dalam cermin, dia melihat beberapa tanda merah bekas ciuman fajar, Dia mandi mengosok-gosong tanda merah itu tapi tidak kunjung hilang
Senja keluar dari kamar mandi, dia melihat fajar masih terlelap diatas tempat tidur. dia menuju lemari mencari baju yang bisa dipakainya.
Tiba-tiba tangan fajar melingkar dipinggang senja. senja sangat kaget jatungnya berdetak kencang, dia takut hal yang terjadi semalam akan terulang lagi.
Fajar mengecup pundak senja, senja kaget dan mencoba menghindar
"mandilah dulu...aku akan membuat makanan untukmu...!!!"kata senja
Fajar melepaskan pelukannya, dan berjalan kekamar mandi, telihat senyuman diujung bibirnya,
Senja segera berpakaian dan membersihkan kamar itu, dia juga menganti sepray yang ada noda darahnya.
Fajar melihat senja sedang bergumam sendiri sambil mencuci sepray
"apa yang sedang kamu lakukan...?"tanya fajar
"aku sedang mencuci sepray ini sangat kotor..!!!" jawab senja
Fajar hanya tersenyum melihat bercak darah disepray itu.
"selesaikan pekerjaanmu aku akan membuatkan mie untukmu...!!"kata fajar
fajar sudah memasak 2 mangkok mie telur, sambil menunggu senja turun dia menyedu kopi dan melihat pemandangan diluar dari balik jendela
Senja turun dan duduk dimeja makan fajar yang melamun belum menyadari kehadiran senja, sampai senja mendekat dan mengajaknya makan.
"apa yang sedang kamu pikirkan...?" tanya senja
Fajar tidak menjawab pertanyaan senja dia mulai memakan mie didepannya
" maaf hari ini kita makan mie lagi..." kata fajar terlihat menyesal
senja hanya tersenyum melanjutkan makannya
__ADS_1
tidak lama setelah selesai makan terdengar suara mobil datang, senja mengintip dari balik jendela, dia melihat aldo datang memjemputnya.
"suamiku aldo sudah datang menjemput kita, aku akan keatas berganti pakaian,kamu buka lah pintu itu...!!!" kata senja
senja berlari keatas dia tidak ingin aldo melihatnya memakai kemeja itu
Fajar membuka pintu
"kenapa baru datang...?" tanya fajar
"maaf tuan, aku pikir tuan muda fajar tidak ingin diganggu..!!" goda aldo
aku baru tahu tadi pagi ketika melihat siaran televisi kalau ada badai dan longsor didaerah sini aku langsung datang kesini.
"sudahlah tidak apa-apa..." tunggu disini aku akan berkemas kita akan segara kembali ke rumah..!!" kata fajar
Aldo duduk dan menunggu di sofa dia melihat sekeliling berpikir apa yang telah terjadi disini tidak seperti biasanya fajar terlihat lebih ramah, tidak seperti biasanya ketika ada hal yang tidak menyenangkan pasti dia sudah marah habis-habisan
senja sudah berganti pakaian dengan gaun yang dipakainya ketika dia kesini tapi gaun itu tebuka di bagian lehernya, senja mencari-cari apa yang bisa menutupi lehernya
"apa yang sedang kamu cari...?" tanya fajar
"suamiku aku harus menutupi tanda merah ini agar aldo tidak melihatnya...!! menunjuk-nunjuk beberapa tanda merah dileher dan dadanya.
Mereka turun menemui aldo
"ayo kita pulang..!!" kata fajar
"tunggu...." senja berlari keluar mengambil sepray yang dicucinya dan meletakan dilemari
Aldo tersenyum melihat fajar, fajar berpaling tahu apa yang maksud pandangan aldo padanya.
"berhenti menatapku...!!" perintah fajar
"saar ini aku berbicara sebagai temanmu... sekarang kamu sudah dewasa dan sudah menjalankan kewajibanmu sebagai suami aku ikut senang...!!! aldo terus mengoda fajar
"kecilkan suaramu..,nanti senja mendengarnya...!!!" kata fajar
Mereka meninggalkan vila itu, meninggalkan perbukitan dan menuju ke kota, suara kicauan burung berubah menjadi suara klakson,
Akhirnya mereka sampai dirumah, senja turun dari mobil, bi ina dan ana sudah sudah menunggu mereka
__ADS_1
sampai dirumah senja langsung kekamar berganti pakaian, ana mengikutinya dari belakang. Senja menyuruh ana tidak mengikutinya.
itu membuat ana semakin penasaran apa yang terjadi
Sedangkan fajar hanya berganti pakaian dan pergi lagi menuju kantor. mereka mengobrol di dalam perjalanan
"hari sudah sore mengapa kamu ingin pergi ke kantor..?"tanya aldo
"aku merasa canggung berada didekat senja setelah yang terjadi kemaren" jawab fajar
"apa kamu memaksanya...?"
"tidak... aku meminta ijin kepadanya dan dia pun menyetujuinya tapi aku sedikit bersalah"jawab fajar
Senja duduk dibalkon kamarnya dan tidak keluar, ana mengetuk pintu mencari tahu apa yang terjadi.
"nona...apa nona baik-baik saja...?"kata ana
"tidak apa-apa aku hanya sedikit capek...aku akan beristirahat dulu...!!!"jawab senja
Ana meninggalkan senja sendiri dikamar
Hari sudah malam, sejak senja kembali dia belum keluar kamar. bi ina dan ana melihat keatas, tidak ada tanda-tanda senja akan turun
ana kembali mengetuk pintu kamar senja
"nona...makan malam sudah siap...mari makan malam dulu..." kata ana
ana tidak mendengar jawaban dari dalam kamar. dia terpaksa membuka pintu kamar senja, ana melihat senja sedang berbaring di tempat tidur
Ana memeriksa suhu tubuh senja tapi keadaan nomal, ana merapikan baju dan selimut senja, ketika merapikan ana melihat tanda merah dileher senja, tanda itu sudah menjawab semua pertanyaan dalam pikiran ana.
Fajar kemabli dari kantor, ana menyambutnya
"apa nona sudah tidur...?" tanya fajar
"iya tuan, nona sedang tidur dikamarnya tapi dia belum makan malam...?" jawab ana
Fajar membuka pintu kamar, dia melihat senja terlelap, mendekat dan mencium kening senja
Fajar tidak tau kapan dia mulai menyukai senja
__ADS_1
bersambung