Suami Untuk Senja

Suami Untuk Senja
Calon sekertaris Baru


__ADS_3

Aldo pergi kekantor dengan marah-marah Wawan yang menjadi sekertaris dadakan Aldo merasa binggung bagaimana menghadapi kemarahan Aldo.Meskipun Wawan sudah lama bekerja disini baru kali ini dia menjadi sekertaris pribadi seorang bos.


Wawan hanya menunduk mengikutin Aldo dibelakangnya.Wawan tidak berani melihat wajah Aldo yang sedang marah karena wajahnya persis terlihat seperti Fajar ketika marah.Bagi wawan Aldo sangat menakutkan.


Mereka sampai dikantor, Aldo masuk kedalam ruangannya sedangkan Wawan terus menunduk sampai Aldo tidak terlihat lagi.


" Kenapa dengan pak Aldo." tanya Ima seorang serepsionis disana.


" Hah..." kata Wawan kaget


" Entahlah pagi ini saat aku sampai ditempatnya pak Aldo sudah marah-marah." Wawan menghela nafas panjang sambil mengelus dadanya.


Aldo berjalan menuju ruangannya, dia mengumpulkan data pelamar yang sudah menumpuk diatas mejanya.


" Bagaimana aku memilihnya." kata Wawan


Wawan mulai membaca satu persatu, ketika dia menemukan yang menurutnya baik dia memisahkan dengan yang lain.


Setelah beberapa saat sekitar 63 data pelamar yang masuk dan telah dibacanya, akhirnya ada 8orang yang lulua seleksi pertama.


Setelah ini wawan akan membawa data para pelamar itu kepada Aldo agar dia bisa mulai memilihnya.


wawan berjalan menuju ruangan Aldo.Dalam perjalanan wawan melihat-lihat kembali pelamar yang sudah dia pilih.


Wawan takut kalau calon sekertaris yang dia pilih tidak sesuai dengan kriteri Aldo.


Wawan menghela nafas dan mengetuk pintu, perlahan Wawan masuk dan mendekati Aldo


Wawan meletakkan tumpukan data pelamar calon sekertaris itu diatas meja Aldo.


" Apa ini.?" tanya Aldo


" ini calon sekertaris yang anda minta pak." kata Wawan


" Hanya memilih seorang kekertaris saja kenapa kamu bawa kesini.kamu tidak lihat aku banyak sekali pekerjaan hari ini." Kata Aldo


Wawan takut ketika melihat Aldo marah, dia mengambil tumpukan data calon sekertaris yang ada dimeja Aldo dan beranjak pergi meninggalkan Aldo


" tunggu..." kata Aldo


" Kemari dan bawa semua itu kesini." Aldo mencoba tersenyum walau sangat sulit


Dengan wajah yang takut, Wawan kembali meletakkan tumpukkan data calon sekertaris itu dimeja Aldo.


Aldo mulai membaca satu persatu data yang ada dimasing-masing map.

__ADS_1


" Kembalilah keruanganmu, beristirahatlah aku akan memanggilmu ketika aku membutuhkanmu." kata Aldo


" Baik pak." kata Wawan sambil pergi meninggalkan ruangan Aldo.


Setelah Wawan keluar dari ruangannya, Aldo meletakkan data pelamar yang ada ditangannya kembali diatas meja.


Dia merenggangkan dasi yang ada dilehernya sambil menghela nafas panjang.


Ketika dia sangat lelah dengan pekerjaan ini dan marah kepada Wawan, dia terlihat sama seperti Fajar yang sedang marah kepadanya.


Dia tahu rasanya menjadi bos dan beban yang ditanggung oleh Fajar selama ini.


Aldo bersandar dikursinya mencoba menenangkan diriya, dia berfikir kalau saat ini dia terlihat persis seperti Fajar ketika marah.Entah kenapa dia berperilaku seperti Fajar kepada bawahannya, mungkin karena seringnya dia bersama Fajar sejak kecil.


Aldo melihat kebalik jendela, dia melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi disekitarnya. Hatinya kosong, yang dia rasakan saat ini adalah kesunyian.


" Apa aku merindukan pria dingin itu.?" gumam Aldo


Melihat seisi ruangan yang biasa dia tempati bersama Fajar, dia benar-benar merindukan teman sekaligus bosnya itu.


Aldo tersenyum sendiri.Dia kembali ketempat duduk dan mulai melihat berkas-berkas calon sekertaris.


Aldo mulai membaca satu persatu data para calon sekertris.Setelah selesai Aldo memanggil wawa untuk masuk kedalam ruangan


" Siapkan wawancara untuk para calon sekertaris ini." kata Aldo


" Baik." kata Wawan sambil pergi meninggalkan ruangan Aldo


Aldo kembali bersandar dikursinya.Sejenak dia memejamkan matanya dia membayangkan betapa bahagianya saat ini Fajar yang sedang bersama istrinya.


" Apa aku juga menikah saja ya." gumam Aldo


" tapi dengan siapa?" Aldo tersenyum sendiri diakhir kalimatnya.


Aldo menghela nafas dan kembali mengerjakan tugas yang tidak ada ujungnya.Banyak sekali file yang harus dipahami dan sebentar lagi akan ada rapat dengan beberapa orang dari perusahaan lain.


" Kak Wawan, ini aku harus mengirim pemberitahuan kepada mereka kalau besok harus datang untuk wawancara?" tanya Ima


" Iya...waktu sudah ada disitu tolong ya, aku mau istirahat sebentar." kata Wawan


Wawan meninggalkan semua map yang berisi data calon sekertaris diatas meja Ima untuk diselesaikan sedangkan dia pergi kantin untuk mencari makanan.Dalam perjalanan di berfikir betapa beratnya pekerjaan yang ditanggung oleh Aldo ketika menjadi sekertaris serta orang kepercayaan Fajar.Hanya beberapa hari saja tubuhnya sudah sangat lelah dia harus pintar dan cekatan dalam segala hal.


Wawan menghela nafas panjang, dia sangat mengagumi sosok Aldo yang begitu giat bekerja disamping Fajar yang tidak pernah mengeluh bahkan dia juga menjadi asisten pribadi Fajar selama ini.


Ketika Wawan berjalan dia melihat perwakilan dari perusahaan yang akan rapat dengan Aldo.

__ADS_1


" Mengapa mereka sudah datang, bukankah rapat akan diadakan 1 jam lagi." gumam Wawan


" Tidak...aku harus segera memberitahu pak Aldo."


Wawan mencari ponsel didalam sakunya tapi tidak menemukannya.Dia tidak berfikir panjang langsung kembali kelantai atas untuk memberitahu Aldo.


Dengan wajah yang cemas dan sedikit berkeringat Wawan mengetuk pintu ruangan Aldo.


Tok...tok...tok


" Masuk." kata Aldo


Wawan masuk kedalam ruangan dengan nafas yang tidak beraturan.


" Kenapa kamu ngos-ngosan seperti itu, habis lari maraton?" tanya Aldo sambil tersenyum


" Itu pak....itu...perwakilan dari perusahaan X telah datang." kata Wawan


" Apa, bukankan rapat akan diadakan satu jam lagi." kata Aldo kaget


" Cepat siapkan bahan untuk rapat" Aldo terlihat terburu-buru namun sangat tenang.


Semua bahan sudah siap, tinggal menunggu tamu datang, Ima mengetuk pintu dan memberitahu kalau tamu susah menunggu diruang rapat.Aldo dan Wawab segera bergegas menuju ruang rapat untuk menemui perwakilan dari perusaahan X.


Aldo sudah bekerja keras mengerjakan proyek ini, saat ini semua tergantung kepada penjelasan Aldo.Dia tidak ingin membuat Fajar kecewa jadi dia berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan proyek yang sangat penting ini.


Wawan duduk sambil menyiapkan file yang diberikan kepada para tamu, sedangkan Aldo memberi penjelasan tentang tema yang dia ambil.Aldo terlihat sangat serius sama persis dengan yang Fajar lakukan ketika rapat.


Dengan susah payah akhirnya proyek disetujui oleh perusahan X, Aldo merasa sangat senang perusahan mendapatkan proyek ini.Dia bisa berbangga dan pamer kepada Fajar.


Wawan semakin kagum kepada Aldo yang begitu pintar dan cekatan.


" Selamat pak, pak Aldo melakukannya dengan sangat baik tadi." puji Wawan


" Terima kasih, tapi tidak sebagus Fajar, kalau Fajar yang presentase para klaien tidak akan berfikir sangat lama untuk menyetujuinya, pasti langsung setuju." kata Aldo


Wawan heran, dia belum pernah melihat Fajar melakukan presentase.Ketika dia melihat Aldo saja begitu luar biasa bagaimana dengan Fajar yang lebih hebat dari pada yang dia lihat tadi.


Pantas saja perusahan berkembang dengan sangat pesat padahal dipimping oleh pemilik yang masih sangat muda.


" Kenapa benggong, kamu orang baru dalam perusahaan jadi belum tahu bagaimana Fajar bekerja.Ketika kamu melihatnya kamu akan sangat kagum kepadanya." kata Aldo


Wawan hanya diam, dia sudah bekerja 3 tahun lamanya tapi menurut Aldo dia belum lama, jadi menurutnya berapa lama dia harus bekerja hingga tahu bagaimana seorang bos muda memimpin perusahan hingga sebesar ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2