Suamiku Bad Boy

Suamiku Bad Boy
Bab#48. Kajian Kala Bercinta.


__ADS_3

"Boleh sayang?" tanya Choki dengan tatapan mata yang berkabut.


Meksipun sedikit ragu karena ini bukan seperti kamar mereka yang kecil di kontrakan, namun Annisa tak memiliki alasan syar'i untuk menolak permintaan suaminya.


Annisa tau jika pria di hadapannya ini menginginkan dirinya, dan ia pun sesungguhnya sudah terbawa suasana juga.


Jadilah Annisa mengangguk dengan pelan, seraya menyembunyikan rona kemerahan pada kedua pipinya dengan menunduk.


"Kalau begitu, Abang mau ambil wudhu dulu," ucap Choki seraya berlalu ke kamar mandi. Setelahnya gantian Annisa melakukan hal yang sama.


Mereka berdua telah terbiasa untuk solat dahulu dua raka'at sebelum melakukan hubungan badan. Karena keduanya sangat menginginkan jika hubungan jima tersebut menghasilkan benih keturunan maka keduanya ingin Allah memberikan putra maupun putri yang sholeh nantinya.


Bahkan keduanya berpuasa Senin dan Kamis dengan maksud yang sama juga. Meminta kepada Allah agar memberikan keturunan yang baik bagi keduanya.


Selesai sholat, Choki mengangkat tubuh Annisa layaknya bridal style. Meletakkan perlahan raga itu ke atas pembaringan yang lebih empuk dari kasur Annisa di rumah kontrakan mereka.


Setelahnya, Choki turun dari tempat tidur untuk mengunci pintu kamar dan mematikan lampu utama. Kemudian Choki menyalakan lampu meja yang mengeluarkan cahaya temaram dan teduh.


Choki berdiri di sisi tempat tidur dan mulai membuka apa yang melekat di tubuhnya. Annisa seketika menutup matanya karena ia masih merasa malu untuk melihat dengan jelas bentuk tubuh sempurna suaminya.


"Annisa sayang," panggil Choki dengan menumpu kedua telapak tangannya di samping bahu Annisa.


Menyaksikan sang istri semakin merapatkan kedua matanya maka Choki meniup wajah itu dengan lembut.


Annisa pun sontak membuka kedua matanya dan terperangah pada saat mendapati wajah tampan itu begitu dekat di depan hidungnya.


"Kenapa menutup mata? Annisa gak suka melihat tubuh seksi Abang?" cecar Choki dengan senyum menggoda.


Mendapat pertanyaan genit seperti itu justru membuat Annisa semakin kikuk saja. "Bu–bukan gak suka," jawab Annisa grogi.

__ADS_1


"Terus kenapa merem?"


"Annisa malu."


"Kan Abang yang buka baju, kok kamu yang malu?"


"Gak tau ih, kenapa juga nanya terus?" rengek Annisa dengan gaya manjanya.


"Istriku ini lucu banget sih. Kayak belum pernah liat badan suaminya aja. Kalo kamu malu liat aku yaudah gapapa, sekarang biarkan Abang aja yang liat tubuh kamu ya," ucap Choki seraya menarik gamis Annisa dan hendak menaikkannya ke atas.


"I–itu, biar Annisa aja yang--"


"No, kamu diam aja!" titah Choki tegas.


Annisa mau tak mau pasrah, karena dia tak mau menolak apa yang tengah ingin dilakukan oleh suaminya itu. Lagipula, Zakaria berhak menikmati tubuhnya dengan cara apapun asalkan tetap dalam koridor dan peraturan yang telah dibuat sebaik-baiknya oleh Allah.


"Annisa, bolehkah aku melakukan ini padamu menurut Islam?" tanya Choki sebelum ia melakukan apa yang ia inginkan maka pria itu selalu memutuskan untuk bertanya pada istrinya terlebih dulu.


Hingga, alunan merdu itupun keluar dari kedua bibirnya.


"Indahnya suaramu, sayang. Ayo, keluarkan lagi," goda Choki yang membuat kedua pipi Annisa bersemu merah.


"Oh ya, sayang ... bagaimana jika aku ingin merubah posisi kita, apakah boleh?" tanya Choki lagi. Karena bagaimanapun ia pernah mendengar dan sekilas menonton sebuah vidio yang menunjukkan bagaimana para pemain itu melakukan hal-hal erotis dalam bercinta. Ia menginginkannya saat ini tetapi, lebih dulu mencari tau tentang hukumnya apakah diperbolehkan.


"Sebenarnya, begini sih ... Bang. Masih berhubungan dengan ayat tadi bahwa, Imam Nawawi menjelaskan jika pada ayat tersebut menunjukan untuk diperbolehkannya seorang suami menyetubuhi istrinya dari arah depan maupun belakang. Boleh dengan cara menindih atau tertelungkup asalkan penyatuan tetap pada tempatnya. Sedangkan menyetubuhi sang istri melalui tempat keluarnya kotoran itu tidak diperbolehkan, sebab itu bukan lokasi bercocok tanam yang dimaksud adalah berketurunan," jelas Annisa lagi dengan sabar dan perlahan agar sang suami yang awam ini tidak gagal paham.


"Jadi, yang berbeda itu hanyalah posisinya bukan tempatnya?" tanya Choki lagi memastikan, yang kemudian diangguki oleh Annisa.


"Ternyata banyak orang-orang yang salah paham akan hadis dan firman ini, sayang. Bahkan ada kawanku yang akhirnya memasuki istrinya melalui dua tempat itu, naudzubillah!" ucap Choki seraya mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Innalilahi, astagfirullah! Itulah yang terjadi apabila kita tidak mengkaji aturan dalam sebuah agama. Kebanyakan hanya tau menganutnya saja dan melakukan apa yang menjadi kebiasaan kebanyakan orang dari cerita. Sebenarnya, Bang ... ada seorang ahli kitab yang bernama Muhammad Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam kitab ‘Aunul Ma’bud menambahkan, bahwa kata ladang yang disebut dalam Alquran menunjukkan, istri boleh digauli dengan cara apapun. Mau itu berbaring, berdiri atau duduk, dan menghadap ataupun membelakangi.” Annisa menjeda penjelasannya sebentar seraya memandangi wajah tampan suaminya. Tangannya pun terulur untuk menyusuri rahang Zakaria yang tegas.


"Demikianlah, Bang. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Lagi-lagi terbukti memiliki ajaran yang sangat lengkap dan saksama dalam membimbing umatnya mengarungi samudra kehidupan. Semua sisi dan juga potensi kehidupan dikupas tuntas serta diberikan tuntunan yang detil, agar umatnya bisa tetap menjalankan syariat seraya menjalani fitrah kemanusiaannya bersamaan," tambahnya lagi.


Choki mengecup singkat bibir Annisa sebelum ia berkata. "Masyaallah. Bahkan ketika sedang bercumbu pun aku masih bisa mendapatkan ilmu dari istriku yang cantik lagi cerdas ini," Puji Choki dengan tatapannya yang penuh kekaguman dan juga rasa syukur.


"Alhamdulillah. Ilmu Annisa tidak seberapa, Bang. Dan, Annisa hanya menyampai apa yang Annisa tau saja. Agar ilmu yang aku miliki dapat bermanfaat terutama bagi rumah tangga kita," jelas Annisa lagi.


"Uhh, aku jadi makin cinta sama kamu," gemas Choki seraya kembali menciumi Annisa hingga sedikit kelepasan dan menggigit.


"Ouch, Abang kayak macan!" pekik Annisa, karena Choki menggigit dadanya. Tetapi tak berapa lama kemudian, pekikan itu menjadi lenguhan.


Sang suami yang memiliki gelora namun di tuntun Annisa dengan segala ketentuan yang di perbolehkan dalam agama keduanya maka hal itu menjadikan sensasi menyatu mereka berdua penuh kenikmatan yang hakiki.


Surga dunia akan dapat di raih jika kita mengetahui ilmunya. Karena pada saat itu Allah yang akan menuntun hati kita bukan malah setan. Karena hubungan yang Allah ridhoi akan terasa lebih indah dan juga nikmatnya akan berkali-kali lipat.


"Semoga, Allah segera mempercayai kita untuk memberikan amanahnya," ucap Choki penuh harap sambil terus mengelus lembut perut rata istrinya.


"Aamiin ya Allah. Semoga secepatnya ya Bang. Tetapi, sambil menunggu ketentuan Allah. Alangkah baiknya kita terus belajar apa-apa saja peran yang harus kita lakukan sebagai orang tua. Penuhi hati dan kepala kita dengan ilmu yang sesuai tuntunan Al Qur'an dan juga hadist. Agar kelak kita dapat mendidik generasi islami yang taat kepada Allah dan juga agamanya," jelas Annisa begitu bijak dalam setiap ucapannya.


"Insyaallah sayang. Tuntun suamimu ini terus ya, jangan bosan dan juga lelah," timpal Choki.


Annisa pun tersenyum penuh syukur karena, suaminya ini begitu besar keinginan belajar dan juga hijrahnya.


Sehingga, Allah seakan mempermudah semuanya.


Tau-tau pintu kamar di ketuk dengan kencang.


"Choki, Annisa! Mama mau bicara, buka pintunya!"

__ADS_1


Nah lo! 😱


...Bersambung ...


__ADS_2