
Waktu terus bergulir maju dan tak terasa, pasangan suami istri ini pun tiba pada momen yang paling di tunggu oleh Choki dan Annisa. Di mana detik-detik perjumpaan dengan sang buah hati dan cinta dari keduanya.
Rudi juga datang kerumah sakit ikut memberi support pada kedua orang yang sudah berjasa memberi perubahan pada hidupnya dan juga komunitas Genk motor Speed yang kini telah menjadi pengusaha basreng home made yang sukses dan berhasil menaklukkan persaingan industri di bidang yang sama.
"Semoga Kak Annisa melahirkan dengan lancar dan selamat. Anak-anak sengaja gelar doa bersama dan berbagi makanan setelahnya," kata Rudi membuat kedua mata Choki berkaca-kaca.
"Terimakasih. Kalian memang saudaraku," sahut Choki begitu bahagia dah bersyukur karena Allah juga telah menuntun seluruh anggota komunitasnya ke jalan yang lebih baik dan insyaallah diridhoi oleh Allah.
Eliana dan juga Alberto pun ada dirumah sakit dengan wajah tegang. Apalagi ketika dokter memanggil sang putra untuk masuk kedalam ruangan bersalin. Karena Choki memang harus menemani setiap proses yang Annisa lalui.
Proses kelahiran dan melahirkan berjalan dengan lancar dan cepat. Meskipun, sempat menegangkan di awal karena tensi darah Annisa sempat tinggi.
Akan tetapi, karena perhatian dari suaminya yang selalu setia di sisi nya, serta menenangkannya dengan bacaan dari ayat-ayat suci Al Quran.
Walaupun Choki juga masih dalam tahap belajar tetapi lelaki itu dengan segala usahanya cukup membuat hati Annisa tersentuh.
Ini, bukanlah kali pertama suaminya itu mengaji untuknya dan bayi mereka. Sejak kehamilan Annisa menginjak empat bulan Choki selalu membacakan ayat suci Al Quran untuk menenangkan buah hatinya.
Dan, berhasil membuat Annisa tidur nyenyak setiap malam.
"Terimakasih, ya Bang. Sudah mau menemani Annisa dan membacakan ayat suci Al Quran. Sehingga otak Annisa mengalami relaksasi yang baik sehingga sel saraf yang ada di tubuh juga lebih tenang dan rileks," tutur Annisa dengan tetap berusaha tersenyum.
"Sungguh luar biasa ya sayang. Bahkan papa pun semakin membaik setelah kamu membacakannya Al Qur'an terus secara berkesinambungan," ucap Choki mengutarakan kekaguman akan keajaiban ayat-ayat suci Allah.
"Alhamdulillah, Bang. Selain itu bacaan Al Qur'an atau murottal sangat efektif untuk mencegah dan sebagai antisipasi stress berlebihan juga pada ibu hamil dan dalam kondisi aku yang sebentar lagi akan melahirkan ini," jelas Annisa di sela-sela kontraksi yang ia alami.
"Ayah pernah menjalankan pada Annisa, bahwa membacakan atau memperdengarkan lantunan dari kitab umat Islam ini selama masa kehamilan telah terbukti dapat merangsang kecerdasan emosional janin menjadi lebih baik. Maka dari itu, penting bagi calon ibu untuk meningkatkan intensitas membaca ayat-ayat suci tersebut agar sang buah hati yang berada di dalam kandungan dapat tumbuh secara optimal. Hal itulah, yang beliau ajar dan juga lakukan selama hidupnya," tutur Annisa ketika rasa mulas itu telah pergi.
Hingga beberapa saat lagi kembali datang dan Annisa akan mengucapkan istighfar sambil mencengkeram lengan Choki.
Annisa sangat yakin bila sejak di dalam kandungan sudah sering mendengarkan ayat-ayat Allah, maka, jika besar nanti akan mudah dalam menghafal Al Qur'an.
Begitulah faedah yang bahkan Annisa rasakan sendiri pada dirinya. Dan ia pun menyaksikan hal itu juga pada adiknya.
Betapa pentingnya kita membaca, merenungi, dan mengamalkan ayat-ayat Alquran. Karena Allah Subhanahuwata'ala telah berfirman dalam Qur'an surat Yunus ayat 57, yang mana berbunyi, Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Namun, anjuran itu diberikan kepada setiap orang beriman. Karena ketenangan jiwa bagi wanita hamil sangat berpengaruh bagi kandungannya tersebut.
Karena itu, ibu hamil pun tidak lepas dari perintah umum untuk membaca Alquran. Hal ini dilakukan semata-mata karena ibadah untuk memenuhi perintah Allah SWT.
Mengenai tradisi membaca surah Yusuf dan Maryam, tidak ada dalil kuat jika membaca surah tersebut akan berpengaruh bagi kandungan.
Alhasil, ibu hamil pun dapat membaca Alquran tidak terbatas pada dua surah tersebut saja.
"Yang jelas bacaan Al-Qur'an yang baik dan ikhlas akan membawa ketenangan hati. Hati yang tenang akan membawa pengaruh yang baik bagi janin dalam kandungan." Annisa kembali menegaskan kepada suaminya.
__ADS_1
"Masyaallah ya, sayang. Luar biasa sekali," kagum Choki dengan air mata yang sesekali merembes melalui pipinya.
Choki Zakaria terus menggenggam tangan Annisa yang sedang berjuang, melahirkan secara spontan atau normal.
Di karenakan tidak adanya keluhan dan semua keadaan ibu dan bayi yang dalam kondisi baik.
Maka cara persalinan yang di pilih Annisa ini, di setujui oleh dokter SpOG wanita yang akan menanganinya.
Lelaki tampan berwajah kebulean itu terus mengalirkan semangat dan dukungan pada wanita yang sudah penuh dengan peluh itu.
Berkali-kali ia mengusap dahi Annisa, mengeringkan keringat sebesar biji jagung yang mengalir di kedua pelipisnya.
Doa dan dzikir tak putus ia ucapkan dengan penuh harap akan keselamatan bagi keduanya. Sungguh, ini adalah momen yang paling mendebarkan bagi Choki dan juga Annisa tentunya.
Sesekali melabuhkan kecupan di kening, di pipi di kedua mata. Tak peduli pandangan para tenaga kesehatan yang mencuri tatap ke arah mereka berdua.
Inilah cara Choki mengurangi sedikit rasa sakit kepada wanita yang sedang berjuang, antara hidup dan mati demi melahirkan buah cinta mereka ke dunia.
Tak peduli berapa banyak gigitan bahkan cakaran yang telah singgah dan tercetak indah di lengan kekarnya itu.
Selang satu jam kemudian.
Perjuangan Annisa selesai pada saat suara tangis bayi laki-laki itu terdengar begitu nyaring memenuhi ruangan tersebut.
Mencoba menghilangkan gemeteran pada tubuh pada saat dokter menyerahkan bayi mungil dengan kulit putih kemerahan itu kedalam gendongannya.
Kali ini, Annisa yang bercucuran air mata pada saat sang suami melantunkan takbir di telinga putranya.
"Alhamdulillah ya Allah. Annisa bahagia."
Sungguh kebahagiaan yang meliputi perasaannya membuat Annisa melupakan rasa sakit dari perjuangannya tadi.
Aura bahagia juga sampai pada Eliana dan juga Alberto. Keduanya tak menyangka akan menjadi kakek dan nenek dari bayi putra satu-satunya mereka.
"Kau sekarang jadi kakek, Honey," ledek Eli pada suaminya yang terciduk meneteskan air mata.
"Kau juga jadi nenek, Eli," balasnya. Mereka berdua pun berpelukan.
Keluarga Alberto telah kedatangan satu anggota baru yang begitu mungil dan rapuh.
Seorang bayi yang sontak merubah aura di sekitarnya.
Karena binar kebahagiaan begitu terang memancar bak bahaya sang Surya pada pagi hari. Begitu hangat dan meneduhkan.
Alberto, bahkan mengurangi bisnisnya karena pria itu tak lagi terobsesi. Ia hanya akan menangani proyek semampunya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, telah hadir kedalam hidup Abi dan juga Umma," bisik Choki yang kini sedang menimang bayi mungil itu di dalam gendongannya.
Rasanya damai sekali, dan ia belum pernah sekalipun merasakan perasaan yang seperti ini.
......Selamat berbahagia untuk kalian berdua. ......
Hidayah nyatanya harus di jemput bukan di tunggu datang dengan sendirinya. Kita sebagai manusia haruslah peka terhadap beberapa tanda yang Allah kirimkan untuk menegur kita.
Karena tak ada yang bisa memperbaiki kecuali diri kita sendiri.
Bonus adegan.
Beberapa pekan kemudian.
"Annisa, Mama mau menutup aurat seperti kamu. Kata Papa, beliau juga mau menjaga Mama seperti Choki menjaga kamu," tutur Eliana sambil menahan sesak harunya.
"Alhamdulillah. Masyaallah, Ma. Insyaallah, Annisa akan membimbing Mama," sahut Annisa yang juga nampak menahan tangisnya.
"Mama, belum beli bajunya," ucap Eli lagi.
"Ma, ukuran badan Mama hampir mirip sama aku. Kalau mama mau--"
"Mama mau Annisa," jawab Eli cepat memotong pertanyaan menantunya itu.
"Baiklah, sebentar ya Ma."
Annisa pun memilih gamisnya yang paling bagus dan nyaman beserta dengan niqob-nya.
"Masyaallah. Mama semakin cantik!" pekik kagum Annisa dan Eliana langsung menghambur ke dalam pelukan menantunya itu.
"Terima kasih sayang, terimakasih," bisik Eliana.
_________
Beberapa waktu kemudian.
"Annisa sayang, aku ingin memberikan mahar untukmu. Karena waktu kita menikah aku hanya memberimu uang seratus lima puluh ribu. Ini," kata Choki seraya menyerahkan kunci sebuah apartemen mewah.
"Masyaallah, Abang! Alhamdulillah!"
Keduanya pun berpelukan erat di dalam sebuah apartemen yang Choki beli atas nama Annisa.
"Sayang, kita coba tempat tidurnya yuk. Sekalian buka puasa," bisik Choki yang lantas mendapat cubitan gemas dari Annisa.
...TAMAT...
__ADS_1