
Bopeng mendengus kasar ketika anak buah barunya si Gepeng baru datang.
"Nongol juga lu!" semburnya.
"Maaf Bang," jawabnya singkat.
"Mulai besok kita jalanin rencana. Gue mau si Choki ancur!" ujar Bopeng yang semakin mendendam apalagi ketika dirinya sempat di penjara selama dua bulan.
"Abang keren bisa keluar dari penjara. Saya pikir bakalan tahunan?" tanya Gepeng penasaran.
"Kebetulan, temen bokap itu mau nyalon jadi caleg. Jadi bokap gue minta penebusan dan pembebasan gue sebagai syarat biar bokap mau bantu temennya itu. Karena bokap gue paling jago kalo bikin huru-hara pasca pemilihan," jelas Bopeng yang memang terlahir dari keluarga berada dan juga kalangan pejabat.
Karenanya pria ini dapat dengan bebas memiliki senjata api.
"Wah pantes aja, tuntutannya kan tujuh tahun tapi Abang cuma di penjara dua bulan," kata Gepeng lagi sambil menatap bos barunya ini penuh kagum.
Pikirnya bahwa Bopeng lebih hebat dari pada Choki. Dan tak sia-sia dia keluar dari Genk Speed.
"Dan gue akan buat Choki bayar semua penderitaan gue selama dua bulan itu!" geram Bopeng lagi dengan penuh amarah terpendam.
___________
Choki telah sampai ke kediaman Alberto sebelum adzan subuh berkumandang.
Ia terlihat berkali-kali meminta maaf pada Annisa yang tertidur membelakanginya.
"Sayang, maafin Abang ya. Tadi tuh ada insiden di komunitas anak motor. Dan Abang gak bisa ninggalin mereka semua begitu aja. Tolong maafin ya, please ... jangan ngambek dong," pinta Choki dengan begitu memelas.
Bahkan terlihat lelaki itu berkali-kali menciumi belakang tengkuk dan juga bahu Annisa.
Sementara Annisa mati-matian menahan rasa yang menggelitik setiap kali bibir Choki menyentuh kulitnya.
Annisa tetap tak bergeming.
__ADS_1
Rasanya kesal sekali tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan suaminya itu.
Mendapati sang istri tetap tak bereaksi, maka Choki pun mengambil tindakan yang akhirnya nekat.
Lelaki itu menarik raga Annisa hingga terlentang lalu menindihnya.
"Abang ih, bau! Sana!" usir Annisa yang memang belum lama baru melaksanakan solat tahajjud.
"Kamu marah? Udah dong ah, Abang gak kuat kamu diemin gini," pinta Choki seraya melabuhkan ciumannya ke sekitar wajah Annisa.
"Abang ya, Annisa marah pun tetap saja untung," celetuk Annisa.
Choki pun tertawa dan ia justru menyambar bibir istrinya itu. Pelan dan lembut namun lama kelamaan menjadi semakin dalam dan penuh gelora.
"Abang, aw!" pekik Annisa tertahan karena Choki selalu menggigit ketika gemas.
"Kayak macan!"
Puk!
Entah kenapa pria itu begitu nyaman menelusup di sana. Terkadang gemas sendiri dan berakhir dengan menggigit bagian mana saja yang ia kehendaki.
Setiap Annisa protes Choki justru semakin menjadi dan berakhir dengan tertawa saja.
Annisa merubah posisinya menjadi duduk dan Choki tetep berada di atas pangkuannya sambil menciumi perut.
Annisa nampak mengulurkan tangan pada kepala suaminya itu dan mulai menyusupkan jemari ke dalam rambut Choki.
"Lain kali, kabari istrimu jika kau terlambat pulang. Jangan buat hatinya risau dan khawatir berlebihan. Alangkah baiknya sesama pasangan itu menjaga perasaan," ucap Annisa pelan mulai menasihati suaminya macam menasihati seorang anak didik.
Apalagi Annisa memiliki basic pengajar maka bukan hal yang sulit baginya untuk menemukan kata-kata yang tepat dan pembawaannya yang lembut.
"Iya sayang. Abang janji gak akan buat macam itu lagi. Abang gak mau kamu marah dan diem kayak tadi. Rasanya dunia ini terbalik kalo gak ada senyum dan sapaan lembut kamu," jawab Choki sambil terus menciumi telapak tangan Annisa yang sudah ia ambil dan di letakkan pada pipinya.
__ADS_1
"Suami yang pinter. Awas aja kalo nakal ya!" Annisa pun mencubiti pipi suaminya ini gemas, tapi makin lama semakin kencang.
Aww!
Choki terlihat meringis tapi Annisa justru tergelak puas.
"Kamu ya, sengaja kan sekalian ngeluarin kesel tuh. Iya kan, ngaku deh?" Rajuk Choki yang mengerucutkan bibirnya macam anak kecil merajuk.
Kelakuannya itu membuat Annisa semakin gemas. Sehingga Annisa memajukan wajahnya dan menyambar bibir Choki dengan pagutannya yang manis.
"Masyaallah, sayang. Lagi dong ...," pinta Choki dengan manja.
Haih, kalau anak buahmu tau gimana Bang?
Ketua genk motor kok gitu? 😆
Ih, autor yeuuhh.
Kan Choki dan insyaf. ðŸ¤
Alhamdulillah.
Masyaallah ya, kalian sukses bikin iri.
Sehingga author memutuskan untuk ngumpet ke kolong sambil gigit guling.
__________
"Bang, target udah pulang dari sekolahan," lapor Gareng melalui ponselnya.
"Oke, ikutin dia dan tetap pada rencana kita semula. Gue tunggu di titik lokasi," jawab Bopeng dari seberang telepon.
Pria itu menyeringai buas memikirkan keberhasilan rencananya.
__ADS_1
"Ayo anak kelinci, datanglah kepada serigala lapar ini," gumam Bopeng seraya menjilat bibirnya.
...Bersambung ...